A Coffee in Berlin

A Coffee in Berlin (Oh Boy)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

A Coffee in Berlin 2012 720p BluRay x264 600MB-Pahe in
കമന്ററി എഴുതിയത് Sukroco
Bukannye ape-ape. Nulis aku kamu ngerasa bego gue bacanya. Platform gratisan, dimaksudkan untuk bebas berekspreseh. Bebas lacoy.

ടാഗുകൾ

BluRay
x264
720p
720
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2019-05-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 58
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Pergi?

Iye, gue mau pergi.

Sekarang?

Ada janji.

Tar gue telpon, oke.

Duduk dulu bentar.

- Semalem nyenyak? - Hm-mh.

Mau ngopi dulu?

Makasih, tapi udah telat ini.

Tar malam gimana?

- Kayaknya gak bisa. - Ngapa?

Ada acara banyak bangat.

Emangnya ngapain?

- Hai. - Halo.

Niko Fischer, jadi kamu ini sering kecelakaan...

karena pengaruh alkohol.

Apa ini benar?

Itu betul, ya.

Grogi?

- Dikit. - Jangan grogi dong.

Ini bukan cuma masalah SIM, 'kan?

MPA, apa kepanjangannya?

Medical Psychological Assessment.

Arti lainnya apa?

- Test kegoblokan? - Betul.

Jadi siapa yang goblok: Kamu atau saya?

- Iya, saya. - Kenapa?

Karena saya ini warga negara yang goblok...

yang butuh SIM supaya bisa nyopir lagi.

Bagus. Kamu paham artinya.

Baiklah, kembali ke kertas.

Kamu dilarang karena... kadar alkohol dalam darah 0.07%.

Berarti melebihi batas, betul?

- Jadi gak boleh minum sama sekali? - Ya.

- Kecuali seloki, tak apa. - Iya.

Saya bakal berhenti.

Tapi kadar 0,07% itu...

sudah kaya istri saya yang ngemut 3 permen rum tiap malam.

Apa menurut kamu istri saya bahaya kalau nyetir?

Kalau begitu gini saja pak...

misalnya istri bapak habis ngemut 3 permen rum langsung 0.07%,

berarti secara undang-undang dia dilarang nyetir.

Jadi kamu jago masalah gituan? Hukum, undang-undang?

- Saya kuliah hukum. - Ah...

anak hukum?

Tapi belum lulus.

Karena?

Karena saya D.O.

Karena?

Karena...

Karena saya merasa enggak cocok.

Terus orang tua bilang apa?

Mereka marah, jelas.

Tapi tidak berantem, 'kan?

Ya, kami masih baik.

Masih kontekan?

- Fischer? - Ha?

Masih kontekan?

- Saya ngerti pertanyaannya. - Terus?

Saya ngerti pak.

Kalau gitu saya tulis, "Pertanyaan tak terjawab."

Saya tidak bermaksud, tapi...

Apa pertanyaan tersebut layak ditanyakan?

- Layak. - Iya?

Fischer, semuanya layak dipertanyakan.

Kamu gay?

Apa kamu punya keanehan yang...

tersembunyi?

Dek Fischer,

kamu alkoholik karena jadi pemuda payah?

Saya bukan alkoholik.

Sebulan ini tidak minum.

Masa? 0.07% artinya 0.07%.

Hari ini minum?

Mungkin kopi, air?

Kalau itu jelas. Saya butuh air.

Jangan-jangan air itu artinya alkohol?

- Tidak, bukan begitu. - Gimana?

- Saya bukannya... - Apa?

Saya bukan bermaksud mengajak bapak berdebat.

Berdebat? Fischer yang benar saja,

saya ini psikolog, bukan politaitikus.

Saya juga sering pesta, tapi ini tidak dimungkinkan.

Terima kasih, lupakan saja SIM-mu.

Kenapa?

Karena ini yang terbaik. Emosi kamu tidak stabil...

dan keadaanmu sekarang bisa saja terulang.

Bapak gak bisa menghakimi saya begitu.

Masa?

Apa susahnya?

Semoga harimu indah, Fischer.

- Selamat pagi! - Pagi.

Mau pesan apa?

- Kuppi, tolong. - Dibawa pulang?

Kopi apa?

