ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Nikkatsu Mempersembahkan
Putrimu yang Anggun, Budak Seks-ku
Saat itu musim panas.
Dia membawaku seperti badai dan meninggalkanku.
Siapakah pria ini?
Rei Akasaka (Sumiko Shikishima) Rena Kuroki (Machiko Machidori)
Aki Hayasaka (Naomi Shikishima) Hideaki Tezuka (Michitarō Ogisu)
Ranko Mizuki (Moeko Shikishima) Sadami Sakamoto (Tsuguo Nishina)
Produser: Eiji Tsuru Direktur Eksekutif: Koji Chiba dan Isomi Kurihara Skenario: Yu Mitsui dan Agi Fukashi
Gambar: Teo Noda Pencahayaan: Kazuo Yabe Suara: Fujio Sato Direktur Artistik: Heihachiro Watanabe Pengeditan: Shigeru Okuhara
Musik: Mine-Zenga Asisten sutradara: Katsuji Kanazawa Desain set: Imoto Toshiyasu
Disutradarai oleh: Junichi Suzuki
Diterjemahkan oleh: Huda D.S
Brengsek!
- Selamat datang. - Hai.
Aku meminta ayahmu untuk mengajakku jalan-jalan.
Jadi, apa kau berhasil melukis di sini?
Ya.
Aku khawatir mengetahui kau sendirian di sini sementara aku di Tokyo.
Jangan khawatir! Dia menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja.
Apa kau menemui seseorang?
Oh...
Haruskah aku meletakkannya di sini?
Terima kasih, Ogitsu...
Kurasa kita harus menyingkirkan dia.
Kenapa kau bilang begitu, Sumiko?
Kau lebih suka bersama seseorang yang akan menjagamu.
Aku tahu itu tidak mudah.
Kakekmu yang membeli rumah ini.
Dialah yang mendirikan keluarga Shikishima.
Cobalah untuk tidak memilih orang asing.
Tidak!
Apa yang terjadi?
Lihat ini!
Presiden, ayahmu mengkhawatirkan kita.
Sudah dua tahun sejak kita bertunangan.
Tunggu sampai lukisanku diakui.
Oh?
Tidak...
Tidak...
Ah! Tidak!
Aku tak akan memaafkanmu. Kau pikir siapa?
Kau melarikan diri.
Dan aku, menunggu seperti wanita jalang, lalu kau menghilang.
Dengarkan baik-baik, aku bukan milikmu.
Kau bajingan tak berperasaan.
Sudah cukup.
Tapi aku terkejut kau masih di sini.
Kau membuatku putus asa.
Ayo, apa kau mau ikut denganku? Ayo.
Aku melakukan apa yang kuiginkan. Aku tak berutang apa-apa.
Ayolah!
Sial... kau berada di vila yang bagus.
Aku yakin kau masih akan membuat gadis-gadis menangis.
Aku diharapkan di layanan.
Tidak!
Bajingan!
Jika kau tidak senang denganku, katakan padaku dengan jelas.
Tapi berhentilah menyuruhku menunggu lukisanmu dikenal.
Apa yang akan kau lakukan jika itu tidak pernah terjadi?
Aku tidak tahu.
Presiden sangat mengkhawatirkanmu.
Bagiku, itu hampir seperti lelucon.
Kau tahu apa yang kubicarakan.
Ayahku berpikir aku terbelakang.
- Hanya karena aku putri seorang gundik. - Itu salah.
Kau terlalu banyak memikirkannya.
Keterbelakangan anak haram.
Kau tak perlu khawatir tentang itu.
Sebenarnya, sebagai putri sulung Shikishima, Kau adalah bagian dari keluarga.
Kau tahu, terkadang ketika aku melihatmu, aku menjadi sangat marah.
Itu membuatku ingin memperkosamu.
Baiklah kalau begitu...
Kita bertunangan dan akan menikah.
Tak peduli seberapa keras kau mencoba, aku tak akan memperkosamu.
Hei kau...
Bisakah kau berpakaian lebih pantas saat berada di sini?
Kau tidak berada di tempat sembarangan.
Ah, ah... Jadi aku harus telanjang di sini?
Aku tak akan berpakaian seperti itu.
Enak rasanya merasakan keringat. Itu lebih baik daripada menggunakan parfum.
Silakan.
Maaf.
Sudah cukup! Jangan letakkan tanganmu di atasnya.
Ma-Chi-Ko.
Ah! Itu kau!
- Kau tidak kembali ke Tokyo? - Seperti yang kau lihat.
Apa gunanya makan jika tidak ada sinar matahari.
