ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
MANDELA JADI PRESIDEN
MANDELA JADI PRESIDEN
MANDELA JADI PRESIDEN
Presiden berkulit hitam.
Presiden berkulit hitam.
Sekaranglah saatnya.
Presiden berkulit hitam.
MANDELA =Putra dari Afrika, Bapak sebuah Bangsa=
Selama lebih dari 1.000 tahun lalu, bangsa Afrika bermigrasi ke Selatan.
Suku Xhosa menetap dengan ternaknya di wilayah timur...,
...di wilayah yang kini dikenal dengan nama Afrika Selatan.
Pendatang asal Eropa mulai masuk di pertengahan abad ke-17.
Mereka melawan bangsa Afrika dan mengusir mereka dari tanahnya...,
...menuai benih kebencian yang berlangsung berabad-abad lamanya.
Di Eastern Cape, Nelson Mandela dilahirkan pada tahun 1918.
Dia keturunan bangsawan, keturunan Kepala Suku Thembu.
Di dalam Suku Xhosa...
...dia dipanggil Rolihlahla Madiba Dalibunga Mandela.
Saat aku bersekolah, ibu guru, Bu Mdingane...
..bertanya, "Siapa namamu?"
Aku menyebutkan nama Afrikaku. Rolihlahla.
Dia bilang, "Aku tak suka nama itu." Kau pasti punya nama Kristen.
Lalu kujawab, "Aku tidak punya."
Lalu dia bilang, "Mulai hari ini, kau dipanggil Nelson."
Dari sanalah, aku menambahkan nama "Nelson".
Bukan nama dari orangtuaku.
Bahkan ibuku, yang tak pernah bersekolah...,
...suatu hari membawaku ke dokter.
Lalu dokter itu bertanya, "Siapa namanya?"
Dia bilang, "Ney-lee-seela. Namanya adalah Ney-lee-seela".
Karena itu nama ras kulit putih, mereka tak bisa mengejanya dengan tepat.
MAKAM LELUHUR MANDELA, QUNU, TRANSKEI
Semua kuburan ini sangat berarti bagiku...,
...karena orangtua tercintaku dimakamkan di sini.
Tempat ini juga memicu emosi besarku saat di sini.
Karena bisa dikatakan...
...bagian dari diriku ikut terkubur di sini.
Kami menghormati saudara kami. - MABEL MANDELA, SAUDARI MANDELA -
Saat dia masih di rumah, dia selalu saja serius.
Kami tak pernah bercanda.
Dia punya kualitas kepemimpinan, bahkan pada usia belia.
Kami sangat menghormatinya, begitu juga yang lain.
Kami tinggal di desa Qunu.
Rumah kami di desa Qunu...
...merupakan rumah suku Xhosa yang terbuat dari rumput.
Rumah ibuku menempel dengan rumah ayahku.
Sebagai anak perempuan, kami punya rumah sendiri...
...dan kami menerapkannya untuk memasak.
Ada rumah lain untuk anak lelaki.
Ayahku berpoligami dengan empat istri dan sembilan anak.
Aku tumbuh besar di suasana itu, di mana kami bermain bersama...
...juga saling bertengkar, tapi makan dari satu piring.
Kami dibesarkan di Veldt, menjaga hewan-hewan ternak.
Domba, kambing, kuda, dan sapi.
Juga saat siang hari, kami melakukan berbagai kegiatan.
Kami berburu kelinci, burung.
Salah satu pengisi waktu luang kesukaan kami...
...adalah perkelahian tongkat.
Kami memegang satu tongkat di tangan kiri...
...untuk menangkis serangan dari anak lain.
Kemudian di tangan kanan, tongkat untuk memukul mereka.
Aku masih memiliki bekas dari pukulan tongkat itu.
Ya, ini dia.
Aku dipukul di sini oleh bocah lain.
Ibuku, bisa dibilang, dia adalah teman pertamaku.
