ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SOLD OUT ON YOU
PUSAT MEDIS SEOJEONG
KORBAN KRIM SELAMAT PAGI
AREA TERBATAS INSTALASI GAWAT DARURAT
Pengguna yang menderita inflamasi kulit mengalami efek samping serius,
seperti dermatitis atopik.
Korban anak-anak dengan kulit rentan dan sensitif
terus bertambah, sehingga menyulut amarah publik.
Apa yang terjadi?
Aku…
Aku pasti melewatkan sesuatu.
Jangan konyol.
Kita sudah lakukan puluhan uji klinis.
Tak ada masalah.
Kita juga melakukan uji keamanan yang ketat.
Aku tak percaya ini.
Kurasa ini semua salahku.
Tidak, Hae-seok.
Resepmu sempurna.
Jika ada masalah dengan krimnya,
itu salah dirut yang tak mengelola dengan baik.
Ini salahku.
Kak,
aku akan kembali ke pabrik.
Aku harus memeriksanya lagi.
Hae-seok.
Kau sudah melakukan bagianmu.
Ini tanggung jawabku.
Kalian tunggu saja.
Aku akan memeriksanya.
Kak!
Aku merasa ini salahku.
Jadi, biar aku ke sana dan…
Hae-seok,
kita harus melihat jauh ke depan.
Banyak yang harus kau lakukan ke depannya.
Tetap saja, aku…
Aku percaya padamu.
Kau memercayaiku, kan?
Ayo kita bereskan.
OBAT TIDUR
KAK WOO-SU, APA YANG TERJADI? BALAS PESANKU
KAK MU-WON
Halo, Kak.
Hae-seok, Kak Woo-su bisa dihubungi?
Tidak bisa.
Dia tak meresponsmu juga?
Ponselnya dimatikan. Ke mana dia pergi?
Ibunya juga tak bisa menghubunginya. Kabari aku jika kau bisa menghubunginya.
Kak…
Kak…
Maafkan aku.
Semuanya
salahku.
Hae-seok, ada Kak Chang-ho.
Kemarilah, Kak.
Ayo kita temani Kak Woo-su.
Woo-su…
Woo-su…
Menukar bahan mentahnya.
Dia bahkan memalsukan…
Semua hasil uji klinisnya…
Apa maksudmu?
Semuanya demi uang…
Bajingan itu mengkhianati kita
hanya demi uang.
Woo-su.
Kenapa kau begitu?
- Kenapa? - Kak, hentikan.
Kenapa kau lakukan itu?
- Jangan begitu! - Kenapa?
Kenapa kau lakukan itu?
Kendalikan dirimu!
- Kenapa? - Kak!
Kenapa kau lakukan itu, Berengsek?
MUNGKIN KITA BISA MELIHAT MUSIM HUJAN BERSAMA
Ye-jin.
Sudah kubilang aku tak nafsu makan.
Sudah siap.
Makanlah sedikit.
Panas sekali.
- Ayah tak apa? - Tak apa-apa.
Makanlah.
Cepat makan.
Terima kasih.
Kau tak apa-apa?
Kau pasti lelah setelah berlibur.
Apa aku tipe orang
yang memuakkan?
Semua yang kucintai pergi.
Apa maksudmu?
Ye-jin.
Aku mau istirahat.
Maaf, nanti kubereskan.
Itu membuatku sesak.
Aku tak bisa bernapas saat bersamamu.
- Hidup kami hancur. - Katamu percaya saja.
- Tak punya rasa bersalah. - Teganya.
- Sakit! - Aku akan membencimu selamanya!
Maaf, Hae-seok…
OBAT TIDUR
- Hei, Mechoori! - Mechoori!
Kau pasti belum tahu.
Bu Dam mengirimkan hadiah yang luar biasa!
Mechoori, lihat ini.
Dia mengirim TV besar dan pengeras suara yang tampak mahal.
Pusat komunitas kita jadi tampak seperti teater!
Selain itu…
Ada pesannya. Bacalah.
KALIAN BAIK SEKALI TERIMA KASIH
Bagus sekali.
"Bagus sekali"?
- Astaga. - Memang bagus.
Aku tak melihatnya belakangan ini. Kurasa dia kembali ke Seoul.
Ini pasti mahal. Kami amat berterima kasih.
Mulai sekarang, kalau Bu Dam melakukan siaran,
kami akan berkumpul dan menonton bersama.
Tentu saja.
- Kau tak usah. - Kau saja.
Kau di rumah saja.
Tontonlah gulat.
KERJA
DAM YE-JIN KEMBALI! SELAMAT
Bu Dam.
Mulai sekarang,
kita harus terus bersama…
Hei, berhenti.
Kalau kau menangis, aku juga.
Pak Hwang. Kak Sung-mi.
Terima kasih banyak.
Ayo bekerja.
Semangat.
Paket liburan hotel itu penawaran terbaik.
Ya, kan?
Aku berjuang keras agar itu tak diambil tim lain.
Kita sudah bekerja keras, jadi ayo pulang.
Kalian duluan saja.
Apa maksudmu? Ayo rayakan hari pertamamu.
Kalau begitu, kucarikan tempat bagus.
Baik.
Rekomendasikan resto dekat sini
dengan rating minimal 4,5
dan menjual hidangan Korea atau barat.
Jangan yang antre lama.
Pastikan parkirnya mudah.
Mulai.
Aku rekomendasikan restoran Korea, Garamchae,
dan restoran Italia, Fiore Garden.
Kedua restoran itu sekitar sepuluh menit dengan mobil.
Baiklah, tinggal pilih.
Hei, kau mau yang mana?
Korea atau Italia?
Lain kali saja.
Hei.
Berdirilah selagi kusuruh baik-baik.
Kau lihat sendiri. Semua orang membicarakanku.
Aku tak bisa.
Jangan bekerja terlalu lama,
kecuali kau mau minum ekstrak mapel lagi.
Baiklah.
Pulanglah. Sampai jumpa besok.
Sampai besok.
- Kami duluan. - Ya.
Mau makanan Italia atau Korea?
Kita lihat nanti.
Susul kami kalau kau lapar.
Baiklah. Dah.
Dah.
Pak Cha, apa yang sedang kau lakukan?
Kau sudah kembali.
Berikan padanya.
Ini notula rapat pemegang saham.
Usulan untuk memberhentikanmu sudah disepakati.
Tak perlu mengatakannya serumit itu.
Aku dipecat, kan?
Seharusnya kau jalani hidup seperti dulu.
Lihat akibat perbuatanmu.
Aku tahu harus hidup seperti apa
berkat Kakak.
Akan kubereskan semuanya, jadi pulanglah.
Sebaiknya kau tak membuat masalah lagi.
Insiden kali ini tak bisa dimaklumi.
Terima kasih sudah peduli,
tapi biar kuurus.
Jangan bilang
kau ingin menetap di Korea.
Gara-gara pewara itu?
Kalau kubilang itu benar?
Apa kau akan merampasnya juga?
Apa?
Semoga beruntung.
Apa?
Kau sudah banyak berubah.
Kau bahkan menyulitkanku.
Ini satu-satunya cara agar aku bisa menemuimu.
Langsung saja.
Seperti dugaanmu,
aku kemari demi Ye-jin.
Ye-jin…
Masih menderita.
No comments yet. Be the first to leave one.