ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DRAMA INI HANYA FIKSI
AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI
Sekarang foul ball.
Suasana makin tegang.
Pelempar tampak syok.
Bola melengkungnya ada di tengah zona.
Setelah posisi kritis dengan dua out, base penuh di akhir inning ke-9,
pelempar ditarik.
Park Gi-yoon masuk.
Saeum menggantungkan harapan mereka
kepada sang veteran untuk mendapatkan out terakhir.
Park Gi-yoon naik ke mound dengan wajah memerah.
Skornya 5-2.
Saeum hanya butuh satu out lagi untuk menjuarai Korean Series.
Tapi pertanyaannya, apa mereka bisa keluar dari krisis ini?
Bola memantul di plate. Bola satu.
Dia benar-benar tertekan.
Tubuhnya sangat tegang saat ini.
Sudah kuperingatkan, jangan sampai telat hari ini!
Sudah turun dari bus? Kau di mana?
Ji-yoon.
Aku mau jalan-jalan.
Maaf, kau tadi bilang mau mengatakan sesuatu.
Bolanya melewati tembok kiri lapangan!
Itu home run!
- Home run kemenangan! - Bolanya melewati tembok.
- Parah sekali. - Luar biasa!
Selesai sudah pertandingan kali ini!
Ini seperti di film-film.
FINAL SAEUM (KALAH) 5:6 KP (MENANG)
JI-YOON DAN GA-EUL
MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?
Meski ditinggal tanpa kabar…
8 BULAN KEMUDIAN
…tetap masuk kerja.
Meski sedang sakit…
Meski anggota keluarga meninggal…
Meski bertemu orang berengsek…
Ponselmu mau sekalian aku cas?
…tetap masuk kerja.
PERINGATAN KESELAMATAN WASPADA HUJAN LEBAT
PERINGATAN KESELAMATAN WASPADA HUJAN LEBAT
DONGNIMMUN
WASPADA HUJAN LEBAT
WASPADA HUJAN LEBAT TETAP DALAM RUANGAN, UTAMAKAN KESELAMATAN
Di tengah kerasnya dunia kerja ini,
apakah masih ada harapan?
Kita mau ke mana?
Bekerja.
Apa?
EPISODE 1 MESKI LANGIT RUNTUH, TETAP MASUK KERJA!
Hujan lebat apanya? Cerah begini.
Kenapa aku sepagi ini?
Gawat! Pria Tiga Larangan datang!
Serius? Bukankah dia di kantor Amerika?
Perjalananku ke kantor jadi seru lagi setelah sekian lama.
Siap-siap saja. Aku merasa akan ada pembantaian.
"Pria Tiga Larangan"? Siapa yang kau maksud?
- Aduh, kau ketinggalan info. - Halo.
Halo.
- Ji-yoon. - Sampai juga.
Sudah kuduga. Ini beli satu gratis satu.
Terima kasih. Tapi kau tak kenal Kang Si-woo?
Kang Si-woo?
Si gila kerja yang legendaris itu?
Benar. Kang Si-woo adalah Pria Tiga Larangan.
Oh, begitu.
"Oh, begitu"?
Tak ada senyum.
Tak ada teman.
Tak ada maaf.
Ini Kang Si-woo.
Aku minta materi itu dikirim hari ini, tapi belum masuk.
Permintaanku tak sampai
atau memang kerjamu yang lambat?
Pria berwajah dingin yang tak pernah senyum.
Dia jarang bergaul dengan orang lain
dan tak pernah minta maaf duluan, baik ke atasan atau bawahannya.
Kami menjulukinya "Pria Tiga Larangan".
Pintu menutup.
Tunggu! Tahan!
Ya ampun.
Ini Kang Si-woo.
Dia sosok di balik kesuksesan 100% proyek tim tugas legendaris!
Baru lima tahun kerja sudah jadi manajer
setelah dapat dua promosi khusus!
Tapi di balik kesuksesan Kang Si-woo, si Pria Tiga Larangan,
ada pengorbanan darah banyak orang.
Aku akan kembali besok.
Ya.
Kau habis baca novel silat, ya?
Bisa-bisanya ada pertumpahan darah di perusahaan elektronik.
Saat tim tugas Pak Kang dibubarkan,
semua anggota tim hilang tanpa jejak. Kau tak tahu?
Apa?
Ya ampun.
