Joe Dirt 2: Beautiful Loser

Joe Dirt 2: Beautiful Loser

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Joe Dirt 2 - Beautiful Loser 2015 All WEBRip
കമന്ററി എഴുതിയത് Saputra Nainggolan
Sesuai EYD, Rate jika memuaskan.

ടാഗുകൾ

webrip
web
BRip
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2015-08-08
ഡൗൺലോഡുകൾ: 57
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Grand Canyon tidak ada apa-apanya.

Menjadi seorang kakek atau ayah lebih sulit daripada menjadi Grand Canyon.

Grand Canyon hanya sebuah lubang yang tidak melakukan apa-apa.

Oke, tapi apa kau baik-baik saja jika kami dipanggil Grand Canyon?

Atau kita tendang saja ibarat pasir dan melupakannya.

Sial!

Yang kumaksud adalah "Grand Canyon" inilah yang tersisa dari Joe pada hari itu.

Ebony, kau bicara tentang Joe Dirt? Aku kenal sedikit tentang Joe Dirt.

Berhenti dari stasiun radio tua tempatku bekerja beberapa tahun lalu. Bertahan hanya seminggu.

Membuat beberapa kisah omong kosong gila.

Dia harus digantung terbalik di atap ketika harus menceritakannya.

Aku ingat dia anak dewasa dengan hati besar.

Tidak, aku tidak mengatakan IQ-nya di bawah standar.

Maksudku, kecerdasannya hampir mencapai puncak pepohonan.

Aku tidak bilang setuju denganmu. Tapi di suatu tempat di luar sana,

Jika harus mengatakan "kau lebih hebat" kurasa terdengar tidak tepat.

Hei, John C. Reilly minus! Ini bukan "persetujuan" tapi "pengakuan."

Omong-omong, ada apa dengan mulutmu? Gigimu terlihat seperti Lego yang belum selesai.

Kau berkumur dengan apa? Granat M-80? Apa semua itu gigi susu?

Menunggunya berubah warna, rontok sendiri ke tanah? Siapa dokter gigimu?

Moe Howard dengan palu bola pena-nya?

Demi Tuhan, sobat. Willie Stargell seperti baru mengambil kelelawar dari dalam mulutmu.

Dengar, si J.D ini punya masalahnya sendiri,

Mengapa tidak kau biarkan anak itu memberitahu kisahnya sendiri dengan caranya sendiri?

Mari kita mulai kisahnya, kawan.

Tunggu sebentar.

Lagu manis terlalu dramatik, dia hanya seorang Joe Dirt. Jika memulai pertunjukan si anak pupi ini,

Kita harus mulai dari cara lama. Coba lagi, kawan.

Helo. Aku Dirt.

Aku Joe Dirt.

Kau terlihat nyaman dengan sepatu yang kau punya itu.

Sepatuku tidak terasa begitu baik, tapi punyaku ini serasa magis atau semacamnya.

- Tapi kupikir... - Dengar, cracker.

Jangan bahas omong kosong "Forrest Gump" itu padaku, Wafel Jalang.

Duduk membicarakan semua tentang keluhanmu, merengek tentang omong kosong,

Seperti, "Mama bilang hidup itu ibarat sekotak coklat."

Duduk di sebelahmu meski hanya sepuluh detik, membuatku merasa harus mandi di bak penuh Clorox.

Sialan kau, Kepala Aneh!

Jika aku menyapamu, kau tidak akan menyebutku bodoh penuh dengan omong kosong atau apa, 'kan?

Mari kita mulai dengarkan ceritamu.

Kau menunggu di halte bus 7 Crosstown?

Cukup adil. Tidak, aku sedang menunggu konser di sana selesai. Aku bertugas merapikannya setelah selesai.

- Merapikan? - Pekerjaan kotor.

Aku semacam petugas keliling.

Seperti melakukan perjalanan bersama band, lalu mengemas peralatan mereka seusai konser,

- Merapikan amplifier dan barang-barang mereka? - Ya, tepat sekali.

Tapi tidak, tidak setepat itu. Aku tidak melakukan perjalanan bersama mereka.

Aku bertugas mengepel lantai setelah mereka selesai. Seperti membersihkan kotoran dan muntahan dan lainnya.

Hal-hal kotor sesekali seperti kencing. Dan lainnya semacam itu.

Jadi kau tidak melakukan perjalanan bersama mereka, tidak berkeliling?

Tidak, tepat sekali. Aku tidak tahu bagaimana memulainya.

- Hingga akhirnya kita bertemu di halaman ini. - Mengapa kau tidak menonton mereka?

Sebenarnya aku tidak begitu diperbolehkan berada di dalam gedung selama konser.

Tapi jika ada keadaan mendadak, aku boleh masuk, membersihkannya, aku mendengarkan mereka sedikit.

Itu seperti bonusnya.

Aku nikmati pekerjaanku, saat orang jenuh dengan harinya dan mereka ingin ngerock di konser, aku bisa bantu.

