ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DRAMA INI HANYA FIKTIF BELAKA
TOKOH, ORGANISASI, KASUS, DAN ISTILAH MEDIS TAK BERHUBUNGAN DENGAN DUNIA NYATA
Apa sebelumnya, kamu pernah kecelakaan?
Iya, 15 tahun yang lalu.
Tapi bagaimana kronologinya, dan seberapa sakitnya,
aku sama sekali tidak ingat.
Bagaimanapun aku bersyukur.
Aku minta maaf soal tadi.
Karena salah paham soal baju renang.
Wajar kalau kamu salah paham.
Katanya kamu begitu karena khawatir.
Iya.
Walau begitu, aku tetap akan mengikuti kompetisi.
Aku akan mengikuti kompetisi dan mendapatkan medali.
Tapi jangan khawatir, aku akan melakukannya kebalikan dari mimpimu.
Percayalah padaku.
EPISODE 3
Kompetisi final gaya bebas 200m siswa SMA akan dimulai.
RYU SUN JAE Ryu Sun Jae!
- Semangat! - Kamu pasti bisa!
- Ryu Sun Jae! - Ryu Sun Jae!
Sun Jae, kamu pasti bisa!
Semangat!
Kamu keren! Semangat!
Ryu Sun Jae!
Ryu Sun Jae!
Ryu Sun Jae!
- Ryu Sun Jae - Semua diam! Diam!
Ambil posisi.
RYU SUN JAE Ayo, semangat!
RYU SUN JAE, SMA JAGAM URUTAN 2
RYU SUN JAE Ayo!
Itu adalah kompetisi pertamaku setelah operasi pundak.
Kompetisi itu menjadi kompetisi terakhirku.
Saat itu aku menyesal karena aku pikir aku terlalu berambisi.
Tapi aku jadi berpikir, mungkin ini takdirku untuk menjadi penyanyi.
Apakah ada takdir yang sudah ditentukan?
Seperti sebuah keniscayaan yang tidak bisa diubah atau pun ditolak.
Ia mengalami masa sulit karena berbagai rumor dan komentar jahat.
Walaupun begitu, Sun Jae...
Aku ingin percaya padamu.
- Ayo! - Ayo!
- Ayo! - Ayo terus!
Ryu Sun Jae!
- Sun Jae! Sun Jae! - Sepuluh meter lagi!
- Sun Jae! - Sepuluh meter lagi!
Ryu Sun Jae!
- Wah! - Wah!
Apa?
Bagus!
RYU SUN JAE URUTAN 1
Hore!
Apa? Wah!
- Wah! - Wah!
TIDAK BOLEH MEREKAM DENGAN KAMERA
RYU SUN JAE
Keren sekali!
Hebat!
Sun Jae hebat sekali!
Sun Jae terbaik!
KEMARIN MALAM
Terima kasih.
Ini rumahku, padahal rumah kita berhadapan...
...tapi kita tidak pernah bertemu. Menakjubkan, bukan?
Masuklah.
- Baik. Tidurlah, sampai bertemu besok. - Iya.
TOKO VIDEO GEUM
Astaga, anak ini.
Hei, dia anak yang mengejar Tae Sung. Kamu tidak apa-apa?
Akhir-akhir ini dia mengejarku.
Dia bilang, dia penggemarku.
Terlepas dari itu, memangnya rasa suka dan menggemari sama?
- Mereka juga bukan berkencan. - Kamu pria sejati.
Kamu sudah coba menyatakan perasaanmu? Apa kamu bisa melakukannya dengan baik?
Kamu ini.
Ayahku bilang, langkah pertama aku bisa berjalan...
...sudah seperti mempelai pria karena aku pandai melakukannya.
- Apa hubungannya? - Walau aku belum coba, pasti bisa.
Kalau besok aku dapat medali emas, aku akan menyatakan perasaanku.
Hei, kamu pikir menyatakan perasaan itu gampang?
Pokoknya kamu harus melihat situasi dengan baik.
Menyatakan perasaan itu harus di waktu yang tepat.
Waktu yang tepat. Waktu yang tepat!
RYU SUN JAE URUTAN 1
Hore!
Ryu Sun Jae hebat!
Ryu Sun Jae sangat hebat!
Sun Jae terbaik!
Kalau besok aku dapat medali emas, aku akan menyatakan perasaanku.
Astaga.
Ya ampun.
Katanya dekat sini.
Ayahmu datang mendukung, tidak apa-apa kalau kamu malah di sini?
