ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Baiklah. Agen?
Bu, Agen Hightower.
Baik. Unit Narkotika butuh info intelijen di toko obat, barat daya.
- Kubilang bisa tugaskan kalian. - Baik, akan kami kerjakan.
Van Pelt dan Cho.
Apa tugasnya?
Aku tak percaya ada info penting di sini.
Sebaiknya ada, bungkusan ini menetes di kakiku.
- Hightower tahu soalku dan Rigsby. - Aku sudah tahu itu.
- Dia tahu, kenapa belum bicara? - Entahlah.
- Apa kau bisa menebaknya? - Aku tak ingin.
Aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Itu akan memberimu banyak masalah.
Apa kalian bisa bantu aku?
- Apa yang terjadi denganmu? - Aku kehilangan sepatuku.
- Bisa beri tahu aku ada di mana? - Aku akan laporkan ini.
- Bu, kau baik-baik saja? - Baik.
Baik, kami akan segera mengobatimu. Kemarilah dan duduk.
- Baik. - Siapa namamu?
Bu?
Grace.
Katanya dia tak ingat dirinya, asalnya atau apa yang terjadi.
Tak ada KTP, tak ada apa pun mengenai dirinya.
- Di mana Lisbon? - Dia sedang dalam perjalanan.
Kata paramedis pelurunya hanya menggores kepala korban.
Kita tanya saja, sepatunya hilang, jadi TKP-nya pasti tak jauh.
Pemikiran yang bagus.
Jadi, kita harus menunggu Lisbon atau...
- Aku Patrick Jane, apa kabarmu? - Kepalaku sakit.
Aku tak ingat siapa diriku.
Pegang tanganku.
Aku akan coba kurangi rasa sakitmu.
Konsentrasikan sakitmu mengalir dari tanganmu menuju tanganku.
Biarkan itu mengalir seperti air.
Ya, aku bisa merasakannya. Kau bisa rasakan?
- Ya. - Kau merasa sakitnya mengalir?
Rasa sakitmu kini mengalir menjauh.
Katakan siapa namamu.
Jangan berusaha diingat. Biarkan datang sendiri.
- Aku tak bisa ingat. - Baiklah, tak apa-apa.
Apa yang kaulakukan pagi ini sebelum kau terluka?
- Aku tak ingat. - Tak apa-apa, tak usah khawatir.
Malam ini, sebelum temanku menemukanmu, kau melakukan apa?
Aku ada di sebuah ruangan. Dingin sekali.
Apa kau bisa melihat sesuatu?
Terlalu gelap.
Kau duduk di kursi atau terbaring?
- Terbaring. - Di lantai atau ranjang?
Di lantai. Ada tanah dan jerami.
Itu membuatku terbatuk.
- Seperti apa baunya? - Kuda.
Itu bagus sekali. Grace?
- Ya. Kita akan cari sebuah istal. - Ya.
Sepatu wanita itu.
Benar, itu sepatunya.
Teman-teman, ada tombol lampu di sini.
Peluru menyerempet tengkoraknya. Tak sampai meretakkan tulangnya...
Tapi benturan seperti itu, bisa membuat pingsan beberapa saat.
Pelakunya pasti kira dia mati dan membuangnya dengan mayat yang lain.
- Bagaimana dengan amnesianya? - Entah harus bilang apa...
Amnesia yang buruk biasanya pulih seiring dengan waktu.
Tapi entah akan secepat apa.
Yang perlu kaulakukan, fokus pada ratunya saja. Ini dia.
Kau sudah lihat di mana dia.
Ini dia. Sekarang, beri tahu aku...
Di mana ratunya?
Salah. Pria pertama yang kau cium?
- Aku tak tahu. - Apa nama depanmu?
Aku tak tahu. Maaf.
Lihat, ini dia. Dia selalu di sana. Tepat di tengah.
Dan intinya?
Hanya memastikan dia amnesia dan ternyata memang benar.
