ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ben, sudah hampir jam 8, sayang.
Kau sudah di tempat tidur?
Baik, Bu.
- Aku di tempat tidur. - Bukan "on", tapi "in".
Contoh "in", kau "dalam" masalah, Tuan.
Tapi Bu, aku harus menyelesaikan gambar ini.
Ini raja.
Bagus sekali. Dan yang kecil itu siapa?
Semacam benda terbang.
Kugambar di kertas yang sama karena mereka berteman.
Baik, Teman... Kau benda terbangku dan kau harus terbang ke tempat tidur.
Besok kau bisa mewarnainya.
Setelah kamar ini dibersihkan.
Artinya kau harus memberi makan Si Trashosaur.
Matikan lampunya, Pria kecil.
- Ibu menyayangimu. - Aku juga, Bu.
Selamat malam, sayang.
Dimana aku? Bagaimana aku bisa sampai disini?
Gelap sekali. Tak ada yang ditakutkan.
Semoga saja.
Oh, itu teman-teman. Mereka pasti didekat sini.
Bangun, semuanya. Waktu kita hanya sampai pagi.
Kita harus kembali sebelum Ben bangun...
...dan satu menit telah terlewatkan.
Ayo, kita akan meleleh!
Jangan ribut, dasar suara mobil balap.
Anak muda itu akan terbangun.
Maukah kau lihat apa yang Ben warnai dengan warnaku hari ini?
Anjing berwarna hijau. Biasanya dia gunakan aku untuk warna rumput...
- ...atau daun. - Anak anjing itu berwarna hijau.
Kau tahu, minggu lalu Ben gunakan warnaku untuk mewarnai gajah.
Gajah berwarna biru. Anak-anak sungguh kreatif.
Dia selalu gunakan aku untuk mewarnai malam.
Tapi malam hari adalah waktu berpesta.
Dan satu hali lagi, dia tidak pernah rapi dalam mewarnai gambar.
Apakah terlalu sulit mewarnai...
...gambar agar warna dan arsirannya lebih rapi?
Dia mewarnai seperti bocah berumur 6 tahun.
Dia memang berumur 6 tahun.
Terkadang aku dijadikan garis pinggir gambar.
Mengapa susah sekali mendapat bantuan di sekitar tempat ini?
Ya ampun, sedang apa kau di atas sana?
Entahlah. Sedang apa kalian di bawah sana?
Ben pasti meletakkannya disana sebelum dia tidur.
- Halo. - Jangan berguling, Red.
Akan kutangkap kau.
Baik, akhirnya turun juga. Sudah seharian aku disana.
Baik, kukira tadi itu tangkapan yang sempurna.
Mungkin seharusnya kulempar saja.
- Tangerine. - Halo.
Periwinkle.
Disini. Ah, apa tadi dia melihatku?
- Aku...dari tadi disini. - Bayi Blue?
- Orange? - Juicy.
- White. - Apa kau melihatnya?
Iya, Brown? Hari ini Ben menggunakanku.
Hampir, tapi masih...
Sudah kulihat, White. Dan kau tahu? Sebentar lagi...
...Ben akan menggambar kartu liburan.
Sekarang menurutmu siapa yang akan digunakan untuk mewarnai salju?
Aku! Wah, Makasih, Brown.
Tutti Frutti?
Refried Bean.
Ah yang benar saja!
Baiklah, mari kita lihat yang disini.
Yella? Yella? Yella!
Mungkin dia sedang bersembunyi di suatu tempat.
Ketakutan seperti biasanya.
Sedikit lagi.
Hanya beberapa langkah lagi.
Ah! Permisi, aku...
Tolong!
Anak itu bisa terbangun. Dimana apinya?
Monster... Di bawah tempat tidur.
Hampir... hampir menangkapku.
Monster? Pertama kalinya untuk tahun ini.
Mungkin dia akan menelan kita semua.
Boneka monyet?
- Bodohnya aku. - Lupakan saja, Yellow.
Jangan pernah percaya pada mainan yang terbuat dari kain.
Dan lihat senyumannya. Benar-benar palsu.
Ah! Saatnya terbang, Teman-teman. Sebaiknya kita kembali.
Hei tunggu dulu, anak muda.
Selalu saja beramai-ramai seperti bernyanyi hiphop.
Kenapa begitu? Di zamanku, hanya 4 krayon dalam 1 kotak...
...dan tidak ada yang namanya lilin yang canggih.
Kebanyakan terbuat dari arang dan lumpur.
Begitulah zaman dulu.
Jangan terlalu dipikirkan, Yellow. Kadang orang juga merasa takut.
Kau tidak.
Hei kemari. Aku tahu cara menghiburmu.
Hal extrim yang menyenangkan.
Tidak. Tidak ada kata senang jika ada kata extrim.
Kau duluan saja.
