Na Willa

Na Willa

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗡𝗔 𝗪𝗜𝗟𝗟𝗔 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝐑𝐄𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐍𝐄𝐓𝐅𝐋𝐈𝐗 >> 𝟎𝟏:𝟓𝟖:𝟎𝟐 || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
official_release
netflix_synced
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-08-06
ഡൗൺലോഡുകൾ: 73
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Kalau besar nanti, aku mau setinggi Pak.

Kalau mau ambil yang tinggi-tinggi, tidak perlu pakai kursi.

Aku suka pisang.

Pagi-pagi, pisang.

Siang, pisang juga.

Malam? Pisang.

Pagi ini, aku mau ikut Mak ke pasar.

Beli pisang, karena pisang di meja tinggal satu.

Di kaleng, ada kerupuk.

Aku suka kerupuk juga,

tapi aku lebih suka pisang.

Aku suka rambut Mak. Belok-belok.

Aku mau sekali rambutku seperti Mak kalau sudah besar.

Mbok.

Kalau besar nanti, rambutku bisa seperti Mak?

Ya, ndak bisa.

Kalau besar nanti,

kau seperti bapakmu.

Kulitnya putih, matanya sipit,

rambutnya kaku-kaku.

Tapi kan aku anak Mak.

Aku mau kulitku cokelat, rambutku belok-belok.

Non, sejak zaman Februari,

kalau anak perempuan itu kayak bapaknya.

Kalau anak laki-laki kayak ibunya.

Kalau aku anak laki-laki,

aku bisa seperti Mak?

Bisa.

Kalau begitu, aku jadi anak laki-laki saja.

Hei, perempuan itu ya perempuan.

Tapi aku seperti Mak!

Non, wedok itu ya wedok .

Willa, hei.

Ada apa? Kenapa kau?

Mbok…

Kau apakan dia?

Non bilang kalau sudah besar mau seperti Nyonya, rambutnya keriting.

Biasanya yang mirip ibunya itu kan

anak laki-laki kan, Nyah?

Willa, sudah nangisnya.

Sudah. Dengar Mak.

Kau anak Mak dan Pak.

Nanti kau akan tumbuh tinggi seperti Pak

dan rambutmu bisa seperti Mak.

Kalau rambut Willa tetap seperti ini?

Tidak. Willa tidak akan begini terus.

Pasti nanti ada yang berubah.

Kalaupun rambutmu tetap jadinya lurus,

kau tetap anak Mak dan Pak.

Betul, Mak?

Betul.

Ayo, ulangi yang Mak bilang tadi.

Aku anak Mak dan Pak.

Kalau sudah besar, tetap anak Mak dan Pak.

- Namamu? - Na Willa.

Ini rumahku.

Kalau kau datang dari ujung kiri atau ujung kanan,

harus melewati banyak rumah dulu

karena rumahku di tengah gang.

Kata Mak, Pak bekerja di laut.

Pak naik kapal besar yang membawa barang-barang besar.

Kalau Pak berangkat ke laut, pulangnya bisa lama sekali.

Tapi Pak selalu pulang.

Pak pernah pergi ke laut lama sekali.

Willa.

Waktu Pak pulang…

Om cari siapa?

…aku tidak ingat itu muka Pak.

Sejak itu, Pak tidak pernah lama-lama kalau ke laut.

Dan setiap pulang, Pak bawakan aku buku-buku.

Aku taruh semua buku dari Pak di kamarku.

Buku-buku yang Mak belikan di kios samping gereja tiap minggu,

juga di situ.

Waktu aku belum bisa baca sendiri,

Mak yang selalu bacakan aku.

Di sini juga tempat tinggal si Melly dan Gorila.

Si Melly itu tidak bisa buka mulut.

Kalau Gorila, mulutnya malah buka terus.

Mau buat apa, Paul?

Pak buatkan Willa ayunan, ya?

Ayunan? Wah, Willa mau, Pak!

Tambang dan papan dari kapal.

Supaya dia tidak bosan, Marie.

Membaca juga tidak membosankan, Paul.

Kotak yang dibawa Pak isinya obeng-obeng.

Obeng yang ujungnya bintang, untuk sekrup bintang.

Ujung silang, untuk sekrup silang.

Pak buatkan aku ayunan.

Willa suka?

Suka, Pak.

Terima kasih, Pak.

Di rumahku juga ada Erres.

Kalau tombol kanan diputar-putar,

Erres akan bunyi "ngiung, ngiung".

