ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
*Open__subtitles ▶️▶️▶️ FreePalestina *Sub__dl ▶️▶️▶️ rawe
Kabarmu baik?
Dylan. Para gadis ini bersamaku.
Nikmati malammu. Bersenang-senanglah.
Apa kabar?
Malam, Bos.
- Semua aman? - Angkanya tembus target.
Suasananya makin panas
dan para gadis baru ini mudah berbaur.
- Fantastis. - Seperti mimpi.
- Jadilah anak baik malam ini. - Ya!
Oke.
- Terima kasih, Manco! - Terima kasih!
- Kau baik? - Ya, asyik. Suasananya mantap!
Kau membuat tempat ini hidup. Kau hebat.
Aku Manco Kapak.
Aku dari Albania,
tetapi sudah menetap di AS sejak lama.
Lebih dari 20 tahun.
Aku punya Kartu Hijau, Medicare, asuransi kesehatan,
Platinum Plus, tidak ada masalah.
Jam kerjaku panjang. Aku mengelola kelab malam.
Awal kuambil alih, ini kelab tari telanjang,
tetapi zaman berubah
dan untuk sukses, kau harus ikut berubah.
- Halo. - Hai.
Zen, Sunny, apa kabar?
- Hei. - Halo.
Bagaimana? Semua aman?
Meja 7 berutang 16 ribu pada kita.
Kami menahan kartunya,
tetapi saat kami minta tambah, itu ditolak.
Suruh Spence mengurusnya.
Aku tidak menyangka akan berakhir di kelab malam.
Masa kecilku jauh berbeda.
Kini aku menyediakan tempat
bagi orang untuk berpesta,
melupakan masalah, jatuh cinta.
Ini pekerjaan bagus,
tetapi jamnya panjang, seperti kataku.
Ada stres memikirkan staf, stok, dan uang,
tetapi masih bisa kuatur.
Aku berusaha tidur dan olahraga.
Aku berenang.
Aku berjemur sesempatnya.
SUNNY AKU MENUNGGUMU DIATAS
Hah.
Ah...
Ah!
Ooh...
Oke, Sayang.
Oh, Sayang!
Kau baik?
Sayang?
Jadi apa lagi yang harus kukatakan agar kau membiarkanku pulang?
Kau mengalami serangan jantung,
yang bisa menjadi pertanda masalah lebih fatal.
Maksudku, kau terbilang beruntung.
Tertulis di sini bahwa kau tidak
berlebihan mengonsumsi obat atau alkohol.
- Benarkah? - Ya.
- Kau perokok? - Tidak.
Aku mengisap cerutu Kuba,
tetapi itu tidak dihitung sebagai perokok.
Tentu... itu masuk hitungan.
- Benarkah? - Lalu, bagaimana pola makanmu?
Aku makan saat lapar. Seperti orang normal?
Kau menelan sesuatu sebelum kejadian itu?
Tidak. Kenapa kau bertanya begini?
Sebab hasil tes darahmu menunjukkan
peningkatan kadar sildenafil.
Lebih umum dikenal sebagai Viagra.
Oh, ya. Aku minum Viagra.
Aku minum, um...
Aku minum 2 butir.
Kenapa minum 2?
Kenapa?
Aku kelelahan.
Bisa kau tuliskan sesuatu untukku,
resep atau semacamnya
agar kejadian ini tidak terulang?
Um...
ya.
Bisa kutuliskan resep untukmu.
Namun, itu bukan solusi. Kau akan berakhir di sini lagi.
Kuharap ucapanku ini kau resapi.
Gaya hidupmu membahayakan nyawamu.
Jika tidak melakukan perubahan radikal
pada semuanya, yah...
Dia bilang begitu? Kau akan mati?
Katanya tingkat stresku tinggi. Entahlah.
Mungkin sudah waktunya berlibur.
Menikmati pasir dan mentari.
- Mungkin kita beli rumah mungil. - Beli?
Di Thailand.
Tempat yang tidak diketahui turis.
Bagiku ini terdengar lebih dari sekadar liburan.
