സീസൺ 1

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Oh Boy, Was I Wrong About Her S01E01 WEB-DL CR ind Crunchyroll
കമന്ററി എഴുതിയത് Crunchyroll

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-07-27
ഡൗൺലോഡുകൾ: 12
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 187 വരികൾ.

Pindah rumah?

Tempatnya jauh.

Jadi, kita enggak bisa main lagi?

Entah.

Haruki! Kita akan selalu berteman!

Meski terpisah, kita tetap berteman, Hayato!

Aku pergi!

Sampai jumpa.

Silakan perkenalkan dirimu.

Saya Kirishima Hayato.

"AWAL MULANYA, DI MUSIM PANAS"

Himeko, sarapannya sudah siap, lo.

Kakak! Kenapa enggak bangunin aku?

Ini sudah jam setengah delapan!

Masih ada waktu, kan?

Mau aku lari pun...

Di sini sekolahmu dekat, kan? Kalau di sana iya, jauh.

Oh iya, benar juga.

Aku keritingin rambut dulu.

Seingatku ada cara cepatnya.

Sudahlah, enggak usah aneh-aneh.

Mending akui kalau kamu emang orang kampung.

Kakak berisik, ah!

Hari pertama itu penting buat anak pindahan.

Urusan rambut ngaruh buat hari-hari di sekolah, tahu.

- Memangnya iya? - Ya iya, lah.

Pemandangannya benar-benar khas Tokyo.

Dia juga ada di suatu tempat di kota ini, kan?

Gimana kabarnya, ya...

Saya Kirishima Hayato.

Saya orang desa dari Tsukinose, tempat di mana kalian

bisa bertemu monyet, rusa, dan babi hutan di jalan.

Soal tempat duduknya,

kursi di sebelah Nikaido rasanya kosong.

Iya, Pak.

Nikaido...

Dia seperti anak itu.

Kalau benar itu dia,

lalu kubilang kalau nama keluarga kita sama seolah ini takdir, aku bisa dijauhi.

Salam kenal, Nikaido-san.

Salam kenal, Kirishima-kun.

Tadi itu...

Kenapa rasanya kayak kangen, ya?

Bagi yang belum mengirimkan lembar pengalaman kerja,

harap diserahkan paling lambat minggu ini.

Itu saja.

Hei, Kirishima-kun,

yang tadi kamu bilang itu beneran?

Asli, sengampung apa kampungmu?

Kenapa kamu akhirnya pindah ke sini?

Aku pindah karena ayahku dipindahtugaskan.

Tempat tinggalku dulu di daerah pegunungan yang busnya cuma empat kali sehari,

jumlah hewan ternak lebih banyak daripada orangnya.

Jujur, aku belum pernah dikerubungi sebanyak ini, paling sama ayam dan domba,

jadi aku kaget.

- Apaan, tuh? - Yang benar?

Kocak, deh.

Kamu enggak punya pacar di sana?

Jangankan pacar,

cari yang seumuranku aja sulitnya bukan main.

Kalau teman?

Cuma ada satu. Dia dekat banget sama aku.

Aku dipaksa lompat bareng ke sungai dari jembatan,

memanjat pohon di gunung, terjebak, terus jatuh...

Kayaknya, dibanding teman,

dia lebih cocok disebut monyet nakal atau siluman apa, entahlah.

Nikaido-san?

Pulpenmu enggak apa-apa? Kamu terluka?

Iya, kok. Kayaknya barang ini agak cacat, deh.

Katanya teman berharga, tapi cara bicaramu kok keterlaluan, ya.

Makanya, dia temanku yang berharga.

Oh, begitu ya.

- Nikaido-san? Kenapa... - Hei, Kirishima,

ini lanjutan dari pertanyaan tadi, sih...

Aku juga mau tanya, nih!

Sudah kuduga, dia lagi bete, ya?

Apa aku sudah salah, ya?

Yah, mungkin bisa kuajak dia bicara waktu istirahat siang.

- Nikaido-san, anu... - Permisi, apa ada Nikaido-san?

Iya. Di sini.

Lagi-lagi...

Kamu gesit juga ya, Anak Baru, ngincarnya langsung Nikaido-san.

Aku paham perasaanmu.

Enggak, aku... Maaf?

Aku Mori. Mori Iori.

Salam kenal, ya, Anak Baru. Bukan, Kirishima.

Naksir Nikaido, sih, boleh aja, tapi dia itu ketinggian buat diraih.

Selain cantik, orangnya juga baik dan berprestasi.

Di klub olahraga, dia juga populer.

