ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Pemindaian bilik kelima selesai, Bu.
- Minta izin melanjutkan. - Masih nihil, ya?
Gambar manusia lidi pun tak ada. Hanya banyak tembok kosong.
- Charly memetakannya, tapi… - Harta terpendam pasti lebih menarik.
Begitulah.
Beri tahu mereka boleh terus maju.
Pasti.
Kau sedang apa?
Kulihat kau berkeliaran selalu bawa datapad itu belakangan ini.
- Kau sedang menulis novel? - Tidak.
Ini untuk Anaya.
Anaya?
Aku telah mulai menyuratinya.
Ke Krill? Bagaimana caramu mengirimnya?
Aku tidak sungguh mengirimnya.
Aku hanya berpikir bahwa kelak, jika aku bertemu dia lagi,
dia mungkin ingin membacanya.
Karena aku melewatkan kehidupannya,
dia bisa kembali ke masa lalu dan merasakan kehadiranku.
Kau tahu, setelah bertahun-tahun ini,
kau masih mengejutkanku.
Komandan!
Kami menemukan sesuatu!
Kau sudah memetakan semua ini, bukan? Aku tak mau tersesat.
Ikuti tandanya saja. Kau akan baik-baik saja, Pak.
Letnan, apa yang kau dapatkan?
Kapten. Kami mendeteksi suatu bilik besar di balik dinding ini.
Berdasarkan indeks kartografi buatan Letnan Muda Burke tentang bilik
yang telah ditemukan sejauh ini,
mungkin saja kita telah menemukan ruang pemakaman utama.
Bisakah kita masuk?
Kuburan Hemblicite terkenal dipasangi jebakan.
Menurut hasil pindai,
ini dibuat untuk membunuh siapa pun yang coba membukanya.
Lalu bagaimana menembusnya?
Kusarankan kalian mundur sampai dinding yang jauh itu.
Kini aman untuk melanjutkan.
Kau terkena sesuatu di situ.
Ini dia.
Pemindaian selesai. Mengunggah data untuk analisis karbon.
Dimengerti.
Setua apakah semua ini?
Artefak-artefak tertua berusia sekitar 70.000 tahun.
Astaga. Kapan mereka punah?
Kekaisaran Hemblicite runtuh sekitar 50.000 tahun silam.
Mereka agak mirip dengan bangsa Mesir Kuno.
Mereka mengubur para rajanya bersama segala peralatan, perhiasan,
dan benda-benda yang bisa digunakan di alam baka. Untung bagi kita.
Astaga, katamu arkeologi adalah hobi. Kau bicara seperti pakar.
Ini hal-hal menarik.
Aku tak pernah setengah hati, Letnan.
Bisa kulihat. Ini benda apa?
Itu disebut "jiktal".
Itu silet untuk merapikan rambut wajah.
Masih harus bercukur di alam baka? Celaka.
Tak bisa disangkal, ini menarik, tapi aku sudah di akhir sif 12 jam.
Jadi jika kau bisa sendiri, aku akan pergi.
Bukan masalah. Sampai jumpa besok pagi.
Balas tembakan!
Pak, Kaylon melumpuhkan pemindai target depan kita!
Terapkan pengalihan sumber dari susunan navigasi!
Tembakkan semua torpedo!
Manuver mengelak! Cikar kiri!
Kaylon membalas!
Deflektor hilang!
Alihkan daya dari pendukung kehidupan!
KAPAL TELAH HANCUR
Akhiri simulasi.
Masuklah.
- Komandan. - Topa. Apa aku mengganggu?
Tidak. Aku telah melampaui alokasi waktuku. Aku minta maaf.
Tak apa. Bukan masalah besar.
- Kau menjalankan program komando tadi? - Ya. Apakah tak boleh?
Bukan, tak apa. Tak ada pembatasan.
Hanya… Tak biasa melihat orang seusiamu menggunakannya.
Aku belum menguasai seluk-beluknya.
Memang tidak mudah. Itulah intinya.
Kau mampu sejauh apa?
Kaylon menghancurkan kapalku setelah tujuh menit bertempur setiap kali.
Percaya atau tidak, itu lama bagi pemula.
Apa ini hanya iseng?
Kupikir saat aku sudah cukup tua…
Komandan, aku berminat mengikuti ujian masuk Union Point.
Benarkah?
Topa, itu hebat. Sudah beri tahu Bortus?
Ya. Dia sudah merestui, tapi mengingatkan tentang betapa sulitnya.
Itu tugas yang sangat sulit, pasti,
tapi fakta bahwa kau menantang dirimu seperti ini
menunjukkan inisiatif.
Jika kau serius tentang ini, dan ingin memulai lebih awal,
aku bersedia membimbingmu.
Kau sangat baik, Komandan.
Mungkin kita pakai dua hari pekan depan,
dan asalkan warga diizinkan, kau bisa ikut aku?
- Lihat kedinasan mencakup apa saja. - Aku sangat berterima kasih.
Baiklah, akan kita atur.
Terima kasih, Komandan.
"KISAH DUA DIRI TOPA"
Masuklah.
Topa. Kau lebih awal.
Aku minta maaf, Komandan.
Tidak, jangan minta maaf. Tak apa. Kita bisa langsung mulai.
Ayo. Kita pergi.
Yang pertama di jadwal, pemeriksaan harian.
Bisa membosankan, tapi kapal sebesar ini punya banyak aspek.
