ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DESA MALAMPUR
Setelah 2 tahun, akhirnya kau pulang ke desa, Shekhar.
Akan kuceritakan gosip disini.
- Bisa diam, tidak? - Tapi dengarkan dulu.,
..Kau tahu Godu, pegulat? Dia seperti banteng terlatih.
- Dulu dia brandalan. - Kau gila apa?
Lalu istrinya penjual daging, kawin lari dengan tetangga.
- Mereka bertemu di bioskop. - Kutampar kau!
Istrinya tukang cuci, melahirkan putri ke-6.
Tapi tukang cuci itu masih kuat seperti dulu!
Kau takkan mengira jika tahun lalu, musim hujannya bagus.
- Tanaman kami subur. - Diam.
Saat ke Bombay, kau bersumpah tak mau ke rumah ini lagi.
Tapi akhirnya kau pulang juga.
- Aku mau pergi saja. - Duduk dulu.
- Kau masih keras kepala. - Itu kan turunan darimu.
Maksudku sifatku begitu karena warisan darimu.
Apa kau belajar dengan baik saat jauh dari rumah?
Dia lulus dengan nilai bagus.
Jadi kau sudah lulus, oke. Terus mau kerja apa?
Setelah pendidikanmu selesai, mau kerja apa?
Dia dapat kerjaan di Bombay.
Dia akan bekerja sambil kuliah wartawan.
Dengar itu?
- Apa itu kuliah awan-awan? - Wartawan.
Kau butuh biaya kuliah, kan?
Siapa yang mau membiayai? Uang tak dipetik dari pohon.
Gajiku jadi tukang koreksi, akan kupakai buat kuliah.
Jadi kau tak butuh bantuan orangtua?
Kau mau tinggal di Bombay dan tak mau kesini lagi, kan?
Kau tak ingin menikahi gadis Bombay, kan?
- Mana mungkin. - Bagus.
Kita keluarga terhormat dan taat aturan adat.
Jika kau menikahi gadis daerah lain, takkan ku ampuni.
Ingat itu. Makanlah.
Apa kepulanganku hanya untuk jadi pengawalmu?
- Apa ini merepotkanmu? - Selamat datang, nak. - Ayo.
Namastey (salam).
Ini putranya Narayan Mishra.
Kata ayah, saudara perempuan tanggung jawabnya saudara lelaki.
Aku bisa apa selain berbicara?
- Ayahmu datang? - Tidak, dia ke kota. - Oke.
Kau ingat aku, Shekhar? Dulu ku ajari kau bahasa Hindi.
Ya, ingat.
Gumsum gumsum gupchup gumsum gupchup,,, "Bungkam, diam-diam"
Hulchul hulchul ho gayi teri honth hai kyon chup,, "Kau gaduh, bibirmu bungkam"
Pyaare pyaare chehre ne karte hain ishaara "Wajah cantikmu memberi isyarat"
Dekha teri aankhon ne hai sapna koi pyaara "Ada mimpi indah di matamu"
Humse gori na tu sharma kehde humse zara,, "Jangan malu, katakan sejujurnya"
Kehna hi kya ye nein ek anjaan se jo mile "Katakan apa ke orang asing itu?"
Chalne lage mohabbat ke jaise ye silsile "Kisah cinta kita seolah dimulai"
Armaan naye aise dil mein khile "Hasrat hatiku muncul"
Jinko kabhi main na jaanoon "Tak sadar hasrat itu muncul"
Vo humse hum unse kabhi na mile Kaise mile dil na jaanoon "Jika tak bertemu, hati kita apa akan bertemu?"
Ab kya karein kya naam lein "Aku harus apa? Siapa namanya?"
Kaise unhein main pukaroon "Dia harus kupanggil siapa?"
Kehna hi kya ye nein ek anjaan se jo mile "Katakan apa ke orang asing itu?"
Chalne lage mohabbat ke jaise ye silsile "Kisah cinta kita seolah dimulai"
Armaan naye aise dil mein khile "Hasrat hatiku muncul"
Jinko kabhi main na jaanoon "Tak sadar hasrat itu muncul"
Vo humse hum unse kabhi na mile Kaise mile dil na jaanoon "Jika tak bertemu, hati kita apa akan bertemu?"
Ab kya karein kya naam lein "Aku harus apa? Siapa namanya?"
Kaise unhein main pukaroon "Dia harus kupanggil siapa?"
