ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Terjemahan bahasa Indonesia By : Yoyong Masamba
Learn to No Instant Way for A Result By : Yoyong Masamba
COLLECTION MOVIE TERBAIK DAN TERBARU By : Yoyong Masamba
Selalu tetap disaluran yang sama!
- Salurannya itu-itu terus! - Dah cukup buatku!
- Jangan kau sisakan makananmu, oke? - Ini.
Yang dibelakang tenanglah !
- Amudha! - Kau mau lagi?
Amudha!
- Ma? - Kemarilah.
Letakkan piringnya disitu. aku akan mencucinya.
Biarkan saja di situ, ini.
Jangan bermain sampai tengah malam.
Tidurlah cepat, oke?
- Emang kenapa, Ma? - Ada orang yang akan ...
menemuimu besok.
- Menemui aku? - Iya.
Emang siapa yang datang, Ma?
Kau akan tahu besok saat kau bangun besok pagi. Sekarang tidurlah.
Hati-hati! Kau akan jatuh dan melukai dirimu sendiri!
Kakak! Jika tidak ada orang tua, siapa lagi yang datang mengunjungiku dirumah?
Jika orang tua sudah tidak ada, mungkin ada paman yang datang berkunjung.
Istri paman, sepupu atau bibimu, mereka bisa datang mengunjungimu.
Hei, aku lupa mengatakannya.
Aku diberitahu semua orang, bagaimana jika itu kakek nenekmu yang datang?
Ketika mereka menemuimu besok, kenakanlah pakaian yang bagus.
- Apa kau mengerti? - Ya akan kulakukan.
Coba lemaskan tanganmu, Pak.
- Hitung semuanya. - Baik.
Tenanglah.
- Periksa lagi dan dapatkan semua informasi dikontainer itu. - Oke.
Pak?
Pak?
Kami sudah membuka ubinnya.
100% kokain murni sudah disembunyikan di bagian dalam ubin, Pak.
- Berapa banyak semuanya? - Hampir satu ton, pak.
900 kilogram.
Dapat dipastikan nilai pasarnya akan di atas 8 Milyar Rupee, Pak.
Tidak diragukan lagi ini penyelundupan narkoba terbesar yang pernah ada.
Anak-anak!
Aku tidak tahu siapa atau berapa orang yang mau miliki obat ini besok pagi.
Jadi, sampai aku dapat informasi dari Narayanan atau kepala OPG, jangan beritahukan kepada siapa pun, ini rahasia.
- Termasuk keluarga kalian juga. - Siap, pak!
Ponsel Thiru harus tetap aktif.
- Hanya dia satu-satunya jadi penghubung. - Ya pak!
Jangan hubungi siapapun kecuali nomorku.
- Ya pak! - Baik
Anbu ... Percayalah, Anbu!
Aku sudah memberikan isyarat saat mobil itu melewati gerbang!
Aku tidak bersalah! Aku tidak tahu bagaimana polisi itu berhasil lolos, Anbu!
- Dengarkan aku! Seluruh barang-barangku telang hilang! - Aku tidak tahu ...
Kau terus menangis dan mengoceh seperti orang gila!
Kau bisa tanyakan pada siapa pun, Anbu!
Akui saja.
- Aku akan membebaskanmu. - Aku bersumpah pada anakku, Anbu!
Aku tidak tahu bagaimana itu semua terjadi?
Percayalah padaku, Anbu!
Begitu mobil melewati gerbang, aku sudah memberikan isyarat.
Percayalah padaku, Anbu!
Jangan lakukan apapun padaku, Anbu!
Aku tidak bersalah, Anbu!
Percayalah padaku! aku sudah memberi isyarat saat mobil itu melintas!
Apakah Anbu ada di sana?
- Katakan padanya, temanku! kau kenal aku,kan? - Anbu.
Katakan padanya, temanku! Kumohon!
Bicaralah padanya.
Siapa ini?
