ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Sebuah kehormatan bagiku memperkenalkan pensiunan Kapten William Miller.
Dia telah ke bagian dunia yang Anda ingin kunjungi
dan tempat yang tak ingin Anda kunjungi.
Aku minta beliau hadir dan bicara hari ini di persimpangan penting karier Anda.
Aku akan keluar agar perbincangan ini bisa berlangsung jujur dan lugas.
Sekitar lima tahun lalu saat aku sedang cuti,
aku tersadar berdiri di tengah lorong serealia di Publix,
dengan lenganku
di leher seorang pria.
Aku mencekiknya keras sekali hingga dia mengompol.
Tunanganku saat itu, harus memanjat punggungku
agar aku tidak membunuh pria itu.
Kalian tahu mengapa aku melakukannya?
Karena dia tak memindahkan trolinya saat aku minta.
Dulu aku yang terbaik dari terbaik,
mampu menghentikan, mengendalikan, memanipulasi,
semua insting dasar manusia untuk mencapai satu tujuan...
penyelesaian misiku.
Tapi pengaruh melakukan kekerasan ekstrem pada manusia lain
adalah sesuatu yang biologis
dan fisiologis.
Itulah imbalan yang harus dibayar seorang prajurit.
Semua aman di lembah?
Afirmatif!
Baik.
Masuk!
Ayo!
Masuk.
Aku memberi peringatan,
bahwa kalian telah dikepung.
Jadi, turunkan senjatamu,
keluar dari gedung
dengan tangan di atas kepala.
Kau bilang ada berapa orang di dalam?
Tak lebih dari sepuluh.
Tidak!
Kalian bertahan di posisi ini.
Kami cari tempat berlindung lain.
Tapi bertahan di sini.
Baik.
Rodriguez!
Rodriguez, bisa bertahan di posisimu?
Rodriguez !
Sial, tidak!
Kami harus mundur.
Aku bilang, bertahan di posisimu.
Bertahanlah !
Pindahkan dia!
Rodriguez?
Rodriguez?
Rodriguez?
Diego.
Bertahanlah!
Maju.
Tembakan bagus.
Aku bosan menahan kalian
lalu menemukan kalian di sini lagi.
Oh, penasihatku datang.
Siap, Bung?
Amerika mendengarkan.
Ambil uangnya, Bung.
Itu 400.000 dolar.
Kau tidak rugi.
Aku sudah punya uang.
Bagaimana dengan Lorea?
Apa katamu tadi?
Sekarang kau mengkhianati bos sendiri?
Aku tahu di mana dia.
Pengadu bangsat!
Di mana?
Di Meksiko? Disneyland?
Di mana?
Tidak.
Dia bersembunyi di hutan, Saudara.
Dia ke sana karena tidak percaya pada bank atau semacamnya lagi.
Tuan,
kau bisa menemukannya.
Kau akan mati, Bangsat.
Diam!
Angkat wajahmu.
Pria ini berkata jujur?
Siapa lagi mau menyerang polisi?
Atau mendongeng tentang Tuan Lorea?
Bawa mereka ke truk.
Aku kejar dia.
Pergi ke sana dengan motor, sekarang!
Minggir!
Santiago?
Santiago?
Santiago, di mana kau?
Ya, Diego?
Aku tidak tahu lokasiku.
Tapi dia lolos. Aku kehilangan jejak.
Taksi! Ke Resurrección .
Kenapa kau ada di sana?
Memperingatkan adikku.
Astaga.
Kau bilang penyergapan jam 12:00 dan tadi jam 10:30.
Tidak, itu bukan penyergapanku.
Dia mengubahnya.
- Mereka menahannya? - Entah.
Mereka menahan adikku dan kau harus bebaskan dia,
- Bebaskan dia? - Ya.
Kau beruntung dia masih hidup.
Tapi dia tak akan hidup lebih lama lagi.
Seharusnya jangan biarkan adik bodohmu terlibat masalah ini.