Memungut sampah dan keringat mereka, supaya mereka bisa bersantai. Mereka akan berterima kasih padaku nanti.

Tapi nyatanya tidak, tapi tidak apa.

Itu tidak akan menghentikanku dari pekerjaanku. Kau tahu maksudku, 'kan?

Begitu banyak yang terjadi padaku, aku bahkan tidak bisa memahami semuanya.

Itu semua terjadi jauh melebihi kemampuanku.

Diatas nol?

Aku hanya bercanda.

- Maaf, aku kasar. - Tidak apa.

Lumayan menghibur.

Aku akan mulai ceritaku, tapi tidak dari awal, karena itu akan dimulai sejak aku lahir.

Baik, aku tertarik, lagipula aku yakin bus tidak lewat dalam waktu dekat, jadi...

Mulailah dari awal.

Ini dimulai di tempat dimana semua yang terbaik dalam hidupku dimulai, Silvertown.

Sungguh, itu kota terhebat yang pernah ada.

Dan hari itu adalah hari terbaikku. Teman, aku menikahi Brandy.

Hei! Kemari kau!

Rasanya seperti mimpi.

Brandy mengenalku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri.

Dia mengenalku tujuh kali lipat dari diriku sendiri.

Maksudku mungkin 77 kali lipat, tapi intinya, dia mengenalku.

Dan ketika aku yakin aku tidak bisa lebih baik lagi, dia justru yakin.

- Joe... - Kami akan punya bayi.

Morning sickness datang lebih cepat.

- Keluarkan saja. - Brandy lebih paham soal itu.

Dan kemudian hari besar itu tiba.

- Joe sayang? - Ya.

- Bagaimana keadaanmu? - Ya, aku baik, Sayang.

Kumohon bayinya secerdas Brandy. Jangan buat bodoh sepertiku. Kumohon Tuhan.

- Joe? - Aku tidak tahu harus apa.

Katakan apa yang harus kulakukan.

- Sayang, bernapaslah. - Oke.

- Hela dan hembuskan. Benar begitu. - Oke.

Kita akan bertemu dengan bayi perempuan kita.

- Aku harap dia sepertimu. - Tidak, tutup mulutmu!

Maksudku, diamlah. Dia harus sepertimu, Sayang. Bagaimana jika Tuhan mendengarnya?

Aku bersumpah, kau adalah pria paling tampan yang pernah kutemui.

Sayang, kurasa mereka memberimu obat sangat keras, karena kau tidak sadar apa yang kau katakan.

Baiklah, mari kita lihat.

Pelebarannya tampak benar.

- Dok, apa kau merokok? - Apa rokok akan batalkan kelahirannya, Sherlock?

Dr. Torres, mohon telepon 118.

- Dokter? - Nona, aku akan memanggilmu Brandy.

Karena kurasa aku sudah melihat muff -mu, kita akan mulai tahap pertama.

- Kau tidak tampak seperti dokter bagiku. - Apa dulunya kau sekolah kedokteran?

- Tidak. - Jadi kau tidak tahu bagaimana dokter bicara.

Atau kau mungkin tidak nyaman dengan apa yang para dokter sukai.

Joe-ku bersekolah dengan giat, lulus dengan terhormat.

- Kumohon perlakukan dia dengan hormat. - Benar, Brandy. Kau selalu memihakku.

Aku tidak bisa menahan diriku, Sayang.

Baiklah, gadis kecil kita bercahaya.

- Kau akan bertemu bayimu. - Kau dengar itu, Sayang?

- Aku sudah mulai mencintainya! - Tunggu sebentar.

- Sue, aku pikir ada bayi lain lagi di sana. - Kau bilang ada bayi lagi?

- Bisakah kau menyingkir? - Dok, aku hanya ingin...

Woo... Jackpot! Berikan padaku beberapa!

- Apa? - Istilah medis.

Istilah medis? Terdengar tidak hanya satu.

Apa kau pernah sekolah kedokteran?

Tidak, kami lebih hebat dari itu.

Dok, aku melihat bayi lagi di sana, meskipun aku bukan ahli bayi.

- Kau bukan ahli? - Aku masuk ke ruangan ini

Karena dengar Brandy-boo di sini akan melahirkan.

- Apa? - Enyah saja kau!

Apa-apaan kau? Jangan bicara seperti itu.

- Sial. - Apa lagi sekarang?

- Ada tiga. - Tiga apanya?

- Tiga bayi, tolol! - Aku sudah bilang!

- Aku melihat mereka. - Permisi!

Hari ini adalah sebuah hari dari awal perjalanan mereka,

Dan Tuhan akan memanjangkan umur semua orang di ruangan ini.

Joe dan aku akan sangat menghargai jika kalian menunjukkan rasa hormat pada mereka.

Sayang, indah sekali. Dia pidato barusan. Mungkin puisi. Kau sudah seperti M.L.K, Sayang.

Si Brandy ini sungguh gadis sempurna, luar dalam.

