ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Sial.
Sial!
Sial!
Sialan!
MENGABDI PADA NEGERI DENGAN KEHORMATAN DAN IMAN
DAPATKAN KARTU KESEHATAN!
Permisi, apa ada pekerjaan untukku?
Aku mau bekerja, tapi tidak ada yang mau terima.
Boleh pinjam lima lei saja?
Ada pekerjaan untukku...
Tuhan memberkatimu.
Nanti kukembalikan.
Permisi, ada pekerjaan untukku?
Tolong, aku ingin bekerja.
Aku bisa bantu perbaikan di rumah.
Boleh pinjam lima lei saja?
Permisi, boleh aku minta lima lei? Nanti aku kembalikan.
Tidak ada yang mau mempekerjakanku.
Aku permisi.
Terima kasih, Bu.
Terima kasih, Bu.
- Ada pekerjaan lagi? - Tidak ada.
Aku bisa datang lagi!
Datanglah Minggu pagi untuk bersih-bersih!
Baik, terima kasih!
Kurang ajar!
Pergi, tawon sialan!
Biarkan aku istirahat!
Astaga.
Kalau ada yang salah, itu salahku. Maafkan!
Aku akan menebusnya...
Ada yang punya sepuluh lei?
Tenanglah, kawan!
Ada yang punya sepuluh lei?
Ada yang punya sepuluh lei?
Boleh aku minta sepuluh lei?
Diam kau, sialan!
Pergi!
Enyah!
Jangan pukuli anjing itu!
Kau gila?
Orang sinting!
Pergi, dasar sampah!
Enyah!
Tolong buka pintunya!
Kami tahu kau di rumah!
Ini Orsolya Ionescu!
Pak Glanetașu, kau tahu kami akan datang hari ini!
Kita sudah sepakat, aku beri seminggu lagi asal kau kooperatif!
Kau bikin aku repot!
Kami akan dobrak. Aku bawa gendarmeri dan tukang kunci!
Bagaimana kalau ada bom?
Kami dobrak sekarang!
Yang kau lakukan itu tidak baik.
Aku tidak dengar, Bu.
Aku sudah dapatkan perpanjangan.
Aku sudah tenangkan Europa K.u.K, mereka terburu-buru.
Aku perjuangkan mati-matian!
Bahkan aku minta mereka sediakan van untuk angkut barangmu.
Dipindahkan ke mana, Bu Ionescu?
Entahlah. Mau ditinggal di sini?
Waktu itu kau bilang akan cari tempat penampungan.
Semua penuh.
Nanti kita cari solusi.
Pastorku, Romo Șerban, tahu beberapa penampungan.
Aku akan bantu sebisanya.
Bawa barang yang ringan, sisanya nanti diangkut pakai van.
Aku ikut kau ke tempat penampungan.
Aku pernah lakukan hal yang sama untuk seorang nenek.
Cucunya menipunya hingga kehilangan rumah.
Sekarang dia baik-baik saja, aku kunjungi setiap Natal dan Paskah.
- Aku bawakan banyak bingkisan... - Aku tidak mau ke penampungan.
Aku ikut, supaya kau lihat sendiri.
Musim dingin ini akan sangat berat.
Tolong, Pak. Aku tidak mau...
Aku tidak mau gendarmeri yang mengusirmu!
- Mengapa direkam? - Untuk bukti.
- Bukti apa? - Bahwa mereka tidak berlaku kasar.
Lihat suratnya, itu sudah lama!
Aku sudah beri waktu sebanyak mungkin, sekarang sudah di luar kuasaku.
Kau akan membuatku repot!
Baiklah, aku pergi.
Beri aku satu jam untuk kemas barang.
Tidak bisa.
Keluarkan semuanya, sisihkan perabot,
nanti aku buatkan daftar.
Semua barangku kubawa ke sini.
Semuanya?
Ini tadinya ruang ketel.
Kalau begitu, lebih mudah.
Aku izinkan kau berkemas.
tapi janji tidak mengunci kami lagi, ya?
Aku janji.
- Tunggu. - Hei!
- Jangan sentuh aku! - Hati-hati!
Ini kuncinya.
Aku percaya padamu.
Kami akan kembali 20 menit lagi.
Kau juga keluar!
Seharusnya kau bersikap sopan!
Apa salah dia padamu?
JURU SITA ORSOLYA IONESCU SURAT PENGUSIRAN UNTUK ION GLANETAȘU
...bukan toko. Ini akan jadi hotel bintang lima.
- Bukankah butik? - Maksudnya hotel butik.