Bagaimana bisa, seluruh kokainmu bisa tertangkap?
Kau siapa?
Aku tahu di mana kokainmu berada.
Kau adik Adaikalam, ya?
Aku perlu bicara dengan kakakmu, berikan padanya.
Dia tidak mau bicara, kau bisa memberitahuku jika kau inginkan kesepakatan.
Aku tidak tahu bagaimana polisi itu datang, kawanku! Sumpah!
Tolong biarkan aku pergi, kawan! Aku tidak melakukan apapun!
Aku akan memberi tahumu di mana kokainmu berada.
Untuk memastikan polisi tidak ikut campur disana, kau perlu memberiku 20 kilo.
Tahukah kau berapa harga dua puluh kilo di pasaran?
Aku tidak tahu berapa harga 20 kilogram.
Tapi aku tahu berapa harga 900 kg.
Aku tidak bisa melakukannya sendiri.
Badan Narkotika, Kementerian Kehutanan dan Kantor Inspektorat Jenderal.
Semua harus ditangani!
Sedikit berisiko!
Banyak sogokan yang perlu dilakukan!
Jika deal dengan 20 kilo itu, kita akan membicarakannya.
Katakan padanya, bung!
Tolong beritahu dia!
Dia sudah memberikan isyarat ketika mobil itu pergi, kawan!
- Ya, itu benar! - Benarkah?
Dia sudah melakukannya, ya?
Baik, dua puluh tidak masalah, ambillah sebanyak yang kau butuhkan!
Tapi aku perlu tahu bajingan yang menyita obatku!
Mereka harus mati malam ini!
Seorang polisi harus merasakan konsekuensinya, berani memasuki wilayah Adaikalam!
Jadi seluruh kepolisian harus tahu itu!
Ponselnya enga diangkat, Anbu.
Ponselnya bos juga tidak aktif.
Jika kakakku masih belum datang, pasti terjadi sesuatu padanya.
Apa semua orang sudah sampai di kediaman Inspektur, Paul Pandi?
Belum, pak.
Mereka baru masuk satu per satu, pak.
Kau tahu seseorang bisa menjadi jutawan dalam satu malam?
Aku mengerti, pak!
Ini malam yang luar biasa!
Jika kau bisa melakukannya, kau akan punya simpanan untuk seumur hidupmu!
Walaupun se-inci saja salah, mereka akan membunuhmu dan keluargamu!
- Berhati-hatilah! - Mengerti, Pak. Tidak akan terlewatkan.
- Apa? - Tunggu sebentar.
Apa masalahmu?
Apa kau tidak mengerti sebelumnya?
Mengapa kau menelepon berulang kali dan menggangguku?
Bejoy, Ketua tim.
Pasukannya memiliki empat orang.
Thiru, Sudhakar, Joseph dan Kumaran.
Akan kubunuh lima orang itu sebelum fajar!
Kirimkan semua rinciannya! Halo?
Halo, halo, pak?
Bukan hanya lima orang yang harus kau bunuh.
- Apa? - Ada mata-mata di kelompokmu.
- Itu tidak mungkin, mereka semua... - Aku sudah mengatakan kepadamu!
Selama dua tahun terakhir, seseorang telah memberikan informasi kepada Bejoy!
Kenapa menggangguku seperti ini?
Pak! pak! pak!
Total keseluruhan kokain mereka mencapai 900 kilogram!
Apa kau menemukan informasi tentang 'Ghost'?
Pak, aku sudah mengatakannnya semua dari apa yang kau tanyakan!
Karena informasi yang kuberikan, mereka telah membunuh orang itu!
Aku sekarang was-was! Takutnya aku akan ketahuan, pak!
- Dengarkan aku, Ajaz! - Aku tidak bisa melakukannya lagi!
- Aku akan pergi ke kantor polisi terdekat dan menyerah! - Idiot!
Apakah ini sesuatu yang baru bagimu?
Kau sudah menyamar selama 26 bulan!
