ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Pasta, jika kau suka, rigotani matrichana sangat enak...
Apa, "casa" apa? Apa?
- Saus apa untuk ikannya? - Apa? Ikan apa?
Dia bahkan tak menyebutkan ikan. Tak ada ikan.
Yang kau sebutkan kedua adalah ikan?
Benar, ikan "pes espada".
Aku akan pesan yang pertama kau ucapkan.
Ya. Mucatene matrichana.
Baiklah, dan aku mau pesan yang kedua.
Terima kasih.
Mereka harusnya menuliskannya.
- Aku tak tahu dia bilang apa. - Entah apa yang kita pesan.
Tebak apa yang akan terjadi, dalam beberapa bulan.
Aku yakin kau sudah tahu. Hari jadi kita.
- Hari jadi ke-10. - Sepuluh tahun.
Astaga, tidak terasa, 'kan?
Dengar, aku tahu yang kumau.
Aku mau...
Tolong tetap berpikiran terbuka. Kau ingat...
Apa pernah tertutup?
Sekali saja, apa pernah tertutup untuk apa pun?
Baiklah.
Aku mau kita memperbarui janji pernikahan kita...
Lalu mengadakan resepsi pernikahan sungguhan.
Baiklah.
- Ya. - Kau serius?
- Jangan besar, kecil saja. - Tidak, ya.
Ya, beberapa teman, keluarga, yang seperti itu.
Astaga, aku tak percaya kau setuju.
- Kau membuatnya penting... - Aku...
Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya, tapi terima kasih.
Kupikir itu akan menjadi pertengkaran besar.
Sekarang mari bicarakan tentang hadiah hari jadi kesepuluhku.
Baiklah. Kau mau apa?
Aku yakin, hadiahku sudah lebih dulu disetujui.
- Benarkah? - Ya.
- Tidak, kau tak tahu? - Tidak. Apa yang kau bicarakan?
- Kita sudah membicarakannya? - Di sini, di restoran ini.
- Benarkah? - 10 tahun lalu, sebelum menikah.
Di bangku ini. Bangku yang sama.
Aku merasa seperti kita sudah menikah.
Kita hanya membuatnya sah. Ini hanya akan...
Kau tahu, tetap dan...
Lalu teman-temanku, berpikir kalau aku gila.
- Tapi aku memang gila, aku hanya... - Mereka begitu? Beraninya...
Itu menurutku.
- Karena ini, aku... - Teman mana yang berpikir kau gila?
Aku tak ingin menyebut nama, tapi ini berhasil, 'kan?
Siapa, Julie? Dia pikir kau gila?
Aku hanya berpikir kita harus menjadi keluarga.
Kita harus berbagi nama belakang yang sama.
Aku ingin menjadi Cheryl David.
David? Kenapa kau ingin menjadi David?
- Aku ingin menjadi istrimu. - Menjadi David...
Tak sama dengan menjadi milik David.
Aku tak ingin menjadi David. Aku harus menjadi David.
Tapi jika kau tak harus jadi David, kenapa harus jadi David?
Aku merasa harus menjadi seorang David.
Apa kau khawatir tentang...
Tidak bisa bercinta dengan orang lain seumur hidupmu?
Apa itu yang kau khawatirkan?
- Kenapa kau berpikir begitu? Tidak. - Karena, kau tahu?
Baiklah. Bagaimana jika...
Jika kita menikah sekarang, saat ini juga...
Untuk hari jadi kita yang ke-10...
Kau boleh bercinta dengan orang lain.
Apa?
Jika itu yang menahanmu, mari lakukan itu.
Yang benar saja...
Kau tak akan membiarkanku melakukan itu.
- Apa maksudmu mengatakan itu? - Aku akan mengizinkannya.
Hanya bercinta, sekali.
Itu bukan masalah besar.
Kau benar.
- Aku tak percaya, kau mengingatnya. - Ya, aku ingat.
- Kau punya ingatan yang bagus. - Untuk beberapa hal.
- Ya... - Ya. Untuk beberapa hal.
Baiklah, kalau begitu...
Aku bilang, kau boleh bercinta dengan seseorang.
Kau harus melakukannya di hari jadi kita yang ke-10.
Aku hanya bercanda. Aku tak akan melakukannya.
Tidak. Kau harus lakukan.
Aku mengatakannya, 10 tahun lalu. Kau harus...
Kau harus keluar dan bercinta dengan seseorang.
- Tidak. Ini menyenangkan, tapi... - Tidak.
Terima kasih, itu manis. Manis karena kau mau.
- Aku bersikeras. - Kau ingin menepati janjimu.
Tidak. Karena jika kau pikir bisa bercinta dengan orang lain...
Kau harus lakukan itu.
Apa maksudnya itu?
Apa maksudmu? Hei, Nona.
Aku Larry David dan istriku bilang...
Aku boleh bercinta dengan seseorang malam ini.
Pertama, aku merasa terhina.
- Benarkah? - Bahkan jika aku mau...
- Kau pikir aku tak mampu? - Tidak, kurasa kau tak mampu.
Baiklah. Kupikir kau tak bisa.
Karena itu. Kupikir kau...
Jadi, jika aku melakukannya, agar tak ada kesalahpahaman...