Hotel mewah seperti butik Prancis.
Bukankah ada enam lantai?
tapi hanya empat kamar di setiap lantai.
Begitu kata Europa K.u.K.
Europa gila!
Bukan, Kaiserlich und Königlich. Kekaisaran dan Kerajaan.
Pernah menonton film A Bomb Was Stolen?
Film karya Gopo.
- Nyonya, kau tinggal di Florești? - Ya.
Apa apartemen baru di sana bagus?
Entahlah, aku tinggal di rumah.
tapi mereka membangun gila-gilaan, seperti di Tiongkok, semuanya berimpitan.
Sesak sekali.
Aku sudah pindah kalau mampu.
Ayo pergi.
Boleh aku habiskan rokok dulu?
Jadi, dia mantan atlet?
Ya, bahkan sempat dapat emas di Balkaniad.
Bagaimana bisa jadi begini?
Kecelakaan,
terpaksa berhenti olahraga,
mulai minum, kehilangan apartemen, akhirnya hidup di jalan...
Pemabuk.
Ruang bawah tanah itu dulunya milik atlet yang pindah ke Australia.
Sesama atlet?
Kurang tahu.
Dia jadi pelatih di Australia.
Lalu, dia terkena serangan jantung, dan anaknya jual bangunan itu ke K.u.K.
Masuk, Ninja Turtles-ku!
- Bagaimana kalau ada bom? - Tidak ada.
Lihat ini.
Panggil ambulans!
- Aku telepon sekarang. - Apa yang kau lakukan, Kakek?
Lepaskan kabel itu darinya!
Harus menyentuhnya.
Arahkan cermin ke mulutnya.
Cermin apa? Diamlah!
Halo, ada keadaan darurat di Jalan Klein,
ada yang mencoba bunuh diri...
Maaf! Ada percobaan bunuh diri di...
Kita harus rekam ini.
Alamatnya Jalan Micu Klein nomor dua.
Coba resusitasi.
Aku tenang!
- Aku sudah tekan, tapi... - Masih bernapas?
- Sepertinya tidak. - Sepertinya tidak.
- Apa dia dingin? - Dia tidak bernapas!
- Tekan lebih kuat. - Laki-laki.
Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh...
- Percuma, dia sudah mati! - Teruskan saja.
- Mungkin masih bisa sadar. - Kalau begitu, cobalah!
- Kau tidak mau terus berusaha? - Untuk apa?
Kau harus ikuti irama lagu Staying Alive.
- Kau rekam ini? - Ya.
Lebih kuat lagi, Bu!
Dia sudah mati, kubilang.
Jelas sekali.
Reruntuhan Romawi ini berasal dari...
Maaf.
Aneh sekali, menggantung diri di radiator.
- Apa? - Ya, begitu caranya.
Dia lilitkan kabel ke lehernya,
duduk di samping radiator,
mengikatkan kabel ke situ dan tarik sekuatnya.
- Aku sangat menyesal. - Tidak perlu.
Bukan salahmu.
Kau dan gendarmeri sudah bertindak sesuai prosedur.
Tidak, aku seharusnya sadar.
Padahal terakhir dia begitu tenang!
Aku jelaskan, semuanya baik-baik saja.
Aku membela dia ke orang K.u.K agar boleh tinggal sebentar.
Berkat aku, dia dapat tambahan waktu sebulan.
Aku uruskan angkutan untuk perabotnya.
Tenanglah, Orsolya.
Bukan salahmu.
Kau sudah bertindak benar.
- Bukan salahmu. - Secara hukum, ya, aku tahu.
Dia dapat perintah pengadilan untuk digusur.
Kau sudah lebih dari manusiawi.
Aku sudah berusaha beri waktu lebih.
K.u.K ingin segera merobohkan dan mulai membangun sebelum musim dingin.
Mereka mau bangun apa di sana?
Hotel mewah.
Kontinental Boutique.
Orang yang meninggal itu punya catatan kriminal.
- Kami dapat informasi dari polisi. - Benarkah?
Penodaan makam.
Ya Tuhan!
Dia bakar beberapa salib kayu untuk menghangatkan diri.
Kasihan sekali!
Aku seharusnya lebih membantu, mencarikannya tempat tinggal.
Aku bisa saja mempekerjakannya di kantor.
Andai aku tahu keadaannya seburuk itu...
Kau tidak bisa menolong semua orang.
Kau seperti tokoh di Schindler's List.
"Kalau saja aku jual pin ini, aku bisa selamatkan satu orang lagi!"
No comments yet. Be the first to leave one.