ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
❁❀✿ TAKDIR ✿❀❁
Kupikir ujian kali ini kamu lulus.
Namun gagal juga.
Bibi, para dosen memusuhiku.
Memangnya kalian musuh?
Kamu gagal di semua mata kuliah!
Mereka bersekongkol.
Selama dua tahun aku sudah bilang agar mengirimku ke Chandigarh.
Aku pasti lulus peringkat pertama.
Kenapa tidak sekalian ke london?
Lihat syalnya, macam pensiunan Jenderal.
Lupakan, Bang.
Jangan sekolahkan!
Kita nikahkan saja tahun depan.
Jangan, Hardev.
Biar dia selesai kuliah dulu.
Dia bisa menikah dua tahun lagi.
Jangan khawatir, Nak. Kami akan mengirimmu ke Chandigarh.
Oke? Ayo pergi. Dia tidak peduli tentang apapun.
Ayo nonton sinetron saja.
Ya, pergi sana nonton kartun! Aku taruh botol miras disana.
Jangan berani minum dan kamu ganti air.
kenapa malah bengong?
Tidak beri minum besanmu?
Chinda, ambilkan gorengan!
Adik ipar, kamu akan ke Chandigarh.
Bagaimana dengan nasib adikku?
Jangan khawatir, Kakak ipar.
Aku ke Chandigarh hanya untuk melihat para gadis.
Tapi menikahnya sama adikmu.
Dia selalu tersenyum padaku saat pernikahanmu.
Nanti kalian bisa saling gobrol di sini.
Jika aku dapat orang lain maka kalian berdua...
...bisa saling baku hantam.
Teh?
Tidak, buat yang diluar saja. Nanti aku minta kakak.
Terimalah, Aman. Nanti dia nangis.
"Gaunmu senilai 700 dan perhiasanmu 2.600"
Tanyakan adikmu gaun apa yang akan dia kenakan.
Duduk yang benar!
Jangan sampai jatuh dan bikin aku repot.
Keindahan kota ini benar-benar sempurna.
Yang satu lebih baik dari yang lain.
Gadis-gadis terbaik dari Punjab, Haryana dan Himachal datang ke sini.
Jika melihat satunya kamu bisa melewatkan tiga lainnya.
Jadi jangan bertindak bodoh.
Permisi!
1147?
Lantai bawah atau atas?
Nak, sudah tertulis di sana.
Pikirmu aku tidak bisa baca?
–Ini! –Dia terlalu nafsu.
Dia pikir dirinya orang hebat.
Dengar, aku enggan sama orang asing.
Bang Titu tadi sudah telfon.
Kamu kenal dia 'kan? Itu sebabnya.
Aku tidak peduli jika dapat uang sewa sedikit.
Berikan kembaliannya.
Dan perlu kujelaskan.
Kamu dilarang bawa masuk teman atau cewekmu.
–Adik sepupu boleh datang 'kan? –Adik sepupu?
Kampungmu itu di Malout.
Lagakmu sok punya adik sepupu?
Memangnya punya adik sepupu?
Minggat dan temukan tempat lain saja.
Jangan bibi, aku sekedar basa-basi.
Bibi?
Jika aku tidak menikah dini...
...kamu pasti sudah mengejarku dengan motormu.
Jangan panggil aku bibi.
Panggil saja kakak ipar. Itu kamarmu.
Jangan tertawa.
Aku bisa jadi kakak iparmu tapi bukan untuk urusan uang.
Pastikan mengunci gerbang saat kamu datang atau pergi.
Bani?
Kenapa sayang?
Cerita ada apa?
Bani?
Tolong ceritakan.
–Selamat pagi! –Pagi!
–Kenapa tiba-tiba? –Orangtuamu keluar kota 'kan?
Jadi aku bawakan sarapan.
Kemarilah, mumpung masih hangat.
–Ada apa? –Tidak apa-apa.
–Tidak suka kejutanku? –Tidak.
Maksudku suka. Iya.
Kamu tidak bilang...
Aku...
Bani!
Bani, kamu memintaku mengikuti pandangan modern.
Dan aku turuti.
Sekarang kamu tahu kenapa aku dulu menasehatimu.
Dengar sayang, kamu masih mudah dan belum banyak pengalaman...
...untuk membedakan mana yang baik dan salah.
Itu sebabnya para orangtua dulu menjodohkan anaknya.
Kenapa jadi aku yang salah?
Itu...
Dia selingkuhi aku.
Pergi dan hajar dia di kantor polisi.
Jadi aku hanya berguna untuk itu?
