ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
MUMBAI, INDIA. JAMAN SEKARANG.
Hari ini ada pelelangan karya terbesar India.
Pelelangan karya seni.
Orang kaya dari seluruh dunia hadir disini.
Mereka akan menawar lukisan dari pelukis India.
Namun beberapa orang merasa keberatan.
- Hidupkan budaya kita. - Jangan terima penghinaan ini.
Sekarang lukisan nomor 13.
Lukisan yang hilang 100 tahun lalu ini, baru ditemukan.
Maneka dan Vishwamitra.
Tahun 1883. Pelukisnya Raja Ravi Varma.
Pelukis terkenal abad ke-19..
..Bapak Kesenian India.
- Ini tak boleh terjadi. - Memalukan.
Baru-baru ini terjadi penyerangan..
..Antara seniman dan media.
Kerusuhan terjadi dimana-mana.
Lihatlah ini.
Lukisan indah ini dimulai dengan penawaran 2,4 crore.
Terima kasih, pak. Sekarang dinaikan jadi 2,6 crore.
Ada penawaran 2,8 crore dari telpon. Penawaran naik jadi 3 crore.
4,4 crore. 4,6 crore.
4,8 crore. Sekarang 5 crore.
Terima kasih. Ada penawaran lagi sebesar 6,5 crore.
Sekarang naik jadi 7 crore.
Tak ada yang mau?
Saya menjualnya.
7 crore. Saya hitung, satu.
7 crore. Dua.
7 crore. Tiga.
Rang rasiya "Pelukis"
Ho rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Ho rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Ye saare rang tere rang hain "Ini semua warnamu"
Gulabi saaz ka dhalta hua aanchal "Jingga laksana senja turun temaram"
Dusala oddhe kaale megh hain "Hitam rambutku"
Teri aankh se chhalke hain issi pal "Terbias di matamu"
Laal peele hare chhapayi surmayi "Merah, kuning, hijau, pink, emas"
Ek tu hai magar tere rang kayi "Dirimu satu, namun berwarna-warni"
Mohe rang de re, rang de re,, rang de "Warnai aku"
Rang rang rasiya,,,, "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya,, "Pelukis"
Ravi Varma.
Dimana Ravi Varma?
Ravi Varma?
Ya, pak.
Ada apa?
Apa itu?
Ini kisah jaman dahulu.
Dia Maneka. Bidadari.
Dan dia guru besar Vishwamitra.
Kerinduan cinta.
Kau membayangkan kisah aneh.
Kisah aneh laksana jiwa sebuah bangsa.
- Pak. - Tapi kisah ini menimbulkan masalah.
Aku punya surat perintah penangkapanmu.
Terima kasih.
Ada apa ini? Kenapa kau menahannya?
Dia seniman bukan penjahat.
- Siapa kau? - Aku Raj Varma. Adiknya.
- Kau yang melukis lukisan jorok itu? - Bukan. Tapi?
Makanya diam saja.
Namamu?
Ravi Varma. Raja Ravi Varma.
- Nama ayah? - Ezhumavil Neelakanthan Bhattatiripad.
Pelan-pelan.
E. N. Bhattatripad.
Nama ibumu?
Uma Amba.
Nama adikku, Raj Varma. Nama pelayanku, Pachan.
Ukuran pinggangku 34 inci.
Ukuran sepatuku 1 setengah kaki.
Tempat kelahiran?
Kilimanoor.
'Aku hanyalah asistennya. Bayangannya.'
'Dan dia pelukis hebat, sejak kecil.'
Rang rasiya "Pelukis"
Ho rang rasiya "Pelukis"
Rang rasiya "Pelukis" - Ravi. Ravi.
Rang rasiya "Pelukis"
Ho rang rasiya "Pelukis"
Ravi! Ravi!
Ravi, apa-apaan ini?
Jika Raja melihat ini, dia pasti memenggal kepalamu.
Raja datang.
Ayo pergi.
Siapa yang membuat ini?
- Ini, ini.. - Siapa yang membuat ini?
Saya minta maaf, Yang Mulia. Anak-anak terkadang..
Aku, Yang Mulia. Ini salahku.
Aku takkan melakukannya lagi.
