ആദ്യത്തെ 189 വരികൾ.
PANTASKAH AKU DI SINI?
Di kerja sambilan kemarin.
Aku ingin dengar sekali lagi.
Aku tak bisa menjawab perasaan Tamon-kun dan akibatnya...
Sebenarnya kau menganggapku menjijikkan, kan?
...berakhir seperti ini.
SAMPAH
Fukuhara-sama.
Yang harus Tamon-kun buang itu rasa tidak percaya dirinya!
SAMPAH
Melihatmu bersikap seperti biasa saja, membuatku sulit melepaskannya.
Aku mohon, jangan panik cuma karena perkataan satu orang fan!
Jangan bilang "cuma" seperti itu!
Mereka semua itu penting.
KYUN
Maaf, aku terus teledor dan membahas soal diriku sendiri.
Tidak apa-apa.
Kinoshita-san, hari ini pun kau sehat?
Sehat.
Syukurlah.
KYUN
Tenangkan diri! Lakukan sesuatu!
Aku merasa setiap perkataanmu itu benar.
Aku juga paham kau menjaga jarak itu demi aku.
Meski begitu, tetap saja aku...
Jaga jarak!
...agak sedikit kesepian.
Sekarang, kau adalah orang yang paling dekat denganku.
Mau bagaimanapun, aku ini cuma fan.
Yang utama itu mimpi dia.
Meski dia bilang kesepian dan aku paham,
aku tak bisa membalas perasaannya.
JAGA JARAK
Ini rumit.
Beri aku sedikit waktu.
Sekarang, pikiranku sedang kacau.
Aku sendiri tidak yakin apa yang kupikirkan.
Sebelum semuanya jelas, aku tak ingin sembarangan membalasnya.
Gawat...
Diriku yang memuja Tamon-kun seperti dewa
dan diriku yang sadar kalau sekarang aku orang yang paling dekat dengannya.
Sedang bimbang di antara dua hal itu.
Maaf.
Aku sadar belum kenal sama sekali tentangmu.
Lalu, aku malah memaksakan ingin lebih mengenalmu lagi.
Maafkan aku karena sudah mengabaikan perasaanmu.
Aku akan menunggu.
Karena kalau kau sampai membenciku, itu akan menyakitkan.
Kalian berdua itu pacaran?
Natsuki-kun, sejak kapan kau ada di sini?
Sejak di bagian "Yang boleh dibuang" dan seterusnya.
- Dia hampir dengar semuanya! - Begitu.
Kau boleh juga, ya. Sudah berapa lama?
Sekitar tiga bulan.
Bukan begitu! Maksudnya aku sebagai pengurus rumahnya!
Tak akan kubocorkan.
Sudah kubilang bukan begitu!
Hari ini kau ada perlu apa?
Listrikku diputus, pinjamkan aku kamar.
NUNGGAK
Nunggak?
Tempat ditanggung agensi,
tapi listrik dan air bayar sendiri. Begitu.
Begitu, ya?
Bukankah kau harusnya bekerja?
Oh, iya, barusan kau lihat hal yang aneh, ya?
Lupakan saja.
Hal yang aneh?
Ishibashi-san sempat dikira orang mencurigakan di dekat sekolah kami.
Sampai begitu?
Tapi tidak jadi masalah besar, jangan cemas.
Ternyata mantan pacar Natsuki-kun itu Asuka-sensei.
Tapi, tingkah mereka memang aneh.
Catat.
Ini pemandangan langka dia sedang menggubah lagu.
Aku juga baru pertama kali lihat.
Keren, ya.
Bangun!
Ogah, masih capek! Ribet!
Apa? Bagaimana lagunya?
Jadi, kok. Sebentar lagi jadi.
Bangun!
Aura gelap yang beda dari Suramhara.
Bagaimana kalau kau saja yang gubah?
Kalau pakai mode periangmu, mungkin bisa.
Merobek tisu toilet tepat di garisnya saja aku tak bisa,
mustahil aku bisa melakukan hal rumit seperti menggubah lagu!
Apa kau tertarik?
Tidak sepenuhnya, tapi aku suka musik.
Begitu! Menggubah lagu itu keren, lo!
Kedengarannya tidak meyakinkan.
Lagi pula, kenapa kau kabur lagi?
Padahal sebelumnya semangat.
Benar juga. Aku merasa...
sudah merusak hidup orang lain.
Aku berpikir apa aku pantas menggubah lagu penyemangat?