Baiklah!
Aku tidak mau makan.
Semua ayah menghajar cowok demi putrinya.
Ini salahmu.
Kamu terlalu keras kepala.
Kamu tidak perlu berteriak...
...jika ada hal yang tidak sesuai keinginanmu.
"Pasti kamu sudah membaca banyak buku..."
Ini sudah selesai.
Kurang rapi. Setrika lagi.
Kamu penghuni baru?
Ya, untuk belajar.
Aku pikir untuk mengajar.
Berisik! Tutup mulutmu!
Urusi saja masalahmu.
–Aku ingin les semua mata kuliah. –Ini kelasnya.
Ada apa?
Aku tidak suka caramu mengajar.
Berikan satu lagi.
Berikan kuahnya juga.
Hentikan. Nanti perutmu meledak.
Cewek-cewek selalu beli disini.
Kenapa tidak sekalian cuci piring?
Aku gaji 450 rupee sebulan.
–Kurang ajar kamu ! –Kenapa kamu marah?
–Aku naikkan 650. –Aku tidak tahu soal cewek.
Tapi aku tahu cara menghajarmu, paham?
Aku orang kaya dan dia bilang akan membayarku.
Halo?
Ayah, belikan motor.
Minta motor.
Marahi saja.
Lupakan!
Lari! Lari!
Halo?
Kerja bagus!
Aku tahu ini akan terjadi.
Kenapa anak-anak takut padamu?
Kamu harus kembalikan bolanya. Apa mau buka toko bola?
Jika salah satu dari mereka nanti bisa seperti Yuvraj atau Kohli...
...rumahmu bisa masuk tivi.
Mereka tidak takut padaku. Tapi takut Ibuku.
Benar juga. Buat apa mereka takut padamu.
Aku tahu apa yang ingin kamu katakan dengan sorot matamu itu.
Aku hanya memujimu.
Aku tidak memakimu.
Aku tidak butuh.
Bisa buatkan ini di terasku?
Gambar bunga? Atau traktor Ford?
Jangan Ford. Quick saja.
Nanti aku belikan cat.
Aku juga bisa buat lampu.
Kamu memang mirip lampu!
Jika kamu kerja sekeras itu disawah...
...kamu bisa dapat hasil 40 kuintal.
Bibi, anak-anak adalah cerminan Tuhan.
Anda tidak seperti tetanggamu.
Dia perempuan gila. Anda harus kembalikan bolanya.
Jika salah satu dari mereka nanti bisa seperti Yuvraj atau Kohli...
...rumahmu bisa masuk tivi.
Nak, mereka sengaja bermain di sini.
Apa tidak ada tempat lain?
Benarkah? Berarti anda lebih paham.
Aku lihat anak laki-laki di luar, habiskan bensin naik motor.
Papa telfon dan bilang mau belikan motor.
Aku jawab bahwa aku kesini mau belajar bukan jadi Ojol.
Dan yang aku pegang hanya buku.
Belajar sambil minum teh bisa membantu.
Bibi, anda bisa menggunakan komputer?
Bibi, anda punya kalender berhoroskop?
Minggat sana!
– Kenapa? – Karena aku bilang begitu.
Bodo amat! Bibi yang buatkan teh.
Pasti kamu juga mau numpang makan.
Bibi, tolong jangan keberatan. Tapi anda harus...
...mengunci pintumu saat makan siang.
Aroma masakan lezatmu membunuhku.
Saya belum makan sejak datang ke sini.
Saya tidak tahu apa yang dia masak. Tapi dia tambahkan kuah saat buat okra.
Dia masak sayuran dengan saus.
Tidak apa-apa, Nak. Kamu makan siang disini saja.
Usir saja. Dia orang bodoh.
–Kamu sedang apa? – Sedang tiduran.
–Dengan siapa? – Sendirian, sumpah.
Bersumpahlah demi Ibumu.
Kamu bisa tidur nyenyak setelah membuatku susah tidur?
– Tolong dengar, Bani. –Diam dan dengar aku!
Kamu mengikutiku seperti anjing selama tiga tahun.
Apa ayahmu menyuruhmu?
Aku ribut dengan keluargaku demi kamu.
Kau pikir aku wanita macam apa?
Aku tidak akan mengampunimu! Aku akan...
Halo?
Bagus!
Dia putus telfonku! Berani-beraninya!
Biasanya dia telfon 20 kali sehari.
Sekarang dia putus telfonku.
Cowok macam apa dia?
Mau bilang apa?
Dengar baik-baik, oke?
No comments yet. Be the first to leave one.