ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Memangnya kita ini pernah berteman?
- Pak Hong... - Do Ra, aku Dae Chung.
EPISODE 8
Ini aku, Dae Chung.
Go Dae Chung.
Apa?
Apa katamu?
Kamu siapa?
- Dae Chung? - Iya.
Aku Dae Chung yang mengantarmu dengan sepeda.
Oleh karena itu...
...tolong beri aku kesempatan satu kali lagi, Do Ra.
Ini tidak mungkin.
Kamu sedang meniru siapa sekarang?
Apa maksudmu meniru? Aku memang Dae Chung.
Seiring berjalannya waktu, wajahku memang banyak berubah.
Tapi aku benar-benar Dae Chung.
Kita pergi bersama ke taman hiburan.
Aku mengantarmu dengan sepeda.
Lalu...
...aku juga menari Sorry Sorry di depanmu.
Rambutku ditarik saat menyelamatkanmu dari orang jahat.
Aku bahkan membelikanmu kue beras.
Apa kamu tidak ingat?
Coba lihat aku sekali lagi.
Aku benar-benar Dae Chung, Do Ra.
Tapi bukankah namamu Go Pil Seung? Kenapa namamu Go Pil Seung?
Aku mengubah namaku.
Ibuku mengunjungi peramal dan katanya Dae Chung bukan nama yang baik.
Agar hidupku tidak seperti namaku, aku harus mengganti namaku.
Astaga, bagaimana hal ini bisa terjadi?
Kalau begitu,
bukankah seharusnya kamu beri tahu aku?
Kenapa...
...kamu berpura-pura tidak mengenalku?
Bagaimana aku bisa bersikap seolah mengenalmu?
Kamu bintang papan atas dan aku asisten sutradara.
Dan juga, tidak ada gunanya orang-orang tahu hal ini.
Aku akan memberitahumu setelah syutingnya sudah selesai.
Oleh karena itu, Do Ra...
Dengan memikirkan masa lalu, berikan aku kesempatan sekali lagi.
Apa aku seperti ini karena membencimu?
Aku berusaha melakukan yang terbaik karena aku khawatir...
...jadwal syuting terganggu,
karena kamu dan Cha Bong Soo setiap hari bertengkar di lokasi syuting,
Aku sungguh-sungguh.
Oleh karena itu, Do Ra...
...kumohon.
- Do Ra. - Tunggu sebentar.
Hei!
Kenapa kamu datang lagi ke sini?
Aku 'kan sudah melarangmu untuk datang ke sini!
Apa kamu ingin melihatku tidak sadarkan diri?
Pergilah.
Do Ra, jangan khawatir.
Bagaimanapun caranya, aku akan mengurus bocah ini, jadi...
...kamu tidak perlu memikirkan hal ini, Do Ra.
Tidak apa-apa, Pak.
Demi karya kita...
...aku akan membiarkannya kali ini.
Apa...
Apa yang kamu katakan?
Benarkah?
Iya.
Aku memberikan kesempatan karena Pak Go Pil Seung sudah berjanji...
...tidak akan melakukan hal itu lagi.
Dengan memikirkan sudut pandang dia,
aku jadi sedikit lebih mengerti.
Kita sudah bekerja keras selama ini, sayang sekali kalau berhenti begitu saja.
Jadi mari kita terus bekerja sama dengan baik.
Astaga! Nona Park memang berhati luas, seluas lautan.
Aku sangat berterima kasih karena sudah memahaminya.
Park Do Ra memang aktris papan atas.
Kamu memang yang terbaik, Park Do Ra!
Kalau begitu, aku akan bersiap untuk adegan berikutnya.
Baiklah.
Hei...
Pil Seung, kerja bagus. Kamu melakukannya dengan baik!
Astaga.
Lepaskan aku! Kenapa kamu seperti ini?
Kali ini aku bisa tahu orang seperti apa dirimu.
Aku sangat skeptis tentang manusia.
Hei, Pil Seung.
Apa aku melakukan ini tanpa alasan?
Karenamu, Park Do Ra tidak mau syuting, lalu apa yang harus aku lakukan?
Maafkan aku.
Hatiku juga terasa sakit.
Rasa sakitnya seperti tanganku terpotong satu.
Rasa sakitnya seperti tanganmu terpotong satu?
Lebih baik tutup saja mulutmu itu!
Aku serius!
Hei...
Bagaimana bisa Park Do Ra memaafkanmu?
Dia terlihat seperti tidak akan memaafkanmu?
Jin Goo.
Aku adalah Go Pil Seung.
Bawa ini ke sana.
