ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SEBELUMNYA
Dua puluh wanita mendaftar untuk menikahiku.
Ayo cari jodoh.
Harry Jowsey resmi akan menikah.
- Ini masa depanmu, Harry. - Itu gila.
Pikirkan dengan kepala dan hati.
Aku tahu kau suka berpikir dengan bagian lain.
Harry yang mesum harus memikirkan masa depan.
Aku harus jalani babak berikutnya ini dengan sangat serius.
Kurasa kau membuat kesalahan besar.
Aku bisa jadi sahabatmu, tapi entah kalau jadi suami.
Aku tahu pasti, di hatiku,
bahwa hubungan ini akan berakhir.
Aku di sini untuk menemukan jodohku.
- Sikapmu luar biasa. - Kau impian.
Kurasa kau jauh melebihi yang aku perkirakan tentangmu.
Sebelum semua ini, aku membeli cincin.
Ingin kuberikan padamu.
Aku jatuh cinta padanya.
Sungguh.
Kau sempurna.
Kurasa aku amat menyukainya sekarang.
Kau mau apa?
Buka bajumu.
Apa itu yang terjadi? Apa itu yang mereka lakukan?
- Astaga. - Mereka bercinta di kamar mandi.
Jika ada yang tak beres, aku harus dengarkan kata hati.
Kau di tahap akhir dengan dua wanita. Jadi, apa yang kau mau?
Aku jelas jatuh cinta padamu.
Aku juga jatuh cinta padamu.
Pernikahannya sebentar lagi. Kalian saling mencintai?
- Ya. - Ya. Saling mencintai.
Semuanya terasa lebih nyata sekarang.
Hari pernikahannya tinggal beberapa hari lagi.
Aku ke Selandia Baru untuk mencari kejelasan.
Tapi aku malah bingung.
Entah apa aku siap untuk ini.
Aku belum tidur.
Aku tidur dua jam semalam.
Meninggalkan Selandia Baru sangat membingungkan dan sulit.
Otakku kacau. Seperti telur orak-arik.
Hidup akan sangat berbeda, tapi menyenangkan dengan mereka.
Tapi aku merasa sangat bodoh
karena aku di sini
merasa bimbang dengan dua wanita paling menakjubkan,
dua wanita paling menarik dan luar biasa yang pernah kutemui,
dan sekarang aku tak tahu apakah aku siap untuk ini.
Aku butuh lebih banyak waktu.
Astaga.
BAR ANGGUR COSETTE
Hai!
Hei.
SAHABAT HARRY
Sudah kupesankan kopi.
- Kami kangen. - Aku kangen.
- Apa kabar? - Apa kabar?
SAUDARA KEHORMATAN
- Kau tampak baik! Langsing. - Halo.
ANJING SONNY
- Benarkah? - Ya.
Aku akan duduk di situ.
- Duduk di sini dan… - Minum kopimu!
- Dia mau bertemu. - Hei, Rubie.
Bagaimana kabar kalian?
Wah, kami baik-baik saja. Kau yang harus cerita kabarmu.
Ini sangat buruk. Entahlah.
- Maksudmu? - Entahlah.
Tinggal lima wanita saat kami pergi.
- Lima wanita. - Di Vegas?
Ya, kau harus cerita pada kami.
Kami meninggalkanmu setelah eliminasi. Kau sendirian.
- Sudah selama itu tak bertemu? - Lalu kau ke Vegas.
Sekarang tinggal dua orang.
- Amber dan Dannelle. - Oke.
Aku tak tahu harus pilih yang mana.
Oke, jadi kau bingung.
Itu masalahnya.
Dan aku akan menikah dalam waktu 48 jam lagi.
- Ya. - Jadi…
Itu wajar, Kawan.
Karena situasi yang kau hadapi itu sangat gila.
Apa kau sudah memikirkan pro dan kontra dari mereka berdua?
Ini sebuah keputusan besar.
Apa hal yang kau suka dari Amber dan Dannelle?
Aku suka kepercayaan diri Amber dalam cara dia memandang dunia
dan sikap santainya.
Ya, aku suka itu darinya.
Dengan Dannelle, selalu aman… Kami selalu cocok satu sama lain.
Aku suka sikap hangat Dannelle,
serta betapa manis dan lembutnya dia.
Dia orang yang jika mencintai dan memercayaiku,
aku jadi dunianya.
- Mereka amat berbeda. - Ya.
- Itu yang tersulit. - Ini sulit.
Pilihannya seperti menikahi seseorang yang akan selalu di sisimu,
merawatmu,
atau seseorang yang akan jadi teman bertualangmu.
- Kau merasa begitu? - Ya.
Saat ke Selandia Baru, aku tadinya merasa yakin
bahwa itu akan membantu memberi kejelasan.
- Oke. - Ternyata malah tak ada kejelasan.
Emosiku sangat terkuras, dan aku malah mundur.
Aku jadi menutup diri.
Kau hanya ingin sendiri?
Cuma mau sendiri. Tak mau bersama siapa pun.
Hari terakhir, aku ke pantai yang terakhir kukunjungi dengan ayahku.
