Circle: Two Worlds Connected (Sseokeul: Yieojin Doo Segye / 써클: 이어진 두 세계)

Circle: Two Worlds Connected (Sseokeul: Yieojin Doo Segye / 써클: 이어진 두 세계)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Circle Two Worlds Conected E04 NEXT
കമന്ററി എഴുതിയത് F4N5UB1ND0
[English From VIU] CIRCLE.E04

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2017-05-31
ഡൗൺലോഡുകൾ: 31
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Cir cle Two Worlds Connected

Diterjemahkan Oleh :: Febryana Azsidiq & G.N.A125

Jangan diinjak. Ini Perkerjaan Rumah ku.

Ngomong-Ngomong, dari mana asalmu?

Yupiter? Mars?

Woo Jin, kemarilah.

- Kenapa? - Cepat.

Astaga.

Selesai. Yes!

- Kamu tidak bisa mengalahkanku. - Astaga.

Apa gunanya menjadi murid terbaik?

Ayo bermain tiga babak.

Kamu akan kalah lagi.

Berlatihlah lagi sebelum menantangku.

Astaga.

Sayang sekali.

Hei!

Woo Jin, ayo lakukan lagi.

Lihat? Sudah kubilang.

Dia berasal dari planet lain.

Circle : Two Worlds Connected

Bagian 1, Proyek BETA

Diterjemahkan Oleh :: Febryana Assidiq & G.I.N.A125 .

Dilarang Masuk

Kim Woo Jin

- Ya? - Kamu di mana?

Kamu di mana?

Di Rumah Sakit Jiwa Eunsung.

Kenapa kamu pergi ke sana?

Tetap di sana.

Aku segera ke sana.

Pukul 14.00 di Rumah Sakit Jiwa Eunsung

Rumah Sakit Jiwa Eunsung

Siapa kamu?

- Siapa itu? - Tangkap dia.

Cepat!

Hei! Berhenti!

Sial.

- Apa dia wanita? - Ya.

Aku mendengar suaranya.

Kamu kehilangan dia? Di mana?

- Di mana? - Jeong Yeon.

Apa yang terjadi?

Kenapa kamu ada di sini? Siapa itu tadi?

Katakan apa yang terjadi.

Pukul 14.00 di Rumah Sakit Jiwa Eunsung

Dia memanggilku kemari.

Ayo kita pergi ke polisi.

Ayo beri tahu semua yang kita lihat. Kita harus menangkapnya.

Sebelum itu,

jelaskan ini.

Itu keluar dari tubuh So Yoon setelah dia meninggal.

Aku tidak tahu itu apa, jadi, aku menyimpannya.

Berkat kamu, aku tahu itu robot.

Lantas, kenapa menyembunyikannya? Kenapa tidak memberitahuku?

Karena kakakmu.

Apa kamu meragukannya selama ini?

Ya. Aku pun tidak bisa memercayaimu.

Tapi

kini aku percaya.

Kita melihat pelakunya langsung.

Bagaimana dengan kakakku? - Kenapa dia?

Kini kamu memercayainya? - Tentang apa?

Bahwa dia bukan pelaku? Atau alienlah pelaku insiden ini?

Kamu memercayainya?

Aku juga tidak memercayai ceritanya.

Tapi kakakku bukanlah pelakunya.

Baiklah. Aku akan berpikir begitu mulai sekarang.

Pikirkanlah baik-baik.

"Penggelapan Dana dan Penipuan"

Astaga, menjengkelkan sekali.

Astaga. - Dasar...

Wajahnya lonjong dan sangat kecil.

Matanya juga bulat.

Semua orang bermata bulat.

Hidungnya? - Mancung.

Secara keseluruhan, dia sangat cantik.

Coba jelaskan lebih spesifik.

Katamu kamu mahasiswa terbaik.

Bagaimana bisa membuat sketsanya dengan penjelasan semacam itu?

Kamu berharap apa dariku?

Ini.

Benar. Dia tampak seperti ini.

Bagaimana Bapak bisa memahami penjelasannya?

Itu yang disebut firasat detektif.

Terkadang

aku bisa menggambar wajah pelaku dengan mudah

hanya dari memperhatikan gerakan wajah pelapor.

Baiklah.

Bukan tanganku yang menggambar, tapi indra keenamku.

Katamu kejadiannya di Rumah Sakit Jiwa Eunsung, ya?

Baiklah. Hanya itu informasi kalian.

Ada lagi. Kakakku meninggalkan pesan sebelum menghilang.

Apa katanya? - Katanya pelakunya Bluebird.

Bluebird?

Ya. Tolong tangkap wanita itu.

Hanya itu cara menemukan kakakku.

Apa-apaan? - Kamu juga mencurigaiku.

Apa kamu menggeledah kamarku

karena alamat surelku Bluebird?

