ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Griet.
tinggalkan saja
- Griet? - ayah
kau ingat?
kau melihatku melukisnya
aku tidak pernah mengira keluarga kita akan seperti ini
makanannya mungkin akan terasa aneh di perutmu
jangan dengarkan doa doa katolik mereka.
atau, jika kamu harus bersama mereka saat mereka berdoa..
tutup telingamu.
berikan.. aku punya milik Cornelia juga.
- kembalikan. - hentikan!
kamu tidak mendapatkannya. aku mendapatkannya
anda tahu kediaman Tuan Vermeer?
katakan pada Tanneke, pelayan yang baru sudah datang
tunggu sebentar.. tadi kamu tersesat?
Nyonya muda sudah pergi sejak pagi tadi
akan kutunjukkan padamu sekeliling rumah ini
ini air untuk diminum.
ambillah air dari sungai untuk mencuci
cukup bersih untuk daerah sini
Soda... tembaga, ketel...
pasir dan sabun.
di dapur memasak, tugasmu untuk menyajikan dan membersihkan,
membeli ikan dan daging...
saat nyonya muda sedang tidak ingin melakukannya
jatah makananmu bersamaku dan yang lainnya.
itu tempat tidurmu..
membersihkan panci dan wajan.
nyonya muda dan tuan tidur dan berkumpul disini
kamu akan terbiasa dengan semuanya.
kamu juga harus membersihkan sebelah situ.
bukan sekarang!
dia melukis
selamat pagi nyonya.
jangan berbicara sebelum disuruh
Tanneke sudah menunjukkan padamu apa yang harus dilakukan? mencuci dan yang lainnya?
ya, nyonya
ini hanya untuk percobaan. belum ada keputusan apa apa.
aku...
suamiki melakukan...
masuklah.
masuklah.
jangan mengganggu.
biarkan seperti apa adanya.
bukalah jendela jendela, kamu tidak bisa bekerja dalam gelap.
hal pertama yang kamu tidak boleh lupa, jaga kelakuanmu di depan lukisan lukisannya
katakan padaku...
apa menurutmu itu sudah selesai?
tiga bulan.
tiga bulan selanjutnya bila dia puas, tidak diragukan lagi.
kita akan melaluinya
kamu tidak dibayar untuk berdiri melongo sepanjang hari.
senang bertemu dengan anda.
apa kamu baik baik saja? Ya
- bisakah kita pergi sekarang? - ini suamiku
Paul.
ini Griet, pelayan yang baru.
dia akan mengambilkan dagingnya sekarang.
Griet...
apa yang menjadi kesukaanmu?
tidak ada yang enak disini
lidah sapi dan daging yang banyak.
Pieter...
daging...
mengurus buku lagi?
ternyata kamu disitu
daging ini tidak segar.
nyonya tidak akan menyukainya.
Pieter.
ambilkan paket itu dari tempatnya.
lebih baik
kita akan bertemu lagi, Griet.
Ya.
tidak!
aku menyukainya.
beri jalan sekarang.
- ada apa? - Bankrut.
seingatku,mereka tinggak di sebelah
kasihan.
habis semuanya.
hati hati pada nyonya muda.
dia benci masalah keuangan.
dia akan jadi pendendam pada masalah ini, kamu pegang kata kataku.
terakhir kali kamu bilang hal itu sudah diurus, kamu masih mengatakannya lagi setelah 6 bulan!
akan segera diurus.
Oh ya, segera. kapan 'segera'nya?
bulan depan, tahun depan?
semuanya sama saja untukmu,
kalau anak anakmu kelaparan dan istrimu berpakaian robek.
saat kau duduk disana dan memakan kuas mu..
kamu mulai konyol. aku akan pergi keluar..
jangan, Jan, kamu jangan pergi.
sudah setahun dan semakin buruk, mereka harus menjual beberapa perhiasan mereka
kamu bisa membayangkan bagaimana hal itu membuatnya senang.
dia menghancurkan separuh dari Cina....
merusak salah satu dari lukisannya yang paling berharga
Well, dia sebenarnya pemarah juga, tapi selama ini dia diam saja.
sejak saat itu,sampai sekarang, dia tidak pernah menginjakkan kakinya di studio
ternyata kau disitu.ambillah air.
bunda maria, ibu dari tuhan,,
doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang sampai saat kematian kami..
enam anak. kenapa dia masih harus mencari kesibukan?
lakukan saja tugasnya.
tekan!
aku butuh kain perca lebih banyak.l.
lebih banyak kain perca.
tekan, tekan!!
bagus..bagus..
