ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
KEDIAMAN VAMPIR
Ini masa kelam di Staten Island.
Banyak vampir telah dibantai.
Bukan kami, untungnya. Kami baik-baik saja.
Tapi benarkah? Kurasa tidak.
Bagian terburuknya adalah familiar kami yang membantai.
Bagian terburuknya adalah familiar Nandor sendiri yang membantai.
Itu pegawai Nandor. Sungguh, ini tanggung jawab Nandor.
-Ya. -Bicara pada Nandor.
Memang benar Guillermo, familiar yang ada
di bawah perintah dan tanggung jawab kami semua, yang melakukan pembantaiannya.
Tapi dia melakukannya untuk menyelamatkan kami dari Dewan Vampir.
Tetap saja, dia seharusnya tidak terlalu banyak membantai.
Jujur, aku tak peduli tentang Gizmo.
Dia hanya semacam penjilat yang selalu melompat-lompat,
selalu di belakang Nandor.
-Tapi Nandor suka... -Diam, Colin Robinson,
kau membuatku kesal.
Ya, dan kita kehabisan waktu!
Kalau begitu, kurasa aku harus diam.
-Jika kau bersikeras. -Aku tidak keberatan.
Kami tahu apa yang harus kami lakukan.
Guillermo harus mati sebelum kita semua mati.
Tapi dia menyelamatkan nyawa kita.
Katakan, "Terima kasih sudah menyelamatkan kami.
Tapi maaf, kau musuh bebuyutan kami. Kau harus mati, Sayang."
Tapi kita masih dalam bahaya.
Boleh kuingatkan kalian semua bahwa kita dihukum mati
oleh Dewan Vampir karena membunuh vampir.
-Yang dia lakukan. -Lalu lebih banyak vampir dibunuh.
-Olehnya. -Artinya mereka akan mengirim
lebih banyak pembunuh di sini untuk menangkap kita. Dan familiar kita...
-Familiarmu, Berengsek. -Kau mempekerjakannya, Bodoh.
Hanya dia yang bisa melindungi kita.
Tapi bagaimana kau tahu dia takkan membunuh kita?
-Itu sudah mendarah daging. -Ya.
Teka-teki abadi Francis Galton, alam melawan pengasuhan...
-Tutup mulutmu. -Diamlah, Colin Robinson.
-Hentikan, Colin Robinson. -Semuanya, tenang.
Aku sudah memikirkan ini, dan pilihanku...
-Kau tidak bisa memilih. -Hei!
-Kenapa tidak? -Karena kau pada dasarnya
hanya versi lain dari Nadja,
dan suaramu akan sama dengannya, itu tidak adil.
-Kau tak tahu itu. Hanya karena... -Kau tak tahu itu. Hanya karena...
-Maaf, kau dahulu. -Tidak, kau saja.
-Tidak, kau saja. -Baiklah, aku dahulu.
-Baiklah. Apa pilihanmu? -Kematian.
-Betapa brilian idenya. -Kurasa kita tidur saja.
Kita tak punya waktu untuk tidur.
Dewan Vampir mungkin ada di luar sana sekarang
mencari kita dan dia saat ini.
-Kita... -Diam! Dengar, itu dia.
Apa yang dia inginkan?
Mungkin dia memperingatkan kita ada bahaya yang datang.
Atau mungkin ember kotorannya penuh.
-Kita harus memeriksanya. -Kuharap itu ember kotoran.
Selagi kalian di sana, bunuh dia.
Pastikan kau memakai susuran karena tangganya sangat curam.
Pegangan bodoh.
-Kapan dia terakhir diberi makan? -Hari apa ini?
-Minggu, mungkin. -Benarkah? Astaga, rasanya seperti Sabtu.
Seperti, ke mana akhir pekanku? Benar, bukan?
Ini sebabnya aku bilang kita harus punya daftar
kapan dia diberi makan dan siapa yang memberinya makan.
Delapan, sembilan, sepuluh, 15. Sudah berapa lama dia di sini?