Itu kebetulan yang aneh.

Itu tidak masuk akal.

Kakakmu sudah tahu namaku.

Kenapa dia memakai julukan untuk memberi tahu akulah pelakunya?

Seharusnya dia berkata, "Han Jeong Yeon-lah pelakunya."

Apa Bluebird julukan wanita itu?

Kenapa julukannya Bluebird?

Apa pun alasannya, pesan terakhir kakakmulah kuncinya.

Kita harus menemukan artinya.

Ayo kita pergi ke rumah sakit.

Rumah sakit? Kenapa?

Apa kamu terluka tadi? Di mana?

Bukan aku, kamu. - Aku?

Kamu baik-baik saja?

Ini bukan apa-apa. Nanti juga sembuh jika kuolesi salep.

Tolong lebih lembut lagi.

Dokter, apakah lukanya akan membekas di kakiku?

Tidak akan. - Aku tidak mau bekas luka.

Akan kuusahakan. - Baiklah.

Astaga. - Sakit.

Maaf. Itu menyakitkan.

"Ruang UGD"

Hei, maaf menelepon balik semalam ini.

Tidak apa-apa. - Profesor Han.

Sebentar.

Woo Jin, sedang apa kamu di sini?

Aku kemari karena temanku terluka.

Sungguh? Aku juga dipanggil kemari karena putriku terluka.

Sungguh? Dia baik-baik saja? - Kurasa tidak parah.

Sampai jumpa di kampus. - Ya, Profesor Han.

Halo? Baiklah.

Ayah, dia orang yang kuceritakan.

Dia mengantarku kemari. - Ayah?

Sungguh mengejutkan. Sejak kapan kalian saling mengenal?

Kami sekelas.

Sungguh?

Terima kasih atas bantuanmu, Woo Jin.

Bukan masalah.

Aku pamit dahulu.

Sampai jumpa. - Ya, nanti kuhubungi.

Sampai jumpa.

Kamu tidak berhati-hati lagi, ya? Kamu sudah dewasa.

Aku hanya terpeleset.

Apa hubunganmu dengan Woo Jin? Kalian saling menyukai?

Karena itukah kamu melewatkan pengobatanmu akhir-akhir ini?

Bukan begitu.

Kami hanya... Ada banyak kejadian belakangan.

Lihat, kamu mencurigakan.

- Ayah salah paham. - Jujurlah saja.

Beom Gyun.

Apa maksudmu? Tidak ada siapa pun di sini.

Dia menyinggung serangga dan membicarakan Bluebird.

Woo Jin mirip denganmu. Dia sangat aneh.

Tunggu. Aku mendengar sesuatu.

Apa? Kamu mendengar apa?

Ayo kita periksa sedikit lagi.

Baiklah, ayo.

Aku sudah sampai. Aku masuk, ya.

Kediaman Haksa

Astaga, kenapa dia cepat sekali?

Bagaimana kakimu?

Ngomong-Ngomong, kenapa tidak bilang bahwa Profesor Han itu ayahmu?

Aku tidak pernah menanyakan pekerjaan ayahmu.

Lalu, beri tahu aku jika ada yang kamu sembunyikan.

Berhentilah membingungkanku.

Kenapa kamu sangat bingung?

Bukan itu maksudku.

Aku bingung apa aku bisa memercayaimu atau tidak.

Astaga, baiklah.

Kenapa kamu menyeriusi semuanya?

Ayo. Ayo kita atur ini.

Bicaralah dengan Profesor Han.

Woo Jin sungguh tidak sesuai dengan posisi itu.

Hanya Anda yang bisa mengubah pikiran Profesor Han.

Baiklah. Akan kubujuk dia.

Astaga, debu halusnya tebal sekali hari ini.

Halo. - Hai.

Bagaimana kondisi Jeong Yeon?

Tidak parah. Dia baik-baik saja.

Woo Jin bersamanya. - Woo Jin?

Maksudmu Kim Woo Jin? - Ya, kurasa mereka dekat.

Mereka juga sekelas.

Profesor. Omong-omong,

bisa pikir ulang untuk merekrut dia sebagai asisten tim riset?

Kenapa?

Kurasa anggota tim tidak menyukai ide itu.

Orang yang berada di puncak itu musuh semua orang.

Bukankah itu alasannya?

Terus terang, aku juga tidak nyaman di dekatnya.

Kurasa dia terlalu egois...

Aku membutuhkannya.

Bukankah aku dekan di departemen ini?

Benar. Baiklah.

Tunggu. Tahan. - Apa? Kenapa?

Ini. - Ada apa?

Bagus sekali fotoku yang ini.

Harus kusimpan selamanya.

Kirimkan kepadaku.

Astaga.

Tersenyumlah seperti itu. Kenapa kamu selalu tegang?

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left