ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Tarik terus, Kakek!
Tarik!
Apa itu?
Hanya sepotong kayu.
Ya ampun!
Apa yang terjadi?
Baling-balingnya bengkok.
Ayah!
Apa yang terjadi?
Baling-balingnya harus diganti, dan perahu ini sudah jelek.
Kita akan dapatkan 100.000.
Jika kita menghancurkannya, kita akan dapat € 100,000.
Kapan bisa mendapat sebesar itu dengan pekerjaan ini?
Ayah, lihat betapa enaknya orang-orang tua hidup di kota?
Mereka pergi memancing, mereka sedang bersenang-senang,
dan menyimpan uang mereka di bank.
Ayah yang terakhir bekerja seperti ini.
Khotbah untuk siapa itu?
Pergilah ambil jalan lurus.
Baiklah, Sampai jumpa.
Istirahat dalam damai.
Amin.
Atas nama menantuku Giulietta,
...cucuku Filippo,
Anakku Nino dan istrinya Maria,
Aku berterima kasih pada semua kerabat dan teman-temanku,
yang telah datang bersama-sama dalam acara memorial anakku Pietro,
...yang hilang di laut tiga tahun lalu.
Filippo, kau terlihat keren dengan setelan ini, kau tahu?
Aku ingat ayahmu.
Kau benar-benar mirip.
Hati-hati, Oke?
Skuter siapa ini?
Bahkan kuncinya tergantung.
Coba nyalakan.
Nyala.
Kau tahu bagaimana menaikinya? / Tentu.
Jalankan.
Mantap, kau menyukainya? / Ya, sangat!
Ambillah, itu milikmu.
Milikku? / Ya milikmu!
Terima kasih, Paman!
Ayo, bawa jalan-jalan.
Pergi! Pergi, Filippo! Lepas landas!
Oke, aku berangkat kerja. Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Ayah.
Mau minum kopi? Apa kalian ingin masuk?
Anak itu tampaknya sedikit tak terkendali.
Biarkan Filippo habiskan waktunya denganku, kumohon.
Filippo habiskan waktu dengan siapapun yang dia inginkan.
Maria, kita pergi saja?
Sampai jumpa, sayang. / Sampai Jumpa, Maria.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Dari mana kau dapatkan rongsokan itu?
ini bukan rongsokan. ini baru. Milikku.
Biar kucoba. Aku mau coba.
Sudah cukup. Berikan skuternya kembali.
Apa yang kau lakukan?
Kau mati! Aku akan membunuhmu!
Kau mati!
Pergi sana! Jangan sentuh mobilnya!
Jangan khawatir, ini bisa diperbaiki.
Mama?
Mana dia?
Duduklah. Aku harus bicara denganmu.
Aku mau melukis dinding...
...dan menyewakan rumah untuk wisatawan musim panas ini.
Jadi nelayan bukan lagi hidup yang kita inginkan.
Perahu itu akan jadi sepotong kayu tua.
Ini lebi bernilai daripada kapal itu.
Sementara itu...
...kita dapat bawa wisatawan sekitar pulau.
Kemudian, ketika musim panas berakhir...
... kita akan hancurkan kapalnya.
Dengan uang yang kita dapatkan, kita akan mulai hidup baru.
Kita diajarkan jadi nelayan.
Filippo harus belajar hal lain sekarang.
Ma, ada apa denganmu?
Kita harus tinggalkan pulau ini. Kau mengerti?
Aku ingin kau melihat hal lain yang berbeda, hal baru.
Aku ingin kau bicara pada orang yang berbeda.
Bukankah kau suka itu?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu, Ma.
Apa? Kau merokok, Ma?
Mama!
Dengan semua puntung rokok itu...
...dinding ini semuanya robek...
Aku tidak tahu dirimu lagi. Mama bertindak seperti anak kecil.
Bahkan bicaramu tidak benar.
Itu saja, aku pergi!
Aku keluar dari sini!
Tidak pernah dewasa!
Apa yang terjadi?
Apa yang kau lakukan? Kau merusaknya?
Bukan aku. / Kalau begitu siapa?
Franco dan teman-temannya.
Dan apa yang kau lakukan?