Kau yakin?
Mengapa aku selalu ketakutan?
Kau memang tampak seperti monster.
Ada alasan mengapa aku takut.
Bukan seperti melompat di saat ada...
Ah, hanya...
Navy blue? Aquamarine?
Siap, Pak.
Krayonimo!
Wah! Tarikan yang bagus.
Bukan aku.
Pelan-pelan, Blue! Ben hampir saja terbangun.
Ooh. Salahku.
Waktunya hampir habis. Sebaiknya kita lompat.
- Oke, ayo. - Awas.
Aku suka ini!
Awas yang di bawah!
Tolong.
Yihaaa!
Tunggu.
Ada yang melihat Yella?
Tunggu aku! Aku disini, Brown.
Brown?
Blue? Red?
Ada orang? Aku masih disini, Teman-teman.
Bersama gambar-gambar, dan...
...dinosaurus.
Ah tidak.
Tarik napas dalam-dalam. Bayangkan yang indah-indah.
Monster!
Men... menjauhlah dariku! Kau...kau monster!
Monster?
Sekarang dengar, kami memang monster.
Hanya gambaran dari imajinasi Ben.
Suka mencakar.
Namun tampan.
- Punya 2 kepala! - Ooh, 2 kepala?
Harusnya kami beruntung. Aku pembantunya.
Mungkin karena aku punya sayap.
- Namaku Nat. - Kau nyamuk?
Bukan nyamuk, tapi Nat! Aku benda... yang bisa terbang.
Oh, dan sahabatnya.
Siapa dia? Dia itu apa?
IZinkan aku memperkenalkanmu Pangeran Mahkota Chiaroscuro.
Pemimpin Colorwealth.
Bangasawan paling terhormat...
...satu-satunya.
Yang Mulia Raja Scrawl.
Apa yang kau inginkan dariku?
Tepat sekali. Kau krayonnya. Kami sketsanya.
Apa yang harus kulakukakan? Menbuatku sebuah gambar?
Dengar, kami hanya butuh sedikit warna.
Kupikir kau bisa membantu kami.
A...apa? Aku sendiri?
Seharusnya aku tidak boleh mewarnai orang asing.
Dan lagipula, mata krayonku sudah tumpul...
Baik, bagaimana dengan teman-temanmu?
Tidak bisakah mereka mewarnai kami?
Mereka sudah pergi. Kau lihat?
Pergi? Kemana?
Melewati pintu rahasia menuju Color City, tempat para krayon tinggal.
Semuanya? Pintu rahasia?
Kau benar, bos. Itu tampak pintu rahasia.
Itu bukan pintu rahasia.
Dan lagipula, hanya krayon saja yang boleh tinggal di Color City.
Mungkin harus diketuk dulu.
Oh ada belnya! Pasti itu pintunya.
Tapi itu sungguh bukan jalan menuju Color City.
Jangan dengar dia, Bos. Dia hanya berusaha menipu kita.
Bagaimana dengan gagang ini?
Keluarkan aku dari sini!
Kumohon keluarkan aku! Aku tidak suka tempat sempit.
Aku belum pernah ke Pulau Rhode.
Wihhh! Makasih, Yang Mulia.
Hei, dimana Nona kecil Yellow?
Aku pulang.
Color City!
Aku... aku berhasil. Yeeee!
- Hei, Yellow, apa kabar? - Hai, Yellow.
- Yellow! Darimana saja kau? - Kami kuatir.
- Kupikir sudah terjadi hal buruk. - Itu baru mengejutkan.
Kau tahu, Brown hampir membentuk tim pencari.
Atau kurasa seperti geng penyelamat.
Tadi sangat mengerikan. Aku diserang.
- Apa? - Oleh benda yang besar, sangat besar, kejam...
Boneka monyet? Bebek-bebekan karet?
Serangan panik. Ya, itu saja.
Aku takut karena aku sendirian.
Baik, setidaknya kali ini tidak ada monster.
Dan lihat ujungmu. Tumpul sekali.
Kau bisa gunakan perjalanan ini untuk spa.
Ide bagus, Blue.
Kau akan kembali baru dalam sekejap. Lihat saja.
Apa kita ada janjian?
Ya ampun, Yellow. Apa yang terjadi denganmu?
Bunga putri malu-ku.
Aku ada... masalah?
Kejutan yang mengejutkan. Dia ketinggalan di kamar Ben.
Aku bodoh sekali.
Ketinggalan?! Tapi apapun bisa saja terjadi.
Kau bisa saja terluka.
Atau patah, bukan?
Patah? Aku... Tidak. Apa saja, tapi itu.
Aiihh! Lihat ujungmu! Botak dan buruk sekali.
Kemarilah, akan kami perbaiki dalam sekejap.
Sampai jumpa di pantai, Yellow.
No comments yet. Be the first to leave one.