ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Tempat yang bagus. Dari mana klub bisbol dapat uang sebanyak ini?
Barney Sloop? Dia punya 15 pemain liga utama, termasuk bayaran mereka.
Dia pencari bakat profesional. Cari pemain muda ke seluruh dunia.
Bawa ke sini dan melatih mereka. Lalu dapat kontrak mahal.
- Kau pernah main bisbol. - Sedikit.
Pelempar bola? Mengatur permainan? Pria pembawa bola?
Hentikan.
Yang mana kau masih punya penyesalan di dalamnya.
Ya, kini aku paham. Ini alasannya kau gabung di geng.
Menurut orang tuamu itu sia-sia, kau dipaksa berhenti main bisbol.
Mimpimu kandas, kau marah, tapi tak bisa ungkapkan hal itu.
Jadi kau bergabung dengan geng sebagai pelampiasan kemarahan.
Sebenarnya sendi lututku patah. Usaha yang bagus.
Orang tua.
Aneh, bukan? Orang menyimpan penyesalan terbesar mereka sendiri?
- Entah. Aku suka cerita soal kau. - Bagus.
Cerdas sekali. Sangat berani.
Sepertinya pembunuhan terjadi pada pukul 22.30.
Terima kasih.
Tak ada yang aneh, pakai senjata.
- Sepertinya 3 atau 4 pukulan. - Pembunuhan membabi buta.
Forensik perkirakan waktu kematian sekitar pukul 22.30 semalam.
Akhirnya kau datang juga.
Aku Freddy Fitch, rekan Barney. Aku ingin tahu siapa pelakunya.
Agen Lisbon. Ini Agen Cho. Jane.
Apa pun yang kalian butuhkan, pakai saja. Aku tak percaya.
- Ini kebunnya? - Dia menyebutnya Kebun Kedamaian.
Beberapa tahun lalu, dia mempelajari ajaran Zen.
- Siapa yang bisa ke area ini? - Semua orang di akademi ini.
Enam pemain yang tinggal di sini, anggota keluarga, karyawan.
- Kami butuh daftar. - Tentu. Tapi percayalah.
- Tak ada yang ingin lukai Barney. - Kau yang temukan jasadnya?
Aku keluar kota kemarin, ke klinik SMA di Portland.
Naik pesawat tadi pagi, langsung ke sini, lalu temukan dia. Astaga.
Cepat, Scotty!
Jasadnya belum dikubur dan mereka latihan?
Kuizinkan mereka tak latihan, tapi tidak mau.
Terus kejar impian kalian. Itu yang dia katakan pada mereka.
Barney seperti ayah bagi anak-anak ini.
- Dasar melempar bola adalah kaki! - Lihat, aku mendahului Ayah.
Tampaknya mereka sudah punya ayah sendiri.
Mereka masih di bawah umur.
Kami panggil ayah mereka untuk tanda tangan kontrak, beri dukungan.
Scotty Sinclair dan Snake Gallidos. Lima pencari bakat datang hari ini.
Mungkin ini bukan saat yang tepat.
Barney sudah siapkan ini, didikan terakhirnya.
Aku akan menghormati itu. Ini yang diinginkan Barney.
Aku tahu kalian harus bicara pada mereka, tapi tolonglah...
Biarkanlah mereka selesai latihan. Kita lihat rumahnya.
- Dari mana kau tahu letak rumahnya? - Karena ini adalah peta hidupnya.
Kantor, kebun, rumah.
Ajaran Zen.
Aku tak berharap melihat banyak. Ranjang biasa atau semacamnya...
- Kau baik-baik saja? - Aku melihatnya.
- Tempat rokok. - Tempat rokok. Benar.
Bagus sekali, tapi...
Terbuat dari apa, Nak? Ini tempat rokok macam apa, Patrick?
Bagaimana menurutmu? Ini terbuat dari apa?
Perak murni.
Tempat rokok perak murnimu kembali.
