ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Tamilnadu, negara bagian yang melarang alkohol, karena kekurangan dana pada tahun 1971,
toko minuman keras dan tuak pun dibuka .
Setelah ini, Tasmac dibentuk pada tahun 1983.
Akhirnya, pemerintah mulai melelang bar tersebut kepada perorangan.
Para politisi dan orang-orang kuat lainnya memenangkan lelang dan mengambil alih kendali bar.
Salah satu bar paling populer di Chennai adalah Bar Royapuram Parvathy.
yang punya GB Guna
..karena rasa hormat dan takut terhadap Guna, tak seoranpun berani melelangnya.
Akibatnya, bar Parvathy berada di tangan Guna selama tujuh tahun.
Sathya yang cemburu,
ingin mengambil alih ketenaran dan kekuasaan Guna dalam semalam.
Sathya dan kerabatnya, Thangadurai memutuskan untuk melelang bar Parvathy.
Baik geng Guna maupun Sathya bertarung di tempat pelelangan.
Pejabat yang frustrasi itu memperingatkan keduanya dan menunda pelelangan selama seminggu.
Malam itu, dengan niat untuk membunuh Guna, Sathya dan Thangadurai memasuki bar Parvathy.
mulai menyerang anak buah Guna.
Saat Guna dikepung dan diserang,
Saala, anak kecil yang bekerja di bar, menyelamatkan Guna.
Guna pun berdiri dan menebas Sathya dan anak buahnya.
Sathya meninggal di tempat.
Thangadurai yang ketakutan dan terluka ,melarikan diri dari bar.
Guna mulai merawat Saala dan Das karena mereka menyelamatkannya.
Nenek Saala yang sakit meninggal dunia.
Guna merawat Saala yang yatim piatu!
Saala memperlakukan Guna seperti adiknya sendiri!
Saala dan Das selalu ada saat Guna menghadapi masalah.
Karena konflik antara Guna dan Sathya, pemerintah menyegel bar Parvathy.
Melihat ini, Guna yang berlinang air mata, hatinya hancur.
Melihat kakaknya menangis,
Saala yang percaya diri mengatakan bahwa pintu bar akan terbuka untuk mereka suatu hari nanti!
Mendengar ini, Guna menatap bar Parvathy dengan penuh harapan!
Setelah kematian Sathya,
Thangadurai mengambil alih bar, kekayaan, dan pengaruhnya.
Thangadurai akhirnya menjadi anggota dewan lingkungan.
Dengan memanfaatkan wewenangnya, ia melelang banyak bar dan mengelolanya.
Dia telah menunggu untuk melelang bar Parvathy sesuai keinginan pamannya,
Dan membunuh Guna dan Saala sesuka hatinya keesokan harinya.
Di sisi lain, Saala,
meskipun melelang dan menjalankan banyak bar bersama Guna,
sedang menunggu bar Parvathy dilelang.
Hingga saat ini, Saala hidup dengan tujuan untuk mengalihkan bar Parvathy atas nama Guna!
Parvati
Hari ini
Pak! Bersihkan semuanya segera.
-Bangun -Hei! Suruh semua orang keluar.
Hei! Semuanya keluar.
-Pergi! Pergi sekarang. -Kau tak mau pergi?
Jangan bawa kotak minumannya.
Tutup pintunya! Kalian semua keluar!
Mengapa?
Pengadilan telah memberikan perintah penutupan bar dan toko anggur ini.
Apa? Menutup bar?
Pak! Tau siapa pemilik bar ini?
Bar Thangam Brother!
Jangan berani-berani mengacaukannya.
-Itu akan menghancurkanmu. -Pak!
Ada perintah pengadilan untuk menutup bar.
Kami sedang melakukan pekerjaan kami.
Apa pun itu, lakukan secara legal.
Hei! Tutup jendelanya !Tutup rapat.
-Keluar! -Pak!
Saudara Thangadurai sedang dalam perjalanan! Mari bicara setelah dia datang.
Suruh saudaramu menyelesaikannya di pengadilan.
Sekarang tutup pintunya.
Tutup!
Hei! Bubar!
Harus aku beritahu satu-satu? Pergilah sekarang.
Ada apa inspektur!