-Hampir sebulan, 29 hari. -Sebulan?
Dan kau belum memutuskan nasibnya?
-Aku sudah berusaha. -Keputusan seperti itu,
ada banyak yang harus dipertimbangkan. Sudah.
Ingat, jangan tatap langsung matanya.
Kita masih belum tahu seberapa dalam kekuatannya.
Lagi pula, aku tak pernah menatap matanya.
Jadi, aku tak akan memulainya sekarang.
Buka pintunya.
Minggir.
-Hai. -Guillermo, kenapa kau memanggil kami?
-Apa ada ancaman bahaya? -Tidak.
-Mundur. Dia menerjang kita. -Setahuku tidak.
Ember kamar mandiku penuh. Itu harus dikosongkan.
-Baik, mungkin kalian pria yang kuat... -Biar aku saja.
Kurasa penting bagiku untuk menyaring kotoran
untuk melihat apakah dia mengirimkan pesan rahasia.
-Pergilah. -Pemikiran bagus.
-Jadi, ini makananmu. -Terima kasih, Nadja.
-Serahkan saja kepadaku. Aku tak akan... -Diamlah.
-Aku tak akan menyakitimu. -Kerja bagus.
Hore. Ayam mentah lagi.
Tahanan akan membawa ember rasa malunya ke lubangnya.
Dan tahanan akan diingatkan untuk tak bergerak tiba-tiba
-agar dia tidak disetrum. -Aku punya nama.
Geser saja ember kotoranmu ke lubangnya.
Terima kasih.
-Hati-hati. -Itu dia.
Datanglah ke Ibu.
Ini konyol. Tak bisakah kalian mengeluarkanku?
Kalian tahu aku tak akan menyakiti.
Omong kosong. Tolong ingat pria ini adalah pembunuh vampir.
Aku melindungi kalian! Aku menyelamatkan nyawa kalian!
Ya, dan kami sudah mempertimbangkannya.
Tapi kami masih mendiskusikan akan seperti apa nasibmu.
-Ya. -Baiklah.
Dan bolehkah aku tahu seberapa jauh diskusi kalian?
-Tidak. -Atau ini salah satu hal
di mana kalian hanya berlama-lama dan bertengkar
karena tak ada Guillermo untuk memecahkan semua masalah?
-Kurang ajar! -Pria berengsek ini...
-Kau harus menyetrumnya. -Hei.
Tahanan akan diingatkan untuk memperlakukan penangkapnya
dengan hormat dan kebaikan.
-Ya. -Atau dia akan merasakan kemurkaan
-Lakukan saja. -dari
-Jangan sentuh logamnya. -penyetrumku. Sial!
-Sial. Kau baik-baik saja? -Tidak.
Ayo. Kita sudah cukup lama di sini. Dia akan melakukan sihir pikirannya.
-Apa? -Mungkin itu yang dia lakukan
-dengan tongkat penyetrumku. -Jangan sentuh ujung itu, Colin.
-Sial. -Berengsek.
Itu salahku. Aku tidak menghargaimu.
Aku tidak mau itu.
Kami akan segera menilai masa depanmu.
Siapa yang akan melindungi kalian?
Aku tidak meminta perlakuan khusus apa pun.
Aku hanya ingin melindungi kalian dari diri kalian sendiri!
Laszlo. Laszlo? Tidak. Laszlo.
Sial!
Baiklah. Jadi, hukuman penjara hari ke-30.
Sebenarnya lumayan. Aku dapat Wi-Fi bagus di sini,
jadi, aku bisa menonton ulang beberapa tontonan favoritku.
Aku menonton Gilmore Girls lagi.
Aku bisa mengajakmu berkeliling jika mau.
Di sini. Ini ranjangku. Itu kulkas miniku.
Lalu ada ayam yang mereka pikir kumakan mentah, dan beberapa Yoo-hoo.
Di sanalah aku...
