Doctor on the Edge

Doctor on the Edge (닥터 섬보이)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 1

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗗𝗢𝗖𝗧𝗢𝗥 𝗢𝗡 𝗧𝗛𝗘 𝗘𝗗𝗚𝗘 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟮 𝗗𝗦𝗡+ 𝗛𝗨𝗟𝗨 𝗪𝗘𝗕 𝗜𝗗
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟓:𝟒𝟎 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑫𝑺𝑵+ || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘔𝘪𝘮𝘪 𝘓𝘢𝘳𝘢𝘴𝘢𝘵𝘪 𝘉𝘰𝘯𝘯𝘦𝘵𝘵𝘰 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
official_release
disney+_synced
hulu_synced
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-06-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 58
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No
FPS: 25

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Hwayeong.

Dayanya mati.

Dengarkan saja.

Ayo, coba dengarkan untuk saat ini.

Musik itu bagus untuk mengobati kecemasan.

Baterainya habis.

Apa?

Padahal kuisi dayanya kemarin. Sebentar.

- Aku punya pengisi daya. - …Kini berangkat.

Kau mau mengunyah ini?

Mengunyah sesuatu bisa membantu agar santai.

Sudah kukatakan aku tak apa.

Kau tak baik-baik saja.

Kau menangis kemarin.

Maaf, bangunlah.

Seonu…

Maaf?

Seonu…

Kau mengatakan "Seonu."

Kau mengenalku?

Maaf?

Apa aku pernah minta bantuanmu?

Tidak, tetapi aku…

Maaf kau harus membantuku seperti itu kemarin, tetapi…

Aku tak pernah minta bantuanmu.

Jadi, pergilah dan jangan melanggar batas lagi.

Apa?

Tunggu, kapan aku melanggar…

Maaf!

Apa-apaan?

Hei, aku perlu segera naik feri, jadi perlu resep obat.

Aku akan pergi ke rumah sakitmu.

Aku pergi ke sana sekarang.

PUSKESMAS.

Feri terakhir sudah lama berangkat.

Kenapa dr. Do Jiui masih belum datang?

Aku tahu. Mustahil dia meninggalkan tugasnya pada hari pertama, ya?

Omong-omong, Nn. Hwang,

pemula akan datang pekan depan, ya?

Aku akan bersikap baik kepadanya.

Pemula?

Katamu ada perawat baru tahun ketiga. Aku tahun keempat.

Bukankah berarti dia pemulanya?

Kurasa kau benar,

tetapi dia bukan pemula biasa, agar kau tahu saja.

Dia belum lama menjadi perawat,

jadi bayangkan betapa canggung baginya.

Aku harus membantunya.

Aku bahkan mengatur semua catatan pengalihan tugas.

Baik. Bagus.

Tentang siapa yang akan membantu siapa, kita tak tahu sebelum dia datang,

tetapi bagus.

PUSKESMAS.

Dokter Do.

Apa?

Astaga, Dokter Do! Kau tahu ini pukul berapa…

Astaga. Kau pucat sekali. Kenapa kau?

Maaf. Aku tertidur di feri.

Jadi, kau tertidur di feri selama ini?

Ya.

Pasti bagus merasa tak peduli.

Tidur nyenyak selagi bolos kerja.

Kau mau mengunyah ini?

Mengunyah sesuatu bisa membantumu merasa santai.

MERASA SEDIH? INI MEMBUATMU CERIA!

WANITA YANG MELANGGAR BATAS.

- Akar bunga lonceng? - Benar.

Itu akar bunga lonceng yang mahal.

Soal itu… Kau menyelamatkan nyawa ketua pekan lalu,

jadi asosiasi pemuda memintaku memberikan ini untukmu.

Ini dari asosiasi pemuda? Terima kasih.

Omong-omong, Pak Lee Jangsu, kenapa kau datang hari ini?

Aku ke sini untuk minta obat yang selalu kuminum.

Obat yang selalu diminum?

Kau sudah ambil resep untuk dua pekan pada pekan lalu.

Resep untuk dua pekan tak cukup lagi.

Istriku juga meminumnya,

jadi berikan kami resep untuk sebulan kali ini.

Katamu kau berbagi obat dengan istrimu?

Ya.

Tidak. Resep untuk orang lain itu ilegal.

Secara harfiah, itu bukan resep untuk orang lain,

karena aku juga minum obat itu.

Tetap tidak bisa.

Batuknya bisa menjadi radang paru jika berlanjut dua pekan atau lebih,

jadi kuberi obat untuk tiga hari.

Kembalilah setelah obatnya habis.

Aku sangat sibuk karena ikan teri!

Kau ingin aku berkunjung teratur?

Cuma dengan begitu aku bisa menilai kondisimu dengan baik.

Aku paling tahu kondisiku.

Aku akan mengurus diriku,

jadi berikan resep untuk 30 hari.