Kau mendapatkan keuntungan besar dari kami,
Tetapi kesetiaanmu ada pada pemerintah.
Tuan!Ada Tahsildhar.
Dia datang atas perintah pengadilan.
Aku tidak bisa apa-apa
Jika aku menentang perintah tersebut,
..mereka akan memecatku!
Jadi, kau akan menutup barku,
Aku harus tetap diam?
Tuan, beri aku waktu satu hari saja.
Aku akan memberimu rincian lengkap orang yang mendapat perintah penangguhan ini.
Bicaralah pada mereka.
Jika dia tak mau, bunuh saja dia dan buka barnya.
-Kau punya waktu 24 jam! -Baik, Tuan.
Apa yang terjadi, Bung?
Kau makan lebih sedikit dari biasanya.
Ada yang menaruh pandangan jahatnya padamu.
Kita harus memberitahu Big Brother dan menangkal mantra jahat itu.
Poster penawaran Bar kita sudah siap.
Jika kau setuju, kami akan tempelin di seluruh area.
Penawaran eksklusif pertengahan tahun dari Nayanthara Wines
Penawaran pertama.
Bagi mereka yang minum lebih dari 360ml sehari,
kami akan mengundi dan memberikan hadiah spesial seperti tv, kulkas, mesin cuci.
Penawaran kedua.
Mereka yang minum karena kegagalan cinta, masalah keluarga dan kesulitan keuangan,
kami akan memberikan konseling.
Penawaran ketiga.
Meskipun kau ingin minum, apakah kau kekurangan uang?
Penawaran menarik!
Bawalah produk-produk lama yang sudah terpakai dari rumahmu.
Berikan kepada kami dan dapatkan minuman berkualitas.
Demi kepentingan publik, saudara-saudara terhormat GB Guna , Saala dan Das.
Sempurna!
- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!
-Pendapatan dari Alkohol! -Siapa itu?
-Siapa lagi! Pasti guru yang tak berguna itu! -Memalukan bagi pemerintah!
Dia pasti akan memulai protes baru. Ayo!
Mari kita nyalakan petasan.
-Pendapatan bagi Pemerintah -Ranjang kematian bagi rakyat!
-Pendapatan bagi Pemerintah -Ranjang kematian bagi rakyat!
- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!
-Pendapatan dari minuman keras! -Aib bagi pemerintah!
-Pendapatan dari minuman keras! -Aib bagi pemerintah!
- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!
Apa masalahmu?
Membuat keributan di pagi hari!
Dalam radius satu kilometer dari sekolah, kuil, dan rumah sakit,
Toko anggur tak dapat beroperasi, itu aturanya.
Tetapi toko anggurmu terletak 400 meter dari sekolah kami.
Tunggu! Tunggu! Kenapa pergi lewat jalan utama Royapuram?
Seharusnya jangan ambil jalan itu, sayang!
Pertama ke Kasimedu, kemudian ke Thandayarpettai..
dan lewat sini melalui jalan utama Thiruvatriyur. Jaraknya 6 kilometer.
Karena, sudah 15 hari sejak kami menutup pintu depan bar dan membuka pintu belakang.
Pengadilan membuat hukum untuk melindungi rakyat.
Tetapi orang-orang sepertimu dengan mudah menghancurkannya karena alasan egoismu.
Kau tak peduli dengan orang-orang yang menghabiskan seluruh penghasilan mereka
di toko anggurmu dan tertidur di jalan.
Begitu pula keluarganya yang hidup dengan satu kali makan sehari.
Hei! Aku beri kalian waktu 5 menit. Kalian semua harus bubar dari sini.
Atau aku akan laporin dan meminta mereka menahanmu selama 15 hari.
Pasal KUHP tak mengizinkan siapa pun menangkap pengunjuk rasa damai.
Namun tak seorang pun di antara kalian yang protes secara damai!
Lihat! Kau telah memecahkan kaca bajaj ini.
-Kau juga memecahkan kaca bajaj itu! -Lihat ke sana!
Panggil polisi, sobat!
Dengar Punitha! Aku rasa ini tak akan berhasil!
Kau tahu betul! Adikku akan menikah besok!