Pehli hi nazar mein kuchh hum kuchh tum ho jaate hain yoon gum "Kita tersesat saat pandangan pertama"
Neinon se barse rimjhim rimjhim Humpe pyaar ka saawan "Berlinang air mata cinta kita"
Sharam thodi thodi humko Aaye to nazrein jhuk jaayein "Pandanganku tertunduk saat mendekatimu"
Sitamb thoda thoda humpe Shokh hwaa bhi kar jaayein "Angin pun menyiksa ku"
Aisi chale aanchal uthay Dil mein ek toofan uthay "Kerudungku terbang, badai hatiku mengamuk"
Hum to lut gaye khade hi khade "Seketika hatiku telah dicuri"
Kehna hi kya ye nein ek anjaan se jo mile "Katakan apa ke orang asing itu?"
Chalne lage mohabbat ke jaise ye silsile "Kisah cinta kita seolah dimulai"
Armaan naye aise dil mein khile "Hasrat hatiku muncul"
Jinko kabhi main na jaanoon "Tak sadar hasrat itu muncul"
Vo humse hum unse kabhi na mile Kaise mile dil na jaanoon "Jika tak bertemu, hati kita apa akan bertemu?"
Ab kya karein kya naam lein "Aku harus apa? Siapa namanya?"
Kaise unhein main pukaroon "Dia harus kupanggil siapa?"
Gumsum gumsum gupchup gumsum gupchup,, "Bungkam, diam-diam"
Hulchul hulchul ho gayi teri honth hai kyon chup,, "Kau gaduh, bibirmu bungkam"
Pyaare pyaare chehre ne karte hain ishaara "Wajah cantikmu memberi isyarat"
Dekha teri aankhon ne hai sapna koi pyaara "Ada mimpi indah di matamu"
Humse gori na tu sharma kehde humse zara "Jangan malu, katakan sejujurnya"
Humse gori na tu sharma kehde humse zara "Jangan malu, katakan sejujurnya"
In honthon na maanga sargam sargam Tu aur tera hi pyaar hai "Bibirku mencari melodi cintamu"
Aaj dhoondhe hai jisko hardam hardam Tu aur tera hi pyaar hai "Mataku selalu mencari cintamu"
Mehfil mein bhi tanha hai dil aise dil aise "Aku kesepian dalam keramaian"
Tujhko kho na de darrta hai ye aise ye aise "Hatiku takut kehilanganmu"
Aaj mili aisi khushi jhoom uthi duniya ye meri "Kini aku bahagia, duniaku riang menari"
Tumko paaya to paayi zindagi "Kaulah anugerah hidupku"
Kehna hi kya ye nein ek anjaan se jo mile "Katakan apa ke orang asing itu?"
Chalne lage mohabbat ke jaise ye silsile "Kisah cinta kita seolah dimulai"
Armaan naye aise dil mein khile "Hasrat hatiku muncul"
Jinko kabhi main na jaanoon "Tak sadar hasrat itu muncul"
Vo humse hum unse kabhi na mile Kaise mile dil na jaanoon "Jika tak bertemu, hati kita apa akan bertemu?"
Ab kya karein kya naam lein "Aku harus apa? Siapa namanya?"
Kaise unhein main pukaroon "Dia harus kupanggil siapa?"
Kehna hi kya ye nein ek anjaan se jo mile "Katakan apa ke orang asing itu?"
Chalne lage mohabbat ke jaise ye silsile "Kisah cinta kita seolah dimulai"
Kehna hi kya "Harus katakan apa?"
Itu tak boleh, Shekhar. Dengar.
Jika melirik gadis di daerah mereka, kau takkan diampuni.
- Kita cuma berdiri disini. - Itupun tak boleh!
Ada Chitti Miyan!
- Kau gila apa? Diam. - Kenapa kalian berdiri disini?
- Assalamu'alaikum, pak. - Wa'alaikumsalam.
Dia sudah pergi. Tapi jika tahu kita melirik gadis, matilah kita.
- Biarkan kita mati. - Kenapa kuharus ikutan mati?
Dia datang!
Mampus kita! Kita akan dihukum di kelurahan!
- Dia yang mana? - Mana kutahu?
- Masih ada waktu! Ayo pergi! - Hei.
- Kau tahu dia yang mana? - Tidak.
Ini tak berguna. Ayo pergi!
- Shekhar, ada yang cadar nya terbuka! - Mana?
- Tas merah. - Apa? Tunggu, Shekhar!
- Dia mau merayu mu. - Diam.
Jangan pura-pura. Aku tahu semuanya.
Siapa namamu?
Kenapa berdiri di pintu?
- Banyak kerjaan ini, Shaila. - Akan segera kubantu.
Hei, nona. Kau gila apa?
- Kau gila! - Shaila Banu. - Aku datang.
Ayahku takkan tandatangan laporan kemajuan ini.
Mulai besok, aku takkan ke sekolah.
- Kita bertukar tas. - Untuk apa?
Jangan tanya. Tukar saja!
Kenapa kita bertukar tas?
