Friends

Friends

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Friends (2001) Tamil (DVDRip) (WEB) (HDRip)
കമന്ററി എഴുതിയത് varisnova
Manual Lyrics...... please rate............. Gabunglah grup "Filmfans South Indian from Indonesia" on facebook. facebook*com/groups/1869086949789785/ .... Dilarang resync, edit, ubah credit, menyontek, hardsub, streaming, memperjual belikan, upload ula

ടാഗുകൾ

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
hdrip
web
HDRip
HD
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2018-03-25
ഡൗൺലോഡുകൾ: 43
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Pak Chandru.

Ada surat untukmu.

- Untukku? Mustahil aku dapat surat. - Ini untukmu.

Surat dari Krishnamoorthy di Madras.

Chandru, ini surat dariku, Krishnamoorthy mu.

Aku baru tahu jika kau masih hidup.

Jika tak keberatan, aku ingin kita bertemu.

Aku di Madras, tak di Minatchipuram lagi.

Sejak tragedi itu, aku tak lagi di Minatchipuram.

Mana bisa aku disana tanpamu dan Aravind?

Jika menyakiti Chandru ku, kubunuh kau.

Meski Aravind tak disana. Anaknya disana.

Kau masih marah pada keluarga Aravind?

Mereka tak marah padamu.

Kau harus ke Minatchipuram.

Kita harus menengok anaknya Aravind.

Kutunggu kedatanganmu saat perayaan Deepavali.

Dari Krishnamoorthy mu.

Chandru, ayo pasang muka iba, biar dapat cemilan.

- Lakshmi, mainlah disana. - Hati-hati.

Aravind, beri mereka cemilan.

Tak mau.

Kenapa sikapmu begitu? Kemari, anak-anak.

- Lari. - Aravind! - Lari.

Aku mau itu.

Aku mau mainan itu, ibu.

Jangan, itu mainan dia. Nanti kita beli sendiri.

Diam. Atau, kutampar.

Lihat, dia baik hati, tak sepertimu.

Nak, siapa namamu? Jawab.

Chinna.

Kenapa yang jawab kakakmu?

Harusnya kau yang jawab.

Dia tak bisa jawab. Dia bisu dan tuli.

Ya Tuhan. Anakku.

Ya Tuhan. Amutha.

Krishnamoorthy, jaga Chinna.

Dokter, anak ini tenggelam, selamatkan dia.

- Ambilkan suntikan. - Amutha. - Amutha?

- Amutha? - Savithri, tenanglah. - Anakku kenapa ini?

Tak apa-apa. Dia selamat. Jangan nangis.

- Lepaskan aku. - Dia tak apa-apa. Jangan nangis.

Amutha?

Friends

Vaanam perisuthaan bhoomi perisuthaan Athukku maelaiyum natpu perisuthaan "Persahabatan kita melebihi langit bumi"

Enga kaiyil suzhaluthu bhoomi "Dunia di genggaman kita"

Malaigal namakkuthaan,, nadhiyum namakkuthaan kadalum namakkuthaan "Gunung, bunga, sungai, laut, milik kita"

Natpukaedhum sondham aedhu kaami "Bintang berpijar, milik kita"

Kadal maelae valai veesi meen pidikkalaam "Kita bisa memancing di laut"

Varai maelae valai veesi maan pidikkalaam "Kita bisa berburu rusa di gunung"

Naal thorum thirunaalaaga Vaazhvai kondaadalaam "Kita bisa berfestival tiap hari"

Raavellaam nilavil vilaiyaadi Ilamai kadhai paesalaam "Kita akan bermain di bulan"

Andha vaanam perisuthaan bhoomi perisuthaan Athukku maelaiyum natpu perisuthaan "Persahabatan kita melebihi langit bumi"

Enga kaiyil suzhaluthu bhoomi "Dunia di genggaman kita"

Malaigal namakkuthaan,, nadhiyum namakkuthaan kadalum namakkuthaan "Gunung, bunga, sungai, laut, milik kita"

Natpukaedhum sondham aedhu kaami "Bintang berpijar, milik kita"

Cepat sekali. Bikin deg-degan saja.

Aku mengemudi dengan pelan.

Aku membahas tarif bajai, bukan caramu mengemudi.

- Memang tarifnya segitu. - Oke. Hati-hati.

Oke.

Ibu?

- Ibu? - Siapa itu?

Sana lihat. Ada pengemis.

Bukan pengemis. Aku Paman Krishnamoorthy.

Benar, kan, kataku.

Kau diamlah.

Sudah dapat kerjaan di Madras?

Susah cari kerjaan. Aku cuma ikut pamanku.

Pamanmu kerja apa?

Diapun sedang cari kerjaan. Aku mau liburan disini 2 hari.

Kau belum kerja, kenapa mau liburan?

Oke. Jika sudah kerja, aku mau liburan sebulan.

Tinggal disini saja.

Tidak, ibu. Pamanku sedang cari kerja di rumah mewah.

Sebelum kerja, aku mau bertemu temanku. Dimana mereka?

- Di kuil. - Nanti kutemui saat mereka pulang.

Amutha mau ke kampus, sekalian mengantarmu.

- Terima kasih. - Terima kasih karena ku antar?

Bukan. Karena aku masih hidup.

- Bagaimana aku mengendarai? - Bukan mengendarai, tapi terbang.

Tempat apa ini? Sepi banget. Tak ada gadis.

Mau bertemu temanmu apa gadis?

