ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bisa matikan lampu sirenenya?
Bodoh.
Tinggal 1.8 km lagi.
Inspektur.
Aku kurang tahu soal proyek yang ini.
Belum ada info sebelumnya.
Jika tak ada naskah, sinopsis singkat juga boleh.
Biar ada gambaran.
Ini film tari.
Oke.
Jadi...
kuperlihatkan yang sudah kusiapkan?
Ini proyek kelulusanku dulu...
Tidak, duduk.
Duduklah.
Kita kerjakan proyek ini bersama.
Ya.
Hei.
Menyebalkan.
Buka matamu.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE, KETIK BEBAS69
Sudah sampai?
Maaf, pak supir.
Ini tempatnya?
Kenapa argonya mati?
Tadi kau bilang ongkos PP ke sini berapa?
Akan kunyalakan sekarang.
Hai.
Bsa minta struk…
Brengsek.
Struk apa? Tidak ada struk.
- Bisa berikan struknya? - Tidak bisa.
Ada mesin kartu, kenapa tak bisa?
Tak terima kartu.
Maaf.
Pasti capek sekali datang ke sini.
Tak apa.
Baru Oktober, tapi sudah dingin.
Harusnya kami tadi menjemputmu.
Persiapannya banyak, tapi krunya kurang.
Kemarin kami sampai tidur...
di mobil.
Kondisi di lokasi parah.
Tapi sutradaranya terkenal 'kan?
Ya, di genre ini, dia cukup terkenal.
Di usianya masih muda, sudah bikin film auteur...
dan memenangkan penghargaan di Berlin, Sundance.
Tunggu di lobi. Kupanggil dulu sutradaranya.
Oke.
Halo.
- Halo. - Ya, halo.
- Oh halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
Taruh di situ.
Han Si-young?
- Ya. - Kau pasti capek sekali.
Maaf, Si-young.
Sebelum syuting, kami mau coba tes jatuh dulu.
Mengujinya saja.
Ada masalah dengan radio HT-nya.
Baterainya sudah kau periksa?
Sudah kuperiksa.
Bukan baterainya.
Cuma sudah tua.
Kau sadar tidak?
Kalau ada yang sampai terluka.
Kita semua bisa kena masalah.
Baterai radio mati ini salahku?
Lalu salah siapa?
Memangnya kita lagi syuting film 5 miliar won?
Ada tim khusus yang mengurusi HT?
Harusnya kau periksa.
Kenapa harus aku?
Itu bukan tugasku.
Aku cuma jemput aktor saja.
Malah menyalahkanku?
Ada apa lagi?
Bawa dia istirahat dulu.
Kita syuting insert atau yang lain saja.
Walau jadwalnya harus diubah.
Itu pilihan terbaik.
Lagian memang kesalahan kita.
Yang benar saja.
Itu…
Itu salahku?
- Apa? - Maksudmu insert yang mana?
Tanpa aktor utama, kita tak bisa syuting.
Kau mengerti proyek kita ini apa?
Sewa tempat ini 500 per hari.
Sudah jam 11?
Tak bisa syuting kalau sudah gelap, tak ada lampu.
Ini awal Oktober, dan harus pindah lokasi 3-4 kali lagi...
Sebenarnya, waktunya mepet.
Kecuali sinematografer atau...
Asisten sutradara bisa bayar biaya sewanya,
aku akan tunggu.
- Tapi kau harus... - Ayo syuting.
Kita mulai sekarang?
Oke.
Kalau kostumnya? Ganti dimana?
Bu, maaf.
Itu Si-young, kan?
Sudah 7 atau 8 bulan, kan?
Tak lama setelah selesai, Chan-young meninggal.
Semua kru dan aktor pada kaget.
Tiba-tiba kau menghilang, tak bisa dihubungi.
Aku sangat sibuk.
Maaf, tak bisa kabari.
Aku juga dengar soal Chan-young.
Tahu penyebabnya?
Kayaknya semacam...
limfoma akut?
Itu leukemia?
Harusnya aku tak bahas ini.
Tapi tak disangka.
Aku cuma dapat lembar koreografi,
jadi tak tahu siapa lawan mainku.
Gila ternyata kau!
Benarkah.
Aku bahkan tak tahu punya lawan main.
Kudengar sedikit dari senior di lokasi syuting.
Sutradara Jang...
memang dikenal tak ramah sama aktor.
Benar.
Tahu video tari?
Seperti video klip "Chandelier" Sia?
Bukan cuma gaya visualnya saja...
yang bisa dipakai untuk merekam tarian di film.
Ada banyak cara untuk menampilkan tarian di video.
Tapi proyek ini bukan film tari biasa.
Ini film genre campuran.
Gabungan tari modern dan eksplorasi dunia surealis di luar kesadaran kita.
Kira-kira seperti itu.
Aku yakin...
proyek ini bakal booming.
Dan Si-young,
kau sangat cocok untuk proyek ini.
Ya.
Terima kasih.
Saat Sutradara Jang menawariku gabung,
aku senang sekali.
Karena aku lumayan di bidang ini.
Sudah sampai di lobi.
- Ketua Tim, karena ada penundaan... - Sutradara.
- Bisa dimulai jam 10:30? - 10:30?
- Maaf. - Baiklah.
Setelah nonton video dan storyboard koreografi...
dari sutradara,
aku latih gerakannya.
Ya.
Karena tidak ada arahan khusus...
takutnya aku...
cuma mengikuti koreografi saja.
Itu tak akan bagus.
Sebenarnya tak apa.
Kau baik saja, Si-yeong?
Tidak, bukan begitu.
Aku sudah beritahu semuanya.
Semua yang bisa kubagi sudah kuberitahu padamu, Si-yeong.
Tapi kau tak bilang akan ada aktor lain.
Tokoh utama di sini...
itu kau, Si-yeong.
Tiap gerakan tangan dan kakimu...
akan menyampaikan pesan dari karya ini.
Ini...
bukan sekadar film seni perintis...
atau tentang tari modern.
Bukan karya sederhana dekonstruksi, utopia,
atau gerakan anti-kapitalis romantis.
Ini bukan karya sederhana.
Jika kau lakukan...
sesuai latihan,
hasilnya akan sangat dinamis.
Berapa kali pengambilan tadi?
6 kali.
Sudah cukup.
Si-yeong, bagus sekali. Pertahankan!
Kipas, kipas, dimana kipas penyedotnya?
Oh, ketemu.
Siapa?
Apa ini...
Tim produksi!
Bikin kaget saja!
Kipas penyedotnya masih rusak.
Jika suara ventilasi atap tak bisa dikontrol, tak bisa syuting.
Cepatlah, sudah mau gelap.
Ini lagi diperbaiki.
Keren sekali tadi!
Apa maksudmu?
Serius.
Di layar malah lebih keren.
Hasilnya jauh lebih bagus dari yang kukira. Jujur, aku agak kaget.
Tapi sutradara penilaiannya beda.
Jujur,
aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Aku juga tak tahu apa aku salah atau tidak.
Mukanya tak puas,
aku jadi bingung apa yang benar.
Jika dia bilang oke, pasti ada alasannya.
Bagiku sudah sempurna.
No comments yet. Be the first to leave one.