Rusty Blade (千里不留行)

Rusty Blade (千里不留行)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Rusty-Blade-2022-1080p-2160p-WEB-DL-H264-AAC2-0-FEWAT
കമന്ററി എഴുതിയത് comelmuewa

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2022-01-11
ഡൗൺലോഡുകൾ: 9
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Guruku pernah bilang...

kau tak bakal mengubur...

pedang yang memberimu makan.

Jalan pedang bisa menuntun seseorang ke jalan kegelapan.

Bagaimanapun. Pedang dan jiwa haus akan darah.

Entah itu membunuh...

atau dibunuh.

Meskipun kau pendekar hebat, tapi akhirnya kau akan terbunuh.

Aku gak percaya ama takdir.

Guruku bilang...

takdir hanyalah ilusi...

karena tak seorang pun di dunia ini yang pernah mengalaminya.

TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA

Para pemburu hadiah Cina zaman dulu, para pendekar pedang yang dipekerjakan pemerintah tanpa diberi upah tetap.

Gui Dao Lin.

Aku tak mau lakukan pekerjaan itu lagi!

Jika mereka mau mati....

takkan kuhalangi mereka tapi tak ada gunanya bagi kita saling bunuh!

Sudah banyak yang kau bunuh!

Kau gak bisa hindari utang nyawa...

ini dengan mudah!

10 lawan 1.

Kenapa harus takut?

Bunuh dia.

Akan kutambah bayarannya.

Tunggu.

Kita lihat dulu.

Jika dia lolos kali ini, dia akan kembali balas dendam.

Sendirian, kita takkan sanggup melawannnya.

Serang.

Mundur.

Biar aku yang hadapi.

Tak berguna.

Kalian semua...

penggal kepalanya...

dan bawakan ke hakim untuk mengambil hadiahnya.

Terima kasih banyak Cai Bu Tou.

Mungkin kami takkan selamat.

Baguslah kalau kau tahu.

Bagaimana dengan yang sudah mati?

Kubur mereka.

Bagi mereka...

hidup kita tak dihargai.

Ada baiknya upahnya jangan kain lagi,

bagaimana kita akan bertahan hidup.

Akan kubicarakan ini ke hakim.

Sudah saatnya kita ubah cara hidup kita.

LIN DA WEI asalnya dari Yiwu...

saat aku masih muda, kuhabisi para bajak laut di pesisir.

Setelah pensiun, aku berkelana dari satu tempat ke tempat lain.

Di daerah barat kutemukan seorang istri.

Dia juga orang selatan.

Kugantung pedangku dan menjalani kehidupan normal.

Cuma ilmu pedang yang kutahu.

Aku jadi bawahan hakim...

untuk berjuang....

menyambung hidup.

Sering kupikirkan perkataan guruku...

kau tak bakalan mengubur pedangmu...

yang memberimu makan.

Saudara Lin punya sebilah pedang panjang.

Kudengar dia mempelajari kitab suci pedang Yu Da You.

Tapi kitab suci itu cuma mengajarkan teknik "gada".

Kupelajari juga kitab suci pedang...

dan kitab suci itu mengajarkan ilmu pedang.

Dia tak mau bicarakan...

soal ilmu pedangnya.

Da Wei.

Tak apa-apa

Siapa dia?

Katanya...

dia kemari mau memberimu perak.

Ayo.

Kakak Lin.

Namamu sudah dikenal.

Aku tak ada apa-apanya...

dibanding dengan reputasimu sebagai pendekar pedang pertama Tai Ping.

Dijuluki "Pendekar Pedang Monster Lin".

Julukan yang mengerikan...

tapi reputasinya begitu bagus.

Aku kemari mau menantangmu....

Aku tak mau.

Pergilah.

Kau takut atau meremehkanku?

Aku dah beristri dan punya putri sekarang.

Masa pertarunganku sudah berlalu.

Menginaplah dan makan jika kau mau berteman.

Jika pedang dihunus, mungkin aku tak berdiam diri.

Beritahu semua orang....

kau mengalahkanku.

Kau menolak.

Tapi kau masih memegang pedangmu.

Jangan bodohi orang-orang.

