ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
- Menara? - Aku mau rampung pada musim semi.
Sudah pertimbangkan mencari mitra di luar batas ras kita sendiri?
Ceritakan soal usul rajamu
agar bisa kuajukan ke ayahku.
Bisa kurasakan dia sembunyikan sesuatu.
Mungkin dia merasa kaulah yang menyembunyikan sesuatu.
Tempat apa ini?
Kerajaan Pulau Númenor.
Mungkin aku akan menunda.
Saat Ujian Laut dimulai dan kapal berlayar, kau akan di atasnya.
Aku tak mau masalah.
Ini peta Negeri Selatan.
Bukan hanya menyebut tempat, tetapi rencana
untuk menciptakan kerajaan.
Negeri Selatan dalam bahaya besar.
Jika Sauron memang sudah kembali, Negeri Selatan hanyalah awal.
Jika ada di antara kalian yang ingin hidup,
kita akan menuju menara Elf subuh nanti.
Bawa dia ke Adar.
Sauron konon punya banyak nama di masa lalu.
Mungkin ini salah satunya.
Kaummu tak punya raja, karena kaulah rajanya.
Ikutlah denganku ke Dunia Tengah.
Kau masih tak punya pasukan.
Semua itu akan berubah.
THE LORD OF THE RINGS CINCIN KEKUASAAN
Di istana ini, kita berkumpul tiap hari untuk merencanakan masa depan pulau kita.
Namun, pada Pemberkatan Anak-anak,
kita menyambut mereka yang akan menjalani masa depan itu.
Yang tak terbatas bagai matahari terbit di atas lautan bergulir.
Nama apa yang kau pilih untuknya?
Alinel.
Alinel.
Semoga kekuatan Númenor muncul dalam dirimu.
Kearifannya membimbing langkahmu...
Kadang pulau kita hanya butuh peregangan.
Seperti kau.
Ini hari yang sempurna, Bupati Ratu.
Mau dimulai dengan urusan apa?
Dia memanggil Elf ke istana.
Baru pagi ini.
Teman Elf menyerang empat pekerja, dan Míriel mengundangnya minum teh?
Mungkin dia dipanggil untuk dihukum.
Atau meminta pesanan.
Sementara Elf membisikkan hal buruk di telinga Ratu kita,
siapa yang bicara mewakili kita?
Kanselir!
Bilang aku minta maaf, ya? Jangan kencang-kencang.
Mau beli, Tuan? Ayolah, Tuan.
Aku tak sadar kau di tengah-tengah hal penting.
Kanselir!
Ketrampilan negarawan adalah mengurus hal-hal kecil
segigih mengurus hal besar.
Kupikir kau sudah tahu itu sekarang.
Aku cuma berusaha jadi cerdik.
Kecerdikan itu untuk orang dengan ambisi kecil.
Aku lebih suka jika kau arif, Putraku.
Ada masalah apa?
Kita mungkin menghadapi sedikit kekeruhan.
Kapal Elf di pantai kita?
Pekerja Elf mengambil pekerjaan kita?
Pekerja yang tak tidur,
tak kenal lelah, tak menua.
Tidak!
Menurutku, Ratu entah buta
atau pendukung Elf.
Sama seperti ayahnya.
- Pendukung Elf! - Pendukung Elf!
- Pendukung Elf! - Pendukung Elf!
Pendukung Elf!
Jika Elf itu ada di sini, apa yang akan dia lihat?
Orang-orang Númenor,
atau sekelompok anak-anak cengeng?
Kita adalah putra dan putri Edain.
Juga Elros Tar-Minyatur, yang pasukannya mengalahkan Morgoth.
Namun, kini seorang Elf yang dibuang, bisa mengancam kita?
Lihatlah lambang serikat yang kalian semua kenakan.
Warisan tangan-tangan perkasa.
Dari mereka yang membangun Tembok Laut.
Yang mengangkat Armenelos, kemenangan bagi peradaban kita.
Namun, kini, satu Elf bisa mengancam kita?
Teman-teman...
Percayalah kepadaku.
Demi kapalan di tanganku,
aku bersumpah tangan Elf tak akan pernah menguasai Númenor.
Númenor akan tetap menjadi, seperti biasa, kerajaan Manusia.
Minuman untuk semua!
Tak ada nama yang tak dia kenal di kota ini,
semua bisa dipengaruhi dan berutang budi kepadanya...
Mengesankan.
Aku mau bilang "menjengkelkan".
Dari kebun anggur dekat Meneltarma.
Buat kita melupakan masalah. Katanya begitu.
Masalahku diperoleh dengan sulit.
Kau pasti murid baru.
Aku Kemen, dan namamu adalah...