Harus ada yang memastikan tiap operasinya saling mengetahui dan selaras.
Itu termasuk hal seperti permintaan alokasi daya, status terbaru,
dan yang terpenting semangat dasar.
Mereka suka mengetahui kita memperhatikan.
Selamat pagi, Komandan.
Selamat pagi, Letnan.
Serta dengan begitu banyak spesies yang bekerja satu kapal,
bentrokan budaya sesekali itu tak terhindarkan.
Semua masalah itu termasuk tanggung jawab Mualim Satu.
Baik. Terima kasih.
- Komandan. Terima kasih mau mampir. - Tak masalah, Biggins. Ada apa?
Itu.
Ya.
Aku tak pernah bekerja dengan perwira Belkarian,
tapi Komandan Keyali menyuruh kami bersiap.
Bukan kita yang pertama harus mengatasi ini.
- Sudah bicara padanya? - Dia bersikeras itu haknya.
Hei! Letnan Bolobar.
Letnan Muda Bolobar, Bu.
Letnan Muda, benar. Aku tak bisa ingat tanpa tanda pangkatmu.
Omong-omong soal pangkat.
Aku harus memintamu agar berseragam.
Dalam iman Belkarian, berpakaian pada hari pertama tiap bulan
dianggap penghinaan terhadap karya Tuhan Roh.
Aku sudah menjelaskan ini kepada Letnan Biggins.
Ya, kudengar begitu.
Letnan Muda, kau harus tahu bahwa seragam adalah syarat dasar kedinasan di Armada.
Kalau Letnan Unk di Ruang Teknik? Dia tak berseragam.
Unk itu separuh ulang alik. Kalau dia perlu tenda.
Union seharusnya menghormati semua tradisi budaya.
Benar, tapi itu berlaku dua arah.
Dengar, aku tak mau menghina agamamu,
tapi mungkin ada kompromi yang masuk akal di antara imanmu dan protokol Union
yang akan memuaskan semua pihak.
Apa saranmu?
Kenakan celana, lalu masalah beres.
Baik, Komandan.
- Hei, Komandan, Bu. Selamat pagi. - Hai, Yaphit.
Komandan, senang kau kemari.
Kami butuh izin untuk tambahan daya 15 persen
untuk membersihkan filter neutron di matriks dysonium siang nanti.
Bukan masalah.
Omong-omong, semoga kau tak keberatan, Topa ikut aku beberapa hari.
Sedikit persiapan awal untuk ujian masuk Union Point.
- Sungguh? - Wah, Topa, itu bagus sekali.
Kau ingin masuk jurusan apa?
Aku yakin aku ingin bekerja dalam pekerjaan Komandan Grayson.
Aku belum memberitahunya itu butuh banyak minuman siang hari.
Lelucon bagus, Komandan.
Hei, aku ingin kau tahu kami selalu menikmati kunjunganmu di sini.
Terima kasih, Yaphit.
Hanya untuk pendidikan, tadi itu disebut "menjilat".
"Menjilat." Apa itu akan ditanyakan dalam ujian masuk?
Tidak, tak akan.
Aku tahu banyak hal ini menjemukan,
tapi kedinasan Union mencakup kesibukan rutin juga, selain petualangan.
Tidak, ini tak menjemukan. Aku ingin tahu semuanya.
Ya, begitu katamu sekarang.
Jika boleh bertanya, Komandan, kenapa kau memutuskan bergabung di Armada?
Aku sejak dahulu adalah orang yang nyaman memikul tanggung jawab.
Biasanya, akulah yang mengajukan diri untuk menjaga anak-anak dalam karyawisata,
atau menjadi kapten tim sepak bola.
Aku juga menyukai kepuasan dalam menolong orang lain agar sukses dalam pekerjaannya.
Aku tahu posisi komando di Armada
akan berarti kenaikan pangkat yang lama dan perlahan,
tapi aku juga tahu itu akan sepadan.
Kalau kau? Kenapa kau ingin bergabung?
Sejak aku masih bocah,
aku selalu merasa tidak lengkap.
Seolah-olah diriku saat ini hanyalah pembatas buku.
Hanya kata pengisi sebelum aku menemukan jati diriku.
Aku belum menemukan jawabannya di rumah, maka mungkin di antara bintang-bintang.
Kau sudah lama merasa begini?
Aku pernah dengar dr. Finn berkata bahwa jika kita terbangun di tengah malam,
serta tak ada yang menahan kita untuk tidur lagi,
itu berarti kita bahagia.
Kurasa mungkin…
aku tidak bahagia.
Kau sulit tidur.
Aku selalu merasa seolah-olah ada yang tak beres padaku.
Tapi aku tak tahu apa itu.
Letnan Malloy berkata banyak orang sebayaku merasa begini.
Mungkin ini normal.
Kondisi Letnan Felina jauh lebih baik setelah terapi regenerasi saraf.
Jadi, kurasa aman untuk memberinya tugas terbatas lagi.
Baik, akan kuminta Kelly memasukkannya dalam jadwal.
Bagaimana keadaan Isaac?
Sejauh yang bisa kulihat, sangat baik.
Sejak upaya bunuh diri itu,
awak kapal melunak sedikit terhadapnya.
Kekuatan belas kasihan.
Bahkan Charly?
Masuklah.
- Hai, Komandan. - Hai.
- Kalian sibuk? - Tidak, baru selesai.
No comments yet. Be the first to leave one.