Parenthood

Parenthood

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 2

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Parenthood - Second Season (2010) - Prime Video Retail Completed
കമന്ററി എഴുതിയത് Chesapeake_Ripper
Retail Amazon Prime Video

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-06-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 28
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Sial.

- Pagi. - Selamat pagi.

- Hei. - Adam, aku harus bicara denganmu.

- Aku terlambat. - Ke kantor. Sudah kuduga.

Karena kalian keluarga, mau dengar kabar?

Ya. Kau mau horchata?

Ya, aku mau.

Putrimu ramah sekali. Dari mana dia belajar itu?

Kau tidak pantas mengajarkan norma sosial.

Sepanjang musim panas aku pulang pergi ke New York,

akhirnya Jasmine dan Jabbar akan kemari.

- Berita bagus. - Keren.

- Kapan? - Hari Jumat.

Crosby, Jabbar akan datang.

Betul.

Keren.

Boleh bermain dengannya?

- Tentu. - Hore.

- Aku juga senang. - Aku gembira.

Ayo dirayakan. Pelukan?

Kau mau...

Kau... Gadis asing yang terlalu cantik di dapur?

Dia Gaby.

Gaby yang terkenal itu.

- Dia tak akan memelukmu. - Entahlah soal itu.

Akan kupeluk. Ini aksi sosial. Aku bisa dapat stiker.

Baiklah. Tidak akan kulewatkan.

Agak aneh karena kita belum pernah bertemu, 'kan?

- Crosby. Duduk. - Ya.

Mungkin Jabbar bisa menginap.

Kau bisa pernah menginap?

Aku belum pernah,

tetapi aku bisa dapat banyak stiker karena itu aksi yang sangat sosial, 'kan?

- Ya, sangat sosial. - Asyik! Baik.

- Terima kasih, Gaby. - Baiklah.

- Enam huruf. - Lembap.

- Hei, Bu. - Adam, ayahmu ada di lumbung.

Aku harus bekerja. Aku sibuk.

Ada yang bocor. Dia ingin memperbaikinya.

- Astaga. - Ingat saat dia mengganti kotak sekring?

Tiga alarm kebakaran dan 5.000 dolar.

Baiklah. Aku akan mampir saat menuju kantor.

Terima kasih, Sayang. Kau yang terbaik.

Zeek, tunggulah sampai Adam datang.

Kenapa harus menunggunya padahal aku bisa...

Karena aku memintanya.

Camille, kau tidak bisa mencegahku memperbaiki bocor di rumahku karena...

Aku paham.

Aku menyadarimu.

Dan aku bernapas.

- Kau sial. - Sungguh?

Ya. Sayang sekali.

Hei!

Apa aku keluar dari vagina?

Dari mana kau mendengarnya?

Benarkah?

Benar.

Ibu juga keluar dari vagina?

Kau mau es krim?

- Es krim itu ide bagus. - Terdengar enak, 'kan?

Apa ibu juga?

Baik.

- Betul. Sama sepertimu. - Kalau ayah?

Sayang, kurasa kita tak perlu bahas...

Ya. Ayah keluar dari vagina.

Kita semua keluar dari vagina.

Katelyn, semua keluargaku keluar dari vagina!

Dia pintar sekali.

Astaga.

Adam, atapnya bocor. Seperti film 2012. Apa solusimu?

Aku tidak sempat melihat ke dalam, ya?

Beri tahu Ibu aku mampir.

- Jika hanya bocor, ayah bisa. - Dia tak bisa.

- Jika rusak parah, hentikan dia. - Aku tahu.

Hei, Adam.

- Ayah butuh bantuan? - Pergi bekerja saja.

Jangan beri amunisi pada Gordon.

Apa maksudnya?

Katamu dia memarahimu habis-habisan di kantor.

Aku tidak berkata begitu.

Yang benar saja, Adam.

Kau paham dunia korporasi.

Gordon adalah bos.

Kau hanya pesuruh, Nak.

Pesuruh selalu dihabisi.

Ayah tahu dari mana?

- Jangan berdebat. - Jual saja sepatu, Nak.

Kau ahli memperbaiki kerusakan dibanding siapa pun, ya?

- Tolong atasi. Beri tahu Ibu, aku mampir. - Kau tertawa saat mengatakannya.

Aku mau. Namun, aku ada wawancara kerja.

Aku sangat gembira.

Aku paham kau butuh kerja.

Ada banyak orang yang bergantung padaku untuk tetap bekerja.

Aku harus membuat produk baru. Aku harus pergi.

Hei, ibu kira kau membantu kakekmu sejak setengah jam yang lalu.

Sepatuku tak kutemukan.

- Tak kau temukan? - Benar.

- Ibu punya obat keram? Aku sedang... - Ya. Burukkah?

Baik, cukup info. Mana sepatumu? Kenapa tak ada yang pakai?

Astaga. Harusnya kau membuat semacam alarm pelacak sepatu.

Kau paham? Jika kita pencet, sepatunya berbunyi.