Dia bukan orang yang emosional.
Dia benar-benar terkendali, tenang...
...dan damai dalam dirinya serta dengan lingkungannya.
Aku sangat menghormatinya.
Seorang wanita yang tak bersekolah, tak bisa membaca ataupun menulis.
Tapi dia mampu mendengarkan...
...kaum Kristen berwawasan di desa dan menjadi penganut Kristen...,
...meskipun ayahku tak mau peduli dengan agama Kristen.
Ibuku didekati tetangganya yang menurut standar masa kini...
...sedikit terdidik.
Lalu dia diminta agar aku disekolahkan.
Saat aku pergi bersekolah...,
...ayahku memberikan celana berkudanya, lalu memotongnya.
Lantas, dengan sebuah benang ikat...
...yang kugunakan sebagai ikat pinggang.
Lalu dia memberiku kemejanya.
Seperti itulah aku bersekolah pada hari pertama.
Lalu pada suatu malam, aku melihat ayahku berbaring...
...dan ada dua wanita yang sedang merawatnya.
Saat itulah aku tahu dia sakit.
Di kala ayahku sakit, dia memanggil Kepala Suku Jongintaba.
Ayahku berkata kepada Jongintaba...,
...Tuan, kuberikan kau anak ini, dia adalah pelayanmu.
Aku memercayakannya kepadamu, agar kau bisa mendidiknya.
Karena anak ini...,
...aku bisa melihatnya bertumbuh dengan baik.
Ajari dia dengan baik dan dia akan selalu menghormatimu.
Aku ada di sana saat ayahku mengatakan ini.
Lalu pada suatu malam...
...dia memanggil istri mudanya.
Dia memintanya...
...membawakan pipa dan tembakau miliknya.
Tapi karena dia sedang batuk, orangtuaku...,
...ibuku menyarankan dan memutuskan untuk tak memberikan pipanya.
Namun ayahku bersikeras.
Aku ingat dengan jelas...
...dia memanggil istri termudanya, Nodayimani.
"Berikan tembakauku, berikan pipaku."
Pada akhirnya, mereka tak bisa menahan paksaannya...
...dan memberikan pipanya, lalu menyalakannya...,
...kemudian dia mulai mengisapnya.
Lalu dia menjadi tenang.
Untuk beberapa saat, dia mulai merokok.
Lalu aku melihat pipanya terjatuh.
Begitulah dia meninggal dunia.
Aku pindah ke Mghekezweni saat aku berusia 9 tahun.
Bupati di sana, David Dalindyebo membawaku ke rumahnya...
...agar dia bisa membesarkanku.
Dia memiliki dua orang anak.
Justice, yang akan menjadi penerus sebagai kepala suku.
- KETUA JONGINTABA DAVID DALINDYEOBO - Lalu seorang putri bernama Nomafu.
Dia membesarkanku bagaikan anaknya sendiri.
Dia ingin aku menjadi Kepala Penasihat Raja.
Seperti itulah aku dibesarkan.
MQHEKEZWENI, TRANSKEI
Kalian ingin melihat rumah tempat aku dibesarkan.
Itulah tempatnya. Kita akan masuk.
Aku tidur di sini dengan calon Kepala Suku di daerah ini.
Justice Mthikrakra, ayahnya Kepala Suku saat itu.
Dia pecinta olahraga. - JUSTICE MTHIKRAKRA -
Dia main rugbi, sepak bola, kriket. - PUTRA KEPALA SUKU JONGINTABA -
Dia empat tahun lebih tua dariku.
Dia orang yang sangat menyayangiku.
Aku dibesarkan di istana. Itu istana sang Raja.
Jadi, aku berhadapan dengan para petinggi suku...
...yang merupakan para ahli dalam budaya dan hukum kesukuan.
Sebagai anak lelaki, aku membawakan makanan... dan bir untuk mereka.
Aku juga melakukan banyak tugas-tugas mereka.