Ya, memang begitu, kan?
Kau mau melakukannya?
Kau rela meninggalkan California?
Pertanyaan macam apa itu?
Mungkin dalam waktu dekat
kau akan malu bersama Aki-aki.
Kalau begitu, aku akan mencari berondong binal.
Oke.
Jika aku melakukan ini,
jika kita melakukannya...
Aku harus merencanakannya dengan matang.
Lihat ini.
Hei, Bangsat!
Dia mengizinkanmu masuk, sekarang pergi!
- Pergi kau, lonte sialan! - Ssst! Ssst!
- Apa? - Hentikan.
- Kau membiarkannya masuk! - Ya Tuhan. Dia tidak...
Maaf!
Ooh! Uh...
Pagi, Bos. Aku sudah bicara dengan Joe Carver.
Jadwal pertemuanmu hari ini sudah diatur.
Bagus, bagus.
Kita punya buah?
Buah?
Persik, pir, nanas,
jambu, mangga...
Buah. Kita punya buah?
Karena Bos sering makan di kelab,
kami hanya siapkan sarapan.
Buah itu sarapan.
Eh, tenanglah.
Aku akan membelinya saat keluar.
Aku berusaha hidup sehat sekarang.
Gëzuar.
Jadi... ini serius?
Kau benar mempertimbangkan untuk menjualnya?
Ya.
Aku tidak ingin membesar-besarkannya.
- Ya. - Mengerti?
Carver terkejut kuhubungi.
Maksudnya terkejut?
Dia tidak menyangkanya,
karena kau pernah menolaknya.
Dulu, waktunya belum tepat.
Sekarang...
momennya lebih pas.
Boleh kutahu alasannya?
Spence.
Kau sahabat yang setia.
Tetaplah begini dan hidupmu akan terjamin.
Aku berjanji padamu.
Oke?
Hari cerah. Hari yang pas untuk cukur. Haha!
KEBUN BINATANG LOS ANGELES
Semua orang di kota ini
ingin bertemu di Polo Lounge.
Orang ini malah minta bertemu
di patung beruang mati di kebun binatang.
Aku tidak yakin dia mati.
Maaf, Kawan.
Tertulis di sana, "Beristirahatlah, Marshall."
Kupikir itu sekadar dongeng anak-anak.
Dia primadona di sini.
Para beruang ini dulunya merajai California.
Lalu masa Demam Emas dan manusia berdatangan.
Kini kau harus ke kebun binatang demi melihat raja ini.
Apa kabar, Joe? Bagaimana kabarmu?
Mantap, Kawan. Luar biasa.
Suhu 72 derajat dan selalu cerah.
Cewek-cewek bening bertebaran.
Harusnya aku ke sini sejak dulu.
Kau dan aku, kita berdua pendatang.
Kau dari New Jersey,
aku dari Albania.
Sama saja.
Miringkan dunia ini, lalu goyangkan,
semua kepingan yang lepas jatuh di California.
Albania dulu menganut komunis.
Bagiku, inilah negeri impian.
Tolong perjelas satu hal kepadaku, ya?
Dulu kau enggan menjualnya, kini kau bersedia.
Apa yang berubah?
Tidak ada.
Mungkin aku ingin menjualnya, mungkin tidak.
Jika kita akan berbisnis,
hentikan omong kosong ini, mengerti?
Aku butuh angka pasti, bukan dongeng.
Kawan, jika hargamu cocok,
akan kutunjukkan semuanya.
Aku harus berdiskusi dengan beberapa orang,
lalu aku akan kembali dengan tawaran.
Kedengarannya bagus.
Sayang.
Hei.
Lihat ini. Bagaimana menurutmu?
Kita membahas rumah mungil,
melarikan diri dari segalanya, ingat?
Aku cuma melihat pilihan lain.
Sepertinya pertemuan berjalan lancar?
Pertemuannya berjalan mulus. Aku yakin.
Kau tampak cantik malam ini.
Terima kasih.
Oh, dia sudah tiba.
No comments yet. Be the first to leave one.