ആദ്യത്തെ 157 വരികൾ.
Tidak serasi sama sekali!
Bisakah kau tidak sengaja datang ke rumah orang lain cuma untuk melampiaskan amarah?
Tuan Reiya sudah menemukan pengantinnya, sudah pasti ini kabar bahagia bagi kaum kita.
Kekuatan spiritualnya akan jauh lebih besar dari sebelumnya, statusnya pun makin meningkat.
Padahal sejak dulu dia sudah dapat penghormatan tertinggi.
Namun…
Sudahlah, mau bagaimana lagi.
Pengantin itu tampaknya bukan dipilih atas kehendaknya sendiri,
melainkan naluri sebagai ayakashi.
Seandainya dia setidaknya punya kriteria seperti Sakurako, aku pasti rela menerimanya.
Sudah kuduga kau datang hari ini untuk membahas hal ini.
Hei, Sakurako.
Kak Ouga.
Ada keperluan apa mencariku?
Tuan Takamichi.
Sakurako, lama tidak berjumpa.
Kau belakangan ini tidak pernah datang, membuatku merasa kesepian.
Belakangan ini Tuan Reiya sangat sibuk bekerja,
jadi aku belum sempat berkunjung.
Sakurako.
Tuan Reiya telah menemukan pengantinnya.
Pertunangan kalian sepertinya juga akan dibatalkan karena hal ini.
Astaga.
Karena dia sudah menemukan pengantinnya,
ya mau bagaimana lagi.
Ngomong-ngomong, pengantinnya gadis yang seperti apa?
Dia adalah…
Apa aku mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya?
Tidak, kau tidak salah.
Akulah yang tidak bisa menerimanya!
Manusia biasa seperti itu menjadi pasangan Tuan Reiya yang agung.
Tidak hanya itu.
Tuan Reiya tidak terpisahkan dengannya, bahkan tersenyum cerah padanya.
Padahal dia tidak pernah tersenyum seperti itu kepadaku.
Kau sebaiknya jangan sampai ketahuan oleh Tuan Reiya.
Kalau tidak, kau tidak bisa menyalahkan orang lain jika dibungkam selamanya.
Maaf, aku terlalu terbawa emosi.
Pengantinnya adalah seorang siswi SMA biasa.
Hari ini adalah hari yang telah kita janjikan.
Iya.
Sejak hari itu…
Aku juga ingin memberimu balasan.
Aku ingin memberimu sesuatu.
Aku ingin melihatmu tersenyum bahagia.
Meski dengan kemampuanku
barang yang bisa kubeli terbatas,
apa ada yang kau inginkan?
Kalau begitu, ciuman saja sebagai ucapan terima kasih.
Namun, bukan di pipi, melainkan di bibir.
Bertukar ciuman sebagai imbalan setara sudah menjadi rutinitas kami.
Tiap minggu aku bekerja paruh waktu di perusahaan Reiya selama tiga hari.
Di hari tanpa kerja, aku langsung pulang ke kediaman
untuk menunggu Reiya, begitu seterusnya hari demi hari.
Nona Yuzu, apa yang sedang Anda lakukan?
Tidak apa-apa.
Karena sedang tidak ada pekerjaan,
aku berpikir untuk membantu kalian…
Ba-Bagaimana bisa kami merepotkan Anda?
Lebih baik Anda kembali ke kamar dan istirahat.
Apa sekarang ada waktu?
Ada apa?
Kudengar kau bosan tinggal di kediaman,
jadi aku membawakan hadiah.
Yang kubawa hari ini adalah pakaian,
semoga cocok untukmu.
Perhiasan tentu saja makin banyak makin baik.
Di perjalanan pulang aku sekalian mampir ke toko bunga.
Aku juga membeli cokelat hari ini…
Tunggu…
Terima kasih banyak karena kau selalu memberiku hadiah.
Namun, sebenarnya kau tidak perlu memberiku semua ini setiap hari.
Aku hanya ingin melakukan sesuatu untukmu.
Kalau kau tidak keberatan, terimalah niat baikku ini.
Selain itu, aku juga akan menerima hadiah balasan darimu dengan sungguh-sungguh.
Sudah saatnya kita berhenti mencium pipi
dan beralih mencium bibir.