Kalau ketemu lagu, Mak akan mendengar atau ikut bernyanyi.

- Paul. - Sebentar saja.

Sebelum aku ke laut lagi.

Jangan terlalu lama.

Aku janji bacakan Willa buku sebelum dia tidur.

Keras sekali genggamanmu.

Kau tahu aku tidak suka menari.

Pak pinjam Mak dulu ya, Willa?

Habis ini Mak bacakan Willa buku, ya?

Seperti biasa.

Setiap malam, kau yang bacakan?

Ya.

Sekolahkan saja dia.

Taman kanak-kanak.

Ah, datang pagi hanya untuk nyanyi-nyanyi,

itu juga bisa sama aku di rumah.

Di sekolah, dia akan belajar membaca sendiri, Marie.

Dia akan senang di sana.

Mulai hari ini, kita belajar membaca.

Kalau rajin,

kau bisa baca buku apa saja tanpa Mak.

- Mau? - Mau, Mak.

Ikuti Mak, ya.

A, I, U, E, O.

A, I, U, E, O.

Aku diajari baca sama Mak.

Belajar baca itu ya di sekolah, Willa.

Di sini ya main.

Ayo, Bud. Kau.

Di Gang Krembangan, aku punya tiga teman.

Farida, Dul, juga Bud.

Aku juga belajar ngaji di rumah kok, Willa.

Rumah Farida persis di depan rumahku.

Kakaknya banyak.

Ada Rahman, Ahmadi, Salim, Maryati, Fadli, Suryani…

Mak, aku ke rumah Willa, ya.

Mak!

Mak!

Mak!

Sudah, sana main.

…dan yang paling kusenangi, Mbak Martini.

Cepetan, ya.

Farida bisa main di rumahku sampai jam berapa saja,

karena Farida tidak pernah dicari ibunya.

Pasti senang sekali jadi Farida!

Ini Bud. Dia ingusan terus.

Bapak Bud di laut juga seperti Pak.

Tapi kalau bapaknya pulang,

yang dibawa itu mainan.

Itu pesawat Bud, Bu.

Mengalah dong, Lik.

Kan banyak mainan ABRI-ABRI plastik.

Ini untuk adikmu.

Mainan Bud banyak sekali.

Dul ini sepupu Farida.

Dia sudah lebih dulu sekolah.

Kata Dul, sekolah itu tempat anak-anak pintar.

Bagaimana kau ini, Dul?

Nulis namamu sendiri kok belum bisa juga?

Terlalu lambat kau itu, Dul.

Tahu, lambat?

Siap?

Tiga, dua, satu, mulai!

Aku bilang Dul paling hebat.

Main apa saja pasti menang.

- Dul menang! - Bud kalah!

Lambat! Bud lambat!

Asyik! Menang!

Kalah kabeh !

Hore, putus!

Tapi Dul bilang, ada satu yang dia belum bisa.

Aku mau bisa kejar kereta.

Aku balap keretanya!

Hei, jangan di sebelah sini! Di sana!

Kan kita ndak boleh dekat-dekat kereta, Dul.

Ah, nanti Dul cari jalannya.

Aku mau begini terus.

Selalu ada Erres dan Mak bernyanyi.

Pak pergi, tapi nanti pulang.

Selalu ada buku untukku.

Lalu, selalu ada Farida, Dul, dan Bud di Gang Krembangan.

- Ih, Dul! - Dul!

Aku mau besok, besok, besoknya lagi, begini terus.

- Terima kasih. - Mari.

Pagi! Pagi, Surabaya!

Pagi! Korannya, koran!

Sejak Mak ajari aku baca,

aku jadi bisa baca nama toko-toko yang aku lewati setiap ke pasar.

Toko Bangunan Sinar Abadi.

Tidak ada yang berubah.

Hong Fan Toko Obat.

Toko Lampu.

Toko Jahit Ja…

Kenapa Mak?

Tidak tahu, Willa.

Tapi kau benar-benar sudah bisa baca?

Setelah toko-toko, sebelum sampai ke kios Cik Mien…

Anak ayam!

…ada bapak yang menjual anak ayam.

Ayamnya kecil-kecil.

Willa boleh punya ayam, Mak?

Jawaban Mak juga selalu sama.

Nanti, lain kali saja.

Aduh! "Nanti" itu kapan, Mak?

Kalau sudah sampai di Cik Mien…

Cik Mien!

Na Willa subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left