ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Love In Sync."
Hei, Yu Star kita, Yu Star.
Ji An, kamu tidak apa-apa?
Tidak ada yang terluka? Hei, tidak ada yang aneh, bukan? Ya?
Setidaknya sampai Presdir datang.
Tidak terlihat?
Sudah kubilang jangan panggil dia, bukan?
- Hei, Manajer Kim. - Baik.
Segera hubungi tim hukum dan
entah itu si Orang Suci atau Perawatan Mental
suruh mereka bersiap melayangkan gugatan kepada bedebah itu.
- Baik. - Tidak, kenapa harus menggugat...
Aku sungguh tidak apa-apa, aku baik-baik saja.
Ini kecelakaan, jangan berlebihan.
Bagaimana kita tahu ini kecelakaan atau trik murahan?
Kamu benar, jangan memercayai orang.
Sebelum dia menyebarkan rumor buruk tentangmu,
kita harus menyerangnya lebih dulu.
Dia bukan orang seperti itu.
Kenapa?
Apa?
Jangan-jangan itu tadi dialog? "Dia bukan orang seperti itu"?
Benar juga. Dari mulutmu yang tidak percaya pada orang lain,
kalimat seperti itu tidak seharusnya keluar.
Bukan, hanya saja...
Aku hanya tidak suka jika menjadi ribut.
Tidak terlihat?
"Ruang VIP."
Apa yang aku katakan? Psikolog itu bisa mengeluarkan emosi tertekan
dari alam bawah sadar manusia tanpa mereka sadari.
Tidak kusangka rasa kemanusiaan seperti itu
tertekan di alam bawah sadar si kurang ajar itu.
Orang Suci itu memang hebat.
Apa dia akan baik-baik saja?
"Ketenangan Pikiran Dan Tubuh."
Apa dia akan baik-baik saja?
Apa itu tadi?
Hei.
Hei.
Kamu bertanya apa aku tidak apa-apa?
Aku yang tidur,
tapi kenapa Kakak yang mengigau?
Kamu tidak bertanya apa aku tidak apa-apa?
Aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri
kamu baik-baik saja, untuk apa bertanya lagi?
Kita juga tidak dekat.
Kenapa kamu tidak tidur di rumahmu? Untuk apa kamu di sini?
Aku juga ingin begitu.
Namun Kak, di luar hujan...
Sudah reda?
Jika Kakak ingin aku pergi, aku akan dengan senang hati menurut.
Tetaplah di sini.
Kamu bukan anak kecil, kenapa kamu tidak bisa sendirian saat hujan?
Ketakutan yang muncul dalam kondisi tertentu...
Itu adalah reaksi pemicu yang terkondisi. Itu semacam trauma.
Waktu kecil,
apa kamu pernah mengalami kecelakaan besar?
Dia memang kompeten.
"Dapur Dong Gyeong."
Aduh, sakit, sakit, sakit.
Aduh, sakit.
Aduh, pelan-pelan sedikit.
Astaga, kamu cengeng sekali.
Sakit, tahu.
Hei, tentu saja sakit, bodoh. Punggungmu sampai hancur begini.
Astaga.
Sebenarnya apa yang kamu lakukan sampai jadi begini?
Hei, bicaralah, jangan membuat orang frustrasi.
Aduh, ada saja hal seperti itu.
- Jadi, "hal" itu apa? - Sudah kubilang ada.
- Kamu berkelahi? - Tidak.
- Kamu dipukuli. - Bukan begitu.
- Kamu dipukuli, ya. - Sudah kubilang tidak.
Hei, kamu dipukul berapa kali dan diperas berapa?
Zaman sekarang, satu pukulan harganya satu dolar?
Aduh, sudah kubilang tidak. Sebagai anggota klub penggemar,
Kakak hanya perlu berterima kasih kepadaku.
- Kepalamu juga kena? - Sungguh.
Aduh, anak ini. Benar.
Apa dia hidup dengan ditipu terus? Sungguh, apa ini? Sial.
Aduh, di sini... Aduh, tidak lihat kopinya tumpah?
Bagian mana yang kamu lap? Kenapa tidak melap yang ini?
Maafkan aku.
Aduh, hei, sudah kubilang begitu, bukan?
Tidak, si bodoh itu mentransfer 50.000 dolar ke rekening bank.
Aduh, kenapa ada banyak sekali orang bodoh di dunia ini, ya?
Apa maksudmu? Itu bukan penipuan.
- Sungguh. - Kumohon, sebentar.
Aduh, menyebalkan sekali, sungguh.
Kumohon, kembalikan uangku. Kumohon.
Aduh, sial.
Aduh, aku bisa gila, sungguh.
Sudah kubilang jangan datang.
Sudah kukatakan atau belum?
Kenapa kamu terus datang dan menggangguku?
Tidak ada, sudah kubilang tidak ada, Berengsek.
Apa wanita ini gila? Astaga.
Berengsek. Dia bertanya apa salahnya, padahal aku berbuat apa?
Baiklah, ya ampun.
Ini adalah pertemuan yang sulit didapat
setelah susah payah memintanya pada Direktur Kang.
