ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Jika kau beruntung, akan ada anjing yang akan kau kenal....
mencuri hatimu dan mengubah segalanya.
Tak kusangka kalau aku berhasil.
Tak kusangka aku berhasil sejauh ini.
Tak bermaksud apa-apa, tapi aku harus lakukan.
Dan aku harus terus berlari.
Semalam, aku bebas.
Pagi hari, siapa yang tahu di mana aku.
Aku takut, tapi aku bebas!
Lari, lari, lari, cepat lari.
Abaikan semuanya dan terbanglah.
Secepat mungkin, jangan ragu.
Lari, lari, lari, jangan takut.
Yang ada disekelilingmu adalah keluaran baru, jadi terimalah.
Siapa tahu kau akan temukan.
Siapa tahu kau akan temukan.
Di luar sangat terang, tidak seperti saat aku ditawan di dalam.
Ini luar biasa!
Lari, lari, lari, cepat lari.
Abaikan semuanya dan terbanglah.
Secepat mungkin, jangan ragu.
Lari, lari, lari, jangan takut.
Yang ada disekelilingmu adalah keluaran baru, jadi terimalah.
Siapa tahu kau akan temukan.
Aku tak sangka aku bebas.
Tak kusangka kalau aku berhasil.
Aku harus terus berjalan.
Terus saja.
Semalam, aku bebas.
Pagi hari, siapa yang tahu di mana aku.
Aku takut, tapi aku bebas!
Hei, anjing... berhenti!
Akhirnya, aku bebas.
Sekarang aku bebas.
Siapa yang tahu di mana aku.
Sebelum nasib sial menimpa, seseorang akan mengulasnya lebih dulu.
Namaku Dharma.
Aku bangun sebelum alarm berbunyi.
Tapi, menyerang setiap hari.
Dan aku balas.
Ibuku selalu bilang...
Apa yang kau impikan saat fajar, akan menjadi kenyataan.
Menurutku, aku benar. Persepsi orang tentangku salah.
Halo Pak. Aku dari Perusahaan Spencer 4G.
Kami ada penawaran Internet terbaru 4G. Boleh aku..
Aku sudah punya.
Sampah seseorang adalah harta bagi yang lain.
Sialan! Bannya kempes lagi!
Ada apa, Pak Krupakar?
Kayaknya ada masalah di rumah tadi malam ya?
Saat kau sudah berkeluarga, itu sudah lumrah, kan?
Satu-satunya cara bebas dari masalah adalah menjalani kehidupan sendiri.
Apa dia ada masalah karena kehidupanku yang nyaman?
Atau apa dia ada masalah karena dia sudah berkeluarga?
Aku masih belum mengerti.
Bukan karena aku tak mampu.
Aku cuma tak ada waktu.
Aku jarang bergaul dengan orang-orang.
Tapi, selalu ada orang di belakangku.
Dharma...
Ini Uttam. Uttam, ini Pak Dharma. Dia akan melatihmu.
Dia karyawan terbaik disini, oke? Dharma, kau mau melatihnya apa?
Pertama aku akan melatihnya ketepatan waktu.
Terbiasalah dengan Dharma, oke? Lakukan yang terbaik.
Pak, banku kempes. Tak ada yang mau berikan tumpangan.
Bahkan ada idiot acungkan jari padaku!
Situasiku...
Apa? Dia? Betulkah?
Kenapa bisa dia jadi pelatihmu?
Kenapa? Memang gak boleh?
Pak Murali bilang dia karyawan terbaik.
Karena dia tak pernah cuti dan bekerja setahun penuh,
dia dijadikan sebagai karyawan terbaik?
Belum ada istri atau anak. Tidak pernah memikirkan siapa pun.
Jika bukan pabrik, kemana lagi dia akan pergi?
Jika dia berkeluarga, dia akan sadar akan kenyataan.
Karyawan terbaik, apaan!
Sepertinya mereka bukan sahabat karib, kan?
Dia tak punya teman di sini.
Mengaku dirinya sebagai teladan,
sudah lebih dari 3 tahun Krupakar belum dipromosikan...
makanya dia cemburu pada Dharma.
Seperti kubilang,
selalu saja ada orang...
di belakangku.
Yang sering menjelekkanku.
Dharma sudah datang.
Jangan ganggu, kakek!
Hei Batani, kau tidak mengerti!
Dia tak berguna! Setidaknya biarkan dia tahu.
Hei, Dharma!
Bukankah kau juga dari kampung sini?
Ada idiot mendistribusikan TV di daerah kita!
Mana bisa aku mengajar musik dengan speaker yang menggelegar!
Dia adakan orkestra malam ini. Ikutlah bersama kami.