Kau sudah mengenal Adaikalam?
Apa ada yang tahu seperti apa dia?
Mereka tidak mengetahuinya? Kita telah menyita 900 kilo!
Dia harus keluar dari tempat persembunyianya!
Ini kesempatan terakhir kita, Ajaz!
Malam ini, kita telah bekerja selama lebih dari dua tahun.
- Sudah berapa banyak polisi yang tewas? - Pak...
- Tolong dengarkan aku, Pak ... - Dengarkan, Ajaz!
Jadi siapa yang melakukannya?
Aku engga bisa melakukannya begitu cepat?
Mereka harus dilacak, banyak yang harus diinterogasi.
Tidak semudah itu.
Kita tak punya pilihan selain menangkapnya, menurutmu gimana?
Kau benar, temukan pengkhianatnya dan bawa kepadaku.
Aku akan membunuhnya!
Hei! Telepon dan cari tahu apa dia ada di daerah Shankar.
- Baik, kawan. - Yang datang kesini kemarin, jangan tinggalkan tempat!
- Bawalah semua orang di sini sekarang! - Orang itu akan datang, kita akan menangkapnya.
Tolong mengerti, pak!
- Tolong, pak ... - Jazah!
Aku harus tahu apa yang terjadi di sana.
Laporkan aku secepat mungkin, Itu perintah!
Aku tidak bisa, pak....
Aku akan menelponmu nanti.
- Sampath ... - Ya, Anbu?
Ada polisi di antara kita.
Apa kau mencurigai seseorang?
Tidak, Anbu.
- Tidak mungkin ada yang seperti itu. - Ada!
Dia memata-matai kelompok kita!
- Apa yang harus kita lakukan sekarang? - Kumpulkan semua anggota kelompok kita malam ini.
Aku tahu siapa lima polisi itu.
Aku akan memotong kepala mereka dan mengirim ke kantornya malam ini.
Baiklah, aku akan mengurusnya.
- Hai, Chandra! Katakan saja, Sampath!
- Berkumpullah, semuanya! - Tunggu! kumpulkan semuanya!
Pergilah dan bawa kemari!
Ayo, teman-teman, ada yang perlu dibicarakan.
Kawan, apa kau melihat mobil cokelat plat nomor 'TN-45 KA-9072' lewat sini?
Tunggu sebentar.
Ya! ada, pak!
- Jam berapa itu? - Jam 7 malam.
Berhenti, berhenti.
Dimana berkas kasus motel itu?
Inspektur akan memintanya besok pagi! Apa sudah ketemu?
Aku sudah menemukannya, ini dia.
Baiklah, aku akan memeriksanya.
- Aku pergi dulu, Pak. - Ok.
Salam, pak.
Namaku Napoleon, aku seorang polisi dari distrik Tirunelveli.
Aku perlu ketemu dengan Pak Manickavel, aku baru saja dipindahkan ke sini.
Aku perlu tahu ditempat mana aku bertugas ...
- Oh, kau orangnya, dia sudah membicarakannya. - Ya.
- Mengapa kau datang malam ini? - Aku tidak berpikir itu sejauh ini, Pak.
Haruskah aku bertugas besok?
Hei! Kamu siapa?
Menampar orang di kantor polisi!
- Apakah itu adikmu? - Dia benar!!
Tetaplah tertawa dan aku akan mematahkan gigimu!
Aku diam karena kau seorang pelajar!
- Pak? - Apa lagi?
Mereka itu teman kampusku.
- Aku datang untuk menjemput mereka? -"Jemput mereka"?
Apa ini tempat sekolah? Apakah kau tahu apa yang mereka lakukan?
Mereka mabuk dan menari-nari dengan musik keras di rel kereta api!
Aku menangkapnya disana dan membawa mereka ke sini!
Duduklah, bawa menghadap ke Inspektur ketika ia ada disini!
No comments yet. Be the first to leave one.