- Dengar! - Siapa itu? - Halo. - Dia mendekat.
Hei kau, tas merah!
Aku tahu kenapa bertukar tas.
Dia datang!
Tunggu. Entah bagaimana mengatakannya.
Tapi akan kukatakan.
Hei! Jangan nangis. Kenapa nangis?
Aku belum bilang apapun.
Kau siapa?
- Shaila Banu. - Terima kasih.
Tas merah ini! Kukira kau itu dia.
Shaila Banu.
Ayo masuk.
Pinjam buku Kimia.
Sebentar.
Laxmi.
Laxmi di kamar.
Banu, ini.
Jangan lupa besok bawa ke kelas.
Shaila Banu.
Kau gila? Jika ketahuan, mereka akan memotong tanganmu, Shekhar!
Kenapa kau bikin masalah? Akan kucarikan kau gadis lain.
- Cari saja untukmu sendiri. - Maksudku bukan untukku.
- Kumohon jangan, Shekhar. - Diam.
Zeenat, cepat!
- Itu Zeenat? - Siapa lagi? Itu pasti dia.
Lihat pinggulnya lenggak-lenggok!
Hati-hati! Tanah bisa retak!
Kenapa bisa begitu? Di kota ini bukan cuma dia, kan?
Hati-hati, perahunya bisa tenggelam.
Bercanda ada batasnya! Zeenat tak terlalu jahat.
Katamu, hari ini kau tak ke sekolah?
Ayahmu sudah tandatangan laporan?
Kenapa tak membawa tasmu?
Mana bisa kau belajar tanpa buku?
- Ada apa, Banu? - Apa kau melihat ular? Kenapa?
- Pegangi dia, Zeenat. - Tak apa.
- Kubilang pegangi dia. - Ya. Dia bisa terjatuh ke air.
Pegang, pegang!
Akan kulakukan apapun untukmu.
Kau mau melakukan apapun untukku?
Aku rela mati demi dirimu.
Kutunggu kau di bukit. Jika kau mencintaiku, datanglah.
- Sudah kubelikan minyak tanah, ibu. - Kau telat.
Telat karena mengantri di toko sembako.
- Cuci tanganmu. - Aku mau main. - Makan dulu.
Anginnya kencang. Pasti akan turun hujan.
Bantu aku mengangkat jemuran diluar, Banu.
- Kakak. - Cepat cuci tanganmu.
Zeenat mencarimu, Kak Banu.
Tu hi re,, "Kaulah cintaku"
Tere bina mai kaise jiyu "Mana bisa kuhidup tanpamu?"
Aaja re,, yu hi tadpa naa too mujhko "Datanglah, jangan bikin ku menderita"
Jan re,, inn sanso mein bas jaa too "Kaulah hidupku, tetaplah jadi nafasku"
Chand re,, aaja dil ki jamin pe too "Wajahmu seindah bulan, singgahi hatiku"
Chahat hai agar aake mujhse mil jaa too "Jika kau mencintaiku, datanglah"
Ya phir aisa kar dharti se mila de mujhko "Atau jadikan saja aku debu"
Tu hi re,, "Kaulah cintaku"
Tere bina mai kaise jiyu "Mana bisa kuhidup tanpamu?"
Aaja re,, yu hi tadpa naa too mujhko "Datanglah, jangan bikin ku menderita"
Inn sanso kaa dekho tum Pagalpan ke aaye nahi inhe chain "Hatiku gila, risau, tanpamu"
Mujhse yeh boli main raho mein Teri apne bichha doon yeh nain "Hatiku tak berdosa, menunggumu"
Inn unche pahado se jan de dunga "Kuserahkan hidupku dibukit tinggi ini"
Main gar tum naa aayi kahi "Jika kau tak datang.,"
Tum udhar jan ummid meri jo todo Idhar yeh jahan chhodu main "..Atau mengabaikanku, aku mati saja"
Maut aur zindagi tere hatho mein de diya re "Hidup matiku di tanganmu"
Aayi re,, le mai aayi hu tere liye "Aku datang untukmu"
Toda re,, har bandhan ko pyar ke liye "Ku akhiri ikatan lain demi cintamu"
Jan re,, aaja tujhme sama jau main "Kaulah hidupku, kita akan menyatu"
Dil re,, teri sanso me bas jau main "Aku tetap dalam nafasmu"
Chahat hai agar aake mujhse mil jaa too "Jika kau mencintaiku, datanglah"
Ya phir aisa kar dharti se mila de mujhko "Atau jadikan saja aku debu"
Tu hi re,, "Kaulah cintaku"
Tere bina mai kaise jiyu "Mana bisa kuhidup tanpamu?"
No comments yet. Be the first to leave one.