Exhibition on The Screen: Degas - Passion for Perfection

Exhibition on The Screen: Degas - Passion for Perfection

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Exhibition On Screen Degas - Passion For Perfection 2018 1080p WEBRip x264 AAC-[YTS MX]
കമന്ററി എഴുതിയത് SugijoDwiarso

ടാഗുകൾ

webrip
web
x264
BRip
1080
TS
YTS
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2023-03-12
ഡൗൺലോഡുകൾ: 24
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

DEGAS HASRAT MENGEJAR KESEMPURNAAN

"Sepertinya jika seseorang ingin jadi seniman yang serius saat ini,

dan menciptakan sekelumit orisinalitas bagi dirinya sendiri,

atau setidaknya memastikan bahwa dia mampu mempertahankan

tingkat kejujuran karakter yang paling tinggi,

dia harus senantiasa membenamkan diri ke dalam kesendirian.

Terlalu banyak

basa-basi.

Seolah lukisan diciptakan mirip spekulasi pasar saham,

yang timbul dari gesekan di antara orang-orang yang ingin dapatkan keuntungan.

Hati adalah alat yang akan berkarat jika tidak pernah digunakan.

Mungkinkah menjadi seorang seniman namun tanpa perasaan?"

Menurutku, apa yang membuat Degas menarik

dan benar-benar terasa hidup bagi penikmat seni abad ke-21

adalah karena dirinya lebih tertarik pada proses ketimbang hasil akhir.

Kami ingin memastikan bahwa pameran Degas ini

tidak seperti yang lain.

Kami juga ingin mengeksplorasi tema-tema anyar

dan melihat karya Degas dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

Kau bisa melihat semacam, pemahaman intelektualnya

yang mendasari karyanya.

Terutama rasa ingin tahunya terhadap karya-karya zaman sebelumnya.

Sebagai pribadi, dirinya benar-benar beranjak menuju ke sisi yang cemerlang.

Degas, menurutku, memelihara sikap "tidak dikenal".

Dia tidak suka orang menulis tentang diri dan karya seninya.

Dan sebagian besar karya yang kita sasikan saat ini tidak pernah diniatkan untuk ditonton.

Karya-karya itu dihadirkan dari studionya setelah kematiannya.

Menurutku, Degas adalah seorang ahli strategi yang hebat

dalam kaitannya dengan para penontonnya

dan pasar karya-karyanya.

Seakan dia ingin menyimpan sendiri semua karyanya.

Dan mengerjakannya secara diam-diam,

Aku sungguh menganggap apa yang dilakukannya sebagai sebuah penelitian.

Sepertinya dia merancang kerangka kerja, yang fokus pada subjek-subjek tertentu

menuju ekstrem yang makin menyempit,

dalam upaya mendorongnya melewati beberapa wilayah baru.

Kau tahu, jujur, saat aku kilas balik kepada kelompok

pelukis Prancis abad 19 yang ambisius itu,

Aku senantiasa kembali kepada Degas.

Yang tak henti-hentinya dia membuatku terperanjat

dan ketak-terbatasanya dalam eksperimennya

dan semangat eksperimentalnya terhadap semua media.

Sedikit pada puisi dan patung, dan juga dalam seni grafis.

Seorang tukang cetak yang benar-benar luar biasa. Lukisan pastel, lukisan cat minyak.

Degas itu cukup inovatif

karena dia sungguh membawa kita ke dalam semacam suasana yang akrab,

jadi kita merasa menjadi bagian dari lukisan dengan keberadaan kita di depannya,

dan nyaris seperti ikut serta sebagai penonton di tempat kejadian.

Dan yang dia lukis itu begitu segar.

Yang bisa membawa,

pertama-tama, menurutku hal itu mampu memberimu rasa bahagia.

Dan melihat lukisan-lukisan Degas selalu membuatku takjub

karena perempuan-perempuan Degas bukanlah yang cantik atau molek,

berdandan dengan baik,

mereka di sini melulu sebagai sebuah sentuhan warna, bentuk.

Seperti cara Degas menggunakan wujud, bentuk, warna

dan menata semua itu secara bersama-sama.

Tampaknya sangat penting baginya

bahwa dia mengambil risiko ini dengan praktik yang didapat.

Mempertaruhkan risiko integritas fisik karya kepada waktu.

Dan menurutku, dia sangat modern dalam hal tersebut.

Pameran, bagi setiap seniman hanyalah sebuah permulaan.

Kau mulai dengan sebuah struktur, kau punya sesuatu yang ingin kau pamerkan.