Kau tidak berubah.
Kau juga tidak.
Bawa aku!
Kau menyakitiku.
Kau terlalu jauh.
Kau menghantam dengan keras.
Kau merobek perutku.
Astaga!
Bersihkan itu.
Sampai jumpa lagi.
Kau...
Mungkin...
kita harus membatalkan pertunangan.
Apa?
Kurasa akhirnya aku mengerti dirimu.
Mengerti apa?
Potret diri yang terus kau gambar.
Kau hanya peduli pada diri sendiri.
Dengan menggambar potret diri ini...
Kau menarik diri.
Dan kau sama sekali tidak menarik minatku.
Itu salah.
Ini memang sebuah potret diri...
Tapi itu untuk dijual di galeri seniku.
Ini lebih laku terjual.
Kau tidak tahu apa-apa, nona muda.
Apa maksudmu?
Kau tahu berapa banyak Presiden membayar pedagang seni-mu?
Kau tidak tahu?
Itu tidak masalah...
Tapi aku juga tidak bisa menunggu selamanya.
Aku juga memiliki hidup untuk dijalani.
Tunggu.
Nishina, bersabarlah sedikit lagi.
Sumiko...
Yang bisa kau katakan padaku hanyalah "tunggu!"
Aku telah menunggu selama 2 tahun.
Tapi faktanya...
Aku hanya menunggumu datang ke pelukanku.
Lepaskan kebanggaanmu yang tersesat. Jadilah seorang wanita saja.
Kau meninggalkan pemanggang barbekyu.
Ya, aku lupa.
Itu berat, hati-hati.
Aku akan baik-baik saja.
Bau tidak sedap apa ini?
- Terima kasih nyonya. - Baiklah, tetapi ini belum siap.
Ternyata kau yang bau.
- Apakah aku bau keringat? - Tidak sama sekali.
Katakan padaku, apa itu kau yang menaruh minyak di tas Vuitton-ku?
Aku tidak tahu.
Lupakan itu.
Kau tahu, kakakku...
Dia meminta ibuku untuk menyingkirkanmu.
Apakah itu menghiburmu? Jangan ikut campur dalam urusan ini.
Aku ingin meminta bantuanmu.
Apa?
Aku ingin kau menghukum kakakku.
Aku tak akan memberitahu siapa pun jika kau melakukannya.
Dan jika kau berhasil, aku akan memberimu hadiah.
- Setuju? - Sudah cukup!
Maafkan aku.
Oh?
Apa yang kau pikirkan? Kau hanyalah seorang pelayan.
Selamat malam.
- Terima kasih telah mengundang kami. - Selamat malam.
Oh!
Selamat malam untuk kalian semua.
Kami telah membangun vila di sini.
Sudah 37 tahun lamanya.
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sini atas dukungan mereka yang berkelanjutan.
Terima kasih lagi.
Sebagai tanda syukur...
Keluarga kami menyelenggarakan perayaan tahunan ini untuk kalian.
Kami harap kalian bersenang-senang.
Para hadirin.
Aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan selamat kepada Tn dan Ny Shikishima tercinta, atas kesehatan mereka.
Salam sejahtera!
Salam sejahtera!
Itu karena aku atau dirimu...
bahwa kau tak ingin mengangkat gelasmu?
Aku minum terlalu banyak.
Aku ingin menghirup udara segar.
Pelayan!
Calon kakak ipar, aku menawarimu minum.
Ya.
Jadi mari kita minum untuk calon suami Naomi yang belum kita kenal.
Salam sejahtera!
Menurutmu itu siapa?
Nah, itu bisa jadi aku.
Apa kau ingin menukar kakakku?
Jika kau tidak keberatan, Naomi.
Kenapa gambarku ada di sini?
Itu ada di tempat sampah. Aku mengambilnya kembali.
Aku tidak mengizinkanmu untuk mengambilnya.
Dan memasuki kamar seseorang tanpa izin. Itu tidak masalah bagimu?
Jangan mendekat atau aku akan memanggil bantuan.
Ya, silakan panggil.
Apa yang kau inginkan?
Memperkosamu?
Sebenarnya... adikmu yang memintanya.
Dia ingin aku memperkosamu.
Adikmu baik padamu.
Perkosa aku jika kau berani.
Tidak!
Aduh!
Tidak!
Hentikan...
Nona sangat tangguh.
Jangan pernah lakukan itu lagi.
atau kau akan membayar mahal!
- Kami pergi dulu. - Baiklah.
Sumiko sebaiknya keluar lebih sering.
No comments yet. Be the first to leave one.