- Kuppi yang biasa aja. - Mau coba yang baru?

Spesial hari ini, Marocchino.

Nambah 2 Euro, dapat donat atau risol,

semuanya home-made organik.

Saya, pesan kovinya saja.

Baik, ada dua pilihan, Arabika atau Kolombia Morning.

Kopay mana yang rasanya biasa-biasa saja?

Gak tau dah. Saya suka dua-duanya.

Yaudah, Colombia aja.

Kopi Colombia, asiyap.

Mau pakai susu?

- Kalau soy milk? - Gak, makasih.

Semuanya jadi, 3 Euro 40 perak.

Tanpa menu spesial, kopi doang?

Ya, 3 Euro 40 perak.

3.40, bakal kopi biasa?

Tapi itu kan Colombia.

Harusnya ngomong tadi.

2 Euro, 20 perak,

60, 70, 80 perak.

Kurang.

Gak ada pengecualian?

Sori, saya gak bisa.

Cuma netijen yang mengharapkan kopi enak gratisan.

- Netijen? - Iya, netijen!

Halo, bu Mosebach, ini Niko Fischer.

Boleh saya bicara sama papa, tolong?

Boleh minta tolong supaya dia nelpon saya?

Kau baru pindahan?

Beberapa minggu lalu. Kenapa?

Karl Speckenbach. Saya tinggal di atas.

Saya cuma mau kenalan.

- Selamat datang. - Wow, makasih!

Ini hadiah. Bakso bikinan istri.

Anda baik sekali.

Dia sepagian di dapur terus.

Saya sudah nemuin 2 orang, pas jalan ke bawah.

Enak bangat itu. Cobain aja!

- Enak gak? - M-hm.

- Berat emang pindahan. - Hm.

Lagian juga belum semuanya.

Saya ngeliatin kau mindahin banyak kardus dari atas.

Padahal pengen banget saya bantuin,

tapi bini ngomong, "Awas tar punggung sakit lagi."

- Punggung ada yang kegeser. - Parah bangat.

Parah apanya?

Yang terjadi sama punggung Anda.

Ah, kirain. Gak apa-apa.

Jadi gak enak,

Saya baru pindah, gak bisa ngasih apa-apa.

Tos.

Kau lihat bola semalam? Liga Chempiyen?

Sensasional abis. Gak demen bola?

Gak terlalu.

Gila bola saya.

Saya sampe bikin ruangan khusus di basemen.

Ada sofa, meja bola, LCD, poster-poster.

Disitu saja saya, kalau lagi ada pertandingan.

Kadang juga nonton film.

- Ini cewek kau? - Poto jadul itu.

Berarti udah mantan, ha? Bukan begitu?

Di mana potonya?

Paris.

Paris...

Saya jadi iri.

Masih muda, ketemu cinta. Mikir mau punya anak?

Anda sudah punya anak?

Saya sama istri lagi susah berhubungan.

Gak punya.

Dulu kapan aja, di mana aja,

tapi lima tahun ini, kagak sama sekali.

Kanker payudara, dadakan, kelar sudah.

Diangkat semua payudaranya.

Saya coba.

Saya berusaha menjelaskan.

Tapi maaf, gak bisa.

Saya langsung kabur, ke basemen.

Dia di atas. Masak, masak, masak.

Saya harus gimana?

Saya harus gimana, coba?

Anda sudah berbicara ke orang?

Siapa?

Taudah, mungkin ke kawan lama.

Dasar wanita, bikin merana saja.

Ya?

Matze... Halo.

Ei man, kota ini harus dibersihin.

Gue bilang, kota ini harus dibersihin.

Soalnya gembel mulu, sama maling.

Bikin pusing aja.

Asal jalan kaki, nyium bau tai gak jelas.

Badai bangat.

Nambah-nambahin pusing aja.

Gue punya ide.

Bapak presiden harusnya bakar aja kota ini,

atau bangun toilet raksasa.

- Taxi Driver? - Itu tahu.

- Ini dia. - Makasoy.

Beneran gak pesen?

Yaudah kopfi.

Sori, mesinnya lagi rusak. Yang lain?

- Le Minerale. - Mancap.

Niko?

- Niko Fischer? - Yoi.

Sadis! Julika.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left