Kau punya ide yang ingin kau ungkapkan.

Tapi hal itu sedang dalam proses instalasi,

dan sering kali, selama pameran, kau lebih banyak belajar.

bagaimana satu karya berbicara dengan yang lain menjadi sangat menentukan cerita

dan menjelaskan lebih banyak hal mengenai latihan Degas serta prosesnya.

Museum Fitzwilliam beruntung

karena memiliki koleksi karya Degas yang paling besar dan paling representatif

yang dimiliki sebuah institusi Inggris mana pun.

Ini sebagian besar disebabkan oleh adanya sederetan kolektor tertentu

yang dengan murah hati memberikan karya-karya Degas

dalam berbagai media.

Dengan demikian kami tidak hanya bisa memamerkan lukisan, karya pastel dan drawing ,

tetapi kami juga bisa memamerkan cetakan dari berbagai tradisi, monotipe.

Dan kami juga memiliki, patung perunggu karya Degas,

kami memiliki tiga patung lilin asli.

Museum Fitzwilliam didirikan pada tahun 1816

dari wasiat Richard, Viscount Fitzwilliam ke-7,

dan merupakan museum seni dan arkeologi utama

dari Universitas Cambridge di Inggris.

Kekuatan besar dari koleksi ini, menurutku, lukisan Barat,

maha karya lukis dan cetakan tua.

Tetapi, kami juga memiliki naskah-naskah cemerlang yang luar biasa,

naskah musik, dan bahan-bahan arsip.

Koleksi museum, kadang aku menggambarkannya

sebagai semacam miniatur dari Louvre.

Benda-benda antik dari Mesir, Yunani, dan Romawi yang sangat bagus.

furnitur, perak, keramik,

pecah belah.

Dan benda-benda aneh, seperti peralatan perang.

Di lantai atas, kami punya koleksi lukisan Barat yang sangat bagus

dan representatif.

Tradisinya adalah memajang lukisan bersanding dengan patung, furnitur,

dan seni dekoratif pada masa itu,

jadi benda-benda itu membentuk, semacam,

suasana seperti rumah pedesaan.

Ya benar, dari periode paling awal, dari tahun 1930-an,

dengan maksud bahwa museum harus menjadi sebuah tempat yang beradab

bagi mahasiswa serta pengunjung lain, untuk semacam, mendapatkan inspirasi.

Dalam arti kata, ini adalah semacam museum ensiklopedis.

Gagasan utama di balik konsep pameran

tanpa sungkan memprofilkan koleksi yang menakjubkan karya Degas dari Cambridge.

Judul pameran, "Hasrat Mengejar Kesempurnaan",

diambil dari kenangan Ambroise Vollard atas Degas

dan dalam konteks saat dia mengutarakannya,

dia sungguh bermaksud membela diri demi menanggapi mereka yang berpikir

bahwa Degas adalah seseorang yang,

menggunakan subjek yang sama, berulang-ulang,

atau varian dari komposisi yang sama,

bahwa terdapat kurangnya imajinasi.

Tidak, kata Vollard, itu disebabkan dirinya didorong oleh hasrat mengejar kesempurnaan

sebagai bagian dari apa yang disebutnya "penelitian bergambar pada apa yang sedang berlangsung".

Dalam konteks pameran ini, pernyataan itu sungguh menjadi sebuah tanda tanya.

Apakah hal ini yang mendorong Degas?

Atau, seperti yang dikatakan beberapa orang sezamannya,

ketidakmampuan neurotik untuk memuaskan dirinya sendiri?

Atau, satu abad setelah kematiannya,

apakah hal ini sungguh sesuatu yang kini lebih bisa kita selaraskan

dengan apa yang kita kaitkan dengan tipe seni modern tertentu

dan sebaliknya, kekurangan ini, atau kurangnya keinginan untuk merampungkan,

untuk bisa menemukan sesuatu secara lengkap.

"Gambaran khas dari Degas itu ada,

nyaris seperti legenda, mitos.

Adalah sang seniman sebagai seorang pertapa,

secara sukarela menjalani kehidupan yang keras.

Selalu berkarya, mencari, hampir selalu tidak pernah puas.

Dia menyimpan sebagian besar olah seninya tersembunyi di dalam kotak

dimana dirinya nyaris tanpa pernah memanfaatkan apa pun,

kecuali apa yang terpaksa dia jual agar dia bisa hidup.

Degas bukan termasuk salah satu dari orang yang doyan bicara

yang inspirasinya mengering saat melihat sebatang pena.