Iya.
- Bahumu apa tidak apa-apa? - Iya.
Kenapa suasana hatinya tidak bagus?
- Kita mau ke mana? - Iya.
- Apa? - Oh!
Apa aku belum bilang? Ayo makan bersama.
Dia seperti itu karena lapar.
Baiklah kita makan, aku juga lapar. Mau makan apa?
Kita sambil jalan, kalau ada yang kelihatan enak, kita mampir.
Kenapa tidak terlihat?
Aku beri makan apa agar suasana hatinya kembali bagus?
- Oh! Mau ke sini? - Oh! Ayo kita makan itu!
PASTA DAN PIZA
Hei, padahal ini restoran yang bagus.
- Hei, ini. - Benar.
Astaga, padahal aku sudah susah payah mencari tahu tempat yang bagus.
Kamu sudah berlomba, jadi harus menjaga kesehatan.
Kamu suka yang panas, 'kan?
Makanannya sudah datang.
SAMGYETANG RASA INI
Ya ampun.
Tiup dulu sebelum makan.
- Penggila sukses mana yang seperti aku. - Apa?
Makan bersama denganmu,
adalah tanda penggila sukses.
Apa itu penggila?
Itu sama dengan penggemar. Aku ini penggemarmu.
Penggemar renang. Renang.
Memangnya rasa suka dan menggemari sama?
- Soal bassist klub band, Kim Tae Sung. - Iya, kenapa?
Kamu penggemarnya? Atau menyukainya?
Astaga, itu sudah lama sekali. Sama sekali tidak.
- Sama sekali tidak? - Iya.
Hore!
Memangnya kenapa?
Kamu kemarin bersamanya, 'kan? Jadi aku sedikit penasaran saja.
Makanlah.
Enak.
Terima kasih. Padahal aku ingin mentraktirmu.
Lain kali kamu bisa mentraktirku.
Baiklah, lain kali aku akan mentraktirmu makanan yang lebih enak.
Menyatakan perasaan itu harus di waktu yang tepat.
Wah, jalan di sini indah sekali.
Kenapa kamu mengajakku bertemu berdua?
Apa ini waktunya?
Aku ingin minta maaf soal yang kemarin.
Untuk apa? Kamu boleh melakukan apa pun.
Ini waktunya.
Dan aku juga...
Mau menyatakan perasanku. Tapi...
Kamu ada 500 won?
- Menyatakan perasaan? - Apa?
- Apa? - Lima ratus won.
Apa? Menyatakan... Lima ratus won!
Itu... Lima...
Lima ratus won.
Wah!
Astaga.
- Kenapa 500 won? - Mau foto di sana.
Apa? Bukankah itu untuk foto paspor?
PAS FOTO
Ayo foto.
Ya?
Aku sangat iri dengan para penggemar yang mengambil swafoto saat fansign!
- Foto bersama? - Iya.
Aku tidak terlalu suka foto.
Begitu, ya.
- Apa boleh bu.. - Sinar mataharinya!
Wah! Panas sekali.
Kita masuk sebentar.
Itu...
Hei! Jalannya di sini.
Sun Jae!
FOTO PASPOR FOTO
KONFIRMASI SEBELUMNYA
- Foto dimulai. - Sudah, ayo foto.
- Lihat ke kamera. - Satu.
- Di mana? Di situ? - Dua, Tiga.
Bukan, lihatlah ke sini.
- Di sini? - Iya.
- Satu, Dua, Tiga. - Tersenyumlah.
Padahal dia ahli dalam pemotretan, kenapa ini?
Kalau begitu, cobalah ini.
Itu apa? Benjolan?
Benjolan? Kenapa benjolan? Ini hati!
Kamu minta aku berlagak imut?
Aku tidak mau.
- Foto dimulai. - Fotonya dimulai.
- Cobalah! - Satu, Dua, Tiga.
Sudah, 'kan?
Apa ini waktunya?
Itu...
Ini waktunya.
- Ada yang ingin kukatakan. - Iya.
Aku...
- Aku su.. - Foto sudah jadi.
Sepertinya sudah jadi, sebentar.
Imutnya!
Wah, jadinya bagus.
Bagusnya ditempel di mana, ya?
Ya ampun.
Kamu berhasil menyatakan perasaanmu?
Menyatakan apanya.
Benar, ini bukan waktu yang buruk.
- Itu.. - Jangan bicara apa pun.
Apa?
Ini membuatku gila.
No comments yet. Be the first to leave one.