Kudengar ada yang sampai cuti untuk menjalani terapi.
Hei, No-ah.
Grup obrolan heboh soal Pria Tiga Larangan.
Aku tahu.
Dia sehebat apa sampai semua heboh sebelum dia muncul?
Apa dia tampan?
Kau harus perhatikan politik kantor.
Buka mata dan telingamu.
Ada 100.000 orang di perusahaan ini.
Bagaimana bisa fokus kerja kalau semua gosip remeh dipikirkan?
Aduh, kalian ini kenapa?
Kenapa terus bicara tak jelas?
Kami harus bagaimana kalau produksinya ditunda?
Hei. Peluncurannya sebentar lagi.
Justru saat ini kita harus berkompromi dan bekerja sama,
tapi kalian…
Apa?
Terus, aku bagaimana?
Aku harus apa?
Halo?
Ha…
Dasar…
Apa ada masalah, Pak?
Para peneliti dan pekerja pabrik sedang bersitegang.
Lini produksinya terhenti!
Apa? Kenapa?
Itu yang mau kutanyakan.
Bagaimana kalian menangani pekerjaan ini
sampai bisa sekacau ini
di tahap uji produksi?
Kenapa masih berdiri di situ?
Cepat ke pabrik Gwangju sekarang!
Nn. Cha, pergilah ke Gwangju.
Atasi ini dan jalankan kembali lini produksinya.
Aku?
Maunya aku yang ke sana?
Jika aku pergi sekarang…
Perjalanan tiga jam,
satu jam makan siang, minimal dua jam membereskannya,
dan tiga jam perjalanan pulang. Tidak.
…sudah tak sempat.
Begitu jam makan siang, orang akan tersebar, masalah akan mereda.
Meski aku pergi sekarang…
Ya sudah,
naik helikopter saja.
Bukankah helikopter itu khusus untuk eksekutif?
Karyawan biasa juga bisa naik itu kalau darurat.
Halo, ini Ko Young-sam, Manajer Tim Perencanaan Produk 1.
Aku minta akses helikopter untuk langsung menuju pabrik Gwangju.
Harus seheboh ini?
Baiklah!
Aku bisa naik helikopter dan pulang tenggo.
Enak sekali.
Wah.
Luar biasa.
SAEUM PABRIK GWANGJU 1
- Tidak boleh! - Kami tak bisa.
Saeum punya standar.
Es macam itu mana bisa disebut es batu bulat!
Kami hanya memproduksinya
sesuai desain tim kalian.
Hasilnya bagus di uji coba pertama.
Apa waktu itu esnya diukir pemahat?
Awalnya hasilnya bagus,
tapi makin banyak, akhirnya begitu.
Kami harus bagaimana?
Benar.
Ayo kita ganti komponennya dan mulai ulang lini produksi!
Ya ampun. Kami sudah coba semuanya!
Tak ada yang protes, kok,
jadi kenapa kalian tim es terus begini?
Ada dia.
Nn. Cha dari Tim Perencanaan Produk.
Hai, Nn. Cha.
Hai, Semuanya, apa kabar?
Halo.
- Halo. - Kau cepat juga.
Kasihan muka Pak Kim sampai begitu.
Pulang-pergi Seoul dan Gwangju pasti melelahkan.
Aku sudah mau tumbang di sini.
Ini.
Ini arginina.
Katanya ampuh menghilangkan rasa lelah.
Jangan lupa diminum, ya?
Kau minum-minum lagi semalam, ya?
Aku kebablasan.
Aku sudah coba berbagai obat pengar
dan ini yang terbaik.
Tetap minum yang ini, ya?
Kejernihannya memang kurang.
Tapi peluncuran tetap tak bisa ditunda.
Wah, apa ini?
Apa ini semacam bola sakti?
Kalau dimasukkan ke highball, pasti enak sekali.
Nah. Dia saja suka.
Itu memang lebih bagus dari es batu biasa.
Tapi itu kurang jernih.
Kami tak bisa buat lebih jernih lagi!
Makanya kita harus coba mengganti peralatannya!
Berapa kali harus kubilang? Tak bisa!
Ya sudah. Kalau begitu,
ayo kita lanjutkan produksi percobaan sekarang
dan sempurnakan secara bertahap.
Ada banyak hal lain yang harus kita uji,
No comments yet. Be the first to leave one.