Backstreet Rookie (Convenience Store Saet-byul / Pyeonuijeom Saetbyeoli / 편의점 샛별이)

Backstreet Rookie (Convenience Store Saet-byul / Pyeonuijeom Saetbyeoli / 편의점 샛별이)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Backstreet Rookie E16 END WEB-DL-AppleTor
കമന്ററി എഴുതിയത് doddyirwanto
Resync Subtitle punya Sultan Khilaf. Cocok untuk Backstreet.Rookie.E16.END.WEB-DL-AppleTor (dramaday). Jangan lupa like ya! ^_^

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2020-08-09
ഡൗൺലോഡുകൾ: 24
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Saet-byul, tunggu! Jangan pergi!

Saet-byul!

Ini pria yang kucintai.

Apa?

Halo, selamat datang.

Aku Choi Dae-hyun, pemilik toserba cabang Shinseong-dong.

Siapa dia?

Saet-byul,

dia bukan Dae-hyun! Dia palsu.

Aku Choi Dae-hyun yang asli!

Dia yang asli.

Kau hanya konsultan.

Apa?

Ayo kembali ke toserba kita, Pak Choi.

Saet-byul, jangan. Jangan pergi.

Pak Konsultan, kau harus bekerja.

Saet-byul? Ini toserbaku.

Kubilang ini toserbaku!

Hei! Kenapa kakiku tak bisa digerakkan?

Saet-byul, jangan tinggalkan aku.

Tidak!

Jangan pergi.

Astaga.

Aku kram.

Kedua kakiku kram.

Mimpi macam apa ini?

Kakiku!

Saet-byul!

Saet-byul?

Asisten Manajer, waktunya kau bekerja.

Aku akan masuk.

Saet-byul?

Pak Choi,

kurasa ini adalah akhir hubungan kita.

Seperti kau mendapatkan pekerjaan impianmu,

aku akan berusaha mencapai impianku.

Uangku yang dibawa lari Agensi Properti Manbok sudah dikembalikan.

Aku pergi diam-diam karena tak mau keadaan menjadi canggung.

Tolong beri tahu Bu Gong dan Pak Choi bahwa aku sudah pergi.

Tolong terima hadiah kecilku untukmu.

Terima kasih atas segalanya.

Semangat!

- Itu sangat berat. - Terima kasih.

Saet-byul, tenagamu sangat kuat meski tubuhmu tak tampak kekar.

- Kerjamu juga becus. - Terima kasih.

Apa yang membawamu ke kota pinggiran ini?

Kenapa kau tak bekerja di Seoul saja?

Aku suka bunga.

Aku senang kau di sini bersama kami,

tetapi anak muda biasanya mengeluh

bahwa kota ini membosankan.

Aku suka kota-kota kecil.

Area pedesaan menyegarkan mata dan pikiran.

Aku makin suka karena tak ada toserba di sekitar sini.

Ayah!

Young-kyun, kemarilah dan sapa dia.

Dia akan bekerja bersama kita mulai hari ini.

Namanya Jung Saet-byul. Dia putraku.

Halo, senang bertemu denganmu.

- Hai. - Kenapa kau kemari?

- Ayah, - Ya?

Aku harus membeli dua buku untuk belajar.

Sudah kau beli pekan lalu.

Itu untuk Matematika. Yang ini untuk bahasa Inggris.

Begitukah?

Baiklah.

- Ini cukup? - Ya, terima kasih!

Sama-sama.

Laporan Kerugian

Aku datang karena pertanyaan penting tentang kasus penipuan

agensi properti.

Tentu, silakan.

Kau mengenal Jung Saet-byul, 'kan?

Ya, dia korban penipuan Agensi Properti Manbok.

Dia di sini beberapa hari lalu.

Apa ada yang aneh darinya?

- Apa? - Mungkin ke mana tujuannya

begitu mendapatkan uangnya kembali,

atau hal penting semacam itu.

Detektif!

Ini sangat penting.

Jawab aku sekarang.

Siapa kau?

Kau mencoba menyelidikiku?

Aku pemilik toserba di Shinseong-dong, Jongno,

dan Saet-byul menghilang.

Kau bilang ada hal mendesak. Jadi, kukira itu hal penting.

Detektif!

Aku harus menemukan Saet-byul.