Tidak baik berurusan dengan polisi atau pengadilan. Ayo! Bubar saja.
-Petasanya sedang bekerja! -Tunggu! Lihat mereka meledak sekarang!
Punitha! Ayahku pasien jantung. Aku satu-satunya yang merawatnya.
Jika aku terlibat secara hukum, siapa yang akan mengurusnya?
-Ayo! Ikut aku! - Aku tak mau.
Dengar! Berjuang untuk rakyat dan masyarakat adalah perbuatan baik.
Tetapi hanya sampai hal itu tak memengaruhi kami dan keluarga kami.
Lihat apa yang mereka lakukan. Mereka memecahkan kaca bajaj itu dan menyalahkan kita
Mengharapkan keadilan dari mereka adalah suatu kebodohan.
Dengarkan aku! Ayo kita pergi!
Jika kita memutuskan untuk berjuang, kita tak perlu peduli dengan kekalahan.
Itulah yang dikatakan pejuang kemerdekaan Sathyamoorthy.
-Oh! - Kalian pergi saja! Aku akan mengurusnya.
Ayo! Kami pergi!
Tersisa setengahnya!
Kakak!
Ajaklah anak-anak bersamamu.
-Bu! Kami akan tetap bersamamu. - Ya, Bu! Kami akan protes bersamamu.
Ya, Bu. Biarkan mereka pergi! Kami akan protes.
Hei! Dengar. Pergi sekarang.
-Hei! -Apa?
Kau bahkan belum dewasa sepenuhnya! Kau ingin protes?
Berhati-hatilah! Suatu hari nanti, aku akan menutup barmu dengan tanganku sendiri.
Datanglah jam 10 malam. Aku akan memberikan kunci barnya sendiri!
Tutup dan pergi! Satu pekerjaanmu berkurang!
Hei! Kenapa kau bicara dengan orang-orang tak berguna ini? Ayo! Ayo!
Dengar! Pejabat pemerintah sedang berbicara!
-Hah! Kayak kolektor aja deh! -Hei, mata empat! Bawa gurumu..
Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.
Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.
Saudaraku! Aku ada di bar Royapuram kami!
Tutup Tasmac!
Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.
- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!
-Masyarakat tanpa alkohol! -Bawa dia!
-Akan menjadi masa depan kita. -Mengganggu publik sepanjang waktu.
Mengapa kau melakukan ini?
-Apa kau tak punya hati nurani? -Mengganggu kami tanpa alasan. Masuklah.
Mengapa kau menangkapku, Pak?
Mereka yang seharusnya ditangkap.
Mengapa aku harus menangkap mereka?
Mereka menjalankan bar berdasarkan peraturan pemerintah.
Jadi Anda mengklaimnya!
Bukan hanya bar ini.
Tak ada satu pun bar atau toko anggur di Tamilnadu yang beroperasi sesuai aturan.
Undang-undang mengatakan rokok tak boleh dijual di bar.
Tunjukkan padaku satu bar yang tak menjual rokok.
Bar harus punya toilet! Undang-undang bilang toilet harus bersih!
Tapi, bar kita sendiri terlihat seperti toilet!
Gelas yang Rs.2 harganya Rs.8. Makanan ringan yang Rs.10 harganya Rs.30.
Sebotol air yang Rs.20 adalah Rs.40. Minuman yang Rs.30 adalah Rs.60.
Cemilan di sini harganya tiga kali lipat.
Di toko anggur, bir dijual sepuluh rupee lebih tinggi dari harga eceran yang disarankan.
Sebotol yang isinya setengah dijual dengan harga dua puluh rupee lebih tinggi dari harga eceran yang disarankan.
Siapa yang akan mempertanyakan semua ini?
Seorang petani di coimbatore..
ditangkap karena menjual bawang miliknya sendiri dengan harga sepuluh rupee lebih tinggi!
Hukummu yang menangkapnya akan tetap buta ketika menyangkut bar.
Benar-benar mengejutkan!
-Bala -Pak!
-Kekejaman seperti itu terjadi di bar? -Tak ada yang pernah melapor, Pak.
Bu, apa di stasiun kita pernah menerima laporan seperti itu?
*Meludah*
No comments yet. Be the first to leave one.