Aku tak tertarik ikut denganmu.
Hei! Aku tak memintamu menonton orkestra-nya.
Cuma memintamu bergabung dengan kami menghadapi dia.
Ayo, kita hajar dia!
Saat ada yang meminta bantuanku, aku tak pernah menyetujuinya.
Justru memarahinya.
Bukankah kehidupanku bahagia tanpa bantuan siapa pun?
Aku senang.
Pergilah!
Ikutlah dengan kami kakak.
Aku tidak mau, pergilah.
Dia tak mau bangun, Ibu!
Bukannya kau sudah tahu dia gak mau ikut?
Bersiaplah.
Sudah kau ambil semua alat musik, sayang?
Sudah.
Dharani, bawalah ini ke mobil.
Bentar!
Dharma, Ibu sudah siapkan sarapan. Makanlah.
Baik, ibu.
Dan jangan minum air es. Munumlah air hangat.
Oke!
Aku datang!
Matikan TV jika ada petir.
Ayo.
Kakak! Nanti kami akan makan es krim. Tapi kami tak mau membawakanmu.
Dadaah!
Kenapa anak-anak buang sampah sembarangan?
Itu bukan ulah anak-anak. Tapi anjing liar.
Ya Tuhan! Lihatlah kekacauan yang dibuatnya!
- Hei Rajat! Aku datang! - Adi...
Ayo.
Makanlah.
Tidak.
Adi, makanlah. Jika tidak, paman Hitler akan membawamu.
Halo, Pak. Aku dari Perusahaan Spencer 4G.
Shantamma, anakku lulus ujian berkat doaku.
Tuhan akan kabulkan jika memintanya bersungguh-sungguh.
Apa hebatnya Tuhan memberimu sesuatu setelah memintanya?
Tak perlu memohon padanya.
Setelah mengambil semuanya, bagaimana dia akan mengembalikannya?
Nenek, jika putramu menelepon dari Amerika, suruh dia belikan ponsel.
Aku muak memperbaiki telepon koin ini.
Ya, baiklah.
Dia tak pernah menelepon orang tuanya,
tapi aku yakin dia akan kirimkan ponsel!
Jangan pedulikan dia.
Sudah bagus?
Ya.
Beri aku sebungkus rokok.
Kenapa, nak? Kau tak lihat gambar di bungkusnya?
Aku meminta rokokmu. Bukan nasihat. Berikan 2 idli.
Kau mau tutup tokonya? Diam dan berikan yang dia mau.
Anakku, jangan selalu berdebat dengan istriku.
Menikahlah, kau bisa berdebat dengan istrimu.
Cepatlah.
Sabarlah nak. Kuhangatkan dulu.
Pak Dharma, kau mau ke bhajan malam ini?
Aku cuma beli 2 idlis.
Selamat pagi, Pak
Cuma 2 idlis.
Baiklah, nak.
Rumah. Pabrik. Perkelahian. Idli. Rokok. Bir.
Itulah tujuan hidupku.
Tidak ada yang menarik.
Cepatlah. Dharma sendirian di rumah.
Sialan hujan!
Dia pasti nonton TV. Jangan khawatir.
Bagaimana Es krimnya, enak?
Enak, Papa!
Ada 5 es krim.
Satu buat Ibu, satu buat kakak. Tidak ada buat Pappa.
Dan 3 untukku, oke?
Janji?
Ya.
Katakan dengan keras!
Janji...
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Pergilah!
Koran!
Pergi!
Paman...
Bola-nya.
Beritahu ayah paman Hitler bakar bolanya.
Hei Dharma, ada sarapan hangat di rumah. Ayo makan.
Tidak ada musibah yang lebih besar dibanding kelaparan.
Bukankah sudah kukatakan soal musibah tak menemukan makanan?
Sekarang ada musibah yang lebih besar yang menantiku.
Kenapa anjing ini mengikutiku?
Jika dia masuk kerumah, aku akan mengusirnya!
Ya Tuhan! Vicky terluka!
Cepatlah!
Apa yang terjadi Vicky?
Motor itu harus dikendarai dengan dua roda.
Lah' kan motornya beroda dua, paman!
Benar. Berkendaralah dengan 2 roda.
Jika kau bekendara begini,
inilah yang terjadi.
Kenapa kau memarahi anakku? Ini semua salah anjing itu!
Oke. Haruskah kita bawa ke rumah sakit?
Tak usah, paman.
Anjing liar ini sudah sangat berbahaya!
Dan sudah buat kekacauan di tempat ini.
Ya.
Anjing ini layak mendapatkanya.
No comments yet. Be the first to leave one.