ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
EPISODE SEBELUMNYA
- Terima kasih. - Mereka suka main.
Baz!
Layanan masa depan…
Kami butuh orang yang bisa membantu kami kreatif.
- Renn membawa Nick. - Dia akan kembali.
Kau tak lihat ekspresi wajahnya.
Aku butuh narkoba.
Bisakah sehari saja tak pakai narkoba?
Berpalinglah!
Kita baru bicara.
Tak terima bisnis baru saat ini.
Kami bukan baru.
Kami dengan Smurf. Kalian hanya pekerja kasar.
Kalian suka rumah ini? Aku akan dapatkan untuk kita.
- Kalian suka itu? - Ya.
Sempurna untuk kami.
Jual apartemen Smurf, beli bisnis.
Dapat lebih banyak uang.
- Aku setuju. - Ya, aku juga.
Semoga sukses.
Tak pernah tertangkap.
Itu dia.
Seorang wanita, akhir 20-an.
Sudah dikubur lama.
Coba kulihat.
Ada pengenal.
- Catherine Belen. - Tampaknya dia dari Oceanside.
- Andrew. - Aku datang!
Astaga, Baz.
Ini hari Minggu.
- Ayo! - Di belakang!
KLUB BUDAYA JEPANG
PEMANDU SORAK BULAN INI
Bagus.
Julia!
Pak Martin, sedang apa di sini? Ini hari Sabtu.
Persiapan SAT.
Benar. Aku lupa.
Sedang apa?
Aku meninggalkan novelku di loker.
Ya, tugas dikumpulkan Senin. Sudah dekat, ya?
Kurasa begitu.
- Apa itu saudara kembarmu? - Bukan.
Ya, itu Andrew di dekat perpustakaan.
Tidak, Andrew… Pasti dia di rumah,
- tak mungkin… - Ada apa ini, Julia?
Sial!
- Ikut denganku. - Lepaskan!
- Julia! - Andrew, berhenti!
Sial!
- Kujemput dia. - Jangan.
Segera kembali, Baz!
- Menyingkir! Lepaskan! - Ayo.
- Ayo! - Lepaskan!
Ibuku akan menuntutmu!
Andrew!
Julia, pergi!
Baz!
- Mana Andrew? - Di belakangku.
Aku berputar-putar di sini, dia mencarimu.
Dia memukul guru!
Itu dia datang.
- Andrew, lari! - Cepat, Andrew!
Astaga! Tidak, aku harus menjemputnya!
Julia!
Andrew, hentikan!
- Hentikan! - Ayo!
Menyingkirlah! Lepaskan dia!
Andrew!
Hentikan!
- Sial! - Hentikan!
Kau tak menyerah, ya?
Maaf, aku membangunkanmu?
Tidak.
Apa pendapatmu soal dana talangan untuk beli gedung lain?
Ayolah, yang benar saja. Aku baru bangun.
Maafkan aku.
Gedung apartemen belum terjual,
uangnya bisa dipakai memulai bisnis lain.
Kau bajingan yang serakah, sungguh.
Hanya berusaha menjaga momentum.
Dana talangan itu, kukira,
tergantung pada aliran pendapatan.
Bisa lakukan pekerjaan,
- cari solusi. - J.
Aku bukan pengacaramu lagi.
Kukira,
entahlah, kita mencoba hal lain.
Tidak ada saran lagi?
Tidak, aku sudah selesai bicara.
Hei.
Hei.
Aku akan melakukan deposit sebelum kita buka.
Ya.
Kita setor 20 pekan ini?
Tidak.
Aku tak ingin menarik perhatian di bank.
Tunggu musim semi, bar ramai.
Kita bisa mulai naikkan harga. Mulai memindahkan lebih banyak.
Ya?
- Hei, apa kabar, Trey? - Deran.
- Apa kabar? - Begitulah, bereskan pekerjaan.
Tentu saja.
- Isi ulang? - Ya. Terima kasih, Bos.
Kudengar upahmu 10.000
dari bajingan di Pantai Newport untuk ukir sirip balsa papan selancar.
Ya.