Sulit untuk berbohong jika kau sedang memikirkan hal lain.
Bagus.
Kami akan periksa data kami tentang orang hilang...
Lalu kami periksa sidik jarimu. Mungkin bisa temukan sesuatu.
Suruh orang mengambil sidik jarinya.
- Agen Hightower? - Selamat pagi, Lisbon.
Aku ingin bertemu denganmu, Van Pelt, dan Rigsby di kantorku.
Sudah lama aku ingin bicarakan ini, tapi banyak sekali urusanku.
Aku jadi tak punya waktu.
Pertama-tama, tak ada sangkalan kalian terlibat hubungan seksual?
- Bukan begitu? - Tak ada, Bu.
Kalian bekerja bersama, perasaan kalian berkembang. Itu tak salah.
Tapi itu melanggar aturan CBI, dan aturan tetap aturan.
Jika kalian ingin tetap bersama, itu pilihan kalian.
Tapi salah satu kalian harus pindah dari unit ini.
Jika ingin tetap di unit ini, kalian tak boleh bersama.
Itu aturannya.
Beri tahu keputusan kalian paling lambat besok.
- Ada pertanyaan? - Tak ada.
Baiklah.
Lisbon, tunggu sebentar.
Kenapa kau tak atasi sendiri situasi ini?
Aku tak akan membela diri...
Aku tahu mereka diam-diam, tapi kau atasan mereka.
Aku berharap kau bekerja lebih baik.
Aku akan menulis surat teguran.
Itu saja. Terima kasih atas waktumu.
Aku tak ingin membicarakannya.
Cho, ada perkembangan apa mengenai korban-korban itu?
Aku sudah memeriksa dua KTP yang ada di TKP.
Janine dan Mitchell Langham dari Chico.
Mereka berusia 50 tahunan. Tanpa sanak di negara bagian ini.
Kata tetangga saat itu mereka jalan kaki di Hutan Kasten State.
Itu 160 km dari tempat mereka ditemukan. Dan korban ketiga?
Sama seperti korban kita, tak ada KTP.
Kata petugas koroner umurnya awal 20 tahunan.
Aku memasukkan sidik jarinya ke sistem.
Van Pelt, keterangan apa yang kau dapat?
- Van Pelt? - Aku akan memeriksanya.
Koroner duga mereka ditembak senapan berkekuatan tinggi.
Pasangan Langham dari jarak dekat.
Korban kita dan lelaki yang belum dikenal dari jarak jauh.
Salah satu pasangan Langham itu punya catatan kriminal?
Tidak.
Kesampingkan dulu pasangan Langham. Kuduga mereka hanya efek samping.
- Tak direncanakan. - Benarkah?
Ya.
Kedua korban pertama ditembak dari jarak jauh. KTP diambil.
Dua korban lainnya ditembak dari dekat, dan KTP tak diambil.
Jelas kedua korban pertama itu adalah targetnya.
Dan pasangan Langham ada di tempat dan waktu yang salah.
Pembunuh itu panik setelah menembak pasangan Langham.
Dia lupa mengambil KTP mereka.
Bahkan dia tak sadar salah satu korban pertamanya hanya terluka.
Ada keterangan mengenai sidik jari korban pria.
Namanya Leonard Railton, orang Amerika pribumi.
Tinggal di daerah reservasi Storm River.
Itu dekat dengan hutan.
Dia sudah sering keluar masuk penjara sejak remaja.
Kebanyakan karena kasus sepele dan beberapa kasus narkoba.
Tak ada keluarga yang terdaftar.
Kontak daruratnya adalah petugas bebas bersyaratnya.
Tunjukkan pada si Jane Doe foto Leonard dan pasangan Langham.
- Siapa tahu ada petunjuk. - Baik.
Kalian periksa rute jalan yang diambil pasangan Langham.
Sepertinya ada sesuatu di sana.