Wanita seperti itu mencintai lelaki seperti dia, kau pasti salah menilai gadis bodoh ini.

Akan bagaimana menurutmu nasib bayi-bayi ini?

Martin Scorsese akan melakukan adegan terbaik. Apa lagi yang diinginkan para pria selain ini?

Bukan yang itu.

Brandy sudah bilang, mari keluarkan beberapa bayi!

Biar kami tangani, Joe Dirt. Beri kami ruang. Tiga bayi, keluarlah!

- Dorong! - Kau bisa!

- Ayo, kau bisa melakukannya. - Apa mereka bicara?

Hampir selesai.

Selamat! Kembar tiga!

- Mereka cantik-cantik. - Apa?

Brandy, kau dengar? Kita punya kru SPG untuk arena NASCAR! Aku sangat senang!

Joe, manis sekali jika kau namai mereka Brandy Jr, Brandy-Brandy, dan Brandy 2.0 Edisi Khusus.

- Ya. - Tapi mereka butuh nama sungguhan.

Kau benar. Kau yang putuskan. Tapi bagaimana jika ini, Def Lep, Skynyrd, dan Seger.

- Joe, seriuslah! - Aku tahu Def Lep orang jahat. Itu tidak baik.

Baiklah, bagaimana jika Magnum 0,383, Magnum 0,440, dan Hemi 426!

Hemi! Semua orang suka Hemi!

- Joe, aku yang akan beri nama mereka. - Baiklah.

Kau yang memproduksi mereka. Kau melakukan semua. Kau membuat mereka sempurna dan luar biasa.

- Apa saranmu? - Cheyenne, Abilene, dan Dakota.

Sangat sempurna. Kau begitu paham soal ini. Ketiganya terdengar bagus.

Lihatlah mereka.

Jadi, semuanya berjalan baik.

Tentu, dengan beberapa hambatan. Seperti si orang lokal, Jimmy Yauch.

Dia lebih buruk dari Robby.

Apa yang kau lakukan di sana?

Membuat mint asap segar.

Apa kau ilmuwan sekarang?

Tidak, aku mengendarai truk Kipper Tow Yard.

- Aku pikir kau tahu itu. - Kau mengisap apa? Aku tidak dengar.

Pertama-tama, tidak, dan kedua, siapa yang memberimu semua informasi palsu ini?

Ibumu, nak.

Kupikir lebih baik kau berhenti. Karena Omar pernah bilang,

Jika kau mengunjungi raja, jangan lewatkan apapun.

Tapi aku tidak mengunjungimu.

Lagi pula, aku membuat sebuah lagu tentang makhluk seksi yang pernah ada di muka bumi.

Dan kuberitahu kalian, suatu hari Brendy akan jadi milikku. Ini sumpahku.

Cekidot.

Sial, aku tahu aku payah! Aku tak bisa puisi!

Untuk mendapatkan Brandy, aku harus punya beberapa puisi.

Tapi dengarkan yang ini. "Catch-22 sebabkan seorang wanita menempatkan puisi dalam dirimu"!

Sialan kau Frisco! Aku benci puisi! Aku tidak tahan puisi!

Sialan kau Joe Dirt! Tidak benar!

Ini tidak benar, harusnya aku, Teman! Harusnya aku bukan Joe Dirt!

- Maaf soal gitarnya, Sobat. Itu diluar kendaliku. - Yang terjadi biarlah terjadi.

Kita semua punya salib yang harus ditanggung.

Dan salib-ku adalah si Joe "sepotong" Dirt.

Ya, Jimmy. Dialah sumber masalah yang akan terjadi.

Tapi gadis-gadisku, lihat mereka, mereka tumbuh seperti rumput liar.

Tiga bunga indah.

Ya, lebih mirip bunga daripada rumput liar. Lupakan rumput liar, mereka tumbuh seperti bunga.

Jauh dalam hatiku, aku merasa, tidak pernah lebih bahagia dari ini.

Jadi, aku selalu merasa gugup, merasa takut semua ini akan menghilang.

Ternyata aku benar harus khawatir. Segera, semua mulai berat bagiku.

Aku bekerja sebagai peenebang kayu. Dan satu hari semuanya mulai memburuk.

Kenyataan yang sungguh buruk.

24!

Luke, kutebang kau!

Kau tidak dengar? Itu lucu. Baiklah, ini dia.

Macet!

Waktunya makan siang.

Kupikir aku sudah menebang 66 kayu sejauh ini, teman.

Mungkin bisa dapat gaji lumayan dari pabrik.

- Hei, Dirt. - Ya.

- Kau kuat? - Kau tahu itu.

Angkat itu!

Yang satu itu lumayan.

Dirt, kau terlihat seperti Elmer Fudd dengan topi itu.

Lebih seperti Elmer Fudgepacker.

Sosok di kartun. Ya kurasa.

More Indonesian subtitles for Joe Dirt 2: Beautiful Loser

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left