ആദ്യത്തെ 146 വരികൾ.
Ada situasi darurat!
Dua orang mencurigakan dengan pisau naik ke panggung festival!
Belum ada yang terluka. Kuulangi!
Dua orang mencurigakan dengan pisau naik ke panggung festival!
Para pengunjung panik!
LANGSUNG
Mereka pegang pisau! Gawat!
- Apa ini? - Apa yang mereka lakukan?
Kepada para kutu tahi!
Kepada semua kutu tahi kota ini!
Mereka meneriakkan sesuatu, tapi tidak terdengar jelas.
Ada polisi yang naik ke panggung!
Hentikan ini!
Apa yang kalian lakukan? Turun!
Jangan naik.
Tenanglah.
Kita mundur dulu, Pak.
Hentikan.
Hei, itu… Itu Kasuga, 'kan?
Gila… Apa yang mereka lakukan?
Kasuga, siram aku juga.
Baiklah.
Hei!
Kenapa polisi tidak bertindak? Hentikan mereka!
- Permisi. - Maaf.
Maaf.
Permisi!
Takao!
Tolong mundur!
Selamat tinggal.
Selamat tinggal, para kutu tahi.
Takao!
Permisi, maaf… Takao!
Berbahaya!
Kumohon. Itu putraku!
Tolong tenang dulu.
- Tolong hentikan dia! - Berbahaya! Tenang, Bu.
Mati, mati, mati.
Kota ini adalah neraka.
Tinggal di sini bagai neraka.
Tak ada yang mau mendengarkan.
Tak ada yang mendengarkan suara bunga yang mekar
jauh di sisi lain gunung itu.
Tenggelamlah, tenggelamlah semuanya.
Membusuklah dan tenggelam dalam lautan lendir!
Tapi…
Tapi aku salah.
Aku juga kutu tahi.
Aku cuma menghadap ke arah yang berbeda dalam lautan kutu tahi.
Aku juga kutu tahi!
Tak ada yang namanya sisi lain!
Yang ada cuma berusaha untuk terus hidup di kota ini,
menghadap ke arah berbeda dari yang lain!
Kami orang mesum gadungan!
- Selamanya! - Selama-lamanya!
Kutu tahi! Kutu tahi! Kutu tahi! Kutu tahi! Kutu tahi!
Nakamura…
Ayo pergi.
- Takao! - Tenang, Bu.
- Takao! - Tenanglah!
Ini gawat. Ayo pergi dari sini, cepat!
Takao! Kau tak apa-apa?
Maafkan Ibu…
Kasuga…
Selamat tinggal.
Aku pergi sendiri.
Nakamura…
Tenang!
Tenanglah!
Dia sudah ditahan!
Seorang polisi dan pria bergegas naik dan menghentikan gadis itu.
Tampaknya anak lelaki yang jatuh juga telah ditahan.
- Kenapa mereka melakukan ini? - Nanako?
Nanako…
Nanako!
Nanako…
Hei, hentikan!
- Lepaskan aku! - Jangan melawan!
Hentikan!
Nakamura… Nakamura!
Nakamura!
"Dahulu
dirimu tak percaya pada apa pun,
tapi kau memilih murka daripada percaya."
KELAS 2-B
"Dahulu
dirimu tidak menolak nafsu,
tapi menyalahkan yang membuatmu bernafsu.
Maka kenapa saat lelah dan penuh lara,
dirimu kembali pulang
"ke dalam pelukan mereka yang menciummu?"
Baiklah, sekian untuk hari ini.
Berikutnya,
kita lanjutkan dari sini.
Tolong pelajari lagi materi hari ini.
Kelas selesai.
TIGA TAHUN KEMUDIAN
STASIUN OMIYA
SMA MIGIWA PREFEKTURAL SAITAMA.
EPISODE 8.
Ayolah… Serius? Dada besar?
Dada rata lebih baik!
Benarkah? Aku lebih suka yang besar.
- Kurasa itu wajar. - Benar, 'kan?
Kalian tidak paham!
Saat seorang gadis berkata, "Dadaku kecil…".
Kecemasannya itu yang seksi!
Dada besar sama seperti penis besar. Orang yang suka itu biasanya dangkal.
- Kau mesum. - Pasti.
Aku tak bisa setuju sama sekali. Benar, 'kan, Kasuga?
- Benar. - Dengar?
- Aku makan nasi kari. - Nasi kari?
- Luar biasa. - Untuk sarapan?
- Hebat. - Kau?
Cuma ini. Susu stroberi.
Itu dia!
Ketemu!
Tokiwa luar biasa.
Kau suka apanya? Aku suka matanya.
Aku juga suka matanya.
Tapi jika dia menatap mataku, aku jadi gugup.
Tenang saja. Dia bahkan tak tahu kau ada.
Dia juga tak tahu kau ada!
Semoga aku sekelas dengannya tahun depan!
Aku juga mau.
Halte berikutnya, Kompleks Kamogawa. Penumpang yang akan turun, harap…
Enak sekali! Kau beli yang berbeda hari ini?
Yang ini lebih mahal.
Begitu rupanya.
Enak, 'kan, Takao?
Ya.
Ya.
Mulai sekarang beli yang ini.
Baiklah.
Hari ini juga ada udon.
Benarkah?
Udon dengan sup oden?
Aku baru tahu soal itu hari ini. Cobalah dulu.
Aku pasti menang!
Hampir saja!
Rambut pendek yang terbaik.
Rambut hitam panjang tiada tandingannya.
Benar, 'kan?
Kalian luang hari ini?
Pasti luang, 'kan?
Ada diskon di tempat karaoke jika datang bertujuh atau lebih.
No comments yet. Be the first to leave one.