Aku lempari mereka dengan batu.
Skuternya bisa diperbaiki?
Filippo, kau harus belajar untuk melawan!
Kau harus memukul lebih keras!
Ayo ikut aku.
Cepat. / Tapi Skuterku...
Biarkan di sana. Cepat!
Apa yang kau lakukan?
Orang yang memulai kemenangan.
Ayo.
Ayo!
Biar kuambil.
Kakek!
Kenapa?
Aku takkan pergi ke darat.
Kau takkan pergi ke darat, tapi ke rumah sakit.
Kenapa bisa jadi serius?
Serius...
Pasti ada sesuatu.
Ernesto...
Jika kau tidak suka pergi ke pulau itu.
Aku tak bisa membantumu.
Kau bisa tulis resep, Aku mau ke apotek,
Dapatkan obat, dan aku akan baik-baik saja.
Ayah, bisakah berhenti seperti anak kecil? Ayah harus ke rumah sakit.
Matikan telepon terkutuk itu.
Ernesto, dengarkan kata dokter.
Kita harus ke rumah sakit, untuk memeriksamu.
Dan kami takkan merasa khawatir.
Apa yang kau takuti?
Takut? Aku tidak takut apa-apa.
Aku santai dan tenang, dan aku tidak bergeming.
Kau tahu, Ayah? Aku Tak bisa bersepakat denganmu!
Sampai jumpa!
Baik, carilah udara segar!
Dan juga kunjungan sudah selesai. Benar, Dokter?
Aku bicara denganmu di luar.
Lihat apa yang kutemukan.
Ini ketika kau masih kecil, ingat?
Hentikan itu!
Di atas sana, Filippo!
Ayo, teman!
Halo. Selamat datang di pulau.
Tertarik apartemen di kota? 25 euro per orang.
Pergi dapatkan gadis Texas!
Mau Lentil? Calamari?
Lasagna, pasta panggang, semuanya lezat.
Minta saja Marco apa yang kau butuhkan. Dia berbaju T-shirt kuning.
Halo! Moshi Moshi!
Apa kau ingin apartemen di kota?
Ini indah. Semua direnovasi, baru.
Ada tempat naik perahu. Anakku yang antar.
Naik perahu. / Kau akan lihat gua-gua.
Biarkan aku lewat.
Marco, masuk posisi di sana.
Bagus, di sana.
Terima kasih, Kapten.
Tidak ada yang mau. / Lakukan saja.
Aku mau buat sandwich.
Baked pasta, lasagna... / Berapa harganya?
25 euro per orang. Ini murah.
Kau akan kehilangan apartemen dengan dua kamar tidur yang indah.
Halo.
Halo.
Selamat Datang. Silahkan masuk.
Terima kasih. / Apa kabar?
Simpan saja ranselmu di sana.
Apa ini porselen?
Itu koleksi keluarga.
Ada foto pernikahan juga.
Ini dirimu? / Ya
Ini halaman belakang.
Taman yang bagus. / Terima Kasih.
Mereka menyukainya.
Teman, mereka tidak punya pemandangan laut.
Mereka tidak punya AC.
Kau punya perahu?
Kami punya perahu, kami punya ikan segar,
Nanti ibuku yang memasak, kami punya segalanya.
Namaku Giulietta.
Maura. / Senang bertemu.
Senang bertemu. Stefano.
Marco.
Kalian dari mana? / Padua.
Aku dari Arezzo.
Milan.
Berapa umurmu? / 19.
20. / Aku Juga.
Usianya sama denganmu. / Hentikan...
Kubilang ini bagus. Kami akan ambil.
Kita sepakat.
Aku lupa, jika kalian butuh sesuatu, kami di sebelah sini.
Di sini. / dalam Garasi?
Ya.
Oke, terima kasih.
Sampai Jumpa. / Sampai Jumpa.
Apa kau beritahu harganya? / Ya.
Apa yang kukatakan? / Apa?
Jangan sentuh aku di depan orang.
Maaf, Maaf. / Mengerti, Ma?
Kita sendiri sekarang. Bisa ambilkan minuman?
No comments yet. Be the first to leave one.