ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ya.
Berdasarkan pemeriksaanku, sepertinya mereka belum menyadarinya.
Tidak akan ada lagi yang membuat keributan.
Sebaiknya kau selesaikan kontrak ini dengan tenang.
Kau membicarakan Cho Ye-rin, bukan?
Aku sudah mengasingkannya ke Pos Jaga
memangnya apa yang bisa dia lakukan?
Kalau kau benar-benar khawatir
apa kubereskan saja dia?
Sepertinya ada tikus yang menyelinap masuk.
Aku akan menghubungimu lagi.
Siapa kau? Keluar!
Misi baru telah tiba.
Manakah akar kudzu yang segar di antara berikut ini?
Apa? Sial, bagaimana
aku bisa tahu?
Mata Koki sedang digunakan.
Akar kudzu yang segar
memiliki bulu cokelat tersebar di seluruh permukaan
dan ukurannya pas, tidak terlalu tipis atau tebal.
Sial.
Jawabanmu benar.
BENAR!
Kang Seong-jae!
Pegang tanganku. Cepat!
Terima kasih.
EPISODE 7
Aduh, lenganku sakit.
Apa yang kau lakukan di sana?
- Maaf. - Aku tak bermaksud memarahimu.
Kalau kau lengah sejenak
di tempat seperti ini
kau bisa celaka.
Bagaimana nasibmu
kalau tidak ada aku?
Apa yang mereka lakukan di sana?
Namun, apa ini benar-benar tidak apa-apa?
Kalau tidak, kita harus turun ke mobil tangki air di bawah sana.
- Kapan kita akan sampai? - Benar juga.
Ini air dari tanah paling bersih di Republik Korea.
Apa masalahnya? Para seniorku juga melakukan hal yang sama.
Cepat isi airnya.
Apa yang kalian lakukan di sana?
Aku tanya, apa yang sedang kalian lakukan?
Hei kau, Kang Seong-jae. Kau habis berkeliaran di mana?
Kenapa ribut sekali di tengah latihan?
Maaf. Aku tersesat karena kabut tebal.
Komandan Pos Jaga, Sersan Satu, kalian tak mengawasi prajurit?
- Maaf. - Maaf.
Kang Seong-jae, baru dipuji sedikit sudah berulah.
- Maaf. - Sudahlah. Kau tidak terluka.
Pergilah.
Permisi, Komandan Kompi.
Ada sesuatu yang harus aku laporkan.
Apa itu?
Pasukan Lawan yang menyusup melalui terowongan ini
ditemukan oleh Kompi Empat
- dan telah dimusnahkan. - Benarkah?
Bagaimana mereka menemukan musuh? Apa mereka melepas anjing pelacak?
Aku juga tidak tahu pasti
tapi Tamtama Kang Seong-jae yang menemukannya.
- Juru Masak Militer itu? - Benar.
- Hormat! - Hei, hormat.
- Komandan Kompi Empat. - Ya, Komandan Resimen.
Kau menangkap satu peleton Pasukan Lawan?
- Benar. - Bagaimana caramu menemukan mereka?
Baik.
Aku merasakan firasat yang aneh.
Maksudmu kau bergerak hanya berdasarkan insting?
- Berkat ajaran Komandan Resimen. - Sudahlah.
Astaga.
- Jangan! - Kau mengejutkanku. Aduh, panas!
Kenapa lagi? Ada apa?
Ada laporan yang menyatakan ada masalah dengan air minum.
Jika ada yang merasakan sakit perut, segera maju ke depan.
Pokoknya, karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini
seluruh unit bisa hancur berantakan.
Sersan Satu, sepertinya ada dua yang kurang.
Apa? Apa benar semua sudah menyerahkan botol air?
- Ya, benar. - Lalu, kenapa ada dua yang kurang?
Prajurit Satu Tak Mun-ik!
Kopral Kim Kwan-cheol dan Prajurit Satu Pyo Ji-yong absen!
Ya.
Padahal ini mi instan seduh kantong, kenapa aku senang melihatnya di sini?
Aku mencurinya dari kotak makanan milik Juru Masak Militer.
- Kau harus memberiku juga. - Baiklah.
Namun, sepertinya airnya agak hangat.
Sulit menemukan termos air panas yang disembunyikan Unit Medis.
Sepertinya agak hangat.
Kenapa rasa airnya begini? Rasanya amis.
Apa bajingan dari Unit Medis itu mengambil air dari sembarang tempat?
Bukankah kau biasanya suka mi yang masih agak keras?
Benar, bukan?
- Bersulang? - Bersulang.
Bisa merokok setelah makan, rasanya seperti hidup.
Aku merasa hidup kembali.
Bajingan gila mana
yang merokok saat latihan. Ternyata kalian?
Sersan Satu, bukan begitu.
Aku memungut puntung yang dibuang orang.
Makan mi instan seduh kantong, benar-benar hidangan lengkap.
Kim Kwan-cheol.
- Kopral Kim Kwan-cheol. - Apa latihan ini main-main?
- Pyo Ji-yong. - Prajurit Satu Pyo Ji-yong.
Kalian datang untuk berkemah? Ikut aku.
Ikut aku, Bajingan.
