ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Hidup terus berjalan entah ke mana.
Lampu hijau. Silakan menyeberang.
Kau akan mati dalam enam jam.
Kereta tujuan Suseo akan segera tiba.
Semua penumpang, harap mundur.
Hati-hati melangkah
saat naik dan turun dari kereta.
Mohon perhatian. Kereta ini...
Tiap hari, aku mengirim pesan pengingat pada diriku.
Jangan mati. Bertahanlah, Lee Jung-yoon.
Satu Heets Blue.
Apa ini makanan?
Aku melihatmu memakannya
dan aku jadi mau, Nak.
Jika kau bekerja sekeras itu,
apa gajimu lebih besar?
Meskipun begitu, tak seberapa.
Tapi kau bekerja untuk pemerintah.
Semua orang menginginkannya.
PNS.
Kalau begitu, cobalah
seperti orang lain.
Astaga.
Aku kesulitan mencari makan.
Ujian PNS apa?
Aku tak mau terdengar seperti orang tua yang cerewet,
jadi aku pergi.
Tunggu, Pak.
Apa?
Hari ini ulang tahunku.
Terus?
Cuma memberi tahu.
Kenapa? Kau butuh sesuatu?
Jika ya, kau akan membelikannya?
Bagaimana, ya?
Ayo beli makanan enak nanti malam.
Makanan enak apa?
Aku akan memikirkannya.
Sampai nanti.
(SAMPAI JUMPA PUKUL 18.00 HARI ITU)
Astaga...
(HARGA TUNAI! OBRAL BESAR-BESARAN!)
Setelah hari ini,
usia 20-an-ku akan berakhir.
Kupikir aku akan hidup baik di usia 30-an.
Aku bangun dengan jamur di plafon
unit semibasemenku.
Jamurnya makin mirip jamur
di plafon rumah ibuku.
Kukira jika aku kabur dari rumahnya,
semua akan baik-baik saja.
Tapi aku salah.
Aku melihat orang lain
dan memimpikan hidup seperti mereka.
Hidup terus berjalan entah ke mana.
Lampu hijau. Silakan menyeberang.
Kau akan mati dalam enam jam.
Apa katamu tadi?
Kubilang, kau akan mati malam ini.
Apa ini penipuan terbaru?
Itu baru.
Aku harus memberitahumu sesuatu. Ini penting.
Apa yang kau lakukan?
Beri aku lima menit.
Apa?
Ada apa denganmu? Aku terlambat bertemu seseorang.
Lupakan. Pertemuannya batal.
Mi-jung!
- Apa? - Kau menunggu lama?
Aku bertemu pria aneh di jalan...
Jung-yoon? Kenapa kau di sini?
Kau tak membaca pesanku?
Pesan apa?
Sayang!
Oh, kau datang cepat.
- Siapa ini? - Ini temanku, Jung-yoon.
- Halo. - Hai.
Salam kenal.
Aku sebaiknya pergi. Filmnya sebentar lagi mulai.
Nanti kutelepon.
- Oke. - Dah.
Selamat bergembira!
Kenapa kau menyelamatkanku?
Katamu, aku akan mati malam ini.
Jika kau mati tadi di sana,
aku pasti merasa lega.
Karena artinya aku salah.
Apa kau cenayang?
Penglihatanku tak pernah salah.
Kau lihat tadi.
Apa kau butuh uang?
Mau dibayar karena menyelamatkan hidupku?
Langsung saja.
Aku tak punya uang untuk orang sepertimu.
Aku melihatnya.
Caramu mati.
Aku melihat takdirmu.
Apa?
Takdir?
Kubilang kau takkan bertemu dengan temanmu, bukan?
Temanku
hanya lupa kami akan bertemu.
Tapi aku benar.
Itu tak membuktikan omong kosongmu.
Jangan muncul di hadapanku lagi.
Jika kau muncul, aku akan memanggil polisi.
Aku bisa melihat masa depan seseorang.
Dalam 5 jam 49 menit,
kau akan mati.
Kenapa?
Kenapa aku harus mati?
Nama, Kim Hae-ji. Usia 23 tahun.
Perkiraan waktu kematian
antara pukul 21.00 pada 11 Juli
dan pukul 02.00 pada 12 Juli.
Penyebab kematian ditikam di dada
dan leher oleh benda tajam.
Dia tewas karena perdarahan hebat.
Senjatanya tak ditemukan di TKP.
Sepertinya dia dibunuh di tempat lain,
dan jasadnya dipindahkan ke TKP.
Kau sudah menemukan petunjuk berguna?
Kami memeriksa ponsel Kim Hae-ji.
Kau akan mati malam ini.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Aku memberitahumu takdirmu.
Ini direkam pada hari pembunuhan.
Apa Kim Hae-ji pernah dikuntit?
Dia melapor soal itu,
sebulan sebelum dibunuh.
Ini kasus pembunuhan pabrik kosong.
Pada hari Ji Seo-yeon meninggal,
pria tak dikenal
memprediksi dia akan dibunuh.
Kakaknya menyatakan itu.
- Memprediksi pembunuhannya? - Ya.
Kau akan
mati dalam delapan jam.
Apa kau sedang syuting film?
Atau serial drama?
Aku juga tak tahu kenapa.
Aku hanya mendapat penglihatan masa depan seseorang.
Bagaimana mereka mati?
Tak selalu itu.
Aku hanya melihat hal-hal tak biasa.
Misalnya apa?
Secara tak sadar,
orang hidup dengan memisahkan apa yang bisa
dan tak bisa terjadi pada mereka.
Tapi aku melihat hal-hal
yang orang rasa takkan terjadi.
Jadi, maksudmu,
kau bisa melihat apa pun yang kau mau di masa depan?
Seperti masa depan semua orang di sini?
Aku tak melihatnya atas kemauan sendiri.
Saat aku melihat seseorang,
penglihatannya berlalu cepat.
Jadi, kau kebetulan bertemu aku
dan memiliki penglihatan kematianku?
Yang benar saja.
Baiklah.
Jadi, bagaimana aku mati?
Kecelakaan mobil?
Serangan jantung?
Atau digigit zombi?
Kau dibunuh.
Aku dibunuh?
Bagaimana aku dibunuh?
Ditikam pisau.
Di mana aku ditikam?
Dada.
Siapa yang menikamku?
Aku hanya melihat
kau ditikam dan jatuh.
Itu seperti serial drama.
Itu berakhir tepat di tempat yang penting.
Bersambung ke lain waktu?
Sampai jumpa.
Omong-omong,
bagaimana kau tahu aku akan mati dalam enam jam?
Arlojimu menunjukkan pukul 00.00.
Bagaimana kau tahu kejadiannya hari ini?
Mungkin saja besok.
Kau memakai itu.
Benarkah?
Berarti jika aku ganti baju, aku takkan mati, bukan?
Konyol sekali.
Kalau begitu, aku akan ganti baju.
Sampai sekarang, semua penglihatan itu
menjadi kenyataan.
Kau bisa buktikan?
Kemari.
Itu saja.
Dengar.
Kita harus mengidentifikasi tersangka
sebelum ini menjadi kasus berantai.
Bagaimana jika kita fokus pada pria
yang memprediksinya?
Kedua korban pernah dikuntit.
Mungkinkah orang yang memprediksi dan penguntitnya
No comments yet. Be the first to leave one.