Aku masih belum bisa.
Namun, aku sadar sebenarnya aku tidak menolak.
Entah kenapa…
Sangat disayangkan.
Tampaknya keluarga utama tetap akan membatalkan pertunangan dengan Sakurako.
Sebagai kepala keluarga cabang,
kalau bisa membuat putrinya menjadi istri kepala keluarga, itu suatu kehormatan tertinggi.
Hanya bisa menerimanya.
Akhirnya pulang juga.
Setiap kali rapat keluarga selalu merepotkan setengah mati.
Jujur saja, aku juga merasa agak disayangkan.
Aku selalu menantikan saat melihatmu berdiri di samping Tuan Reiya
dengan penampilan yang kian memesona.
Namun, Sakurako…
Kakak.
Aku tidak membenci Nona Pengantin.
Sebagai putri Keluarga Kiyama,
aku pasti akan membantunya dengan sepenuh hati.
Sakurako.
Kau memang adik yang paling kubanggakan.
Kalau begitu, istirahatlah yang baik.
Baik, selamat malam, Kakak.
Tugas pengantin Tuan Reiya
adalah membantu Keluarga Kiryuin menuju kemakmuran.
Sepertinya aku harus mengajari dengan teliti Nona Pengantin yang biasa itu
agar dia menyadari kedudukannya.
Oni Kecil, baju baru sudah jadi.
Lucu sekali.
Oni Kecil, berputarlah untuk kami.
Kau ternyata bisa membuat pakaian sekecil ini.
Memang pantas disebut ketua klub kerajinan tangan.
Oni Kecil juga terlihat senang.
Dari mana mereka belajar melakukan itu?
Aku tidak berani bilang.
Sebenarnya mereka meniru aku dan Reiya.
Mereka bahkan belajar membalas kebaikan orang lain dengan ciuman.
Berkumpul bersama untuk memanjakan Oni Kecil sudah menjadi keseharian kami.
Yuzu, di mana dua Oni Kecil?
Hari ini aku menyuruh mereka tetap tinggal di rumah.
Padahal aku sudah bersusah payah membuat pakaian khusus untuk Oni Kecil.
Kenapa?
Bukankah mereka ada di sini?
Nanti pasti kita akan dimarahi Guru.
Yuzu, kumohon bawa Oni Kecil setiap hari.
Iya, karena kami hanya bisa menyuruh mereka mencobanya di sekolah.
Tolonglah.
A-Aku mengerti.
Sekarang ini jam pelajaran.
Oh ya,
bagaimana hubunganmu dengan tuan muda itu?
Seharusnya, bisa dibilang cukup baik.
Kenapa kau ragu?
Karena dia terlalu memanjakanku,
kadang aku tidak tahu harus merespons seperti apa.
Aku belum pernah dimanja seperti ini sebelumnya,
jadi terkadang aku tidak tahu bagaimana cara menerima kelembutan Reiya.
Singkatnya, apa kau sekarang menyukai Tuan Muda?
Aku tidak membencinya,
kurasa aku menyukainya.
Namun, aku tidak tahu apa itu rasa suka yang diinginkan Reiya.
Perasaanku padanya ini,
apa karena rasa terima kasih karena dia menyelamatkanku keluar dari rumah
atau karena perasaan cinta,
aku masih belum yakin saat ini.
Namun, bukankah kau sangat terpukul
saat mendengar dia punya tunangan?
Kalau kau tidak punya perasaan apa-apa padanya, kau tidak akan terpukul, 'kan?
Apa begitu?
Reiya bilang dia tidak akan melepaskanku seumur hidup.
Benarkah begitu?
Aku belum punya keberanian untuk mengambil langkah
dan belum cukup yakin.
Meski para ayakashi
kelihatannya cukup dengan sekali lihat bisa mengenali pengantin,
hal seperti itu mana mungkin kita sebagai manusia bisa memahaminya.
Aku juga begitu waktu itu,
sedang berjalan di jalanan tiba-tiba tanganku dipegang seseorang.
Kau adalah pengantinku!
Ini metode promosi baru atau orang mesum?
Aku pergi dulu.
Hai.
No comments yet. Be the first to leave one.