Jangan pura-pura sakit dan ikut aku.
Tunggu sebentar!
Apa ini? Bau apa ini?
- Siap! - Bukan...
- Tidak mau sadar? Siap! - Tolong aku.
Kau...
Apa?
Kalian merebus mi instan seduh kantong itu pakai air apa?
Air dari Unit Medis.
Kau merebusnya dengan air itu? Dasar bodoh!
Sekarang...
Baunya menyengat sekali.
Kau tak tahu mengamankan air minum sama pentingnya dengan ransum?
Kalian yang katanya petugas medis, apa ini masuk akal?
Kita jadi membuang dakdoritang yang tidak bersalah.
- Beri tindakan disipliner tegas. - Baik.
Manajer Dukungan.
Manajer Dukungan, kau tak memeriksa penyebabnya dengan benar
dan hanya melaporkan bahwa masalahnya ada pada para Juru Masak Militer?
Itu...
Karena memasak di luar ruangan
kemungkinan makanan mudah basi tidak bisa dikesampingkan...
Apa seorang prajurit boleh melapor hanya berdasarkan dugaan?
Aku minta maaf.
Karena terus saling menyalahkan, kekompakan kita tidak terbentuk!
Aku minta maaf, Komandan Resimen.
Mari kita selesaikan masalah ini dan tuntaskan sampai akhir.
- Mengerti? - Baik.
- Kau berhasil. Kenapa kau murung? - Tidak apa-apa.
Kau membicarakan Cho Ye-rin, bukan?
Apa kubereskan saja dia?
Aku akan memulai evaluasi pascalatihan KCTC.
Resimen ke-60 kami tampak terdesak di awal
tapi setelah membasmi Pasukan Beludak melalui terowongan
tingkat kemenangan meningkat dari 15,4 persen menjadi 50 persen.
Ini dinilai tingkat luar biasa dalam sejarah latihan KCTC.
- Karena menemukan Pasukan Beludak... - Sersan Yoon Dong-hyun!
- serta membasmi tim penyusup... - Tamtama Kang Seong-jae!
Akan kuanugerahkan Pahlawan Perang kepada Sersan Yun dan Prajurit Kang.
Sersan Yoon Dong-hyun! Terima kasih!
PENGANUGERAHAN UNIT TERBAIK KCTC DIVISI KE-29
Tamtama Kang Seong-jae!
Ini pertama kalinya aku melihat tamtama sebagai Pahlawan Perang
dan dia seorang Juru Masak Militer pula.
Aku akan terus mengamati sepak terjangmu ke depannya.
Tamtama Kang Seong-jae! Suatu kehormatan berdiri di sini.
Yoon Dong-hyun dan Kang Seong-jae diberi cuti lima hari empat malam.
Penghargaan kepada kompi unggulan yang menunjukkan hasil luar biasa.
Komandan Kompi Empat, Hwang Seok-ho, silakan maju.
Kapten Hwang Seok-ho!
Akhirnya aku, Hwang Seok-ho, mengalami hari seperti ini.
Aku tidak menyangka akan menerimanya, jadi aku tidak mempersiapkan apa-apa.
- Pertama-tama... - Pasukan bertempur
dengan perut kenyang.
Misi tercapai.
Kau mendapatkan Poin Pengalaman dan Levelmu naik.
- Fitur baru, Rekan, telah terbuka. - Siap!
Hormat!
Aku khawatir kau tidak bisa beradaptasi dengan baik
tapi kau langsung menyapu bersih semua penghargaan begitu datang.
Bukan begitu. Aku akan bekerja lebih keras lagi.
Bekerja keras itu bagus. Namun
saking kerasnya kau bekerja sampai menjatuhkan barang ini?
Pahlawan Perang kita
kau pergi dengan sangat terburu-buru
sampai aku penasaran kenapa kau seperti melarikan diri.
Kehidupan militermu ke depan masih panjang
jadi jika ingin bertanya, tanyakan saja kapan pun.
Jangan memendamnya sendirian.
Seong-jae.
Ada masalah?
Tidak ada.
Kalau begitu, ayo cepat kembali.
Baik, aku mengerti.
GANGLIM
- Hormat! - Hormat!
Tamtama Kang Seong-jae, lapor, naik pangkat menjadi Prajurit Satu.
- Laporan selesai. Hormat! - Hormat!
Bagaimana perasaanmu setelah naik pangkat?
Aku akan lebih rajin bertanggung jawab sesuai pangkatku.
Kau tahu, kan? Ini karena kau mengikuti komandan
sehingga kau mendapatkan hasil ini.
Ya, aku tahu betul.
Ke depannya, selama kau menuruti aku, Hwang Seok-ho
sisa kehidupan militermu
- akan berjalan tanpa masalah. - Selamat.
Lencana Senyum telah terbuka.
Kau bisa berganti menjadi Juru Masak Militer tingkat menengah.
Kang Seong-jae. Kau baik-baik saja?
Tamtama Kang...
Tamtama Seong-jae. Aku sangat baik-baik saja.
- Apa semua sudah berkumpul? - Benar, Pak.
Kalian semua sudah bekerja keras dalam latihan yang berat.
Ada ayam goreng!
No comments yet. Be the first to leave one.