- Benda berikutnya... - Tempat rokok itu.
Pernah menjadi milik orang yang sangat dekat denganmu.
Benar.
Ya! Anak ajaib bisa melihat semuanya!
- Benda berikutnya, Patrick. - Seseorang yang sudah meninggal.
Baru-baru ini.
- Bulan lalu. - Kakekmu.
Bukan.
Nenekmu.
Dia sangat menyayangimu.
Lebih dari yang pernah dia tunjukkan.
Apa itu tadi? Nenekmu sangat menyayangimu?
Ayah lihat wajahnya?
- Sangat cantik. - Tidak. Itu risiko tak penting.
Dia bawa pusaka bersamanya, berarti baru saja ada kematian.
Dan dia terlalu muda jika orang tuanya yang mati.
- Jadi, neneknya. - Lalu kenapa?
Ayah akan melanjutkan hidup. Ini aksi berdua, Nak.
Kau tak bekerja sendiri.
Ayah selalu berkata untuk selalu bekerja keras dan berani.
Aku bekerja keras dan aku benar.
Tidak.
Tak ada yang benar, jika tak ada bayaran.
Ini bisnis pertunjukan, bukan pertunjukan seni.
Kostum panggungmu kotor. Cuci sampai bersih.
Tentang bacaan pribadi itu...
Itu terwujud.
- Ayah mendapatkannya? Kapan? - Besok.
Ini hal besar, Patty. Cukup besar hingga kita bisa tinggalkan ini.
Menaikkan derajat hidup dan mungkin beli mobil baru.
Hanya satu hal yang membuat Ayah khawatir.
Kau, Nak. Kau mau melakukannya?
Ayah tahu aku mau.
Tentu saja. Anak ajaib melihat semuanya.
Kau bisa berdiri?
Kau bisa bicara?
- Itu baru namanya bicara. - Dia harus ke dokter.
Aku tak pernah menangkap bola foul sebelumnya.
Secara teknis, kau masih belum. Cho, bawa dia.
Tidak usah. Aku baik-baik saja.
- Ini angka berapa? - Enam.
- Kita harus ungkap kasus, 'kan? - Kau pingsan.
- Tidak. - Kau memang pingsan.
Tidak! Giliranmu.
Baiklah, aku akan ke dokter.
Permisi, Dokter.
Aku tahu. Pasien hidup sungguhan. Aku juga sangat senang.
Barney hidup sederhana. Kerja setiap saat, 24 jam seminggu.
Dia meninggalkan istrinya, memberi istrinya rumah yang besar.
Hidup yang bersih dan sederhana. Hanya itu yang dia inginkan.
- Barney pernah menikah? - Masih. Leslie, sangat cantik.
Seperti kubilang dia pindah setahun lalu.
Setelah putra mereka wafat.
Putranya berusia 3 tahun, tersedak balon.
Leslie hancur, marah pada Barney dan semuanya, tak bisa melupakannya.
Aku telepon dia setelah meneleponmu. Dia bahkan tak mau angkat.
Menurutku hal buruk biasa terjadi dan kita harus menghadapinya.
- Barney melakukannya? - Dia tak peduli, bekerja saja.
Menemukan Snake di Dominika dan Scotty di suatu tempat di Kansas.
Sementara itu, Leslie terperangkap. Hidup dalam dunia kepedihan.
Aku merasakannya.
Periksa istrinya, Leslie Sloop.
- Kita sedang kerja. - Baiklah.
Minum-minum. Mengencani orang asing.
Memanggil Barney setiap saat. Berteriak-teriak.
Aku tak mengerti kemarahan semacam itu.
Baiklah, putranya meninggal. Itu akan membangkitkannya?
- Kau tak punya anak? - Memang.
Para pemain akan segera masuk.
Dengan kematian Barney, kau yang atur kepentingan akademi?
- Apa hubungannya? - Uang. Motif lama yang populer.
- Maaf? - Mereka berdua pasti berbeda.
