ആദ്യത്തെ 188 വരികൾ.
Rasakan!
Jangan bercanda, apaan teknik okizeme itu? mengunci itu curang!
Cari tahu dulu definisi "mengunci" baru ngomong!
Lock on!
K.O.
Sial, sial, kenapa bisa begini!
Dasar cengeng!
Lain kali aku pasti mengalahkanmu, Mitsuki!
Datang saja kapan pun kau mau!
Aku menerima tantangan duel dalam 365 hari setahun!
Kira-kira strategi apa lagi yang mereka keluarkan nanti?
Gawat aku tidak sabar!
PERBEDAAN AMATIR DAN PRO? AKANKAH SADAR AKAN PERBEDAAN ITU?
Ternyata memang mustahil menang melawan Mitsuki.
- Terlalu kuat sampai membuatku tertawa. - Setuju.
Kurasa cukup untuk main SF4 hari ini.
Kalau begitu, aku pulang dulu, ya.
Lain kali aku pasti mengalahkanmu, Mitsuki!
"Lain kali"?
Waktunya memikirkan strategi untuk nanti malam.
Bagus!
Lakukan itu!
Ayo mulai!
Lakukan itu!
Ayo maju!
K.O.
Juri win!
Be... Berhasil...
Kamu berhasil mengambil satu set dari Aya-chin!
Kamu berhasil, Tama-cha!
Tama-cha itu maksudnya aku?
Karena namamu adalah Tamaki.
Penentuan Lethal-nya bagus juga...
Kamu boleh saja senang, Senpai.
Tapi ini baru satu dari BO3, 'kan.
Tentu saja.
Aku akan menang mulai sekarang!
K.O.
Perfect K.O.!
Cammy win!
Hiks, hiks, hiks...
Baiklah, giliran kita sekarang.
Rasakan!
Hashogeki!
Kena kau!
Dengan kepalan ini...
Akan kubuktikan!
Sial.
Permainan bagus!
Padahal aku mendominasi beberapa kali ronde pertama
dia beradaptasi sangat cepat...
Ujung-ujungnya aku tetap kalah malam ini.
Terima kasih atas pertandingannya!
Kalau begitu Senpai, kami pamit dulu.
Begitu, ya.
Aku akan tidur bentar sampai absen pagi.
Hei, Inui-san. Kalau mau tidur, tidurlah di kamarmu...
Yah, sudahlah.
Kemarin dan lusa pun aku memikirkannya... Aya-san itu...
Setiap malam muncul dengan niat membunuh yang meluap dari tubuhnya.
Tapi saat kalah, dia terlihat seperti orang yang kerasukannya sudah hilang...
dan kembali dengan wajah yang lega.
Seolah-olah, kekalahan adalah hal yang menyenangkan baginya...
Aya-san, akhir-akhir ini kamu kelihatan bahagia, ya.
Apa muka-ku terlalu santai?
Keimutanmu bertambah tiga puluh persen, lho.
Apa benar?
Perihal kamu pulang pagi setiap hari... aku tidak memberitahu siapa pun, kok.
Maafkan aku...
Mio?
Aya-san...
Aya-san...
Sudah tenang?
Ya...
Meski di dalam kepalaku tahu isinya seperti apa...
tapi kalau melihat gadis cantik menangis, aku jadi tidak tega!
Lalu, apa yang terjadi?
Kalau diceritakan bisa panjang.
Tidak apa-apa.
Tadi sebelum absen malam, ada rapat, 'kan?
Ya.
RUANG RAPAT
ICHINOSE HANA WAKIL KETUA KOMITE ASRAMA
KETUA KOMITE ASRMA
Para siswi kelas satu, selamat malam.
Mulai minggu depan kita akan memasuki minggu ujian, jadi...
hari ini kami akan memberikan penjelasannya.
Begitulah ceritanya.
Itu doang?
Anu, aku kurang paham ceritanya...
Jadi apa yang ditangisi si Shirayuri ini?
bukan masalah paham atau tidaknya, Senpai...
Wanita ini... nangis karena gak mau belajar buat ujian!
Itu masalahnya!
Nangis karena ogah belajar doang?
Kamu bukan bayi, lho!
Mio, sebenarnya aku penasaran sejak lama.
Seegitu niatnya bawa stik ke sekolah...
kenapa kamu yang otaknya sudah terkikis oleh gim laga...
bisa masuk ke Kuromi yang melarang gim?