Jangan berkata kasar.
- Aku mengerti. - Jangan terpancing emosi juga.
- Kubilang aku mengerti. - Jawab pertanyaan dengan ramah
dan dengan tulus dan sepenuh hati.
Sudah kubilang aku mengerti.
Hei, bagaimana jadwal konseling psikologismu berikutnya?
Kamu sepertinya punya sisi manusiawi di alam bawah sadarmu.
Namun, apa pertemuan ini harus dilakukan?
Anak ini sungguh...
Kamu tidak memahami situasinya, ya. Kamu tahu siapa Sutradara Moon?
Tentu saja aku tahu. Maestro dunia perfilman Korea.
Setiap film yang dibuatnya dengan mudah meraih sepuluh juta penonton.
Semua aktor yang membintangi filmnya
selalu memenangkan penghargaan di festival film internasional
berkat arahan aktingnya yang hebat.
Aku mendengarnya terus-menerus dalam perjalanan kemari sampai bosan.
Jadi, kamu tahu.
Namun, aku tidak pandai menjilat dan bersikap manis pada orang lain.
Hei, aku juga tidak berbakat untuk menuruti kemauanmu.
Dengarkan baik-baik. Sekarang adalah waktu terpenting bagimu.
Kamu hampir 30 tahun, masamu untuk populer
hanya karena cantik akan segera berakhir.
Setiap hari akan ada gadis-gadus yang lebih cantik
dan lebih muda darimu yang akan muncul.
Apa kamu bisa bertahan di industri ini?
Jika kamu tidak memantapkan posisimu dari bintang Yu Ji An
menjadi aktris Yu Ji An sekarang,
masa aktifmu sebagai selebritas tidak akan lama lagi.
Ingatlah itu.
- Aku harap kamu juga mengingatnya. - Aku? Apa?
Bahwa aku belum menandatangani perpanjangan kontrak.
Halo.
Aduh, maaf.
Entah bagaimana jadi begini.
Aku tidak tahu Sutradara Moon memanggil Han Yi Jin
dan aku memanggil kalian berdua tanpa sepengetahuan Sutradara Moon.
Ya, begitulah.
Silakan duduk. Yu Ji An, silakan duduk.
Tentang itu, aku sudah membaca skenario yang kamu kirimkan.
Sepertinya kali ini akan menghasilkan karya yang luar biasa.
Begitu.
Semoga pemilihan pemerannya berjalan lancar.
Yu Ji An kami adalah penggemar berat Sutradara Moon.
Benar.
Benarkah? Tidak kusangka.
Terutama karya yang mana?
Itu...
"The Solitary Island?"
Bagian mananya?
Bagaimana mengatakannya?
Bisa dibilang aku merasakan keputusasaan manusia
yang berusaha bertahan hidup dengan cara apa pun.
Bukan keputusasaan.
Itu adalah hasrat.
Hasrat buruk manusia untuk bertahan hidup seorang diri,
dengan menginjak-injak orang lain.
Memang, untuk orang sepertimu
mungkin akan sulit untuk menafsirkannya.
Seni itu tergantung interpretasi.
Jangan buang waktu berharga kita, mari kita langsung ke intinya.
Aku tidak berniat memilih Yu Ji An untuk filmku
sedikit pun.
Aduh, Sutradara Moon.
Sutradara, jangan terlalu cepat menyimpulkan.
Sebab akting Yu Ji An adalah gaya yang paling kubenci.
Anak yang belum pernah menjalani hidup dengan benar
menangis dan tertawa dengan akting yang dipelajari dengan uang
tanpa ada ketulusan sedikit pun.
Sutradara,
apa kamu menyukaiku?
Ji An, apa kamu sudah gila?
Bukan, karena kamu sepertinya sangat mengenalku.
Kalau bukan cinta, lalu apa?
Pembenci pun harus punya rasa sayang.
Sebagai mantan pemilik sejuta pembenci, aku cukup tahu hal itu.
Ji An, sudah cukup.
Semua ucapan Sutradara benar.
Sebagai bintang, aku punya popularitas dan uang.
Sekarang aku jadi menginginkan gelar sebagai aktris dengan akting hebat.
Namun kamu tidak perlu khawatir.
Aku juga tidak berniat untuk dipilih dalam filmmu
sedikit pun.
Kenapa?
Untuk apa aku memercayai sutradara berlagak seniman
yang tidak tahu film apa yang dibuatnya?
"The Solitary Island"
memang tentang keputusasaan.
Bagaimana bisa menjadi hina demi bertahan hidup
disebut sebagai hasrat yang buruk?
Itu adalah keputusasaan yang sangat menyedihkan.
Untuk sutradara yang lahir sebagai anak orang kaya
dan hidup kaya seumur hidup
keputusasaan itu mungkin terlihat buruk.
Katanya julukanmu pangeran di dunia perfilman?
Sebab kamu sangat borjuis.
Bagaimana orang sepertimu tahu tentang keputusasaan?
Menyebalkan.
Hei, Ji An. Ada apa denganmu?
Kalau begitu, sepertinya kita sudah saling berterus terang.
No comments yet. Be the first to leave one.