Dia berbicara sambil menulis,

dengan kecemerlangan dan keindahan yang setara,

kejernihan yang sama.

Hingga ke catatan-catatan singkat dan muram terakhir dari tahun-tahun penghabisannya,

masih ada semangat, karakter, kalimat-kalimat lama."

Apa yang kita ketahui tentang dirinya, kadang kita ketahui lewat para sahabatnya,

terkadang kenalan, pihak-pihak kedua,

dan dia adalah pakar epigram.

Dia cenderung membuat pernyataan yang, berdasarkan analisis, tidak cocok.

Jadi, hal-hal semacam itu membuatnya sangat mudah disalahpahami.

"Bukankah memang benar, Moreau-ku Sayang,

bahwa ada cara untuk membuat cahaya, keindahan, perasaan,

garis dan warna ketimbang melimpahnya kasih demi apa yang dilakukan seseorang,

ketimbang keinginan untuk belajar

dan keyakinan mendalam tentang kemuliaan lukisan, seperti yang dikatakan Vasari?"

Edgar Degas lahir di Paris dari keluarga kelas menengah atas

dan merupakan anak sulung dari lima bersaudara.

Ketika dia dewasa, dia mengubah namanya dari De Gas

kembali ke bentuk aslinya, Degas ,

meyakini bahwa itu menjadi tidak berlebihan.

Ayah Degas, Auguste, berasal dari bangsawan pedagang

dan menjalankan bank keluarga kecil, didirikan di Naples dan Florence.

Ibu Degas, Celestine Musson,

adalah seorang Kreol Prancis yang lahir di New Orleans.

Beliau meninggal ketika Degas baru berusia 13 tahun.

Degas, dari usia sekitar 11 tahunan,

mondok di salah satu asrama sekolah paling bergengsi di Paris,

Lycee Louis le Grand ,

dan di sanalah dia bertemu dengan beberapa pemuda yang bakal menjadi teman seumur hidupnya.

Dia juga ada di sana ketika dia pertama kali belajar,

sebagai orang yang didanai dengan sangat baik,

keduanya praktis, kecuali latar belakang intelektual,

bagian dari itu, dia belajar menggambar

membuat cetakan, tetapi juga ukiran.

Dan di tahun saat dia lulus,

juga mendaftarkan diri untuk menjadi penyalin di Bibliotheque Nationale ,

kemudian disebut Bibliotheque Imperiale , dan di Louvre.

Pada awalnya dia diarahkan oleh ayahnya untuk berkarir di bidang hukum

dan dia bersedia untuk melakukan hal itu,

tetapi sebenarnya tidak pernah, beranjak jauh dari keinginannya.

Dan pada tahun 1855, ia lulus ujian dan memasuki Ecole des Beaux-arts ,

sebagai siswa salah satu sekolah seni yang paling bergengsi di Paris,

dan mungkin di Eropa.

“Aku bertanya kepada Degas, bagaimana seorang pelukis mempelajari lingkungan sosialnya?

'Dia harus menjadi peniru para guru, dan menyalinnya kembali', jawabnya.

'Dan setelah dia memberikan setiap bukti sebagai peniru yang baik,

dia mungkin akan diizinkan untuk melukis lobak, mungkin, dari alam.'"

Sosok pahlawan paling awal Degas adalah Jean-Auguste-Dominique Ingres,

seorang juru gambar yang hebat,

yang merupakan salah satu seniman termashur

di Prancis pertengahan abad ke-19,

bersama, tentu saja, dengan saingan besarnya, Delacroix.

Yang sangat membekas pada Degas, adalah bahwa dia sungguh bertemu dengan Ingres.

Dia bertemu dengannya pada tahun 1855 lewat teman sekolahnya, ya benar sekali,

yang ayahnya memiliki apa yang kini disebut The Valpineon Bather ,

suguhan tubuh berisi yang molek tampak punggung sosok perempuan,

yang nampaknya dalam latar pemandian Oriental.

Sangat menarik, bahwa itu adalah sosok gadis mandi yang menurut Degas paling menarik

dalam karya Ingres.

Dia bakal mengulangi kepada orang lain dan menuliskan apa yang dikatakan Ingres kepadanya

bila dia menjadi seorang seniman yang bercita-cita tinggi,

"Goreslah garis, anak muda, goreskan garis banyak-banyak,

begitulah caramu menjadi seniman yang hebat."

Dan tidak diragukan lagi bahwa Degas memang menjadi, seperti...

seperti Ingres, salah satu juru gambar terhebat,

tentunya dari abad ke-19.

"Suatu kali aku pernah ke rumahnya.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left