Semua terasa sekaligus, dan aku menangis sejadi-jadinya.
Menurutku, momen dalam hidup saat kau mempertanyakan semua,
dan kau merasa sangat terpuruk,
seperti di Selandia Baru setelah ayahmu tiada,
dan kau kemari, mempertanyakan hidup, merasa tersesat,
itu momen yang bagus. Harus jatuh untuk bangkit lebih tinggi.
Kau harus merasakannya untuk tahu apa yang sebenarnya penting.
Jadi, jangan anggap itu hal negatif. Anggap itu hal yang amat baik.
Tiap kita renungkan yang kita lakukan, di mana kita,
"Kenapa kulakukan? Kenapa di sini?"
Itu hal yang baik
sebab itu buat kau melangkah lebih jauh.
Ya, aku hanya…
Entahlah, aku hanya… Jika di pernikahan tak kupilih siapa pun,
- bagaimana? - Tak memilih? Bahkan tak lanjut kencan?
Tak pilih siapa pun. Tak ada pernikahan atau apa pun.
Seharusnya kau tak merasa tertekan.
Bilang, "Ini bukan waktu yang tepat."
Entah apa itu tindakan bagus.
Ada dua wanita yang katamu luar biasa di hadapanmu sekarang.
Jangan sia-siakan itu.
Jika kau benar-benar mencintai kedua wanita ini, pilihlah satu.
Sulit sekali
mendengar dua opsi berbeda dari Sonny dan Amanda,
orang-orang yang paling kupercaya.
Kini opini mereka bahkan berlawanan.
Para saudariku tak membantu. Mereka tak membantu.
Aku tak membantu.
Ini hal yang kusadari hari ini, bahwa ini keputusanku.
Dan ini agak menakutkan.
Kembali ke LA dari Selandia Baru,
mengetahui bahwa akan segera ada pernikahan,
membuatku sangat bersemangat.
OAHU, HAWAII
Selandia Baru membuatku yakin dengan Harry.
Melihatnya dengan keluarganya,
dan melihatnya di tempat yang membentuknya sebagai pribadi
sangatlah istimewa.
Aku tahu ini yang pertama kucoba, tapi aku suka.
Kata "pernikahan" membuatku agak trauma
karena aku pernah menikah, dan itu berakhir dengan perceraian.
Tapi dengan Harry, aku tak merasa aneh lagi.
Ini terasa begitu ajaib dan langka.
Kini aku bingung mau pilih yang mana. Aku suka gaun ini juga.
Aku merasa lebih bersemangat. Hidup akan sangat menyenangkan.
Astaga. Hai!
Hai! Apa pendapat kalian?
Menakjubkan!
IBU & SAUDARI
Kau pakai gaun apa pun tampak bagus.
Kalian siap dan bersemangat untuk pernikahanku?
Perasaan Ibu campur aduk.
Kurasa ibuku sangat melindungi diri,
sebab saat melindungi diri, dia jadi tak terlalu tersakiti.
Dan kurasa dia terpaku pada pikiran yang berlandaskan banyak rasa takut
sebab itu buat dia aman,
dan dia timpakan perspektif itu padaku.
Menurutku itu sangat tidak sehat.
Dan aku tipe gadis yang langsung jalani saja.
Bagiku, aku harus datang ke sini dengan pemahaman mendalam akan hal itu.
Ibu ke makam hari ini, dan menyampaikannya ke ayahmu.
Ibu bilang, "Kau bisa lihat apa yang tak bisa kami lihat.
Kau lebih tahu Harry daripada kami tahu Harry,
jadi lancarkanlah atau cegahlah."
Itu tugasnya.
Kita akan cari tanda-tandanya.
Tapi kau terlihat cantik!
Aku sayang kalian. Sampai jumpa.
- Oke, Sayang! - Dah!
- Dah. - Dah!
Aku harus membuka diri di sini,
dan melihat cinta dari banyak sisi.
Mencari tahu cara menjalani hidup dengan cinta
tanpa merasa takut.
Karena menurutku orang takut untuk membiarkan cinta masuk,
karena di sisi lain, ada kehilangan.
Jadi, kurasa itu sesuatu yang jelas sulit kuatasi,
dan sesuatu yang sedang kutulis ulang untuk masa depanku.
LAS VEGAS, NEVADA
Aku tak membayangkan bagian ini, mencoba gaun pengantin,
jadi ini momen yang bagai mimpi.
Aku suka yang ini.
Namanya Cartier. Sangat cocok.
- Aku suka Cartier. - Ya. Ini.
Hari ini penting.
Aneh rasanya memikirkan aku mungkin menikahi Harry.
Aku suka.
Tapi aku tak merasa
jatuh cinta.
Kurasa aku punya banyak kualitas yang dibutuhkan Harry sebagai istri.
Dia butuh sosok yang perhatian, yang bisa mendukungnya.
Juga, seseorang yang hidupnya terstruktur.
Aku siap. Tak ada keraguan dalam pikiranku.
Aku akan bangun tiap pagi, dan memilih Harry.
No comments yet. Be the first to leave one.