Sekarang juga lihat, tuh. Dia lagi bicarain urusan OSIS, kan?

Saat SMP pun dia cukup populer di kalangan cowok,

tapi enggak ada rumor dia ada yang punya.

Kirishima, sebaiknya kamu jangan ngarep banyak, deh.

Aku enggak mikir begitu, kok...

Tapi begitu, ya. Keren, ya, dia.

Sama-sama Nikaido, tapi dia beda jauh dengan anak itu.

Lagian, apa sejak awal jenis kelaminnya berbeda?

Gara-gara ceritanya tadi, aku jadi makin bingung...

Kenapa, sih, Nikaido itu kayak enggak senang sama aku?

Tahu, ah.

Ini roti lonjongnya.

Minimal, aku bisa beli yang ini...

Waduh! Bentar lagi habis, nih!

Lebih baik aku siapin bekal sendiri mulai sekarang.

Di jam makan siang, aku ingin makan santai.

Apa ada tempat yang sepi...

Di sini juga samanya aja.

Buahnya enggak tumbuh sempurna.

Apa pupuknya kurang bagus? Atau mungkin...

Itu zukini, ya?

Maaf bikin kaget.

Tapi bunga kuning itu pasti zukini, kan?

Bunga ungu di sampingnya itu terung, lalu yang putih itu cabai shishito...

Ada jagung juga, ya?

Ya, benar, tepat sekali!

Lagi penyerbukan, ya?

Zukini enggak bakal tumbuh besar kalau bunga betinanya enggak diserbuki.

Terung juga, bunga yang berlebih dipotong.

Cabai juga baiknya dipangkas beberapa cabangnya

biar bisa berbuah lebat.

Wah, kamu tahu banyak, ya.

Karena dulu aku sering ikut bertani di desa.

Ini klub berkebun atau apa, ya?

Iya, ini klub berkebun,

tapi ternyata memang aneh, ya?

Enggak. Justru bagus, dong?

Tomat pun awalnya juga ditanam untuk hiasan.

Aku juga suka bunga sayuran.

Kalian sedang apa?

Nikaido-san.

Mitake-san,

pupuk yang kamu pesan untuk gedung klub sudah tiba, lo.

Baik! Aku ke sana! Terima kasih banyak!

Baru hari pertama udah main goda?

Ya ampun.

Jadi, Kirishima-kun memang suka cewek seperti itu, ya.

Enggak, itu...

bukan lagi menggoda, tapi dia mirip, sih.

Mirip? Mirip siapa?

Domba Kakek Gen.

Domba-domba yang awalnya dipelihara biar makan rumput liar,

tapi mereka justru lebih tertarik sama bibit sayuran sampai-sampai dimarahi, ya?

Iya. Lihat dia rambutnya keriting

atau saat dia mondar-mandir di depan sayuran, aku enggak tahan...

Ya ampun,

cuma karena mirip domba Gen-san, kamu dekatin dia.

Kamu parah banget, sih.

Jangan kasar-kasar, dong, Haruki...

Nikaido-san di sini, ya.

Boleh minta tolong?

Boleh. Ada apa?

Haruki, ya...

Dapat! Aku juga dapat, Hayato!

Iya, aku tahu. Enggak usah pukul aku!

Jadi, Nikaido-san itu Haruki?

Masih kayak bocah.

Kirishima, mau ikutan karaoke, gak?

Iya. Ini bagian penyambutanmu, jadi aku yang traktir, ya.

- Sebenarnya, aku... - Kita gaslah!

Jangan!

Nikaido-san?

Soalnya, itu...

Enggak bisa, ya.

Aku diminta untuk temani dia berkeliling setelah pulang sekolah.

Iya, kan, Kirishima-kun?

Ya udahlah, ya.

Aku jadi iri, deh, Nikaido mau nemenin kamu!

Tunggu, Nikaido-san!

Hei, aku mau dibawa ke mana, nih?

Udah, sih! Ikut aja!

Aku enggak tahu kita mau ke mana,

tapi kamu lemot.

Apa, sih...

Ya ampun,

kamu enggak berubah, ya.

NIKAIDO

Kenapa, Hayato?

Enggak ada.

Permisi.

Jangan khawatir,

lagian cuma ada aku di sini, jadi enggak usah sungkan, ya.

Yakin, nih...

Terserah duduk di mana.

Tangkap.

Hayato, kamu enggak lepas kaus kakimu juga?

Ya, tapi...

Jadi, siapa yang kamu sebut siluman monyet tadi?

More Indonesian subtitles for Oh Boy, Was I Wrong About Her

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left