Dari merekalah aku mendengar tentang pertempuran di masa lalu.
Pertempuran yang terjadi dari Sungai Ikan di Xhosa.
Serangkaian perang itu terjadi selama 100 tahun lebih.
Bangsa kami berperang memakai tombak melawan senjata api.
Mereka menceritakan kisah mereka...
...tentang para pemimpin tradisional yang memimpin pertempuran tersebut.
Untuk menjadi Penasihat Raja...,
...Nelson memerlukan pendidikan yang lebih tinggi.
Maka dengan dukungan Kepala Suku...,
...dia bersekolah di sekolah terbaik bagi kaum kulit hitam.
Pada perguruan tinggi pertamaku...,
...aku fokus pada apa yang kupelajari.
Itu saat diriku menjalani pendidikan dasar enam tahun...,
...berdasarkan Grup-1, Grup-2, dan Grup-3...
...di Clarkebury, yang kita kunjungi tadi.
SEKOLAH ASRAMA CLARKEBURY
Aku memiliki minat khusus dalam seluruh siswa, seluruh guru...
...di negeri ini.
Sangatlah penting bagi kalian untuk memiliki pendidikan...
...guna melayani negara kalian, dan rakyat kalian.
Dari kalian, kita akan memiliki anggota-anggota Parlemen...
...duta besar, perdana menteri.
Kalian akan memimpin pasukan kita.
Masing-masing dari kalian adalah calon pemimpin.
Siapa yang sanggup menerima tantangan ini?
Siapa yang akan mengubah wajah dari sejarah Afrika Selatan?
Itulah impianku.
Ngiyabonga.
Dalibunga.
Para pria terhormat berdansa dengan jubah mereka.
Rambutmu kasar seperti kerbau.
Kau yang tangguh seperti badak.
Kau yang tinggi memiliki rambut setebal kulit binatang.
Dalibunga.
Keluarlah dan dengar, Kepala Desa. Aku menyambut kalian.
Keluarlah dan dengar, bangsa ini. Aku menyambut kalian.
Kita sedang memandang anak hewan liar untuk pertama kalinya.
Karena hari ini, Mandela telah mengalahkan musuh.
Bagaimana kita bisa santai...
...hingga kita semua begitu terlena.
Hari ini, aku berharap, bahwa rakyat kulit hitam harus bebas.
Karena mereka telah merasakan beban dari penindasan.
Kemudian aku sekolah di Healdtown, di Ciskel untuk matrikulasi.
Kepala sekolahnya, Dr. Wellington...,
...dia biasa menyapa kami, dan mengatakan...
...aku adalah keturunan...
...dari Duke Wellington yang terkenal.
Yang menundukkan Napoleon dan menyelamatkan peradaban...
...bagi Eropa, dan kalian, para penduduk pribumi.
Pada saat itu, kami semua bertepuk tangan.
Pada saat aku berada di Healdtown...,
...seorang pujangga, Mqhayi, mengunjungi institusi tersebut.
Lalu di saat dia sedang membaca puisi, dia memanggil semua bangsa di dunia...
...untuk datang ke hadapannya karena dia akan memecah bintang-bintang.
Kemudian dia berkata, "Kalian, orang-orang Eropa...
...orang Inggris, Jerman, Prancis...
...aku memberikan kalian susunan konstelasi...,
...karena itu gugusan bintang terbesar yang pernah diciptakan.
Aku memberikan kalian gugusan bintang ini...
...karena kalian bangsa yang serakah.
Kalian bertengkar karena kekayaan.
Kalian telah memulai perang...
...yang menyebabkan penderitaan besar dan kesedihan...
...kepada jutaan orang di dunia."
Lalu dia menyebut negara di benua Asia dan Afrika.
Pada akhirnya dia mengatakan...
..."Sekarang muncul Keturunan Xhosa.
No comments yet. Be the first to leave one.