Kau cukup banyak penantang, kan?

Cuma itu satu-satunya cara yang kutahu menafkahi keluargaku.

Akan tiba masanya...

aku mengubur pedang ini.

Kau tak mau bertarung demi hal tak berguna.

Akan kubayar kau perak.

Kutunggu kau...

di kuburan tengah malam nanti.

Kau akan menyesal...

kalau kau takkan datang.

Wan Yu.

Kubelikan kau riasan.

Buburnya encer.

Ini beras terakhir.

Akan kubeli lagi besok.

Mereka tak mau lagi barter kain.

Mereka cuma mau uang sekarang.

Aku tahu...

Bagaimana kalau... kita tak usah makan nasi mulai sekarang.

Kutahu beras di sini....

tak se-enak di rumah...

tapi itu masih makanan sehari-hari.

Jangan kuatir, nanti kucari jalan keluarnya.

Apa ini pertarungan persahabatan...

atau kau mau leherku.

Tentu saja pertarungan persahabatan.

Tapi mana ada yang mau percaya padaku...

jika tak kuperlihatkan kepalamu ke mereka.

Mana peraknya?

Dengar-dengar kau mempelajari kitab suci Yu Da You.

Aku juga punya.

Mari kita lihat siapa di antara kita yang terhebat.

Yang jelas ilmuku yang terhebat.

Ayo rasakan.

Sekali lagi.

Kuberitahu kau sebuah rahasia.

Kitab suci pedang Yu Da You ditulis cuma untuk "gada".

Bohong.

Mana mungkin kitab suci pedang ditulis cuma soal "gada"?

Yu Da You percaya di dalam "gada" terdapat pedang.

Dia padukan teknik pedang dengan teknik gada.

Sayang sekali.

Terlambat kutemukan.

Kau sudah mengalahkanku.

Bunuh aku.

Pergilah.

Kau melepasku?

Jangan menyesalinya.

Suatu saat.

Aku akan kembali membunuhmu.

Saat itu...

aku sudah tiada.

Selama kau masih memegang pedang.

Akan kutemukan kau.

Saat pertama kali kupelajari ilmu pedang....

selalu kutanyakan pada guruku.

Apa gerakan selanjutnya?

Guruku bilang...

"Tak usah kau pikirkan gerakan apa selanjutnya.

Itu cuma masalah waktu".

Kaki kanan mengikuti kaki kiri menyusuri jalan kegelapan.

Selama ini...

entah apa keputusanku dah tepat...

atau salah.

Bisa kucium bau obat dan daging di kamar ini.

Kau sudah dibayar?

Jangan mau ditipu sama Lu Qian.

Kau gak perlu kuatir!

Kami para pendekar pedang punya aturan tersendiri.

Sejak kau jadi bawahan hakim.

Kau tak pernah dibayar perak.

Tak peduli betapa sulitnya hidup....

jangan pernah ambil perak yang bukan milik kita.

Setelah menikah denganmu.

Aku selalu lebih berhati-hati.

Setiap kuterima pekerjaan.

Aku takut tak kembali.

Itulah yang membuat pedangku makin cepat.

Da Wei.

Da Wei.

A'Qiang

Jangan lari.

Da Wei.

Kutahu istrimu sedang sakit. Dan kau tak bisa masak...

jadi kubawakan ini untukmu.

Semuanya oke? Apa adik dah membaik?

Gimana kondisimu adik?

Kau baik saja?

Aku dah membaik.

Biar aku saja. Beristirahatlah.

Kau sama sekali tak tahu masak.

Sini berikan mangkuknya.

Aku iri dengan keluargamu.

Sudah saatnya kau cari istri lagi.

Gak gampang menemukan...

wanita seperti istrimu.

Ayah, aku lapar.

Aku juga, aku juga.

A Qiang.

Berikan dagingnya sama adikmu dulu... / Adik makanlah.

Masih banyak untuk kalian.

A Qiang...

kau harus makan...

supaya tumbuh kuat melindungi adikmu.

Akan kulindungi semua orang jika dah besar nanti.

Sudah kutemukan Jin Man Tang.

Para penjahat dari pedagang garam dan besi menghormatinya.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left