Bagaimana jika aku tahu?
Aku tahu di mana Lorea.
Aku tahu di mana uangnya.
Sejak kapan kau tahu?
Tiga bulan.
Dan kenapa kau tidak beri tahu aku?
Karena aku hanya informanmu, 'kan?
Hanya itu arti diriku?
Jika kau ingin katakan sesuatu padaku, katakan sekarang.
Aku...
diberi promosi.
Aku antar mobil penuh uang
ke rumah Lorea di hutan.
Di sana uangnya simpan.
Rumahnya aman.
Kau harus tahu,
Lorea membayar terlalu banyak uang pada Diego dan orang yang menyewamu.
Mereka mengawasimu bekerja sia-sia.
Tapi sekarang, mungkin, kau bisa melakukan sesuatu.
Pemerintahanmu telah menghabiskan banyak waktu,
uang dan pelatihan pada kalian.
Dan tidak ingin kehilangan investasi itu.
Beberapa minggu mendatang,
kalian akan dihujani tawaran
untuk memakai keahlian kalian
di sektor swasta.
Aku juga dipecundangi dengan tawaran sama.
Itu yang ingin kusampaikan,
bahwa aku tak pernah merasa sebangga atau semurni
selain saat menyelesaikan misi demi negara kita.
Tetaplah pada posisimu saat ini.
Terima kasih.
Semoga sukses.
Berapa kali kau ucapkan pidato itu?
Pidatoku ke-173.
- Masih menghitung semua di hidupmu? - Tentu.
- Pidato bagus. - Terima kasih.
Bagaimana kabarmu?
Aku baik saja. Kau?
Dapat SMS-ku?
Ya.
Jadi? Apa pendapatmu?
Siapa lagi yang ikut?
Aku menemuimu lebih dulu.
Jika kau bisa mengajak Redfly,
aku mau melakukannya.
Sungguh?
Ya.
Menurutmu dia masih sanggup?
Aku merasa kita berutang budi padanya.
Lagi pula...
situasi pasti selalu lebih sulit dari dugaanmu, 'kan?
Ajak Kapten, aku mau ikut.
Jadi, ada tiga kamar tidur
dan satu kamar mandi besar dan kecil.
Pemandangan indah dari jendela belakang di sini.
Pencahayaan bagus.
Dapur di sebelah sini.
Pemilik meminta 120.000 dolar.
- Kurasa masih bisa ditawar. - Ya.
Kurasa rumah ini bukan untuk kami. Tapi terima kasih.
Baik, terima kasih.
Hei, aku mencari kondominium.
Kudengar aku harus bicara padamu.
- Maaf aku melacakmu. - Hei, Kawan.
Aku telepon kantormu.
- Senang bertemu kau. - Ya, aku juga.
- Kau tampak hebat. - Ya.
- Sungguh. - Sudah cukup lama.
Sudah dua tahun tak ada kabar darimu,
kami kira kau menjadi warga hutan.
Ya, aku tahu.
Maafkan aku.
Apa kabarmu?
Aku baik saja.
- Aku dengar tentang kau dan Molly. - Ya.
Bisa terjadi.
Jadi, aku ada pekerjaan untukmu.
Dijamin 17.000 dolar, seminggu menjadi konsultan.
Tanpa aksi kecuali kau ingin. Hanya pengamatan militer.
Aku sudah pensiun.
Aku tahu.
Apa misinya?
Kami akan tangkap Gabriel Martin Lorea.
Bukan sudah kau coba bertahun-tahun?
Ya.
Selalu gagal menemukannya dan kini berhasil.
Aku tak bisa, Kawan.
Makin banyak misi seperti ini.
Anthony mencoba mengajakku sebulan ke Afrika,
- tapi... aku tak bisa. - Aku butuh kau di misi ini.
- Kurang dari seminggu. - Andai bisa.
Aku butuh uangnya, tapi kini aku menafkahi dua keluarga.
No comments yet. Be the first to leave one.