ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Semua tokoh di film ini adalah fiksi."
"Kemiripan dengan orang hidup atau mati tak disengaja."
"Dalam Kenangan"
"Mujhse Shaadi Karogi"
Lima! Lima!
- Salam, Tuan. - Semoga kau berbahagia.
Tolong lihat horoskop cucuku dan ramal masa depannya.
Tentu saja.
Mari kulihat keningmu.
Garis di keningnya memastikan...
...bahwa kemarahan Yupiter, matahari, Mars,...
...dan Saturnus akan mengatur hidupnya.
Itu akan mendominasi hidupnya. Jika dia diprovokasi seseorang,...
...maka anak ini tak akan mengampuninya.
Aku harus memberinya nama apa?
- Sameer, tiupan angin dingin. - Sameer?
Secara alami, dia berkepala panas. Nama itu akan membuatnya dingin.
Datanglah kepadaku, kemari. Sameer.
Coba tebak. Jangan membuat kesalahan dengan memaksanya menikah.
Itu dia! Dia menendangku.
Saat besar, dia lebih sering gunakan tangan dan kaki daripada mulut.
Aku tak akan mengampunimu!
- Lepaskan aku! - Aku tak akan mengampunimu!
Sameer, menyingkirlah!
Apa yang kau lakukan, Sameer? Lepaskan dia!
Sameer! Sudah kukatakan...
Jangan, Sameer! Tidak! Astaga!
- Sameer! Lepaskan dia! - Beraninya kau, Sameer!
Maaf, Tuan. Aku sungguh menyesal.
- Baiklah. - Ayo, Sameer. Ikut aku.
- Sameer, kenapa kau tampar Kepsek? - Saat aku kehilangan kesabaran,...
...rasanya seperti 100 gitar bermain di kepalaku.
Tenang, Sameer.
Beri tahu aku. Kenapa kau memukul Chintu?
Aku marah karena dia menyakitimu.
Sameer, ibuku berkata, kemarahan itu musuh terbesar cinta.
Orang yang tak bisa menguasai temperamennya,...
...tak bisa menguasai apa pun dalam hidupnya.
Sekarang berhentilah marah dan senyumlah.
Kenapa tak senyum? Aku akan buat suasana hatimu lebih baik.
- Orang kurang ajar... - Tak berbaju.
- Orang dengan piama besi... - Punya kera untuk paman.
- Orang dengan bibi kucing... - Punya anjing untuk teman.
- Jika menyangkut acar... - Mereka berpelukan, Teman.
Ini melebihi batas.
Sameer berkelahi dengan seseorang setiap hari.
Hari ini dia menamparku! Aku Kepsek!
Terlalu banyak kemarahan tak bagus. Arun yang selalu menenangkannya.
Dia lahir dengan temperamen buruk. Bagaimana bisa aku jelaskan?
Sejak orangtuanya meninggal, temperamennya terus memburuk.
Aku mengerti, Bu. Itulah alasan aku tak keluarkan dia dari sekolah.
Tapi aku sungguh khawatir.
Jika ini masa kecil Sameer Malhotra, bagaimana masa remajanya?
Sameer, hentikan!
Sameer!
Sameer, jangan!
Tiga patah tulang dan 35 jahitan.
- Kau lakukan semua itu? - Ya, Tuan. Aku hancurkan mereka.
Tapi kau mesti tanyakan alasan aku memukul mereka.
Kemarilah, Sayang.
- Ayolah! - Hentikan!
Tolong! Tidak!
Hentikan!
Hentikan!
Ini gadis yang akan dinikahi Sameer.
Para pria ini memperlakukannya seperti bola di keranjang.
Tahun 1998, kau memukul seorang profesor di universitas?
Dia tak punya waktu untuk mengajar murid laki-laki.
Tapi dia sering memanggil pulang murid perempuan dan memberi kuliah.
Dia berniat jahat. Maka aku memberinya pelajaran.
Apa salahku?
Tahun 2000, kau menolong pria yang sedang tenggelam...
- ...lalu memukulinya? - Aku yang menyelamatkan dia juga.
Ada papan dengan tulisan tebal, "Dilarang berenang. Area berbahaya."
Kenapa dia ke sana? Aku memukulinya, apa aku salah?
Kami menerima delapan keluhan terhadap kau dalam lima tahun.
Mungkin akan ada lebih banyak.
Dengar, ini peringatan terakhirku untukmu.
Jika aku mendapat keluhan lainnya, kau akan langsung masuk penjara.
Denda 3.000 Rupee.
Kau boleh mencium pengantinnya.
Roma? Kau menikah?
Sameer, tolonglah. Ini hari pernikahanku.
- Apa? - Jangan marah hari ini.
Tolong jangan memukul seseorang. Tolong, Sameer.
- Aku akan... - Tidak, tunggu di sini.
Sulit dikatakan kapan dia akan memukul seseorang.
Kau berpikir aku akan memukulmu? Kenapa? Bagaimana aku bisa?
Aku...
Aku mengira kau...
- Kau berpikir aku akan menikahimu? - Ya.
Pernahkah kau bilang kepadaku bahwa kau mencintaiku?
- Tidak. - Lalu...
Lihatlah dia. Begitu manis, halus,...
...dan dia sangat mencintaiku. Lalu kau?
Dengarkan aku. Tak ada gadis yang bisa jatuh cinta kepadamu.
- Dia hanya bisa takut kepadamu. - Kenapa?
Kau begitu pemarah, bahkan aku pun takut kepadamu.
Ingat kau mengalahkan para pria di lapangan basket?