Eärien. Rencana, sekarang.
Kau membuatku kesal, Elf.
Kusambut kau sebagai tamu,
dan kau pergi ke pedesaan kami untuk mencuri gulungan kuno
sementara teman dari Selatan-mu menyerang warga kami.
Bisa dipahami jika dia cepat marah. Kaumnya sekarat.
"Kaumnya"?
Aku yakin orang yang kau kurung di penjara bukan perusuh biasa,
melainkan pewaris dalam pengasingan atas takhta Negeri Selatan.
Lalu kurasa Elendil ini adalah kaisar Rhûnic.
Hanya lord biasa, sebenarnya.
Kaumnya tersebar. Tanpa pemimpin.
Dengan dukunganmu, mereka mungkin bersatu di bawah panjinya, dan berjuang.
Apa maksudmu "dukungan"?
Dahulu Sauron adalah musuh kaummu, dan juga kaumku.
Aku memintamu menuntaskan tugas yang belum selesai.
Membentuk kembali persekutuan antara Númenor dan Elf...
Bertarung bersamaku untuk menyelamatkan rakyat Negeri Selatan
sebelum Sauron merebut tanah mereka untuk dirinya.
Di istana ini, ada banyak usulan.
Bisa kukatakan usulanmu paling mengejutkan dan ambisius.
Meski demikian, Númenor telah memilih jalan lain.
Tidak semua Númenor.
Raja atau tukang kayu, orang Selatan itu akan diadili.
Pertemuan ini berakhir.
Maka aku terpaksa minta izin pertemuan lagi.
Dengan penguasa sejati Númenor.
Ayahmu, sang Raja.
Jangan bicara soal hal yang tidak kau pahami,
Galadriel, putri Finarfin.
Kau harus menyisih,
agar bisa kuusulkan kepada orang yang berwenang menjawab.
Galadriel, sudah cukup.
Atas wewenang apa kau berani bicara, Elf?
Wewenang kaummu?
Atau kau orang buangan yang mencari pegangan di tengah badai?
Ada badai dalam diriku.
Menyapuku ke pulau ini karena suatu alasan.
Itu tak akan dihentikan olehmu, Bupati.
Jangan katakan.
Berkelahi di kedai?
Hasutan.
Kau hampir berhasil!
Beberapa hari lagi,
aku akan dengan senang hati memanggil kalian semua teman sekapal.
Tarik sekarang, Kadet! Tarik!
Isildur...
Tarik sekarang, Kadet!
Tarik!
Tali!
Jelaskan dirimu.
Pasti ada kesalahan, Tuan.
Itu salahku, Tuan.
Terlepas dariku.
Aku sudah sering melihatmu melepas tali pengikat itu.
Itu disengaja.
Keluar dari Penjaga Laut!
Kalian bertiga!
"Barat"? "Númenor yang asli"?
Omong kosong yang dibicarakan kakakmu lagi!
Kukira hanya aku yang akan dikeluarkan.
Maafkan aku.
Maaf?
Maaf? Kau menghancurkan hidup kita semua!
Di mana pispotnya? Rasanya aku mau muntah.
Akan kuminta ayahku.
- Kalian diangkat lagi. - Tidak.
Pantas saja kau diusir,
kau memang tak pantas untuk itu.
- Valandil... - Tidak.
Sejak cukup besar untuk pegang dayung, aku ingin ada di kapal itu.
Kulakukan semua demi mendapatkannya. Apa yang pernah kau lakukan?
Selain merenung dan mengoceh soal mendiang ibumu.
Hentikan! Cukup!
Ya, seperti biasa, Isil akan pergi.
Isil! Kau mau ke mana?
Pergi, tinggal, apa bedanya?
Masalah sebenarnya adalah dirinya. Itu tak akan ke mana-mana.
Magrot!
Adar...
Adar...
Matilah dengan kuat.
Matilah dengan kuat.
Kau lahir di mana...
Prajurit?
Di muara sungai?
Siapa kau?
Aku pernah menyusuri sungai itu...
Saat aku masih muda.
Aku ingat...
Tepi sungainya dipenuhi bunga sage.
Berkilo-kilo meter.
Kenapa para Orc memanggilmu Ayah?
Kau sudah diberi tahu banyak kebohongan.
Sebagian begitu mendalam,
sampai batu dan akar pun kini memercayainya.
Untuk mengurai semuanya...
membutuhkan penciptaan dunia baru.
Namun, itu hanya bisa dilakukan oleh para dewa.
Aku bukan dewa. Setidaknya...
Belum.
Kau ini apa?
Pergilah ke Manusia yang berlindung di menara pengawas tua.
Sampaikan pesan kepada mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.