Aku tak bisa begitu.

Dari dulu selalu begini!

Kau akan membatasi resepku begitu saja?

Obat batuk, sesuatu untuk dahakmu,

antibiotik, dan yang panjang ini obat pelapis lambung.

Minum satu pak pagi hari dan malam hari setelah makan.

Kau sungguh cuma memberi untuk tiga hari di situ?

Kami cuma menaruhnya sebanyak resep dokter.

Itu hukumnya.

Apa ada hukum mengatakan pegawai negeri bisa mengabaikan warga?

Siapa katakan apa pun soal mengabaikan siapa pun?

Bukan begitu. Ini hukumnya.

Kau pikir aku tak tahu hukum?

Hukum ini, hukum itu!

Tampaknya aku harus menuntut

kalian para pegawai negeri

yang suka gunakan hukum sebagai peringatan!

Tunggu!

Apa kau minum-minum? Tenanglah, agar bisa kujelaskan…

- Kita harus bagaimana? - Maaf?

Katanya, Pak Lee pergi ke kantor wilayah untuk mengajukan tuntutan.

Tampaknya situasi akan merepotkan sementara waktu.

Dok, santailah sedikit, ya?

Bertengkar dengan warga tak pernah mudah.

Aku tak bisa apa-apa lagi.

- Terima kasih hidangannya. - Terima kasih.

Ini yang ingin kusampaikan.

Jika bukan masalah besar, turuti saja pemintaan mereka, ya?

Itu lebih baik untuk semua orang.

Memberi pasien resep obat yang mereka minta

bukan "lebih baik untuk semua orang."

Tak ada hal bagus jika menyerah dengan pasien.

Kukatakan ini bukan demi kebaikanku.

Karena aku mencemaskan kalian.

Jika kalian melakukan sesuka kalian,

hal buruk akan menimpa kalian!

Lihat saja nanti saat itu terjadi.

- Ya ampun, menyebalkan. - Apa…

Ada orang di dalam?

- Astaga! - Apa?

Ya ampun!

Kulihat kalian masih makan.

- Halo. - Ya ampun.

Kau sudah dipulangkan dari rumah sakit?

Ya.

Aku langsung dirawat.

Kegigihan dr. Do menyelamatkan nyawaku.

Jika bukan berkat dr. Do Jiui, aku menuju alam baka saat ini.

Bukankah ini hati ikan biarawan?

Hidangan mahal!

Tak semahal nyawaku.

Astaga, dr. Do.

Terima kasih banyak.

Setelah aku pulih sepenuhnya,

kubalas semua budimu. Kau bisa andalkan itu.

Baiklah.

Kami menghabiskan terlalu banyak waktu saat kalian makan.

- Ayo pergi, Chunsik. - Benar.

Pasti kau lelah karena baru dipulangkan,

- jadi pulanglah beristirahat. - Baik.

- Terima kasih. - Sampai jumpa.

- Jaga dirimu. - Terima kasih.

- Hati-hati di jalan. - Tentu.

Aku menyayangimu, dr. Do.

Apa?

Kau sungguh disukai ketua saat ini.

Di pulau ini, jika dia menyukaimu,

mutu kehidupanmu meningkat pesat.

Terakhir kali, dia memberiku piza dari daratan

karena dia suka perawatan akupunkturku.

Aku mendapat piza untuk akupunktur,

bayangkan sebaik apa perlakuannya kepadamu karena menyelamatkannya.

Piza?

Hanya karena dia suka perawatan akupunkturmu?

Ya! Piza!

Apa-apaan?

Mari lihat…

Nn. Eom. Apa ini?

Ada apa?

Maksudku sandalmu. Sama seperti milikku.

Kau juga membayar premium untuk pengiriman luar negeri?

Kudengar ini sulit didapat.

Premium?

Biar kulihat.

Apa selalu ada warna ini?

Aku belum pernah melihat ini.

Memang kau siapa, detektif? Kenapa melihat kakiku?

Aku kagum, itu saja.

Kurasa selera kita serupa.

Serupa apanya.

Bagaimana seleraku bisa serupa dengan orang yang punya klinik di Seoul?

Ayo kembali bekerja!

Dia sungguh aneh!

Sialan!

Siapa yang membayar premium untuk sandal jelek?

Aku sama sekali tak menyukainya.

Aku lapar sekali.

Baru pukul 20.00, tetapi tak ada toko yang buka…

Pulau kami cuma punya satu swalayan.

Swalayan kami bahkan kadang tak buka.

Kusadari nilai toko serba ada.

Jika bertemu ini saat kau pergi ke pasar nanti,

kau harus menumpuknya.

Bir jarang distok, jadi siapa cepat dia dapat.

Aku harus bergegas ke sana!

Bir untuk menemaniku pada malam panjang!

Bir…

More Indonesian subtitles for Doctor on the Edge

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left