Mungkin digantung di dinding dan tak akan basah.
Namun, itu berbulan lalu.
Sudah lama tak mengukir papan yang layak dinaiki.
- Ayolah, aku tak percaya. - Tidak, sungguh.
Aku tak bisa konsentrasi.
Ada sekelompok bajingan sewa rumah di sebelah.
Apa sebutan mereka? "Pemengaruh".
Astaga.
Dua saudara berengsek dari Irvine membuatku gila
dengan omong kosong video pesta daring mereka.
Itu buruk, aku turut prihatin.
Itu tak benar. Banyak orang dari luar kota,
mereka pindah kemari hanya untuk membuat hidup kita buruk.
Ya.
Kau ingin sesuatu? Telur, roti panggang?
Tidak. Isi ulang kopi saja. Aku hanya lewat.
Hanya ingin mampir. Sudah lama tak bertemu sejak Smurf wafat.
- Baiklah, dah. - Baiklah, Trey, dah, Sobat.
Dah, Tommy.
- Dah, Trey. - Sampai nanti.
- Kau jadi menyetor atau tidak? - Ya.
Mau roti lapis?
Tentu.
Lebih suka diagonal atau horizontal?
Terserah kau saja.
Terima kasih.
Kegiatanmu pagi ini?
Aku di lahan.
Kau sudah tahu yang ingin kau lakukan dengannya?
Belum.
Kurasa baru tiga bulan, ya?
Jadi?
Tak ada gunanya kita hanya duduk di sini.
Tak semuanya soal uang, J.
Aku tahu…
ini soal uang.
Perlu cari pekerjaan.
Jika tidak, kita terus merugi dan menumpuk utang.
Bagaimana menurutmu?
Itu lahanku dan terserah aku mau kuapakan.
Saat kuinginkan.
- Baiklah. - J?
Tolong beli bologna kotak saat kau belanja lagi.
Itu dia.
Smurf!
Terima kasih menjaga mereka, Detektif.
- Ayo. - Kami harus menahan dia di sini.
Kenapa?
Dia serang dua orang pakai papan seluncur, satu di rumah sakit.
Dia melindungi dirinya dan saudarinya.
Pihak sekolah mengira mereka terlibat pencurian komputer.
Namun, tidak.
Ini tak akan berhasil, jika kau membuat kami terlihat bodoh.
Beri tahu Letnan Mackie,
pengacaraku akan hubungi besok untuk membereskan ini.
Aku akan membawa anak-anakku pulang.
Kau lihat itu?
Dia mulai mengayuh. Kupegang dia dan dia mulai mengayuh.
Kurasa dia siap untuk tandem.
- Lihat saja. - Apa maksudmu?
- Arlo bawa Kai selancar usia enam bulan. - Dia gila.
Mau ikut prasekolah?
- Dia belum butuh prasekolah. - Tentu butuh.
Kenapa?
Bersosialisasi.
Dia bersama anak Enrique seharian. Dia bersosialisasi.
Berapa lama lagi sepupumu akan membantu kita mengasuh?
- Entahlah. - Sudah berbulan-bulan, Renn.
Kau tak memercayaiku lagi?
Kau terlihat tampan.
Kuat. Kau angkat beban apa, 110 kilogram?
- Ada apa? - Aku harus kerja.
Sekarang?
- Craig. - Kubawa?
- Itu kesepakatannya. - Ayolah.
Craig.
Nanti kutelepon.
Kuhargai ambisimu, Baz.
Rencanamu bodoh.
Kenapa, kita berhasil lolos?
Kau sadar komputer punya nomor serial, bukan?
Ya, lalu?
Apa gunanya mencuri sesuatu yang tak bisa dijual?
Hei, Kau.
Kau lupa soal persiapan SAT?
Kau jadi pengawas mereka?
Kau sadar aku harus mencoba segala cara
agar Andrew tak dipenjara?
Craig!
Aku tak mau melakukan ini sejak awal.
Aku suka sekolah.
Apa kau menyalahkan Baz? Karena tak ada yang memaksamu.
No comments yet. Be the first to leave one.