Bermata sipit...
...dan berambut keriting.
Dia memang seperti Dae Chung.
Wah.
Dunia memang sangat sempit. Bagaimana bisa bertemu dengannya di sini?
Jika sejak awal...
...dia memberitahuku kalau dia adalah Dae Chung...
...aku akan lebih baik hati.
Dulu dia yang menghiburku, mengantarku dengan sepeda,
dan juga membelikanku kue beras.
Apa? Kamu anak kecil itu, 'kan?
- Apa katamu? - Aku menyukaimu.
Benar.
Aku senang karena sudah memberi tahu Do Ra kalau aku Dae Chung.
Aku sangat terganggu karena berpura-pura tidak mengenalnya.
Sekarang aku merasa lega karena sudah memberitahunya.
Pak Go.
Sekarang aku ada di dekat rumah Dae Chung yang lama.
Mari kita bicara sebentar.
Tunggu, katanya dia sudah selesai berbicara denganku.
Apa yang ingin dia bicarakan lagi?
Dia membuatku takut.
Hampir 15 tahun aku tidak mengunjungi lingkungan ini,
tapi tidak ada satu pun yang berubah.
Toko kelontong yang ada di gang ini tidak berubah. Begitu juga dengan benatu.
Serta, kedai kue beras ini juga masih tetap sama.
Ini sangat mengingatkan akan masa lalu, 'kan?
Benarkah?
Tapi...
...katanya ada yang ingin kamu bicarakan?
Apa yang ingin kamu sampaikan sampai datang kemari?
Bukankah bisa besok saja di lokasi syuting?
Bukan hal penting.
Aku tidak bisa membicarakan masa lalu dengan nyaman,
karena di lokasi syuting ada banyak orang.
Oh, ya!
Semua keluargamu baik-baik saja, 'kan?
Apa Kakek baik-baik saja?
Semuanya baik-baik saja,
tapi Kakek sudah meninggal.
Apa?
Kapan?
Saat kamu pindah.
Rupanya kamu tidak tahu bahwa kakekku sudah meninggal.
Iya, aku tidak tahu.
Benar juga...
Beliau memang sudah cukup berumur.
Dulu, kakekmu memperlakukanku dengan sangat baik.
Tapi aku bahkan tidak tahu kalau beliau sudah tidak ada.
Aku merasa bersalah.
Sepertinya Do Ra tidak tahu kalau Kakek meninggal...
...karena ibunya.
Dae Chung,
apakah,
terjadi hal yang tidak menyenangkan saat kami pindah,
antara keluargamu dan ibuku?
Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?
Hanya saja, saat itu...
...tiba-tiba Ibu menyuruhku mengemas barang dan bersiap untuk pindah,
dan keluar begitu saja dari rumahmu.
Karena itu, aku bahkan tidak bisa berpamitan kepadamu dan juga keluargamu.
Selain itu, aku juga berhasil lolos untuk audisi drama.
Aku datang ke rumahmu untuk memberitahu kalau aku lolos audisi,
tapi ibumu...
...marah besar dan melarangku untuk datang kembali.
Oleh karena itu, aku tidak pernah datang ke sini lagi.
- Ibuku melakukan itu? - Ya.
Begitu rupanya.
Maka dari itu,
aku bertanya-tanya...
...apa terjadi hal yang tidak baik...
...antara ibumu dan ibuku?
Apa ibuku melakukan kesalahan saat itu?
Apa?
Itu...
Hal itu...
...karena urusan orang dewasa, aku juga tidak tahu-menahu.
Hal itu juga sudah berlalu cukup lama,
dan saat itu, aku juga masih terlalu muda.
Tapi...
...sepertinya memang terjadi hal yang tidak menyenangkan.
Begitu rupanya.
Sekarang aku bisa mengerti.
Aku penasaran, alasan kenapa tiba-tiba kami harus pindah dari rumahmu.
Sepertinya memang benar, ada hal yang tidak kita ketahui.
Dae Chung,
sebaiknya kita tidak beri tahu keluarga kalau kita bertemu kembali seperti ini.
Meskipun kita tidak tahu apa yang terjadi,
tapi untuk apa membuka kembali kenangan buruk.
Ya.
Baiklah.
Hei, kue berasnya sudah dingin. Cepat makan.
Kamu suka kue beras ini.
Dae Chung.
Rupanya kamu ingat kalau aku suka kue beras di tempat ini.
Terima kasih.
Tidak perlu berterima kasih.
Mari makan.
Baiklah, mari makan.
Ini.
Wah.
Bagaimana?
Rasanya sama seperti dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.