Aku...
Begitu mulai masuk SMP,
Aku sadar kalau aku telah datang ke neraka yang luar biasa.
Dibandingkan SD yang lima menit, durasi belajar bisa 50 menit.
Itu terjadi setiap hari dari Senin sampai Jumat.
Kegilaan yang didapat karena berlangsung enam jam penuh.
Yang lebih parah lagi adalah ujian berkala.
Sepulang sekolah atau malam hari yang seharusnya menjadi waktu bermain gim...
bahkan hari libur pun mereka menuntut untuk mengorbankan waktu demi belajar.
Siksaan mental yang tak tertahankan.
Ini pelanggaran HAM oleh negara!
Negara ini sudah gila...
Jadi aku memutuskan.
Aku akan mengabaikannya.
A... Apanya?
Belajar.
Sejak ujian akhir semester satu kelas satu
tidak peduli seberapa sering guru memanggil atau mencemoohku
dengan tekad yang kuat... aku tidak akan belajar.
Begitu masuk liburan musim panas di kelas tiga
peristiwa itu pun terjadi.
Hei, Mama.
Apa Mama tahu di mana Laptop-ku?
Selamat datang, Mio-chan.
Kalau laptop-nya...
ada di dalam brankas ini.
Ke... Kenapa? Keluarkan sekarang, Mama!
Benar, Mio-chan...
Pasti mau dikembalikan, 'kan.
Mama mengerti. Mama sangat mengerti.
Mama?
Bagaimana kalau begini?
Dari syarat yang Mama berikan nanti...
kalau kamu bisa menyelesaikan satu saja, Mama kembalikan.
Pertama adalah lulus di SMA yang Mama tentukan.
Dan satu lagi adalah...
Kalahkan Mama sekarang di sini!
Bagiku pilihan itu...
sama saja dengan hanya punya satu pilihan.
Nostalgia, ya.
Latihan karate... kamu berhenti setelah setahun, 'kan?
Dari pandangan Mama yang berpengalaman,
Mio-chan punya bakat yang bagus, lho.
Biola dan balet juga...
padahal awalnya sangat antusias tapi langsung tidak tertarik.
Mama, itu cerita kapan...
Tapi, dari situ Mama berpikir.
Memutuskan berhenti memaksamu dan menyerahkannya pada Mio-chan.
Kalau bisa menemukan apa yang ingin kamu lakukan, itu yang terbaik.
Tapi, maaf, ya.
Tendangan depan?
Lintasannya!
Tapi lambat. Guard-nya hampir...
Dengan serangan barusan...
sudah...
Mio-chan...
Eh, "laptop gaming", kalau tidak salah?
Apa kamu ingat saat membelinya?
Waktu ujian tengah semester pertama...
Mama bilang "Kalau semua mapel dapat nilai bagus akan dibelikan"...
Lalu Mio-chan berhasil mencapainya dengan baik, ya.
Tapi, setelah itu kamu malah makin terhanyut dalam dunia gim.
Mama, sejak itu terus meyakinkan diri sendiri.
"Tidak apa-apa", pikir Mama.
Mio-chan punya ritme tersendiri.
Tapi, Mama sekarang sudah tahu.
Kalau begini terus, Mio-chan akan...
menjadi orang dewasa yang hanya bisa main gim.
Setelah itu aku belajar untuk ujian masuk.
Akhirnya lewat "jalur cadangan"? Dan aku berhasil lulus masuk Kuromi.
Aku baru tahu Kuromi mewajibkan asrama dan dilarang bermain gim...
beberapa hari setelahnya.
Anu...
Cerita barusan, sampai mana kita harus menanggapinya dengan serius?
Padahal aku dari tadi serius...
Bagaimana menurutmu, Tama-cha?
Yah, itu, agak rumit.
Rasanya sulit buat ngikutin alur ceritanya...
- Bagaimana dengan Aya-chin? - Menurutku...
sudah jelas itu KDRT.
Tapi Mio-san sendiri yang memilih opsi "Pertarungan".
Memberikan pilihan bukan berarti boleh menghancurkan tangan anaknya
itu tidak dibenarkan.
Lagipula kalau pilihannya belajar vs bertarung...
Mama-nya pasti tahu anaknya akan memilih bertarung.
"Putri yang memilih bertarung daripada belajar"...
Kenapa, ya?
Padahal aku sudah berusaha sekeras itu... kenapa aku masih harus belajar lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.