Hingga bisa ditemukan.

- Para ibu di Amerika pasti suka. - Aku suka.

- Itu menyebalkan. - Baiklah.

Aku harus pergi. Sampai nanti.

Tunggu, bagaimana ideku?

- Alarm pelacak sepatu. - Akan aku simpan dahulu.

Astaga. Aku harus pergi!

Air menyembur! Hanya bocor. Bisa diatasi.

Mungkin telepon Joel untuk membantu.

- Dia ahli. - Adam!

Ajak aku makan piza?

Tidak. Piza dilarang sejak kau pergi.

- Apa? - Ya. Penyebab rambut rontok.

- Tak akan... - Ayah bercanda.

Akan ayah ajak makan piza.

- Aku suka makan piza karena... - Jabbar.

Maaf, Sayang. Sudah dahulu. Kita harus pergi.

Tunggu. Bagaimana jika menginap di rumah sepupumu, Max?

- Ya. - Ya?

Baiklah. Jadi, ibu dan ayah bisa berduaan.

Hore!

Hei, Sayang, kami harus pergi.

- Membungkuklah sedikit. Kau tak terlihat. - Hei.

- Kami harus pergi. - Baik.

Sebenarnya ini jadwalnya.

Ada banyak hal yang harus kulakukan sebelum akhir pekan.

Aku rindu kalian. Sampai jumpa.

Kami juga rindu.

Ada monster di layar komputer ayah!

Braverman.

Hei, Gordon. Maaf. Ada urusan keluarga.

- Masuklah. Mari kita bahas. - Baik.

Aku mampir ke rumah orang tuaku karena ada kebocoran di tempat adikku tinggal.

Intinya, aku sadar sering lalai.

Kau tahu masalahku dengan Max. Musim panas selalu sibuk,

sekolah dimulai minggu depan.

Adam, kita amat berbeda.

- Setuju. - Aku punya kondominium di Nob Hill.

Kau punya rumah sungguhan di Berkeley.

Aku punya kapal layar di Sausalito. Kau mengendarai MPV.

Hubungan percintaanku menggiurkan, dan kau...

Kau punya Katherine.

Kristina. Baiklah.

Dengar, Adam,

aku ingin agar masalah pribadimu tidak akan...

mengganggu pekerjaanmu.

Gordon, perusahaan ini mendapatkan perhatian penuh dariku.

Aku punya keluarga, serta masalah lain.

Meski tidak di kantor, aku selalu memikirkan perusahaan.

Selalu kupikirkan.

Contohnya?

Tadi pagi saat berkendara kemari, aku dapat ide.

Mungkin terdengar payah, tetapi aku berpikir...

Anak-anak selalu kehilangan sepatu, 'kan?

Itu sering terjadi. Ini masalah umum.

Aku memikirkan...

sepatu anak dengan tombol pelacak.

Saat sepatunya hilang...

tekan tombol, alarm berbunyi, sepatu ditemukan.

Entah di bawah kasur, di dalam lemari, atau garasi.

Sepatu.

Ini idemu?

- Ya. - Kau bercanda?

Itu luar biasa. Aku suka. Cemerlang. Bergegaslah.

Kau ingin aku melakukannya?

Segera. Kau bercanda?

- Baik. Segera kukerjakan. - Aku suka.

Bagus.

Omong-omong, kebocoran di rumah orang tuamu.

- Ya? - Lain kali telepon tukang pipa.

Buatan Italia. Ini cocok untuk wawancara, 'kan?

Sebenarnya kau tidak perlu blazer.

Aku ingin terlihat rapi. Agar terlihat serius.

- Itu lebih bagus daripada ini. - Biar kucoba sekali lagi.

- Tidak. - Aku akan pakai ini.

- Tidak. - Aku suka. Kumohon.

- Membuatku merasa serius. - Luar biasa.

- Terima kasih mau membantu ayah. - Ya.

- Semoga beruntung. - Jangan biarkan dia melakukan apa-apa.

Jangan sampai dia mengambil keputusan.

- Kau yang ambil keputusan. - Namun, buat dia merasa

- bahwa itu keputusannya. - Sangat penting.

Aku suka ini. Kau suka?

Bagaimana caranya agar dia merasa itu hasil kerjanya?

Hanya kau yang tahu.

- Berusahalah. - Terima kasih banyak.

Terima kasih. Kau yang terhebat.

Boleh kupinjam tasmu?

Warnanya biru dan cocok.

- Boleh, 'kan? Kau punya banyak. - Jangan. Bisakah...

- Hebat. Aku sayang kau. Kau terbaik. - Aku sayang kau.

Apakah aku seperti asisten untuk asisten manajer Christy's Clothes?

"Pakaian Orang Serius"?

- Tentu saja. - Tepat sekali.

Perasaanku bagus. Terima kasih.

- Sampai nanti. - Dah. Semoga beruntung.

Pertanyaan terakhir,

penyebab utama kematian remaja di Amerika?

- Kecelakaan mobil? - Tepat. Kau benar.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left