ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Alih bahasa: GP Mobiles
1630.
Tanggal 13 Mei. Cuaca cerah
Sangat panas dari pagi.
JURNAL KLAN IYI
Pukul 10:00, Tn. Bennosuke
mengunjungi mansion Kandabashi milik yang Terhormat Lord Doi
untuk mempersembahkan ikan trout segar dari sungai Shirakawa,
yang berada di wilayah kami.
Tidak ada insiden yang patut dicatat.
Namun,
sekitar tengah hari
seorang samurai yang mengaku mantan punggawa Klan Fukushima di Hiroshima,
muncul di gerbang kami.
HARAKIRI/SEPPUKU
Produser: TATSUO HOSO YA
Cerita asli: YASUHIKO TAKIGUCHI
Skenario: SHINOBU HASHIMOTO
Sinematografi: YOSHIO MIYAJIMA
Musik: TORU TAKEMITSU
Pemain:
TATSUYA NAKADAI
AKIRA ISHIHAMA
SHIMA IWASHITA
TETSURO TAMBA
MASAO MISHIMA, ICHIRO NAKAYA
KEI SATO
YOSHIO INABA, YOSHIRO AOKI
RENTARO MIKUNI
Sutradara: MASAKI KOBAYASHI
SOTO SAKURADA-MACHI, EDO
KEDIAMAN RESMI KLAN IYI
Kau dulu punggawa dari Klan Fukushima di Hiroshima?
Itu benar.
Namaku Hanshiro Tsugumo.
Ditulis dengan karakter tsu seperti dalam "pelabuhan"
dan gumo seperti dalam "awan."
Apa maksud kunjunganmu?
Kekuasaan majikanku jatuh pada 1619.
Aku kemudian meninggalkan majikanku dan pindah ke sini, ke Edo,
di mana aku menemukan tempat tinggal di sebuah rumah petak di sebuah gang.
Untuk bisa hidup sekedarnya,
Aku mencari koneksi untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Tapi sekuat apapun aku mencoba, di masa damai ini,
setiap usahaku berakhir sia-sia.
Gagal mendapatkan pekerjaan dan sedikit yang dapat dilakukan,
ia mendapatkan dirinya dalam kesulitan
dan percaya, dia tidak bisa menanggungnya lebih lama lagi.
Daripada hidup dalam kemiskinan dan menjadi aib,
ia ingin mati terhormat dengan harakiri
dan meminta izin untuk menggunakan halaman depan kami.
Semacam itu permintaannya.
Tidak lagi.
Apakah mereka tidak pernah berhenti?
Bagaimana aku harus menanggapi?
Baik. Suruh dia masuk.
Ini ruangannya, Pak.
Silakan masuk.
Terima kasih.
Aku seorang mantan punggawa
dari Lord Fukushima Masanori dari Hiroshima,
Hanshiro Tsugumo namaku.
Aku memohon kebaikan hati Anda.
Aku penasihat senior dari Klan Iyi, namaku Kageyu Saito.
Aku sangat berterima kasih atas pertemuan ini.
Tujuan dari kunjunganku --
Aku sudah diberi tahu tentang permintaanmu.
Daripada hidup dalam kemiskinan tak berujung,
dan menunggu kematian,
Kau ingin mengakhiri hidup dengan cara seorang samurai, melakukan harakiri.
Itu kan intinya?
Itu benar.
Di zaman seperti ini, itu tekad yang benar-benar mengagumkan.
Aku hanya bisa mengungkapkan penghargaan tertinggi.
Kau tadi bilang,
kau dulu melayani Lord Fukushima.
Apa kau kebetulan tahu seorang pria bernama Motome Chijiiwa?
Chijiiwa?
Ya.
Hmm ...
Kau tidak mengenalinya?
Aku sangat yakin ia juga pernah bekerja pada Lord Fukushima.
Pada masa kejayaannya, para hamba sahaya klan itu...
mencapai 12.000 orang.
Tidak mungkin mengenal semuanya.
Aku mengerti.
Tapi, lupakan saja.
Awal tahun ini, mungkin sekitar akhir Januari,
seorang ronin (samurai pengangguran, red) bernama Motome Chijiiwa datang ke sini,
dan tujuan kedatangannya sama persis sepertimu.
Dia meminta izin menggunakan halaman kami untuk mati dalam kehormatan.
Benarkah?
Kau ingin aku menceritakan apa yang terjadi dalam kasus itu?
Silakan.
Kau bilang kau dulu punggawa dari Klan Fukushima di Hiroshima?
Itu benar.
Aku dulu melayani Lord Fukushima Masanori dari Hiroshima.
Namaku Motome Chijiiwa.
Apa maksud kedatanganmu?
Setelah jatuhnya kekuasaan tuanku,
Aku pindah ke sini, ke Edo, dan tinggal di sebuah rumah petak di sebuah belakang.
Sementara hidup dalam kesusahan,
Aku mencari koneksi untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Tapi sekuat apapun aku mencoba, di masa damai ini...
setiap usahaku berakhir sia-sia.
Jadi, tampaknya sekarang giliran kami.
Bagaimana kita harus menanggapi?