Bukan gitu. Kakakmu tak mungkin di tempat sepi gini.

Kau lupa kejadian itu?

Ini hari kematian Chinna.

Mereka sedang ritual memperingati kematian Chinna.

- Ritual ini untuk siapa? - Adikku.

Pak, ada temanmu.

Siapa? Krishnamoorthy?

Kenapa menunggu disitu? Masuk.

- Tak apa. Sudah selesai ritual? - Ya.

Bagaimana perjalananmu dari Madras?

Il thaka saiya .

Apa?

Ukna hai il thaka saiya.

Ukna hoo il thaka saiya.

Artinya?

Kenapa kalian bisa kuliah jika tak tahu artinya?

Pelajari itu dulu, baru kuliah.

Kawan, tunggulah. Aku mau mengajari gadis dulu.

Ayo.

Ukna hai il thaka saiya artinya Hasrat Cinta.

Dia masih suka merayu pakai 'il thaka saiya'.

Memang sudah kebiasaannya.

Oke. Kenapa kau mengundangku kesini?

- Ada masalah? - Ya.

Masalah apa?

- Amutha. - Amutha? Amutha kenapa?

- Memangnya aku siapa? - Chandru. - Bukan begitu.

Aku teman kakaknya.

Harusnya Amutha jaga sikap padaku.

Apa dia keterlaluan?

Dia sering memikirkanku.

Maksudnya dia bilang, 'il thaka saiya' (Hasrat Cinta) padamu.

Hei, ingat, dia itu adik teman kita.

Harusnya dia melupakanku. Nasehati lah dia.

Meski ku nasehati, dia takkan mengerti.

Karena panasnya matahari, baginya sehangat bulan.

Itulah cinta.

Pokoknya dia harus menjauhiku.

Oke. Biar ku urus. Jika dia nanya, kau harus jawab, 'Ya'.

- Hei cantik, rambut palsumu beli dimana? - Diam.

Apa maksudmu?

Periksa rambutnya asli apa palsu.

Kau mau bilang apa ke Amutha?

- Dia tak boleh menemuimu lagi, kan? - Ya.

Jika dia nanya padamu, jawablah 'kata Pak Krishnamoorthy benar'.

Apa? 'Pak'?

- Ya, panggil aku Pak Krishnamoorthy. - Kupukul kau.

Dia datang. Rahasiakan ini.

- Kalian serius amat. - Tidak kok.

Bagaimana kacamata barunya?

Kacamata?

Kacamata itu, bagus. Tapi tak cocok dengan wajahmu.

- Hei, ayo. - Kau cocoknya pakai kacamata kecil.

- Didekat rumahku, ada tempat bagus. - Ayo.

Jangan mengagumi kecantikannya saja. Juga hargai mereka.

Atau, mereka takkan menyukai kalian.

Sudahlah. Orang rumah menunggu kita. Ayo.

- Hei, ayo. - Permisi. - Ya?

Cium aku dong?

Apa?

Besok aku yang mencium kalian.

Sialan.

Kenapa marah?

Besok aku yang mencium kalian.

Kenapa mereka tak mau digoda?

Hei, lihat itu.

Hei, bisa diam tidak?

Gadis dimana-mana, mana bisa aku diam?

Kenapa harus melirik gadis?

Hanya lelaki normal yang melirik gadis.

Kalian sama saja.

Jangan sok suci. Jangan ganggu kami.

Aravind.

Minggir. Aravind, kesana lah.

Tawarkan eskrim atau mengajak nonton film?

- Seperti biasa, 'il thaka saiya'. - Oke.

Kalian punya 'il thaka saiya'?

Apa?

Aku punya 'il thaka saiya'? Kalau kalian?

Tak tahu arti 'il thaka saiya'?

Artinya Hasrat Cinta.

Aku punya Hasrat Cinta. Kalian punya Hasrat Cinta?

Katakan, kita mau kemana? Bioskop atau toko eskrim?

Kau Aravind, kan?

Mereka Chandru dan Krishnamoorthy, kan?

Ya. Kok tahu?

Kami teman sekelas Amutha. Lupa ya?

Kami sering main dengan Amutha di rumah kalian.

Lupa ya?

Dia berhasil menggoda mereka. Ayo kesana.

Diam.

Il thaka saiya.

Bajai.

- Mau kemana? - Kemana saja.

Apa-apaan ini? Dia malah naik bajai.

Ada apa ini?

Dimana putra kesayanganmu? Dia sembunyi dimana?

Mau apa cari dia?

Mau memeluk, mencium, bilang cinta ke kakakku.

Kenapa sikapnya begitu?

Lihat senyumnya.

Hentikan. Kau gila?

Bukan aku. Putramu yang gila menggoda gadis.

Savithri, hentikan.

Savithri, kenapa memukulinya?

Dia menghina kakaknya.

Dia bukan kakakku. Aku bukan adiknya.

Kutampar kau.

- Savithri, biar kunasehati. - Nenek, biarkan ibu memukulku.

Kakakmu salah apa sampai kau marah?

Dia menggoda temanku.

Dia mengajak temanku ke bioskop, hotel, makan eskrim.

Dulu, di kampus tak ada yang menggosipi ku.

Sekarang aku digosipi. Dia bikin aku malu.

Jangan nangis. Nanti ku nasehati dia.

Meski dia salah, ibu masih menganggapnya putra kesayangan.

Foto siapa ini yang dilempar?

Friends subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left