Kau mengizinkannya?
Jika kau menemukan seseorang, dan mengatakan...
Aku tak ingin mendengar tangisan setelah itu.
Lalu mengatakan, "Aku tak percaya kau melakukannya.
- Kenapa kau melakukannya?" - Aku tak akan menangis.
Astaga, baiklah. Terima kasih.
Terima kasih untuk hadiah hari jadi kesepuluhku.
- Sama-sama. - Berapa lama harus kulakukan?
Hingga hari jadi kita.
Dan selesai.
Semoga beruntung.
Kuharap Jeff akan ada di pesta karaoke untuk ini.
Aku punya banyak hal yang ingin diceritakan pada anak muda itu.
Dengar, mungkin kita harus melewatkan pesta karaoke itu.
Kenapa kau ingin melewatkan karaoke?
Itu mengerikan. Kenapa kita tidak...
Kenapa kita tidak pulang saja?
Aku akan membuatnya sepadan untukmu.
Aku ingin pergi ke tempat karaoke.
Astaga.
Di saat yang tepat.
Aku menemukanmu di saat yang tepat.
Sebelum kau datang, waktuku...
Kau tahu pria menikah di mana pun...
Itu impian mereka...
Saat istri mereka mengatakan, "Ayo, lakukan."
Apa yang dilakukan Mel di sini?
Frank membintangi dua filmnya. Kau tak tahu?
- Ya. - Mereka teman lama.
Aku sudah melalui semua jalan kehidupan.
Tak punya tujuan.
Ini hebat.
- Kau dapat izin. Ayolah, Kawan. - Dia menantang untuk melakukannya.
- Kalau begitu, lakukan. - Dia menertawakanku.
Kau harus melakukannya, Kawan.
Dengan siapa aku harus melakukannya?
Entah, pasti ada seseorang yang kau pikirkan.
- Kita semua punya... - Tidak berarti...
Aku bisa mendekati mereka, dan melakukan apa pun. Aku...
- Tapi sekarang kau dapat izin. - Aku paling tak bisa lakukan ini.
Hal ini, dan menggambar.
Ini hal besar untuk dilakukan. Bagaimana aku melakukannya?
Menurutmu aku bisa melakukannya?
Ya.
- Semangat, Ayah. - Dengan dia.
- Berlatih. Mulai, pergilah. - Baik. Ya.
- Kau mau lihat aku canggung? - Aku ingin lihat kau canggung.
- Kau ingin melihat ini? - Pergilah, bergerak.
Tunjukkan padaku, berlatihlah. Aku akan mengawasi.
Lakukanlah.
- Kau suka karaoke? - Ya.
Bagus. Kegiatan di malam hari. Tak ada kegiatan di malam hari.
Kau akan lakukan apa di malam hari? Bermain boling, nonton film.
Ini seperti hal ke-3 yang bisa dilakukan setelah boling dan nonton.
Entah kau main boling atau tidak. Aku tak sering main boling.
Tapi itu menyenangkan.
Kau tak bisa menemukan bola, itu masalahnya.
Entah kenapa, mungkin kau punya bola boling.
Aku tak punya.
Seumur hidupku, tiap kali di arena boling...
Masukkan jariku di lubang-lubang, mengangkat bola.
Kau harus mendapatkan bolamu sendiri.
Aku tak terlalu sering main boling hingga harus punya bola sendiri.
Butuh banyak ruang di rumah.
Kau terus melihatnya di lemari, dan berpikir...
"Apa yang akan kulakukan dengan bola boling?
Kau bahkan tak main boling."
Kau mengerti maksudku? Jadi, kau tak menyingkirkan bolanya.
Bagaimana kau menyingkirkan bola boling?
Pikirkan itu.
Kepada siapa kau akan memberikan bola boling?
Tak ada yang bermain boling.
Benda itu hanya pas di jarimu.
Kau membuang bola boling ke tempat sampah...
Kau tahu apa yang akan dilakukan tukang sampah?
Dia akan mengetuk pintumu. Dia akan bingung seperti itu.
Dia akan bilang, "Siapa yang buang bola boling ke tempat sampah?"
Baiklah.
Aku tinggal di kota ini.
Kau mengubah hidupku yang sepi.
Bagaimana?
Hari keberuntungan itu.
Hidupku yang sepi, hari keberuntungan itu.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Ayo, Semuanya. Tepuk tangan untuk Mel Brooks.
Hebat sekali!
Itu luar biasa.
Bagus, siapa selanjutnya? Siapa? Hei, Larry David.
- Yang benar saja. - Apa pendapatmu, Larry?
Bisakah kau naik ke panggung dan menyanyikan satu lagu?
- Ayolah, Larry. - Kau pasti bercanda. Kau gila?
Tolong hentikan. Kalian, yang benar saja.
Aku? Tidak, aku tak bisa.
- Baiklah. - Jangan malu.
Diamlah. Yang benar saja.
Baiklah.
Baiklah.
Aku jauh darimu sekian lama.
Tak pernah terpikir aku akan sangat merindukanmu.
Bagaimanapun, aku merasa cintamu nyata.
Swanee, kau memanggilku sungai gilamu.
No comments yet. Be the first to leave one.