Crocodile Tears

Crocodile Tears (Air Mata Buaya)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Air Mata Buaya 2024 INDONESIAN HMAX WEB-DL DDP5 1 H 264
കമന്ററി എഴുതിയത് subteks
AI natural translated by subteks.me

ടാഗുകൾ

webdl
ai-translated
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-06-18
ഡൗൺലോഡുകൾ: 193
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Johan!

Johan!

Johan!

Mama.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Ini makan siangmu, Sayang.

Sudah selesai?

Permisi, kursi ini kosong?

Terima kasih.

Pacarku membuatku gila.

Ada apa lagi?

Aku tak bisa terus putus dengannya.

Apa kau mencium sesuatu?

Tidak.

Baunya busuk.

Bisa ambilkan sausnya?

Terima kasih.

Johan.

Katakan.

Ada yang ingin kau katakan?

Mengatakan apa?

Apa?

Sebagai pria dewasa, kau harus bersih.

Aku menyapu dan mengepel tiap hari.

Maksudku kebersihan dirimu.

Aku mandi setiap hari.

Aku baru saja mandi.

Baik.

Bobo!

Bobo!

Ayo pulang.

Kau berat.

Ini aroma lavender.

Sangat cocok untukmu.

Halo.

Ini produk terlaris kami, "sakura."

Cobalah.

- Apakah populer? - Ya, aku juga memakainya.

Bagus, kan?

Aku ambil ini.

- Ini. - Terima kasih.

Ada yang bisa kubantu?

Selamat ulang tahun untukmu.

Hanya itu doa kami untukmu.

Hidup yang panjang dan baik.

Karena itulah kami mendoakanmu.

Aku punya hadiah untukmu.

Apa bau badanku tak sedap?

Sama sekali tidak.

Terima kasih, Nak.

Hei, hentikan!

Kau suka?

Aku menyukainya.

TIKET

Ayo!

- Foto dulu saja. - Nanti saja.

Bagus, kan?

Coba sudut lain, agar buayanya terlihat.

Nah.

Ricki, geser sedikit.

- Geser kameranya. - Baik.

Empat tiket, tolong.

- Terima kasih. - Terima kasih, kawan.

- Berdiri di sini. - Ayo swafoto.

Siap?

Satu, dua, tiga.

"Buaya Putih."

"Demi hubungan awet, beri makan ayam."

"Atau sumbangkan uang."

Ada yang mau coba?

Apa dia tidur?

Tuan Buaya!

Kemari!

- Tuan Buaya! - Mungkin dia tuli.

Buaya tuli.

Kemari.

- Ini ayamnya. - Ini dia.

- Ayam hidup? - Tenang saja.

Tunggu!

Biar kurekam ini.

Berdiri di sana.

Lakukan saat kubilang "aksi."

Aksi.

Tersenyum.

Tunggu dulu.

Abaikan kamera, tersenyum sedikit.

Apa begitu cara memberi makan buaya?

Kau pikir mereka makan steik?

Johan.

Maaf, Nyonya, aku sedang merekam.

- Mau sudut yang lebih baik? Ayo. - Apa ini aman?

Lebih dekat, bagus.

Bagus.

- Ayo. - Jangan terlalu dekat!

Jangan sedekat itu.

Hei, Nyonya!

Kau ingin video yang bagus.

Jangan terlalu dekat.

Dan jangan sentuh aku!

Ayo pergi!

Apa?

Kau bisa bicara baik-baik pada mereka.

Bukan begitu caranya.

Mereka bersikap kasar pada ayahmu.

Jika kau terus begitu,

kita bisa kehilangan pengunjung.

Biar saja.

Kita tak butuh pengunjung seperti itu.

Permisi.

Itu sepedaku.

Maaf, Nona, aku ingin ambil brosurku.

Tentu.

Maaf.

Apa ada bengkel sepeda di dekat sini?

- Bengkel? - Ya.

Rantainya putus.

Nona, sepedamu sudah siap.

Terima kasih.

Jika kau senggang.

Pertunjukan buaya?

Ya.

Kau bisa melihat kami bermain buaya.

Bermain dengan buaya?

Apa kau orang baru di sini?

Kenapa?

Kalau penduduk sini, kau pasti tahu.

Kau kerja di sini, Nona?

Ya, aku berjualan.

Umur kita sebaya.

Jangan panggil aku "Nona."

Maaf.

Arumi.

Johan.

Hadirin sekalian,

selamat datang di arena kami.

Kita akan menyaksikan pertunjukan buaya.

Tuan-tuan, sapa penonton kita.

Beri tepuk tangan sekali lagi!

Sekarang saatnya aksi yang lebih seru.

Ciuman buaya.

Beri tepuk tangan untuknya!

Johan.

Johan.

Hai.

Apa kau menonton pertunjukannya?

Ya.

Kenapa aku tak melihatmu?

Aku duduk di belakang.

Ma, ini temanku, Arumi.

Kau ibunya Johan?

Senang bertemu Anda, aku Arumi.

Ma.

Aku harus pergi.

Johan.

Kau tadi hebat sekali.

Hebat?

Kau MC yang hebat.

Tadi itu temanmu?

- Aku baru bertemu dengannya. - Di mana?

Dia orang baru di kota ini.

Dia bertanya soal buaya.

Santai saja.

Aku santai.

Sekarang, nyalakan mesinnya.

Injak ini,

injak yang kuat.

Yang mana?

Sekarang, perlahan tambah kecepatan.

Katanya tadi kau santai.

Maaf.

Tidak apa, coba lagi.

Tapi cobalah santai.

Berhenti bicara begitu, itu bikin stres.

Baiklah.

Injak lagi.

Lewati saja aku. Jalannya lebar, apa kau buta?

Kenapa kau membonceng dia, bukan aku?

Abaikan mereka, jalan saja.

Belajarlah cara bicara pada wanita.

Pantas kau tak punya pacar. Temanmu saja punya.

Kau tak bisa bercanda sedikit?

Ayo pergi.

Sialan!

- Apa? - Tidak apa-apa.

- Halo. - Hai.

Kenalkan temanku.

Johan.

Ian.

Kau terlambat, dari mana saja?

Tadi ada urusan di rumah.

Apa yang kau lakukan?

Siapa namamu tadi?

Johan.

Kau bekerja atau kuliah?

Aku bekerja.

Di mana?

Di taman buaya.

Di mana itu?

Yang ada patung besarnya.

Yang ada patung raksasanya itu?

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left