Begini, mantan pacarku...
Aku pernah menghancurkan hidup Asuka sekali.
Capek. Hari ini juga dingin, kalau tidur begini, mungkin aku mati kedinginan.
Yah, tapi aku tak ada kegiatan lain.
Ini. Tip untukmu.
Aku mau dakgalbi.
Jangan ngeluh!
Kau masih SMP, mau sampai kapan tak pulang ke rumah? Cerita.
Pulang pun orang tuaku tidak ada.
Terus kau tidur di mana?
Kadang di tempat kenalan, di kafe manga, atau tempat semacamnya.
Di tempat begitu? Terus uangmu?
Dapat dari ini.
Terima kasih! Kalau begitu, aku akan nyanyikan satu lagu!
Orang tuaku sama sekali tidak tertarik padaku.
Sekeras dan apa pun usahaku, mereka tak pernah melihat ke arahku.
Karena itu, aku jadi kacau kalau berusaha melakukan sesuatu.
Bocah itu wajahnya imut!
Iya, dia mirip cewek!
Asuka siswi SMA yang dua tahun lebih tua dariku.
Dia sering bawa takoyaki dan bilang itu pengganti tip untukku.
Ini, tip untukmu!
Kenapa tiap malam datang kemari? Kau suka padaku?
Tidak. Mukamu murung dan tak acuh.
Wajahmu mungkin bagus, tapi tipeku wajah lain.
Tapi aku suka nyanyianmu.
Kau sendiri, banyak mengeluh tapi tetap menungguku tiap malam.
Kau suka padaku?
Tidak! Kau cerewet dan terlalu banyak ikut campur!
Hah? Kembalikan takoyakiku!
Ogah.
Tapi, melihatmu berusaha itu keren.
Aku tak bisa melakukan itu.
KOMPETISI JUDO
Dalam banyak hal, kami sangat berbanding terbalik.
Tapi entah kenapa, kami jadi akrab.
Bukannya kau ingin jadi penyanyi?
Sudak kubilang, aku suka musik,
tapi itu cuma buat cari uang harian.
Hampir mustahil aku jadi penyanyi.
Yang berhasil cuma segelintir orang.
Apa rencanamu setelah lulus SMP?
TOKO TAKOYAKI
Yah, mungkin cari kerja seadanya.
Kalau begitu, kerja di tempatku.
Ayah!
Kebetulan niatku mau cari karyawan, tapi kau cekatan, jadi kami menyambutmu!
Begini?
Iya, kelihatannya enak!
Hebat!
Maaf menunggu!
Bang, mukamu lucu, ya!
Aku pulang! Pesan satu takoyaki keju!
KOMPETISI JUDO WILAYAH KANSAI
Kau pasti bisa, Asuka!
Kau mungkin menganggapku seperti adik. Tapi bagiku tidak.
Aku ingin kau jadi pacarku.
Iya!
AUDISI GAGAL
Bagaimana?
Gagal lagi.
Masih ada kesempatan.
Jangan anggap aku seperti bocah. Kalau kau?
Aku lolos turnamen Kansai!
Ayo kita pesta!
Itu lagu gubahanmu?
Bukan, ini lagu cover.
Kalau aku menang di Inter High, buatkan aku lagi asli!
Kenapa?
Kau bilang ingin menggubah lagu! Boleh, kan?
- Kami ingin dengar! - Kami ingin dengar!
- Kami ingin dengar! - Kami ingin dengar!
- Kami ingin dengar! - Kami ingin dengar!
Yah, boleh.
Aku juga akan berusaha.
Saat bersama Asuka, aku merasa jadi ingin sungguh-sungguh melakukan sesuatu.
ANDA TERPILIH UNTUK MAJU KE PENILAIAN AKHIR
- Hore! - Hore! Kau hebat, Natsuki!
Tabungan upahku terkumpul. Aku ingin beli hadiah ulang tahun untuk Asuka.
Natsuki.
Ayah?
Kau baik-baik saja?
Kenapa kau ke sini?
Aku sedang audisi, hasilnya cukup bagus
- dan minggu depan babak final. - Mana uangnya?
Kau sudah kerja, kan? Bagi sebagian uangmu ke rumah.
Dasar sampah.
Kau bicara begitu pada siapa? Hah?
Hentikan! Ini...
untuk Asuka!
Kau tak apa, Natsuki?
Asu...
Kau tak terluka?
No comments yet. Be the first to leave one.