Ini sangat mendesak bagiku. Ini sangat penting.

Bisa beri tahu aku empat nomor terakhir dari korban lain?

Aku akan menerima ini karena kau sangat putus asa,

tetapi tidak. Sekarang, pergilah.

Sekali ini saja.

Detektif?

Aku akan menunggu telepon darimu.

Aku harus menemukan Saet-byul!

Baik, Dae-hyun. Sampai jumpa.

Saet-byul meninggalkan rumah.

- Benarkah? - Ya.

Tunggu.

Saet-byul kerap mengalami fase seperti ini,

tetapi dia selalu kembali.

Jangan khawatir.

Kalau begitu, baguslah.

Kenapa kau memanggilku kemari?

Aku ingin bertemu denganmu

karena aku ditelepon ayahku.

Dia mau mengatur kencan buta untukku.

Kencan buta? Apa kau begitu tua hingga harus mengikuti kencan buta?

Apa kau setua itu?

Apa maksudmu? Usia kita tak jauh.

Aku tak setua itu.

Namun, ayahku bilang pernikahan membuat pria menjadi stabil.

Itu sebabnya aku memberitahunya bahwa aku punya pacar.

Lalu?

Lalu, Ayah bilang

- dia akan membunuhku. - Apa?

Aku dianggap pembohong sejak ke Seoul.

Mungkin dia percaya jika melihat langsung.

Geum-bi!

Mari kita kunjungi dia besok.

- Besok? - Ya!

Jika ada cinta di hatiku,

aku ingin tanggal kedaluwarsanya 10.000 tahun lagi.

Dal-sik!

Panggil saja aku 10.000 Tahun.

Hwang 10.000 Tahun.

Tidak, itu tak terdengar bagus.

Aku tak mau memanggilmu begitu.

Dua, tiga!

Berikan saja kepadaku.

Young-kyun!

Sampai jumpa lagi.

- Kau mau bermain biliar? - Tentu.

Apa itu tadi?

Kalian tak bisa pergi begitu saja.

Siapa pun yang membuatku kesal di sini sudah pasti akan mati.

Kau gadis yang tak tahu apa-apa, 'kan?

Tentu saja. Aku orang baru di sini.

Aku juga tak ingin mengenalmu.

Apa kau petarung?

Lawan aku.

Hei!

- Lenganku! - Uang.

Tamat riwayatmu.

Kau baik-baik saja?

Ini. Sekarang kau bisa membeli bukumu.

Kau pikir kau siapa?

Habislah aku sekarang!

Kau tahu siapa kakak-kakak mereka?

Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka!

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Jin-tae!

Tunggu!

Aku hanya mencoba membantu.

Mungkin seharusnya aku tak ikut campur.

Kurasa aku menjadi seperti Dae-hyun.

Pak Choi

Bagaimana dia tahu aku sedang memikirkan dia?

Pak Choi

Pak Choi

Panggilan ditolak.

Sudah siap.

Enak.

Mari makan.

Enak, 'kan?

Sudah kubilang aku pandai membuat ramyeon!

Harus kuakui ini enak.

Ramyeon Pak Choi enak.

Tanah Pria Kaya

Tanah Pria Kaya Tanah 10.000-pyeong

Kita sudah sampai.

Di mana ayahmu?

Dia mungkin sedang bekerja di ladang sekarang.

- Halo. - Halo.

- Dal-sik, kau sudah pulang! - Ya.

Halo.

Apa yang kau lakukan?

Ini tarian yang dahulu sering ayahku tarikan.

Benarkah?

Itu dia!

Halo, Pak!

Namaku Hwang Geum-bi.

Aku hanya asisten Pimpinan.

Pak, kau sudah pulang.

- Halo, apa kabar? - Baik.

- Di mana Ayah? - Mari.

Pimpinan, putra Anda datang.

- Apa? - Ayah!

Ini pengemis Seoul kita.

Lihat dia. Aku tak berbohong.

Halo, Pak. Namaku Hwang Geum-bi.

Senang bertemu denganmu!

Aku ayah Dal-sik, Han Man-pyeong.

Pergilah ke sana dan makan semangka.

Makanlah semangka.

- Silakan. - Terima kasih!

- Terima kasih. - Terima kasih!

Ayah, bagaimana kondisi ladang belakangan ini?

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left