Mari kita bicara kepada petugas bebas bersyarat Railton.
Tak ada gunanya menyembunyikan kekecewaanmu soal Hightower.
Cepat atau lambat kemarahanmu akan meledak.
Jika beruntung, kau akan ada di sebelahku.
Itu yang kukhawatirkan.
- Grace, kau baik-baik saja? - Tentu.
- Tidak. Bagaimana denganmu? - Ini sesuatu yang bagus.
Tak perlu lagi diam-diam. Kita harus putuskan yang dilakukan.
- Kita tahu apa itu? - Mari kita lewati siang hari ini.
Malam ini kita akan bicarakan sambil minum anggur.
Ya, kedengarannya menarik. Aku mencintaimu.
Aku juga.
Kukira Leonard memiliki kesempatan.
Anak pintar. Benar-benar berusaha tak mengulangi kesalahan lama.
Sudah berapa lama kau menjadi petugas bebas bersyaratnya Leonard?
- Sekitar satu tahun lebih. - Ada keluarga yang bisa ditanyai?
Leonard tak memiliki siapa pun.
Tapi ibunya orang indian Shoshone, besar di reservasi.
Karena itu aku harus pindahkan dia ke sana setelah dibebaskan.
Mengapa harus di reservasi?
Leonard butuh orang yang memedulikannya.
Dia bisa dapatkan itu di sana. Itu adalah komunitas kecil.
- Tak terlalu nyaman, tapi akrab. - Kau tinggal di sana?
Klan ayahku berasal dari sana. Aku juga orang Shoshone.
Orang Shoshone beraksen Italia-Irlandia New York.
Jika aku tak salah. Apa aksen itu dari pihak ibumu?
Aku bukan orang pertama yang butuh waktu sadari siapa dirinya.
Ada indikasi lain Leonard lakukan sesuatu yang ilegal?
Tidak. Dia punya beberapa masalah saat-saat pertama di sana, tapi...
6 bulan lalu, dia sudah bisa menyesuaikan diri, dapat pekerjaan.
- Memiliki kekasih. - Siapa namanya?
Derrien Hopwood. Aku pernah bertemu beberapa kali. Tak ada catatan.
Kukira dia pengaruh baik untuknya.
Apa ini orangnya?
- Aku tak kenal wanita ini. - Kau yakin?
- Aku bilang tak kenal. - Baiklah.
Leonard punya teman di reservasi yang bisa kami tanyai?
- Kau ingin pergi ke reservasi? - Ya.
- Apa polisi suku bersama kalian? - Mereka tahu soal investigasi ini.
- Kami akan terus kabari mereka. - Aku harus ikut dengan kalian.
Itu tak perlu.
Sepengetahuan mereka, kalian orang asing yang memakai lencana.
Kalian tak akan dapatkan informasi apa pun.
- Aku akan mengambil mantelku. - Bagus.
Kita memiliki pemandu pribumi.
Janine dan Mitchell Langham. Ingat sesuatu?
Tidak. Aku tak bertemu banyak orang kecuali mereka dalam masalah.
Orang-orang ini terkena masalah.
Pernah ada laporan kejahatan? Pencurian, penyerangan?
Tak ada. Hanya soal rakun, burung, rusa, ular derik, beruang.
Kurasa beruang tak bisa menembak 4 orang dengan senapan besar.
Beruang tak bisa melakukan itu.
Tetangga bilang keluarga Langham melewati jalan setapak Morningstar.
Morningstar bukanlah salah satu jalan setapak yang populer.
Permisi.
Tisdale, siaga satu.
Aku harus pergi ke bukit di sana. Ada masalah penanganan hewan.
Kami harus memeriksa jalan setapak itu.
Jalannya dimulai dari sana. Ikuti saja jalannya.
Jika kalian melihat persimpangan, belok kiri. Paham?
Teruslah berjalan ke kiri. Kalian akan baik-baik saja.
Baik, ke kiri. Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.