Captivating the King

Captivating the King (세작, 매혹된 자들)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

세작-매혹된자들-Captivating-The-King-E15-NEXT-NF
കമന്ററി എഴുതിയത് Anangkaswandi

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2024-03-02
ഡൗൺലോഡുകൾ: 18
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

EPISODE 15

Tak bisakah…

sampai akhir aku menjadi wanita Paduka?

Apa karena kejahatan yang kuperbuat?

Kau tak melakukan kejahatan itu sendirian.

Itu kejahatanku dan kakakku…

juga kejahatan Ibu Suri serta Kepala Direktorat.

Aku menolakmu dengan alasan.

Jika kubiarkan kau di sisiku,

aku hanya akan memanfaatkanmu lagi

dan membuatmu terluka.

Apa kau membenciku?

Sejujurnya,

aku sudah tahu…

Paduka akan menolak permohonan terakhirku.

Mungkin saja…

sifat inilah yang membuatku

mencintai Paduka.

Apa kau…

minum racun?

Ada orang di luar?

Sida Kim!

Mengapa kau diam saja?

Cepat panggil tabib!

Ya. Baik, Paduka.

Mengapa kau berbuat begini?

Paduka…

Aku diperintahkan

untuk membunuh Paduka.

Aku diberi tahu…

Paduka pasti tak akan mengampuniku…

karena aku sudah membunuh mendiang Raja.

Jadi, aku harus membunuh Paduka agar bisa tetap hidup.

Sekalipun Paduka mengampuniku,

artinya Paduka…

mencampakkan keluarga Paduka…

dan punya hubungan tak senonoh denganku. Dia bilang begitu.

Kau telah diancam.

Oleh siapa?

Ibu Suri atau Kepala Direktorat?

Mengapa kau berubah pikiran?

Mengapa kau tidak membunuhku

dan malah minum racun itu?

Keinginanku…

selama menjalani hidup…

adalah bisa dicintai oleh Paduka.

Namun,

alih-alih itu,

ada satu hal yang lebih kuinginkan.

Aku ingin melindungi Paduka…

sampai embusan napas terakhirku.

Paduka.

Sejak Paduka berjanji

akan mengabulkan apa pun permintaanku,

aku…

bertekad mengatakan ini suatu saat.

Apa itu?

Aku…

tidak lagi…

punya permintaan…

kepada Paduka.

Dayang Senior Dong.

Paduka!

Paduka Raja datang!

Paduka Raja.

Maaf, tetapi aku belum dapat pesan soal kedatangan Anda.

Mengapa malam-malam…

Cepat beri tahu.

Yang Mulia Ibu Suri,

Paduka Raja datang.

Raja.

Mengapa kau berdarah?

Ini darah Dayang Senior Dong, bukan aku.

Darah Dayang Senior Dong?

Apa maksudmu?

Dayang Senior Dong tewas.

Dia diperintahkan membunuhku, seperti Kakak waktu itu,

tetapi dia tak sanggup melakukannya sampai akhirnya bunuh diri

dengan meminum racun itu.

Paduka Raja tidak akan bisa berbuat apa pun kepadaku.

Jika Paduka menyerangku,

Paduka yang akan tumbang lebih dahulu.

Ibu.

Kubilang…

aku hampir mati.

Mengapa Ibu diam saja?

Ibu tidak paham mengapa Dayang Senior Dong

harus bunuh diri di depanmu.

Namun, diracuni?

Bukankah kau juga tahu

bahwa mendiang Raja tewas karena sakit?

Ibu.

Dayang Senior Dong sudah membeberkan semuanya sebelum tewas.

Perkataannya bohong!

Kau harus percaya ibu.

Ini semua karena kesaksian pria yang bernama Chu Dal-ha itu.

Lekas penggal kepalanya

dan tunjukkan wibawamu ke seluruh dunia. Lalu, hentikan perkara ini di sini.

Dengan begitu, barulah kau bisa melindungi takhtamu.

Aku tidak bisa dan tidak akan begitu.

- Raja! - Hentikan!

Tolong…

hentikan semua, Bu.

Apa Ibu masih tidak tahu?

Tiga tahun lalu, pada hari kematian Kakak,

ada satu hal yang terlalu takut kutanyakan kepada Ibu.