Oh, Jan, bukankah wajahnya seperti dirimu?
Johannes, itu dia
lihat dia, dia adalah adikmu.
bawa ini ke rumah pelanggan tuanmu, Pieter van Ruijven.
ke kiri
buka..ada seorang wanita hendak masuk
sudah selesai
So, akhirnya selesai juga
tamu terhormat.
ini ide dari wanita itu, untuk menggabungkan pesta kelahiran dan melihatnya.
dia agak galak.
aku tidak akan berkunjung untuk bir dan biskuit, katakan padanya.
aku dan anak anak layak mendapatkan pesta yang layak
kamu punya mata yang besar.
bagaimana mereka memanggilmu?
- Griet. - Griet?
Griet.
tuanmu pelukis yang hebat, Griet.
yang terbaik di Delft.
dia melukisku.
mungkin itu akan menjadi tulisan di batu nisanku.
lihat bajunya.
kamu bisa merusak satinnya
dan anggurnya akan berkilau di seluruh kaca
bisakah kamu membayangkan dirimu dalam dandanan dan pakaian yang bagus, Griet?
dia menyukainya, kau tahu.
renda dan satin Lace and satin di buat ketat disekitar dadanya.
sutra, di bagian pahanya.
para pria akan memperhatikannya
oh tuhan, dia senang sekali
dia berfikir dia adalah orang penting.
berpakaian seperti seorang wanita bangsawan
sehijau rumput...memperhatikanmu
dia bekerja disana baru beberapa bulan.
sebelum Tuan Van Ruijven membawanya untuk dilukis.
ambilkan dia baju merah yang bagus itu.
tuangkan anggur padanya seolah olah dia sedang memaksa seekor angsa
baju itu tidak akan lama dia kenakan
dia akan membuatnya melepasnya sebelum lukisannya kering.
dia pikir kita tidak tahu cara merayakan kelahiran?
ayo, cepat lah.
sekarang kemarilah, anakku. aku punya apel untukmu.
harganya tiga gulden, aku yakin itu.
tiga gulden... terima kasih.
kenapa kau ada disini?
sambutan yang hangat, saat aku membawakan pesanan daging khusus untukmu.
lebih baik membawanya sendiri.
aku tidak mendapatkan senyuman untuk penderitaanku?
tidak hari ini
ayo lah
kalau akan kutulis di buku. Griet berhutang...
satu senyuman.
tidakkah mereka terlihat luar biasa?
selamat datang, Tuan Van Ruijven.
Ny Thins..
teman dan tetangga,
tamu kehormatan kami, Tuan Van Ruijven...
malam ini kita tidak hanya berkumpul..
untuk merayakan kelahirannya ke dunia ini,
pujian hanya untuk tuhan, kepada Franciscus,
tapi juga untuk bersuka cita untuk kelahiran yang lain,
sebuah mahakarya dari tangan menantuku
Johannes Vermeer.
apa ini warna kuning indian?
disaring dari air seni gagak keramat
hanya memakan daun mangga.
kau telah membuat istriku seperti berkilau dengan air seni yang dikeringkan.
itu warna yang tepat.
tidak ada batasan,ya??
aku tidak mampu menahan ketegangannya lebih lama lagi, Tuan Van Ruijven.
katakan pada kami bagaimana menurutmu.
ini bagus
warna dan perspektifnya nyata, ilusinya...sempurna.
semua kemampuanku ini menurun pada Emily.
kenapa...
hampir sama seperti...yang dia pikirkan.
dan sudahkah kamu memikirkan judul untuk pesanan selanjutnya?
kita tidak bisa mengharapkanmu menyerahkannya pada Emily untuk lebih lama lagi.
memikirkan? sudah ada ditanganku. bukankah aku sudah memberitahumu?
seorang teman dari amsterdam.
berguru pada Rembrandt van Rijn,
siapa yang tidak mau, saat itu?
"A Merry Company by Candlelight," cahaya lilin akan menjadi kekuatannya.
So, apa kamu sudah memutuskan apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Jan?
apa kamu sudah menemukan inspirasi dalam ruanganmu?
apakah ada pelanggan lain di Delft dengan kantong sedalam milikku?
aku masih belum menemukan sebuah judul.
Ya?
tentang studionya, Nyonya.
haruskah kubersihkan jendelanya?
kamu tidak perlu bertanya padaku tentang hal seperti itu
No comments yet. Be the first to leave one.