Biar kupikirkan dulu.
Sungguh menakjubkan betapa kebodohan seperti ini bisa terus berlangsung.
Ini gara-gara yang dilakukan Klan Sengoku itu.
- Katakanlah apa maumu, itu suatu kesalahan. - Aku tidak setuju, Yazaki.
- Itu tidak selalu benar. - Mengapa tidak?
Orang yang pergi ke kediaman Sengoku itu benar-benar ingin mengakhiri hidupnya.
Tidak ada yang tidak terhormat tentang niatnya.
Justru karena mereka tersentuh oleh ketulusan hatinya,
Klan Sengoku memutuskan untuk mempekerjakannya sebagai punggawa.
Itu bagus. Mereka membuat keputusan yang tepat dalam kasus itu.
Masalahnya,
adalah peniru tak tahu malu yang kemudian mengikutinya.
Mereka tidak memiliki niat apapun untuk melakukan harakiri,
tapi hanya sekedar melukai diri sedikit untuk mendapatkan makanan dan pakaian,
mereka muncul di gerbang kita, mempraktekan pemerasan terselubung.
Kita tidak bisa membiarkan dia untuk bunuh diri di halaman kita.
Satu-satunya pilihan kita adalah mengikuti contoh klan lainnya:
memberinya bantuan sekedarnya, dan meminta dia untuk pergi.
Tidak.
Itu tidak akan dilakukan.
Jika kita memberinya uang, dan menyuruh dia pergi,
yang lain akan mengikuti perbuatannya.
Satu demi satu,
seperti semut mendatangi gundukan gula.
Sejak Pertempuran Sekigahara,
Edo telah dibanjiri ronin - samurai tak bertuan.
Mereka seperti anjing-anjing liar berkeliling mencari mangsa.
Pikirkan apa nanti kata orang.
"Istana Iyi telah melunak seperti yang lain.
Dulu semua punya harga diri, sehingga para ronin menghindari gerbang ini.
Tapi lihat apa yang mereka lakukan sekarang.
Mereka membanggakan keahlian bela diri mereka,
tapi ini adalah masa damai,
sehingga mereka hanya hidup dalam mimpi masa lalu."
Apakah kau mau obrolan menggelikan seperti ini...
...menyebar ke seluruh Edo?
Terutama ketika sang Lord sedang tidak berada di wilayahnya.
Dalam situasi apapun kita tidak boleh membiarkan
nama junjungan jika tercemar selama beliau pergi.
Memberinya uang dan meminta dia untuk pergi -
itu tidak boleh terjadi di sini.
Dia tidak terlihat punya niat sedikitpun untuk bunuh diri,
namun ia berbicara tentang kehormatan harakiri.
Penasihat!
Jika aku boleh...
Maaf telah membuatmu menunggu.
Aku Umenosuke Kawabe, anggota pengawal Lord Iyi.
Namaku Motome Chijiiwa, ronin dari Hiroshima.
Silakan ikut aku.
Maaf?
Aku menunjukkan arah ke kamar mandi.
Karena Lord Iyi pada saat ini sedang tidak di tempat,
Penasihat Senior Saito akan menyampaikan permintaanmu ke putra Lord, Bennosuke.
Dia sangat terkesan dengan tekadmu,
dan meminta segara dilakukan pertemuan denganmu.
Aku akan menghadap Tuan Bennosuke?
Itu benar.
Tapi, maaf, tidak dengan pakaianmu itu.
Saat kau menyegarkan diri di kamar mandi,
kami akan menyiapkan jubah baru untukmu.
Aku ikut saja.
Anda sangat baik.
Aku pasti bermimpi.
Ini sangat ...
...tak terduga.
Hampir -
Maafkan aku.
Maaf telah membuatmu menunggu begitu lama.
Aku harus memintamu berganti pakaian lagi.
Jubahmu.
Ada yang salah?
Bagaimana tentang pertemuanku dengan Tuan Bennosuke?
Tadi aku diberitahu, akan ada pertemuan.
Sepertinya tidak begitu.
- Kau pasti telah salah paham. - Tidak, aku yakin.
Itu pemberitahuan yang aku terima dari Umenosuke Kawabet.
Kawabe?
Karena kau menyebut itu...
Ya, pasti begitu.
Jadi, aku tidak salah?
Ya, aku mengerti.
Ketika Penasihat Senior Saito menyampaikan keinginanmu..
...kepada Tuan Bennosuke,
dia bilang saat ini sangat jarang ada orang yang menjunjung tinggi kehormatan.
"Aku ingin menjadikan orang ini sebagai punggawa kita, "katanya.
"Tetapi ketika seorang pria menyatakan ingin merobek perutnya,
itu pasti datang dari hati yang paling mendalam. "
"Aku yakin itu tidak akan ada gunanya untuk mencoba membujuknya.
Penuhi keinginannya.
Meskipun aku ingin bertemu yang penuh keberanian dan kehormatan itu,
dan mengatakan padanya betapa aku mengagumi tujuannya,
sayangnya aku harus pergi ke ke kediaman Lord Doi saat ini.
Layani dia sebaik-baiknya,
No comments yet. Be the first to leave one.