Namun, sebenarnya aku…

sudah tahu…

jawabannya!

Ibu tidak paham maksudmu.

Aku yakin Ibu pun sudah tahu sejak lama

bahwa Paman…

adalah mata-mata yang berhubungan dengan Dinasti Qing…

dan orang yang meracuni Kakak.

Karena takut dihukum atas itu,

dia berniat berkhianat dan meracuniku.

Apa Ibu…

yang memerintahkan Paman untuk meracuni Kakak?

Itu tak masuk akal.

Paman sudah diketahui bersalah,

jadi, aku…

akan segera menginterogasinya.

Dibandingkan harus menyaksikan itu,

lebih baik ibu mati saja di sini!

Raja.

Pikirkan sekali lagi.

Kepala Direktorat satu-satunya orang yang sedarah denganmu.

Dia bawahanmu yang paling setia, yang akan melindungi takhtamu.

Tidak tahukah Paduka pun akan terancam

jika menghukum Kepala Direktorat?

Ibu.

Akan kukatakan sekali lagi.

Jangan bela orang jahat yang berkhianat.

Dengan kekuasaanku sebagai raja,

aku tak akan pernah…

menutup mataku…

soal perbuatan itu.

Paduka…

Raja…

- Yang Mulia! - Paduka Raja!

Raja…

Raja…

Paduka.

Paduka.

Jasadnya masih diurus di istana kediaman Paduka.

Kita ke Yeongchwijeong saja.

Gidaeryeong Kang pasti masih ada di istana.

- Cepat panggil dia. - Baik.

Paduka.

Aku sudah dengar…

bahwa Dayang Senior Dong tewas.

Waktu itu…

saat Kim Myung-ha bilang bahwa Kepala Direktorat

sedang merencanakan pengkhianatan,

seharusnya aku langsung menangkap dan menginterogasinya.

Apa katamu?

Kepala Direktorat mengajak Kim Myung-ha berkhianat?

Ya.

Yoo Hyun-bo menyampaikan dan membujuk Myung-ha,

mewakili Kepala Direktorat.

Myung-ha bilang ingin bersaksi secara langsung, tetapi aku melarangnya.

Dia dibujuk oleh Yoo Hyun-bo,

jadi, Kepala Direktorat bisa mengelak dengan mudah.

Lalu, Myung-ha akan dituduh bersaksi palsu soal kerabat raja.

Jadi, lebih baik aku yang beri kesaksian dan mendapat titah dari Paduka.

Keputusan bagus.

Kita harus pakai ini

sebagai tipuan untuk membuat Kepala Direktorat lengah.

Suruh Myung-ha untuk menyetujui ajakan Kepala Direktorat.

Ini peluang emas agar kejahatannya terungkap.

Kematian Dayang Senior Dong tanggung jawabku.

Keserakahanku untuk mengungkap semua kejahatan Kepala Direktorat

yang membunuh Dayang Senior Dong.

Paduka Raja.

Jangan menyalahkan diri sendiri.

Kita tak akan pernah bisa

memahami perasaan seseorang sepenuhnya.

Aku bahkan pernah melihat

Dayang Senior Dong menangis amat sedih.

Namun, aku tetap tak paham perasaannya.

Dayang Senior Dong…

satu-satunya orang yang tahu kejahatanku.

Aku yang memaksanya berbuat kejahatan,

tetapi tak pernah sekali pun bersikap hangat kepadanya.

Selama dia melayaniku,

aku selalu mencurigainya sebagai kaki tangan ibu dan pamanku.

Aku membencinya.

Dia…

pasti ketakutan karena berpikir aku tak akan pernah mengampuninya

seumur hidupku.

Dayang Senior Dong bukan bunuh diri karena takut dihukum oleh Anda.

Dia bunuh diri…

karena tahu akan diampuni.

Dia tahu rahasia Paduka.

Jadi, dia pasti berpikir harus mati agar bisa melindungi Paduka.

Ini hanya membuatku makin tidak punya alasan…

untuk mengampuni Kepala Direktorat.

Paduka Raja.

Dengan tewasnya Dayang Senior Dong,

itu artinya tidak ada lagi saksi mata.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left