Ya, tanpa aku, para vampir tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Mereka tidak bisa melakukan apa pun tanpa aku.
Mereka bahkan tidak bisa memenjarakan orang.
Mau lihat yang keren? Ini rahasia kecil.
KAMERA PENJARA 1, PUKUL 09.55
Yang kulakukan adalah diam-diam keluar saat mereka masuk dan tidur.
Colin Robinson berangkat kerja pukul 09.45, jadi, aku bangun.
JANGAN BUKA! KEMUNGKINAN WABAH BAWANG PUTIH
Aku sudah datang ke atas dan melakukan semua hal
yang harus dilakukan agar rumah ini tetap rapi.
Tentu saja, mereka tidak sadar karena mereka pikir itu terjadi secara otomatis.
Tidak. Aku yang melakukannya.
Awas.
Aku harus mempertimbangkan untuk kabur dan pergi.
Tidak kembali.
Terutama karena mereka berpikir untuk, kau tahu, membunuhku.
Terima kasih.
Tapi aku penasaran apa yang akan terjadi
jika aku tidak ada untuk membantu mereka.
Mereka seperti keluarga. Aku tahu, terlalu ketergantungan?
KAMERA PENJARA 3, PUKUL 19.59
Dengar, aku juga sedikit mulai menyukai Guillermo.
Tapi aturan vampir masih berlaku.
Dia membunuh vampir, karena itu, dia harus dibunuh.
Bagaimana dengan kode kesatria? Pria yang menyelamatkan nyawamu dalam perang
akan berutang rasa terima kasih dan belas kasihan abadi.
Ya, teka-teki abadi
antara kode kesatria dan vampir...
-Apa? Apa itu tadi? -Kau tahu?
Mungkin itu salah satu burung hitam yang berkumpul di luar belakangan ini.
KAMERA PENJARA 3, PUKUL 20.05 KAMERA PENJARA 1, PUKUL 20.05
KAMERA PENJARA 2, PUKUL 20.05
-Bagaimana keadaanmu? -Begitulah. Comme ci, comme ça.
Aku tak tahu apa artinya.
Jadi, apa ada kabar terbaru tentang takdirku?
Tidak, sepertinya kami memang akan membunuhmu.
-Aku prajurit. -Ya.
Bukan kesatria hebat sepertimu, tapi...
Terima kasih.
Tetap saja seorang prajurit, yang menyelamatkan nyawamu
dan akan dengan senang hati melakukannya lagi.
Karena itulah prinsip hidupku, kode kesatria.
Ya. Ini yang coba kusampaikan kepada mereka.
-Apa? -Ada kode di antara para prajurit.
-Kode kesatria. -Ya.
Sayangnya, aku hanya suara tunggal yang menangis di alam liar.
Serpihan di sepatu botku.
Itu mengingatkanku, aku membawakan makan malammu.
-Ayamnya. -Ya.
Aku menghangatkannya ke suhu ruangan selama beberapa hari.
-Aku akan membiarkan lampunya menyala. -Terima kasih.
KAMERA PENJARA 2, PUKUL 02.43
Aku memasang kamera keamanan di mana-mana untuk memastikan para vampir aman.
Biasanya aku hanya dapat peringatan saat rakun masuk ke tempat sampah,
atau Laszlo keluar ke gudang pot
di halaman belakang untuk masturbasi. Tapi...
KAMERA LUAR 4, PUKUL 02.44
Apa-apaan?
KAMERA TIDUR 1, PUKUL 02.44
KAMERA PENJARA 4, PUKUL 02.44 KAMERA PENJARA 2, PUKUL 02.44
KAMERA PENJARA 5, PUKUL 02.44
Kau nyaman tidur di peti matimu,
mengetahui Guillermo berkeliaran di sekitar rumah?
Kita bisa beli gembok untuk peti mati kita, gembok dalam.
Apa hal seperti itu ada?
Aku bahkan tidak bisa tidur karena tahu dia ada di rubanah itu.
No comments yet. Be the first to leave one.