Jika kau tak melakukannya. Lalu siapa yang mau melakukannya?
Itu orangnya.
Tenang saja. Dia bersama Chintamani. Dia terdakwa di kasus ini.
Semuanya mohon berdiri untuk menyambut Pak Justice Richard.
Berdasarkan bab 295 kasus 135 tahun 1886.
Ratu Victoria melawan Ravi Varma.
Terdakwa Ravi Varma. Dimohon menempati tempat saksi.
Pak Ravi Varma.
Anda dituduh berpikiran jorok, berpikiran tak masuk akal..
..Dan menghina agama.
Apa anda mengakuinya?
Tidak, Yang Mulia.
Pak Varma, apa anda memiliki pengacara?
Saya yakin tak butuh pembela siapapun.
Jika butuh, maka saya sendiri yang akan jadi pembela.
Pak Varma, seberapa pengetahuan anda tentang hukum?
Sebanyak pengetahuan anda tentang seni.
Tenang.
Yang Mulia..
..Dan Dewan Juri.
Ini bukan kasus biasa.
Kasus ini harus diambil keputusan yang terbaik.
Karena akan berdampak di masa depan.
Jika pembunuh..
..Dihukum mati.
Maka pembunuh budaya..
..Dan tradisi yang sudah ada 1000 tahun lalu..
..Harus dihukum apa?
Lelaki ini..
..Yang berdiri tanpa malu-malu..
..Yang menyebut dirinya seniman..
..Dialah aib kemanusiaan.
Dia berbahaya bagi masyarakat.
Atas nama seni, lelaki ini..
..Sudah menyebarkan kotoran di masyarakat.
Menghina norma masyarakat.
Dengan melukis lukisan yang menghina Dewa Dewi..
..Lelaki ini..
..Sudah menghina 1000 orang.
Pak Ravi Varma.
Tolong jelaskan ke pengadilan.
Apa anda sudah menikah?
Ya.
Apa benar setelah menikah..
..Anda tinggal di tempat mertua..
..Dan menikmati kekayaan mertua?
Sepertinya anda lebih mengenal saya daripada saya sendiri.
Tapi anda lupa darimana saya berasal.
Sayalah suami yang tinggal di rumah istri.
Dan istri saya seorang Putri.
Jangan!
Aku ingin melihatmu.
Seluruh tubuhmu. Mendekatlah.
Kau gila apa?
Kau sedang apa?
Persiapan untuk melukis.
Melukis? melukis apa?
Melukismu!
Dasar gombal!
Di keluarga kita, suami tak boleh melakukan itu.
Lalu harus melakukan apa?
Hanya menikmatinya saja.
Apa-apaan ini?
Bukan apa-apa.
Jangan bergerak.
Tetaplah begitu.
Bagaimana menurutmu?
Oh. Kau boleh pergi.
Tunggu!
Siapa namamu?
Kamini.
Apa-apaan itu?
Aku lelah.
Sebentar saja. Lukisan ini akan selesai. Lalu..
Tangan kiri tetap di telinga. Pakai gaya..
..Tangan kanan pegang bunga..
..Kau mengacaukannya.
Seperti ini. Begini.
Apa kau hanya seorang pelukis?
Dan aku yang ingin kau lukis?
Tere tan mandir mein "Dalam hati dan jiwamu.."
Mera mann khoya "..Hatiku tersesat"
Jaaga sapna soya, soya "Mimpiku, jadi nyata"
Bade lootere naina tore "Matamu mempesona"
Sudh budh main toh bhool gayo re "Aku hilang kesadaran"
Ek lachak mein, sau hilkore "Dalam satu tatapan, ribuan kali aku mati"
Jogan bhaag jaga do more "Itu memunculkan hasratku"
O Kamini,, "Wahai Kamini"
O Kamini "Wahai Kamini!"
Kaaya teri "Kulitmu"
Maaya darpan "Laksana cermin"
Ye indradhanush tujhko arpan "Aku memberimu pelangi"
Oddh loon tujhko o bairang "Biar kuselimuti diriku"
Dharti odhe neel-gagan "Berbaringlah laksana bumi berselimut langit"
Hum milenge ye tab se tai tha "Kita telah bertemu.."
No comments yet. Be the first to leave one.