Jam emas, setelan buatan Italia.
Maaf, setelan buatan Taiwannya terlihat seperti buatan Italia.
- Aku tak perlu dengarkan ini. - Itu bukan pertanda kesederhanaan.
- Ada bentrok budaya, 'kan? - Tidak.
Dan apa yang kau sumbangkan untuk tempat ini?
Barney adalah penggagas, pemain yang sesungguhnya, bintangnya.
Dialah jiwa dari akademi ini.
- Kecemburuan, motif nomor dua. - Jadi aku bunuh sahabatku?
- Benarkah? - Jane, jangan...
- Bawa bajingan ini pergi dariku. - Sungguh, ungkapkan saja.
- Kau akan merasa lebih baik. - Dia temanku!
Bagaimana rasanya memukul temanmu dengan tongkat bisbol?
- Mundur! - Aku hanya memastikan.
Lalu?
Pembacaan yang ambivalen. Mungkin dia, mungkin bukan.
Tapi satu hal yang dia pahami yaitu amarah.
Jangan tersinggung.
Tenang saja, Berengsek.
- Aku boleh tak ikut interogasinya? - Silakan.
Terima kasih.
Scotty Sinclair?
Doc Sinclair. Dia baru 17 tahun. Bicara dengannya berarti denganku.
Dua, mungkin tiga bulan lalu. Aku punya masalah kendali bola.
Lemparan slider-ku.
Tn. Sloop bilang aku harus tenangkan pikiran.
- Kami menyapu bersama di kebunnya. - Dan itu berhasil.
Aku tak akan pernah melukai Tn. Sloop.
Dia memberiku segalanya. Dia membawaku ke sini.
Dia berikan aku pelatih terbaik, sekolah umum.
Juga biaya hidup di muka, itu semacam kesepakatan sponsor?
Aku dapat 10 pasang sepatu gratis.
Yang harus kami kembalikan jika dia gagalkan penampilan ini.
Barney peduli.
Dia ajari kami cara mengatur uang, menginvestasikannya.
- Dia ajari cara untuk hidup. - Kita sudah selesai?
Seharusnya dia latihan melempar.
Baik, aku paham. Terima kasih, Frank.
Tunjangan asuransi untuk Barney, dua puluh juta dolar.
Biar kutebak, ditujukan kepada Leslie Sloop.
Dua puluh juta dolar. Itu motif yang bagus.
Demi dua puluh juta dolar, aku akan membunuhmu.
- Benarkah? - Tidak. Hanya bercanda.
- Masih mesin penjawab. - Kita temui dia.
Seseorang butuh kursus parkir.
- Siapa kalian? - Kami mencari Leslie Sloop.
Dia tak di sini. Aku akan hubungi polisi sungguhan.
- Kenapa kalian lama... - Narcisco!
- Tunggu. Kau kenal dia? - Kau tidak? Narcisco Rubrero.
Pencetak home-run, pertandingan pertama, kejuaraan dunia?
Bantu kami, Narcisco. Di mana dia?
Kita ke kantor saja dan buat pernyataan.
Tunggu. Ini wewenang kami.
Dia menggores wajahku. Kurasa aku berdarah.
Mobilnya ditabrakkan, jadi dia ambil mobilku, mobil Lamborghini-ku.
Dia pergi ke mana?
Ada pistol di mobil itu, semuanya legal, ada izinnya.
- Narcisco, di mana dia? - Entahlah.
Dia terus berteriak tentang malaikat kecilnya.
Dia ingin bertemu dengannya.
Putranya, Michael.
- Dia mencuri mobilku! - Lapor ke polisi sungguhan.
Jane, Lisbon ingin kita kembali ke kantor.
Jane, salah jalan.
Apa yang kaulakukan?
Kau lihat itu?
Katanya tak ada musim di California, tapi ini seperti musim gugur.
- Tidak. Tampaknya kau butuh dokter. - Aku sedikit pusing.
Sekali lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.