Mereka membuat kesalahan dan harus dihukum.
Setiap manusia membuat kesalahan. Bagaimana jika aku salah?
- Kau akan memukuliku juga, bukan? - Tidak.
- Benar, bukan? Mari kita pergi. - Tidak.
- Sameer, kau sungguh ingin pergi? - Ya, Nenek.
Aku dapat pekerjaan penyelamat di Goa. Itu pekerjaan bagus.
Lagipula aku sering berkelahi di sini, Nenek.
Jika di tempat baru dan bertemu orang baru, aku bisa tak berkelahi.
Anakku, pikirkan lagi sebelum kau pergi.
Alasan di balik perkelahian itu adalah temperamenmu.
Temperanmu akan pergi denganmu ke mana pun kau pergi.
Ya, Kakak. Jika kau pergi, aku akan selalu mengkhawatirkanmu.
Kau yang akan kukhawatirkan.
Aku harus menyekolahkan dan menikahkanmu.
Mata Nenek juga harus dibedah,...
...dan dia juga harus cepat pergi menemani Kakek di surga.
Aku tak akan cepat pergi. Dia harus menunggu.
Sebelum kau pergi, kau harus janji kepadaku.
Kau tak akan berkelahi dan bercekcok dengan siapa pun.
Apakah itu jelas, anakku?
Nenek, aku bersumpah demi kepalamu.
Aku tak akan marah lagi.
Satu, dua.
Itu kopermu, Tuan? Juga tas ini?
Empat koper? Keempat koper itu milikmu?
Ya.
Tas yang mana?
Maksudku, tas mana yang berisi uang tunai dan barang berharga?
Ini masa yang buruk. Kau bisa dengan mudah dirampok.
Perampokan kini sering terjadi di kereta.
Sulit membedakan penumpang sungguhan dan pencuri.
- Tidurlah. Aku akan berjaga. - Aku tak mengantuk.
Tuan, waktu antara pukul 3.00 dan pukul 5.00 adalah untuk tidur.
Sekuat apa pun seorang pria, dia akan tertidur sesekali.
- Aku ingin lihat saat kau tertidur. - Sudah kukatakan aku tak mengantuk.
Baiklah. Sebenarnya aku suka tidur. Aku akan tidur.
Ya, Nenek. Aku tiba dengan selamat. Baiklah.
- Terima kasih, Tuan. - Untuk apa?
Kau menjaga koperku.
Aku jelaskan. Aku punya kelemahan tak bisa terjaga saat malam.
Aku tak bisa tidur di kereta karena takut kehilangan bagasi.
Itu alasan aku menipu orang.
Agar aku bisa tidur dan kau menjaga bagasiku.
Ide bagus, bukan? Kau pria hebat.
Kurasa kita harus bepergian bersama saat aku pulang juga.
Ini kartu namaku.
Hubungi aku di nomor ini. Aku akan cari kau di stasiun.
- Sampai jumpa. - Tolong aku, Nenek.
Menyanyilah memuji Govinda Gopala
Menyanyilah memuji Govinda Gopala
Dewa, lindungi cucuku di mana pun dia berada.
Jangan pergi Jadilah bagian dari diriku
- Kau menjadi bagian - Aku mabuk
Waktunya tepat Hatiku menggila juga
Mari bersenang-senang dalam kehidupan kita
Aku suka yang begitu
Aku suka yang begitu
Tenaga, kekuatan
Siapa yang punya nyali untuk melawan kita
Mari jatuh cinta Selama ada masa muda
Ini waktunya untuk hidup Hidup dalam semangat
Menyanyilah memuji Govinda Gopala
Dewa, tolonglah Sameer mendapatkan cintanya.
Kekasih
Kekasih
Hidup Dewa Rama Hidup Dewa Krishna
Hidup Dewa Rama Hidup Dewa Krishna
Datanglah, Kekasih
Datanglah, Kekasih
Mari menari
- Ya - Mari menari
Ya, aku menyukainya
Mari menari dan menyanyi
Halo, Para Wanita.
- Menyingkirlah! - Hei!
- Astaga. - Hei!
- Kau dan... - Ya, aku Raj. Dia Paul.
Aku malang sekali. Kami bersaudara kembar.
Aku ahil astrologi, bisa meramal masa depan orang dari bagan lahir.
Dia merusak masa depan mereka.
- Apa yang kakakmu lakukan? - Dia anggota Geng Elang.
Mereka berbahaya.
- Jangan sampai bertemu mereka. - Tak akan.
Kau sepertinya asing di kota ini.
- Siapa yang kau kunjungi? - Tn. Duggal.
- Tn. Duggal. - Ya, dia punya kamar kosong.
Bukan hanya kamar, tapi otaknya juga kosong.
Dia dulu inspektur polisi di Goa. Darah menggumpal di kepalanya...
...sejak ada pencuri yang memukulnya dengan tongkat.
Di mana pun penyumbatan terjadi, bagian itu menjadi percuma.
Dia bisa tuli, bisu, dan buta.
Kita lihat hari ini dia bagaimana. Mari.
Dia buta hari ini.
- Aku tak percaya ini. - Kau akan segera percaya.
Itu Tn. Duggal.
- Tapi dia melihatku. - Tidak, kau yang melihatnya.
Mari kutunjukkan. Tunggu dulu.
Anak Nakal! Kau memukulku karena aku buta hari ini?
Saat aku mulai melihat lagi, kalian tak terlihat di sekitar sini.
Kau percaya sekarang? Tunggu.
Aku senang kau di sini. Aku belum minum teh.
No comments yet. Be the first to leave one.