ആദ്യത്തെ 68 വരികൾ.
Gimana keadaanmu hari ini?
Demam?
Punya uang beli obat? Kayaknya gak punya.
Bagaimana denganmu?
Minumlah obat agar cepat sembuh,
atau biarkan saja dan mati.
Tahu maksudnya apa?
Kau dengar?
Oh sayang, keadaanmu semakin buruk.
Dan kau.
Kau kenak wabah juga?
Kau butuh apa, uang beli obat.
Sayang sekali, tak punya uang.
Kau masih muda.
Makanlah ikan, kentut, dan tidur. Itu akan membantumu.
Obat...
Uang dulu.
Uang, uang, uang, uang adalah musuh saat ini.
Oh sayang, Danbe, kayaknya kau nampak sakit.
Sadarilah penampilanmu ketika umurmu sudah lebih 40 tahun.
Seperti biasa aku muak mendengar omong kosongmu.
Emang kenapa? Apa karena wabah itu?
Karena sumur sudah tercemari,
pengawal hakim memberantas para pelanggar hukum dengan memenggal kepala...
atau menyuruh mereka melakukan seppuku (Ritual Bunuh Diri).
Mereka akan mendatangimu.
Aku?
Aku cuma penjual obat.
Siapa yang diuntungkan dari wabah ini.
Aku melihatnya... seperti itu?
Pelakunya pasti amat jahat.
Tapi aku tahu motif mereka.
Hakim kita yang tamak akhirnya menerima balasannya...
atas kesalahan mereka sendiri.
Sejak kapan kau bicara seperti orang bijak?
Aku bagai kerikil di dasar sungai.
Selalu cemas dari waktu kewaktu.
Sumur di dekatnya juga terkontaminasi.
Tahu kira-kira?
Kudengar ada iblis.
Tidak ada yang kejam seperti itu kecuali...
itu iblis atau roh jahat.
Aku akan cari iblis itu.
Aku yakin, pasti orang pendatang.
Aku seorang samurai.
Membunuh orang adalah pekerjaanku.
Raikan Kichiemon.
Sebagai hukuman karena meracuni sumur kota,
aku memerintahkanmu melakukan seppuku (Ritual Bunuh Diri) .
Sudah kubilang berkali-kali,
aku tak menahu soal racun itu.
Sungguh memalukan, berdalihlah sampai mati.
Ada seorang wanita yang melihatmu.
Dengan sengaja kau menyebarkan penyakit.
Bukan begitu, Raikan?
Tampaknya kau begitu bersemangat melihatku melakukan seppuku.
Aku mungkin menjengkelkan,
tapi akan kulakukan seppuku jika kau bersikeras.
Dunia saat ini tak layak untuk dijalani.
Berhenti bicara omong kosong dan laksanakan saja.
Ada satu hal yang harus kusampaikan sebelum aku mati.
Kaulah yang menyebarkan wabah itu.
Kalian semua...
telah dirasuki oleh roh jahat.
Bahkan sekarang, saat kita berbicara...
kau sudah menyebarkannya sendiri.
Dan orang miskin sekarat karenanya.
Memeras para petani bayar pajak atas nama pemerintahan.
No comments yet. Be the first to leave one.